Stockholm, 9 April 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SAGIR ITU GOLKAR NAIK KORUPTOR BERJINGKRAK-JINGKRAK
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

SAGIR ALVA ITU MANG ENDANG SUWARYA MENGIBULI TONY BLAIR

"Saudara Ahmad, memang saya melihat prop NAD sebagai salah satu bagaian tubuh bangsa Indonesia. Sehingga bagi saya itu Aceh sudah final, ga perlu diutak atik untuk lepas dari NKRI. Saudara Ahmad, saya juga menyayangkan mengapa pemantau pemilu asing hanya diberi waktu yang terbatas untuk memantau penyelenggaraan pemilu di prop NAD. Dan mengenai Akbar Tanjung, saya sudah tau dia akan kembali kepanggung politik dengan lebih yakin lagi, karena hasil sementara menunjukkan bahwa Golkar masih cukup kuat. Tapi bukan berarti saya mendukung Akbar, karena sosok orang yang satu ini juga merupakan bukan orang yang pantas menjadi pemimpin di Indonesia. Walau bagaimanapun seandainya dia akhirnya terpilih jadi orang no 1 di Indonesia, mau tak mau juga harus diterima dengan hati ikhlas. Karena suatu negara masih lebih baik dipimpin oleh seorang yang tidak layak daripada negara tersebut tidak punya pemimpin. Karena jika suatu negara tidak punya pemimpin, maka negara itu akan kacau. Dan ini saya berikan lagi sebuah bukti lagi dukungan pemerintah asing terhadap pemilu di Indonesia sebagai salah satu bukti dukungan dunia internasional atas terselenggaranya pemilu di indonesia." (Sagir Alva , melpone2002@yahoo.com , Fri, 9 Apr 2004 00:52:26 -0700 (PDT))

Baiklah saudara Sagir Alva di Universitas Kebangsaan Malaysia, Selangor, Malaysia

Memang dari dulu saudara Sagir Alva adalah pengikut buntut Mbak Megawati dari PDI-P, kemudian sekarang kemungkinan besar menjadi pengekor akhli korupsi Bulog II Mr.Akbar Tandjung dari Golkar yang berpohon beringin tempat sarang hantu para koruptor.

Karena itu wajar kalau saudara Sagir Alva asal Aceh ini membela mati-matian para penerus Soekarno untuk terus menjajah Negeri Aceh.

Tetapi tentu saja, rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI akan terus berjuang guna membebaskan Negeri Aceh dari penjajahan yang telah dilakukan sejak Presiden RIS Soekarno mencaplok negeri Aceh 14 Agustus 1950.

Dan rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI tidak menganggap bahwa NKRI itu sudah final, melainkan NKRI atau jelmaan Negara RI atau Negara RI-Jawa-Yogya adalah merupakan pencaplok Negara-Negara Bagian RIS dan penelan Negeri-Negeri diluar wilayah kekuasaan de-facto dan de-jure RIS, seperti Negeri Aceh.

Karena itu rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI akan terus bangkit menghadapi para penjajah penerus Soekarno penipu licik di NKRI dan di RI atau RI-Jawa-Yogya.

Kemudian itu soal Pemilu 5 April 2004 di negeri Aceh adalah pemilu akal-akalan dari pihak Penguasa Darurat Militer Pusat Presiden Megawati dari partai kepala banteng bermoncong putih dan dari Penguasa Darurat Militer Daerah Aceh Mayjen TNI Endang Suwarya.

Dengan akal bulus dan tipu muslihat Mang Endang Suwarya yang berbentuk Pemilu 5 April 2004 di Negeri Aceh, maka itu Tony Blair dari Kerajaan Inggris matanya betul-betul tertipu oleh kelicikan permainan sulap Pemilu 5 April 2004 yang dibungkus oleh kain hitam pekat Keppres No.28/2003 dan Keppres No.43/2003.

Saudara Sagir Alva apapun yang saudara tampilkan untuk mensahkan Pemilu 5 April 2004 di Negeri Aceh, tetapi tetap saja itu Pemilu 5 April 2004 cacat hukum dan hasilnyapun cacat hukum.

Sekali cacat hukum maka selamanya cacat hukum.

Kecuali akan disahkan oleh orang orang yang otaknya sudah dikuras habis oleh racun pancasila hasil utak atik Soekarno, yang tidak jemu-jemunya mengikuti buntut Mbak Megawati yang memakai tanda lambang kepala banteng moncong putih, yang sedang menggelupur menghadapi hantu-hantu hidup para koruptor yang sedang berjingkrak-jingkrak kegirangan sambil berlindung dibawah pohon beringin milik raja korupsi Bulog II Mr. Akbar Tandjung.

Saudara Sagir Alva, itu NKRI atau RI atau RI-Jawa-Yogya, akan makin terpuruk.

Apakah Mr. Akbar Tandjung akhli korupsi Bulog II naik, atau Mbak Megawati yang berlambang kepala banteng moncong putih naik, atau Mr. Big Yudhoyono tukang pukul dan pembunuh rakyat Aceh naik, atau Mr.Amien Rais keturunan Arab naik, atau Mr. Abdurrahman Wahid yang harus dituntun jalannya naik, adalah sama saja, saudara Sagir Alva, jangan menututp mata, itu NKRI atau RI atau RI-Jawa-Yogya akan meluncur kelembah jurang yang penuh berisi hantu-hantu koruptor yang sudah mulai bergeliat hidup kembali mencium bau Mr. Akbar Tandjung akhli korupsi Bulog II naik kembali ke arena gelanggang adu korupsi dalam sangkar NKRI yang dalam perutnya berisikan Negeri Aceh yang telah dijajah dari sejak Presiden RIS Soekarno menelan dan mencaploknya pada tanggal 14 Agustus 1950 memakai alat penjerat PP RIS No.21/1950 dan PERPU No.5/1950.

Jelas, saudara Sagir Alva, itu NKRI atau RI atau RI-Jawa-Yogya sudah menggelinding kelembah jurang para koruptor yang sedang bergembira karena raja korupsi Bulog II Mr. Akbar Tandjung mulai menyeringai menunjukkan taringnya sambil membawa palu godam yang berukir hidup Golkar sarang penyamun dan koruptor.

Hei, saudara Jayadi Kamrasyid otak kosong disantap racun pancasila hasil kocekan Soekarno, jangan cengar cengir, mentang-mentang itu raja korupsi Bulog II Mr.Akbar Tandjung dibebaskan oleh Jaksa Agung dari segala tuduhan tindak pidana korupsi Bulog II, walaupun dana Bulog Rp 40 miliar Rupiah tidak kembali.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Fri, 9 Apr 2004 00:52:26 -0700 (PDT)
From: sagir alva melpone2002@yahoo.com
Subject: Lebih baik pemimpin tidak layak
To: ahmad@dataphone.se
Cc: melpone2002@yahoo.com

Ass.Wr.Wb

Selamat siang saudara Ahmad:) bagaimana kabar anda sekarang ini? semoga anda sekeluarga sehat selalu dan selalu mendapat lindungan Allah SWT.

Saudara Ahmad, memang saya melihat prop NAD sebagai salah satu bagaian tubuh bangsa Indonesia. Sehingga bagi saya itu Aceh sudah final, ga perlu diutak atik untuk lepas dari NKRI.

Saudara Ahmad, saya juga menyayangkan mengapa pemantau pemilu asing hanya diberi waktu yang terbatas untuk memantau penyelenggaraan pemilu di prop NAD.

Tapi bukan berarti kita langsung menolak hasil pemilu di yang dilaksanakan di prop NAD. Karena apapun keputusannya, kita perlu terima hasil tsb sebagai hasil terbaik, tidak perlu dipertikaikan sahnya, cacatnya, karena itu bukan menyelesaikan masalah, tetapi hanya menambah masalah baru.

Dan mengenai Akbar Tanjung, saya sudah tau dia akan kembali kepanggung politik dengan lebih yakin lagi, karena hasil sementara menunjukkan bahwa Golkar masih cukup kuat. Tapi bukan berarti saya mendukung Akbar, karena sosok orang yang satu ini juga merupakan bukan orang yang pantas menjadi pemimpin di Indonesia.

Walau bagaimanapun seandainya dia akhirnya terpilih jadi orang no 1 di Indonesia, mau tak mau juga harus diterima dengan hati ikhlas. Karena suatu negara masih lebih baik dipimpin oleh seorang yang tidak layak daripada negara tersebut tidak punya pemimpin. Karena jika suatu negara tidak punya pemimpin, maka negara itu akan kacau.

Dan ini saya berikan lagi sebuah bukti lagi dukungan pemerintah asing terhadap pemilu di Indonesia sebagai salah satu bukti dukungan dunia internasional atas terselenggaranya pemilu di indonesia. Saya ambil dari website kompas, edisi 9 april 2004.

"Inggris Dukung Proses Pemilu Indonesia Jakarta, Jumat"

Saya kira ini saja yang dapat saya sampaikan pada peserta mimbar bebas. Dan saya sebelumnya mengucapkan permohonan ma'af jika ada yang tersinggung dengan tulisan saya ini, dan saya juga mengucapkan banyak terima kasih atas tanggapan terhadap tulisan saya di mimbar bebas ini.

Wassalam

Sagir Alva

melpone2002@yahoo.com
Universitas Kebangsaan Malaysia
Selangor, Malaysia
----------