Stockholm, 16 April 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

DITYA MANA PP YANG DITETAPKAN MEGAWATI UNTUK PELAKSANAAN PEMILU DI ACEH ?
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

DITYA SOEDARSONO MANA PP YANG DITETAPKAN MEGAWATI HASIL PENGATURAN ANTARA KPU BERSAMA PEMERINTAH UNTUK PELAKSANAAN PEMILU 5 APRIL 2004 ?

"Alhamdulillah, cacat hukum itu kan menurut akang coba akang lihat pada pasal 75 UU RI No.23 Tahun 2003 (Penyelenggaraan tahapan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden pada daerah-daerah yang tidak mungkin dilakukan kegiatan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden secara normal (daerah dg status darurat militer, darurat sipil dan/atau daerah konflik) diatur oleh KPU bersama Pemerintah). Jadi kang kalau KPU bersama Pemerintah telah menyetujui Aceh dilaksanakan pemilu maka, PDMD selaku institusi sipil tentunya menyukseskan pelaksanaan pemilu di Aceh, sedangkan selaku institusi militer PDMD mengamankan pelaksanaan pemilu, dan nyatanya justru gembar-gembor teror dari orang-orang yang tidak suka dengan pelaksanaan pemilu di Aceh yang ingin menggagalkan pemilu ternyata tidak dapat dibuktikan dengan demikian jelas bahwa Allah SWT telah meridhoi pesta demokrasi yang dilaksanakan oleh rakyat Aceh, dan tentunya semua ini berkat peran serta dan Do'a dari seluruh masyarakat Aceh sehingga pemilu di Aceh berjalan lancar, tertib dan aman." (Ditya Soedarsono , dityaaceh_2003@yahoo.com , Thu, 15 Apr 2004 11:48:03 -0700 (PDT))

Baiklah Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Kolonel Laut Ditya Soedarsono.

Kolonel Laut Ditya Soedarsono jangan terus menerus menipu rakyat Aceh dan mengikut Soekarno penipu licik di NKRI atau RI.

Coba tunjukkan mana itu Peraturan Pemerintah atau Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang yang mengatur pelaksanaan Pemilu 5 April 2004 di Darurat Militer Daerah Aceh berdasarkan UU No.23/2003 pasal 75 itu ?

Itu isi UU No.23/2003 Tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, Pasal 75 "Penyelenggaraan tahapan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden pada daerah-daerah yang tidak mungkin dilakukan kegiatan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden secara normal diatur oleh KPU bersama Pemerintah." Yang dimaksud dengan daerah-daerah yang tidak mungkin dilakukan kegiatan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden secara normal adalah daerah dengan status darurat militer, daerah dengan status darurat sipil dan/atau daerah yang mengalami konflik.

Jelas kolonel Laut Ditya, itu tidak ada PP atau PERPU yang ditetapkan oleh Megawati atas hasil pengaturan antara KPU dan Pemerintah untuk Pemilu 5 April 2004 di Negeri Aceh berdasarkan UU No.23/2003.

Kolonel Laut Ditya Soedarsono, seandainya Megawati dan KPU membuat aturan untuk pelaksanaan Pemilu 5 April 2004 di negeri Aceh, maka jelas itu aturan yang dibuat Pemerintah akan bertentangan dengan UU No.23 Prp Tahun 1959 tentang Keadaan Bahaya, juga bertentangan dengan UU No.12/2003 Pasal 2, yang berbunyi "Pemilu dilaksanakan berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil."

Karena itu, memang tidak ada aturan yang dibuat oleh Presiden Megawati bersama KPU untuk pelaksanaan Pemilu 5 April 2004 yang lalu itu, Kolonel Laut Ditya Soedarsono, jangan terus menerus menipu rakyat Aceh.

Kolonel Laut Ditya, karena Pemilu 5 April 2004 berdasarkan UU No.12/2003 Pasal 2 sangat bertentangan dengan UU No.23 Prp Tahun 1959 tentang Keadaan Bahaya, maka itu Pemilu 5 April 2004 di negeri Aceh adalah cacat hukum dan hasilnyapun tidak sah.

Itu, Kolonel Laut Ditya, Pemilu 5 April 2004 di Aceh adalah memang akal bulus dan penipuan licik pihak Presiden Megawati penerus Soekarno untuk terus menduduki dan menjajah Negeri Aceh.

Kemudian memang jelas, Kolonel Laut Ditya, ketika Kolonel mengatakan: " Alhamdulilah saya penipu mudah-mudahan kang Mamad adalah orang yang diberih petunjuk oleh Allah SWT sebagai orang yang jujur seperti kejujuran Nabi Besar Muhammad SAW, dengan demikian kang mamad dapat mengamalkan kejujuran itu kepada masyarakat milis, sehingga dengan kejujuran kang Mamad itu dapat menuntun pihak lain yang menyimpang jalur dapat menuju jalan kebenaran yang pada akhirnya mengajak semua masyarakat milis melaksanakan amal ma'ruf nahi munkar".

Nah, karena memang Pemilu 5 April 2004 adalah hanya tipuan dan akal bulus Penguasa Daurat Militer Pusat Presiden Megawati dan Penguasa darurat Militer daerah Aceh Mayjen TNI Endang Suwarya, maka wajar kalau Kolonel mengatakan: " Alhamdulilah saya penipu mudah-mudahan kang Mamad adalah orang yang diberih petunjuk oleh Allah SWT sebagai orang yang jujur".

Jelas, Kolonel Laut Ditya, Kang Ahmad telah menjelaskan secara benar dan jujur kehadapan seluruh rakyat di Negeri Aceh dan di NKRI tentang penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan negeri Aceh oleh Presiden RIS Soekarno pada tanggal 14 Agustus 1950 memakai dasar hukum PP RIS No.21/1950 dan PERPU No.5/1950 tanpa persetujuan, kerelaan, dan keikhlasan dari seluruh rakyat Aceh dan pemimpin rakyat Aceh.

Dan yang tidak jujur dan yang selalu melakukan tipu daya licik terhadap rakyat Aceh adalah pihak Penguasa Daurat Militer Pusat Presiden Megawati dan Penguasa Darurat Militer Daerah Aceh Mayjen TNI Endang Suwarya, termasuk Kolonel Laut Ditya Soedarsono.

Kolonel Laut Ditya harus sadar dan mengetahui, bahwa itu rakyat Aceh sebenarnya takut kepada pihak TNI/POLRI/RAIDER yang telah menduduki Negeri Aceh. Mereka rakyat Aceh takut kepada moncong senjata TNI/POLRI/RAIDER, Kolonel Laut Ditya. Itu pihak TNI/POLRI/RAIDER yang sebenarnya meng-intimidasi rakyat Aceh, menduduki dan menjajah Negeri Aceh.

Coba pikirkan oleh Kolonel Laut Ditya dengan jujur dan hati yang bersih, mengapa itu KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu berusaha mati-matian untuk mempertahankan Darurat Militer di negeri Aceh, sampai itu ulama-ulama Aceh pada ketakutan sehingga terpaksa menyatakan setuju perpanjangan Darurat Militer di Negeri Aceh.

Apakah itu Presiden Megawati yang telah berjanji akan mencabut Darurat Militer akan ditekan oleh pihak TNI/POLRI untuk menarik kembali janji pencabutan DM, dengan alasan para ulama Aceh setuju dengan perpanjangan DM, diperkuat oleh Fron Perlawaan Separatis GAM (FPSG) yang hidungnya telah ditarik KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu

Itulah Kolonel Laut Ditya Soedarsono, pihak TNI/POLRI yang bersemangat terus menerus untuk menduduki, menjajah dan menghancurkan rakyat dan Negeri Aceh dengan cara penjajahan.

Negeri Aceh itu dijadikan tempat laboratorium oleh pihak TNI/POLRI/RAIDER, tempat latihan untuk membunuh. Itulah memang taktik yang penuh tipu muslihat yang licik dan jahat. Kolonel Laut Ditya Soedarsono, kalau memang Kolonel masih belum tahu, atau memang pura-pura tidak tahu.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Thu, 15 Apr 2004 11:48:03 -0700 (PDT)
From: Ditya Soedarsono dityaaceh_2003@yahoo.com
Subject: Fwd: ALHAMDULILLAH DITYA SOEDARSONO PENIPU RAKYAT ACEH
To: ahmad@dataphone.se
Cc: tang_ce@yahoo.com, asammameh@hotmail.com, om_puteh@hotmail.com, achehnews@yahoogroups.com, ilyas.abdullah@wanadoo.nl, fadlontripa@yahoo.com, balepanyak@yahoo.com.au, aneuk_pasee@yahoo.com, alexandra_raihan@yahoo.com.sg, agus_smur@yahoo.com, afdalgama@hotmail.com, empun@lycos.com, info@atjehtimes.com, meurahsilu@hotmail.com, unsyiah@lycos.com

Terima kasih kang Mamad, memang benar kata akang Allah pun mencipta manusia itu dengan diberinya AKAL, itulah salah satu kelebihan manusia dari semua ciptaanNYA. Cuma akang keliru BULUS itu diciptakan oleh Allah SWT tanpa diberi AKAL tetapi INSTING, dengan demikian seharusnya kang Mamad menulisnya dengan kata-kata INSTING BULUS. Sebaliknya semoga akang diberikan oleh Allah SWT AKAL BUDI MULIA agar semua diskusi yang akang gelar dalam mimbar bebas ini mendapatkan respon dari rakan-rakan milis AMIN AMIN YA ROBBAL ALAMIN.

Alhamdulilah saya penipu mudah-mudahan kang Mamad adalah orang yang diberih petunjuk oleh ALLAH SWT sebagai orang yang JUJUR seperti kejujuran Nabi Besar Muhammad SAW, dengan demikian kang mamad dapat mengamalkan KEJUJURAN itu kepada masyarakat milis, sehingga dengan kejujuran kang Mamad itu dapat menuntun pihak lain yang menyimpang jalur dapat menuju jalan kebenaran yang pada akhirnya mengajak semua masyarakat milis melaksanakan AMAL MA'RUF NAHI MUNKAR.

"Itu Pemilu 5 April 2004 sudah secara terang-terangan melanggar Undang Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2003 Tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah BAB I Pasal 2, Pemilu dilaksanakan berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil." (Ahmad Sudirman)

Alhamdulillah, biasanya akang menulis setelah kata ADIL dengan BERADAB kenapa sekarang kok tidak ditulis lagi akang apa akang lupa atau milis yang dulu yang salah Amin akang sudah mendapatkan petunjukNYA.

"Bagaimana itu Pemilu yang berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil bisa dilaksanakan dalam daerah yang menerapkan Darurat Militer yang memakai dasar hukum Undang-Undang Nomor 23 Prp Tahun 1959 tentang Keadaan Bahaya. Jangan mimpi Kolonel Laut Ditya. Itu hasil Pemilu 5 April 2004 adalah tidak sah karena cacat hukum." (Ahmad Sudirman)

Alhamdulillah, cacat hukum itu kan menurut akang coba akang lihat pada pasal 75 UU RI No. 23 Tahun 2003 {Penyelenggaraan tahapan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden pada daerah-daerah yang tidak mungkin dilakukan kegiatan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden secara normal (daerah dg status darurat militer, darurat sipil dan/atau daerah konflik) diatur oleh KPU bersama Pemerintah}. Jadi kang kalau KPU bersama Pemerintah telah menyetujui Aceh dilaksanakan pemilu maka, PDMD selaku institusi sipil tentunya menyukseskan pelaksanaan pemilu di Aceh, sedangkan selaku institusi militer PDMD mengamankan pelaksanaan pemilu, dan nyatanya justru gembar-gembor teror dari orang-orang yang tidak suka dengan pelaksanaan pemilu di Aceh yang ingin menggagalkan pemilu ternyata tidak dapat dibuktikan dengan demikian jelas bahwa ALLAH SWT telah meridhoi pesta demokrasi yang dilaksanakan oleh rakyat ACEH, dan tentunya semua ini berkat peran serta dan Do'a dari seluruh masyarakat Aceh sehingga pemilu di Aceh berjalan lancar, tertib dan aman.

Memang ada sih teror agar masyarakat tidak melaksanakan pemilu, seperti diculiknya seorang ketua partai peserta pemilu, anggota linmas di culik dan ditembak selesai menjaga TPS, baju linmas dirampas, dan gangguan tembakan frustasi dari pemberontak GAM tetapi semua itu tidak menyurutkan masyarakat untuk melaksanakan pesta rakyat, untuk memilih pilihan terbaiknya yang nantinya diharapkan bisa berperan dalam memperbaiki Aceh menuju terwujudnya masyarakat Aceh yang adil dan makmur yang diridhoi oleh Allah SWT (baldatun thayyibatun warabbun ghafur).

Sebaliknya aku mau tanya sama akang Mamad; apakah akang lebih senang masyarakat Aceh selalu dirundung ketakutan, ketidak tentraman, teror, intimidasi, dll atau justru sebaliknya kang masyarakat Aceh tenang, tentram, damai, tidak ada lagi teror, tidak ada lagi intimidasi, tidak ada lagi sakit hati, kecewa dan dendam?

Silakan akang pikir dan renungkan kalau memang akang masih punya nurani, masih punya akhlaq, masih punya moral, masih memiliki akal budi. Dalam mimbar akang memang menyajikan KHILAFAH ISLAM, UU MADINAH tapi sama sekali saya tidak pernah melihat tulisan akang yang bisa menyejukkan pihak lawan diskusi anda terutama kepada masyarakat yang tidak seide dengan komentar dan argumen anda.

"Sudahlah Pemilu 5 April di Negeri Aceh cacat hukum dan tidak sah, ditambah jumlah pemilih yang ikut dan telah dihitung sampai hari ini, Rabu, 14 April 2004, jam 23:53 Waktu Swedia, baru mencapai 928,576 pemilih dari seluruh pemilih yang telah dihitung oleh KPU berjumlah 2,580,687 pemilih (jumlah seluruh penduduk 4,226,999 jiwa), atau hanya 36 %." (Ahmad Sudirman)

Kang dari jumlah penduduk yang akang sebutkan itu yang ber KTP cuman 2.587.554, sampai hari Selasa 13 April 2004 tercatat 1. 597. 529 (60%) lebih. yang penting do'a restu kakang Mamad agar penghitungan suara segera dapat diselesaikan oleh KPU.

"Jadi dari fakta dan bukti ini menunjukkan bahwa memang itu Pemilu 5 April 2004 di negeri Aceh adalah Pemilu akal bulus Mbak Megawati dari PDI-P dan Mang Endang Suwarya saja. Kolonel Laut Ditya, itu Pemilu 5 April 2004 di Aceh adalah pemilu yang penuh tipu muslihat, penuh dengan akal bulus, cacat hukum, dan tidak sah, ditambah hanya diikuti oleh sebagian kecil rakyat Aceh. Jelas, itu Pemilu di Aceh adalah hanya merupakan alat untuk tetap menduduki dan menjajah Negeri Aceh. Permainan sandiwara yang tidak lucu, Kolonel Laut Ditya. Rakyat Aceh jangan terus dibodohi."(Ahmad Sudirman)

Alhamdulillah, mudah-mudahan kang Mamad yang sudah diberi AKAL BUDI, memiliki NURANI, AKHLAQ dan MORAL dengan KHILAFAH ISLAMNYA dapat merubah sandiwara menjadi lucu dan segera dapat mencerdaskan rakyat Aceh sehingga tidak saya BODOHI, saya sangat mendukung kang Mamad semoga akang dapat dijadikan panutan oleh seluruh rakyat ACEH bahkan seluruh masyarakat dunia, dengan kebaikan hati akang semoga kang mamad sekeluarga mendapatkan kedamaian dalam kehidupan dunia dan akherat AMIN...AMIN... YA..ROBBAL.. ALAMIN.

Wasalam,

Ditya

dityaaceh_2003@yahoo.com
ACEH NAD
----------