Stockholm, 16 April 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

AHMAD JUPRI ITU DI NKRI PANCASILA JADI SUMBER HUKUM SEDANG ISLAM BUKAN SUMBER HUKUM
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

PERLU DIKETAHUI OLEH AHMAD JUPRI BAHWA DI NKRI PANCASILA MENJADI SUMBER HUKUM SEDANGKAN ISLAM TIDAK DIJADIKAN SUMBER HUKUM

"Semoga keselamatan rahmat dan barokah selalu dilimpahkan kepada Bapak Ahmad Sudirman sekeluarga. Saya hanya ingin mengucapkan salut kepada Bapak, yang telah kontinu melakukan dakwah tanpa lelah. Saya juga selalu mengikuti diskusi di mimbar bebas yang Bapak kelola khususnya berkenaan dengan perjuangan Aceh, dalam mimbar bebas Bapak telah memaparkan bukti bukti kongkrit tetapi dari fihak penguasa NKRI belum juga sadar, mohon penjelasan bagaimana korelasinya dengan QS. 2 : 6 s/d 8 terima kasih." (Ahmad Jupri, ahmedjpr@yahoo.com , Thu, 15 Apr 2004 21:07:18 -0700 (PDT))

Terimakasih saudara Ahmad Jupri, kalau saya tidak salah, saudara berdomisili di Cilegon, Banten, tetapi kalau salah mohon diluruskan.

Untuk memberikan penjalasan terhadap masalah yang dikemukakan oleh saudara Ahmad Jupri diatas itu, disini saya akan melihat dengan memakai dua kacamata, yaitu kacamata pertama, yang bermerk pancasila, dan kacamata kedua, yang bermerk Islam.

Dilihat pakai kacamata pancasila, itu "bukti bukti kongkrit" mengenai pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan Negeri Aceh oleh NKRI, yang masih belum disadari oleh para penerus Soekarno bahwa tindakan mereka itu merupakan tindakan penjajahan terhadap Negeri Aceh. Kemudian kalau penolakan terhadap "bukti bukti kongkrit" itu dihubungkan dengan sumber hukum Al Quran Surat Al-Baqarah ayat 6 sampai dengan ayat 8, yang dalam garis besarnya berisikan, "sama saja bagi mereka (orang-orang kafir) diberi peringatan atau tidak, mereka tidak akan beriman, karena Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran, dan menutup penglihatan mereka, dan mereka itu bukan orang-orang yang beriman", maka akan kelihatan itu Al Quran Surat Al Baqarah ayat 6 sampai ayat 8 itu tidak bisa diterima oleh sumber hukum pancasila, dengan alasan, karena dasar hukum di NKRI tidak mengakui dasar hukum Islam.

Jadi, kalau para penerus Soekarno yang memakai kacamata pancasila belum menyadari kebenaran "bukti bukti kongkrit" mengenai pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan Negeri Aceh oleh NKRI, dan kalau dihubungkan dengan Al Quran Surat Al Baqarah ayat 6 sampai 8, maka mereka tidak bisa digolongkan kepada golongan kafir, karena golongan kafir dalam sumber hukum pancasila tidak dikenal.

Melainkan mereka hanya bisa digolongkan kedalam golongan penjajah, sesuai dengan dasar hukum Pembukaan UUD 1945 yang menyatakan "Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan."

Kemudian, kalau dilihat pakai kacamata Islam, itu "bukti bukti kongkrit" mengenai pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan Negeri Aceh oleh NKRI, yang masih belum disadari oleh para penerus Soekarno bahwa tindakan mereka itu merupakan tindakan penjajahan terhadap Negeri Aceh. Kemudian kalau penolakan terhadap "bukti bukti kongkrit" itu dihubungkan dengan sumber hukum Al Quran Surat Al-Baqarah ayat 6 sampai dengan ayat 8, yang dalam garis besarnya berisikan, "sama saja bagi mereka (orang-orang kafir) diberi peringatan atau tidak, mereka tidak akan beriman, karena Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran, dan menutup penglihatan mereka, dan mereka itu bukan orang-orang yang beriman", maka akan kelihatan itu Al Quran Surat Al Baqarah ayat 6 sampai ayat 8 bisa diterima dan bisa dijadikan sebagai sumber hukum.

Artinya disini, "bukti bukti kongkrit" mengenai pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan Negeri Aceh oleh NKRI, yang masih belum disadari oleh para penerus Soekarno bahwa tindakan mereka itu merupakan tindakan penjajahan terhadap Negeri Aceh, disebabkan oleh hati, pendengaran, dan penglihatan para penerus Soekarno yang telah ditutup dan dikunci. Karena hati, pendengaran, dan penglihatan para penerus Soekarno yang telah ditutup dan dikunci itulah, ketika melihat dan membaca apa yang telah dibuat dan dilakukan oleh Soekarno terhadap negeri Aceh, dianggap oleh mereka, para penerus Soekarno, sebagai tindakan menyatukan Negara RI. Jadi, para penerus Soekarno ini, melihat dan membaca Soekarno menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Negeri Aceh itu dianggap sebagai menyatukan Negara RI, karena memang hati, pendengaran, dan penglihatan para penerus Soekarno itu telah ditutup dan dikunci.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Thu, 15 Apr 2004 21:07:18 -0700 (PDT)
From: ahmad jupri <ahmedjpr@yahoo.com>
Subject: SALAM
To: ahmad@dataphone.se

Semoga keselamatan rahmat dan barokah selalu dilimpahkan kepada Bapak Ahmad Sudirman sekeluarga. Saya hanya ingin mengucapkan salut kepada Bapak, yang telah kontinu melakukan dakwah tanpa lelah. Saya juga selalu mengikuti diskusi di mimbar bebas yang Bapak kelola khususnya berkenaan dengan perjuangan Aceh, dalam mimbar bebas Bapak telah memaparkan bukti bukti kongkrit tetapi dari fihak penguasa NKRI belum juga sadar, mohon penjelasan bagaimana korelasinya dengan QS. 2 : 6 s/d 8 terima kasih.

Ahmad Jupri

ahmedjpr@yahoo.com
Cilegon, Banten
----------