Stockholm, 16 April 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

DITYA & MIRZA KOMAT KAMIT BACA JAMPI UNTUK HADAPI SUMPAH WARWICK
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

DITYA SOEDARSONO & TEUKU MIRZA KOMAT KAMIT BACA JAMPI DARI NEGARA PANCASILA UNTUK HADAPI SUMPAH WARWICK DARI NEGERI JIRAN

"Anak-cucu Snouck merupakan kumpulan munafik yang berpura-pura. Contohnya seperti 'inem jamu gendong-Megawati. Kalau pergi ke Aceh pura-pura pakai tudung. Balik ke Jawa atau keluar dari Aceh sahaja sudah mulai dengan rok pendek ke sana-sini. Kita Bangsa Aceh jangan berhenti-henti mengusir penjajah biadab keturunan 'Snouck Horgronje' itu. Sudah pasti nama seperti "Ditya Soedarsono" hanya dimiliki oleh penganut kejawen. Jadi kita Bangsa Aceh jangan sekali-kali tertipu dengan ucapan-ucapan yang disebutkan oleh anak-cucu Snouck Horgronje ini. Kita Bangsa Aceh punya pegangan agama kita sendiri. Jadi kita Bangsa Aceh jangan tertipu dengan muslihat keturunan inem-inem jamu gendong itu. Macam si Teuku Mirza patut menjadi pendukung pemimpin hindunesia itu, sebab dia sendiri memang keturunan panglima Tibang." (Warwick Aceh , universityofwarwick@yahoo.co.uk ,Fri, 16 Apr 2004 10:04:55 +0100 (BST))

"Alhamdulillah Ditya munafik, semoga saudaraku Warwick seorang yang berakhlakul karimah seorang yang selalu beramal ma'ruf nahi munkar, sehingga bisa memberikan contoh dengan ucapan dan perbuatannya dapat menyadarkan Ditya sehingga tidak menjadi munafik dan tentunya rekan-rekan milis akan senang karena tentunya tidak membaca tulisan di milis ini kata-kata "anjing" dlsbnya Amien." (Ditya Soedarsono , dityaaceh_2003@yahoo.com , Fri, 16 Apr 2004 04:03:58 -0700 (PDT))

"Kelihatannya anda mencampur-adukkan agama dengan perbuatan bejat anda, tampaknya Anda pelanggan setia Kramat Tunggak, karena Anda tau persis dan Anda juga tukang selingkuh karena Anda dengan sangat gampang mencap orang lain selingkuh" (Teuku Mirza, teuku_mirza2000@yahoo.com , Fri, 16 Apr 2004 02:40:13 -0700 (PDT))

Baiklah Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Kolonel Laut Ditya Soedarsono.

Rupanya ini Kolonel Laut Ditya Soedarsono harus digembleng dahulu mentalnya untuk menghadapi perang modern di Aceh. Begitu juga itu yang menamakan dirinya Teuku Mirza yang menyuruk di sudut kampus Universitas Indonesia perlu dilatih untuk muncul di gelanggang perang modern di Aceh.

Kolonel Laut Ditya, coba bertanya kepada KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu tentang persiapan mental dalam rangka menghadapi perang modern ini.

Jangan bertanya kepada Mang Endang Suwarya. Itu Mang Endang tidak punya kwalitas dalam hal mental, karena pandainya hanya makan oncom dan tempe saja. Karena itu mentalnya mental oncom dan tempe.

Eh, Kolonel Ditya Soedarsono, itu jampi-jampi yang dikomat kamitkan dari Negara Pancasila tidak akan mempan menghadapi sumpah Warwick dari Negeri Jiran.

Itu, sumpah Warwick dari Negeri Jiran merupakan salah satu taktik dalam perang modern di Aceh, Kolonel Laut Ditya yang mentalnya mental tempe, ikutan Mang Endang Suwarya.

Ini, namanya saja Kolonel Laut Ditya, tetapi otaknya kosong karena disapu racun pancasila buatan Mbah Soekarno dari Jawa penipu licik dari NKRI atau RI-Jawa-Yogya.

Baru saja disapu oleh sumpah Warwick dari Negeri Jiran, sudah kalang kabut, pusing tujuh keliling, sambil komat kamit membaca jampi-jampi ala Jawa: "Alhamdulillah Ibu Bapak saya tidak mengenal Islam. Alhamdulillah Ditya Soedarsono penganut kejawen"

Kolonel Laut Ditya, itu jampi-jampi ala Jawa yang dibaca oleh Kolonel, tidak akan mempan menghadapi sumpah Warwick dari Negeri Jiran ini. Tetapi coba gali itu sumpah Palapa, yang dibacakan oleh Gajah Mada, masih ingat atau sudah lupa ?.

Ini, yang dibaca jampi-jampi yang sudah kuno, bagaimana bisa mempan menghadapi sumpah Warwick yang sudah dipersiapkan matang dalam menghadapi kekuatan mental-mental TNI model Kolonel Laut Ditya Soedarsono arek Suroboyo.

Wah, bagaimana itu KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, mempersiapkan Komandan Satuan Tugas Penerangan PDMD Aceh, Kolonel Laut Ditya Soedarsono yang mentalnya mental tempe dan oncom seperti mental Mang Endang Suwarya asal Sunda itu.

Baru saja menghadapi sumpah Warwick, sudah sempoyongan sambil mulut komat kamit baca jampi-jampi yang sudah dicampuri obat jamu kuat hasil kocekan Mbak Megawati dari PDI-P.

Eh, Kolonel Laut Ditya Soedarsono, coba belajar dahulu dan perkuat itu pertahanan mental, sebelum terjun kegelanggang perang modern ini.

Mang Endang, gembleng dahulu itu Kolonel Laut Ditya, jangan hanya pandai ikutan Mang Endang makan oncom dan tempe saja, sehingga mental Kolonel Laut Ditya seperti mental oncom dan tempe.

Baru menghadapi mental sumpah warwick dari negeri Jiran sudah kalang kabut, lari potang panting, seruduk sana seruduk sini, sabil teriak-teriak: "Sekarang saya mau bertanya pada saudaraku Warwick atau siapa nama yang sebenarnya, sudahkah anda mengenal saya, sudahkah anda mengenal ibu bapak saya, kalau belum apakah demikian pola pikir dan daya nalar seorang muslim yang sangat tahu dan mengerti tentang ke-Islaman".

Ah, tidak ada gunanya membaca jampi-jampi model begitu Kolonel Laut Ditya, itu jampi-jampi ala jawa atau ala arek Suroboyo tidak akan mempan menghadapi sumpah Warwick yang menggelegar. Itu saudara Warwick sudah digembleng mentalnya untuk menghadapi mental-mental oncom dan tempe seperti mental Kolonel Laut Ditya dan mental Mang Endang Suwarya. Ini perang modern, Kolonel, makanya itu mental harus sudah dipersiapkan, jangan hanya pandai komat kamit baca jampi-jampi ala Jawa yang sudah dicampuri akar jamu kuat Mbak Mega.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Fri, 16 Apr 2004 04:03:58 -0700 (PDT)
From: Ditya Soedarsono <dityaaceh_2003@yahoo.com>
Subject: "YA ALLAH AMPUNI DOSA-DOSA SAUDARAKU"
To: universityofwarwick@yahoo.co.uk
Cc: tang_ce@yahoo.com, asammameh@hotmail.com, om_puteh@hotmail.com, achehnews@yahoogroups.com, ilyas.abdullah@wanadoo.nl, fadlontripa@yahoo.com, balepanyak@yahoo.com.au, aneuk_pasee@yahoo.com, alexandra_raihan@yahoo.com.sg, agus_smur@yahoo.com, afdalgama@hotmail.com, empun@lycos.com

Assalamu'alaikum Wr Wb,

Alhamdulillah, DITYA nama ANJING
Alhamdulillah IBU BAPAK saya tidak mengenal Islam
Alhamdulillah DITYA SOEDARSONO penganut kejawen

Sekarang saya mau bertanya pada saudaraku Warwick atau siapa nama yang sebenarnya, sudahkah anda mengenal saya, sudahkah anda mengenal ibu bapak saya, kalau belum apakah demikian pola pikir dan daya nalar seorang muslim yang sangat tahu dan mengerti tentang ke-Islaman, apakah seperti ini sikap seorang yang katanya cinta dan sayang kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Rasulullah SAW....III

Kalau anda seorang muslim sejati, ajari dong ibu bapak saya agar mengenal Islam, kalau Ditya nama anjing apa salahnya bila aku pakai untuk diriku, justru aku memuliakan anjing itu karena anjing juga ciptaan Allah, sudahkah anda mendengar cerita tentang seorang pelacur yang masuk surga lantaran memberikan makanan kepada anjing yang kelaparan jadi saudaraku janganlah anda gampang menyepelehkan sesuatu ciptaan Allah.

Memang benar memberi nama yang Islami itu sangat dianjurkan, saya setuju tetapi berlaku suudhon terhadap orang lain apalagi anda tidak mengenal orang tersebut apakah ini salah satu anjuran dari seseorang yang mengaku dirinya seorang muslim apakah ada hal demikian itu salah satu tuntunan dari junjungan kita nabi Muhammad Rasulullah SAW? Allah SWT membedakan dan meninggikan derajat hambahnya bukan karena keindahhan namanya melainkan karena IMANNYA.

"Anak-cucu SNOUCK merupakan kumpulan munafik yang berpura-pura. Contohnya seperti 'inem jamu gendong-MEGAWATI. Kalau pergi ke Aceh pura-pura pakai tudung. Balik ke jawa atau keluar dari Aceh sahaja sudah mulai dengan rok pendek ke sana-sini." (Warwick)

Alhamdulillah DITYA MUNAFIK, semoga saudaraku Warwick seorang yang berakhlakul karimah seorang yang selalu beramal ma'ruf nahi munkar, sehingga bisa memberikan contoh dengan ucapan dan perbuatannya dapat menyadarkan DITYA sehingga tidak menjadi MUNAFIK dan tentunya rekan-rekan milis akan senang karena tentunya tidak membaca tulisan di milis ini kata-kata "ANJING" dlsbnya Amien.

"Jadi kita Bangsa Aceh jangan tertipu dengan muslihat keturunan inem-inem jamu gendong itu. Macam si teuku mirza patut menjadi pendukung pemimpin hindunesia itu, sebab dia sendiri memang keturunan panglima tibang. Atau mungkin juga kelahiran hasil perselingkuhan dalam remang-remang pantai Ancol atau Kramat Tunggak. Kita Bangsa Aceh jangan berhenti-henti mengusir penjajah biadab keturunan 'Snouck Horgronje' itu. Kita bebaskan aceh dari najis-najis 'inem jamu gendong' dan keturunan yang lahir dari perselingkuhan di Kramat Tunggak.
Allahu Akbar. (Warwick)

Wahai saudaraku Warwick yang berakhlakul karimah semoga ucapan ALLAHU AKBAR mengingatkan anda kepada ucapan-ucapan yang sebenarnya tidak tepat di dalam forum dan mimbar milis seperti ini. Amien.
Wasalam,

Ditya

dityaaceh_2003@yahoo.com
ACEH NAD
----------