Stockholm, 17 April 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

NUGROHO & SAGIR ITU NKRI COBA SUDUTKAN GAM SEBAGAI TERORIS
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

NUGROHO & SAGIR HARUS TAHU ITU PIHAK NKRI MENCOBA MENYUDUTKAN GAM AGAR MENJADI ORGANISASI TERORIS TETAPI GAGAL TERUS

"Pak Ahmad Sudirman, Anda dikeroyok banyak orang, sebagai salah satu bukti bahwa banyak orang pro NKRI, sementara, pada banyak kasus memang GAM melakukan "kesalahan strategi" dengan merampok dan menggunakan ilegal violence untuk mendukung logistik dan finansial lainnya. Dengan kata lain, bisa jadi Pak Ahmad Sudirman mengandalkan logika hukum dan dokumen perundangan, tetapi kenyataan di lapangan, aktivis GAM melakukan kekerasan dan kriminalitas. Jadi, bagaimana ini Pak Sudirman? GAM telah menjadi bajak laut dengan berbagai latar belakang alasan, dan itu akan semakin menyudutkan GAM sendiri bahwa memang GAM akan dikategorisaknsebagai teroris. Jadi, saat ini GAM tidak hanya tersudut dari NKRI, melainkan juga di dunia internasional. Libya, bahkan juga telah mengubah kebijakan internasionalnya. Mohon pendapat Pak Sudirman."(Nugroho Dwi Priyohadi, s05029wmuse@yahoo.com.sg , Sat, 17 Apr 2004 03:52:52 +0800(CST))

"Saudara Ahmad, saya tetap yakin bangsa Indonesia akan lebih baik daripada 5 tahun yang lalu, walopun itu yang memimpin Akbar, Megawati, SBY, Amin or yang lainnya. Karena dengan sikap optimis maka akan muncul semangat untuk mermperbaiki diri untuk membangun bangsa, jika dipandang dengan semangat pesimis maka rasa semangat untuk membangun bangsa akan luntur. Ini tentunya akan menyenangkan hati para provokator untuk membubarkan NKRI dan bangsa Indonesia akan semakin luluh lantak. Para koruptor akan semakin menghisap darah bangsanya sendiri." (Sagir Alva , melpone2002@yahoo.com , Thu, 15 Apr 2004 20:57:51 -0700 (PDT))

Baiklah saudara Nugroho Dwi Priyohadi di Malmo, Swedia dan saudara Sagir Alva di Universitas Kebangsaan Malaysia, Selangor, Malaysia.

Sebenarnya perlu diketahui oleh saudara Nugroho, bahwa orang yang mengeroyok Ahmad Sudirman itu untuk berusaha agar mampu mematahkan argumentasi yang dikemukakan Ahmad Sudirman. Tetapi dalam kenyataannya, mereka itu tidak mampu, dan memang mereka itu tidak memiliki dasar argumentasi yang tangguh, jelas, benar dan bisa dipertanggungjawabkan secara fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarah

Selanjutnya, itu menyangkut masalah yang dikatakan oleh saudara Nugroho : "sementara, pada banyak kasus memang GAM melakukan "kesalahan strategi" dengan merampok dan menggunakan ilegal violence untuk mendukung logistik dan finansial lainnya".

Nah, itu masalah atau kasus yang diluncurkan oleh saudara Nugroho adalah kasus "bajak laut menyerang tangki minyak di Selat Malaka" yang dipublikasikan pada tanggal 2 September 2003 dari Kuala Lumpur atas laporan dari The IMB Piracy Reporting Centre yang berkedudukan di Kuala Lumpur, Malaysia, oleh the International Chamber of Commerce Commercial Crime Services yang berpusat di Road Barking Essex 1G11 8HG United Kingdom, yang belum dibuktikan secara hukum. Hanya baru tuduhan dari pihak Kapten Pottengal Mukundan dari ICC's International Maritime Bureau, di Kuala Lumpur, bahwa serangan terhadap tangki minyak di selat Malaka dilakukan oleh pihak pemberontak Aceh dengan alasan politis untuk menyandera guna memperoleh uang tebusan.

Soal menuduh bisa saja dilakukan oleh pihak International Chamber of Commerce Commercial Crime Services, tetapi kebenarannya menurut dasar hukum belum bisa dibuktikan.

Nah, jelas, usaha propaganda yang dilakukan oleh pihak ICC Commercial Crime Services dari Kuala Lumpur ini, tidak bisa dijadikan sebagai dasar hukum untuk menyatakan bahwa GAM yang melakukan penyerangan terhadap tangki minyak di Selat Malaka.

Jadi, usaha propaganda murahan yang dilancarkan oleh pihak ICC Commercial Crime Services dari Kuala Lumpur ini, jelas tidak beralasan hukum, dan tidak akan melemahkan perjuangan rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara Pancasila atau NKRI.

Kemudian kalau ada pihak yang berusaha untuk menjadikan isu penyerangan terhadap kapal tangki minyak di selat Malaka sebagai upaya untuk memojokkan ASNLF atau GAM agar dimasukkan kedalam organisasi teroris, jelas itu usaha yang memang sedang gencar dilakukan oleh pihak Penguasa Negara Pancasila atau NKRI. Tetapi yang jelas dunia internasional tidak menganggap ASNLF atau GAM sebagai organisasi teroris.

Selanjutnya itu soal laporan yang dibuat oleh Federation of American Scientists 1717 K St., NW, Suite 209 Washington, DC 20036, tentang gerakan perjuangan rakyat Aceh yang sedikit disinggung dari sejak perjuangan Teungku Muhammad Daud Beureueh sampai masa Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Tetapi, dalam laporan itu akar masalah yang utama mengapa timbul gerakan rakyat Aceh yang dipimpin oleh Teungku Muhammad Daud Beureueh tidak jelas diungkapkan. Karena memang pihak Federation of American Scientists tidak mengetahui sampai mendasar akar utama penyebab timbulnya konflik Aceh ini.

Jadi, laporan-laporan yang ditulis oleh orang luar Aceh, seperti yang ditulis oleh FAS dari AS itu perlu dipelajari dan dianalisa kembali, jangan langsung saja disantap begitu saja. Karena terbukti masih banyak kekurangan fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarah yang sebebarnya mengenai akar alasan utama penyebab timbulnya konflik Aceh ini.

Lalu disinggung dengan Libya, jelas, ASNLF atau GAM tidak ada lagi hubungan dengan Libya. ASNLF atau GAM adalah gerakan pembebasan Negeri Aceh dari NKRI yang telah menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Negeri Aceh sejak 14 Agustus 1950 oleh Presiden RIS Soekarno. Karena itu ASNLF atau GAM adalah bukan gerakan teroris, bukan pemberontak dan juga bukan gerakan separatis, melainkan gerakan pembebasan Negeri Aceh yang telah ditelan, dicaplok, diduduki dan dijajah NKRI.

Selanjutnya, saya akan menemui saudara Sagir Alva.

Dimana saudara Sagir ini memang karena terus saja membela Mbak Megawati, TNI/POLRI/RAIDER, maka siapapun yang akan pegang NKRI, asalkan Aceh tetap dalam kurungan NKRI, maka akan didukung dan diterima secara optimis oleh saudara Sagir.

Coba saja perhatikan apa yang dikatakan oleh saudara Sagir: "saya tetap yakin bangsa Indonesia akan lebih baik daripada 5 tahun yang lalu, walopun itu yang memimpin Akbar, Megawati, SBY, Amin or yang lainnya.".

Jelas, saudara Sagir memang terus optimis, selama itu Negeri Aceh tidak lepas dan tidak kembali ke tangan rakyat Aceh yang berhak memilikinya. Hanya yang saya heran, mengapa saudara Sagir yang orang Aceh ini tidak senang dan rela kalau Negeri Aceh itu kembali ketangan seluruh rakyat Aceh. Padahal sudah jelas dan nyata itu Negeri Aceh dicaplok, ditelan, diduduki, dan dijajah oleh pihak NKRI.

Tetapi, tentu saja, saudara Sagir mempertahankan Negeri Aceh tetap dalam genggaman penjajah NKRI, karena memang saudara Sagir menganggap final itu NKRI.

Seterusnya menyinggung Maluku, saya telah berulang kali dimimbar bebas ini untuk menyelesaikan konflik Maluku harus dikembalikan dan dilihat dari akar masalahnya, dimana akar masalah utama konflik Maluku ini telah saya kemukakan di mimbar bebas ini. Silahkan baca kembali tulisan: "Melihat Soumokil dengan RMS-nya dari sudut fakta & bukti, dasar hukum & sejarah" ( http://www.dataphone.se/~ahmad/040322a.htm )

Nah, karena akar masalah konflik Maluku ini tidak dikupas dan tidak dijadikan sebagai referensi untuk pemecahan konflik ini, maka akibatnya, saling bunuh membunuh, umat Islam dibunuh oleh umat beragama lain, TNI membunuh umat beragama lain, dan saya menganggap di Maluku itu bukan perang agama, melainkan konflik yang telah tertanam dari sejak Presiden RIS Soekarno mencaplok dan menelan Negara Indonesia Timur. Jadi konflik Maluku ini bukan timbul beberapa tahun belakangan ini. Oleh karena itu coba gali kembali akar masalah sebenarnya yang menjadi penyebab timbulnya konflik Maluku ini. Baru setelah itu dibuat strategi penyelesaiannya.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Thu, 15 Apr 2004 20:57:51 -0700 (PDT)
From: sagir alva melpone2002@yahoo.com
Subject: Lebih baik optimis daripada pesimitis
To: ahmad@dataphone.se
Cc: melpone2002@yahoo.com

Ass.Wr.Wb.
Selamat siang saudara Ahmad:) bagaimana kabar anda sekarang ini? semoga anda sekeluarga mendapat hidayah dan petunjuk dari Allah SWT.

Saudara Ahmad, saya tetap yakin bangsa Indonesia akan lebih baik daripada 5 tahun yang lalu, walopun itu yang memimpin Akbar, Megawati, SBY, Amin or yang lainnya. Karena dengan sikap optimis maka akan muncul semangat untuk mermperbaiki diri untuk membangun bangsa, jika dipandang dengan semangat pesimis maka rasa semangat untuk membangun bangsa akan luntur. Ini tentunya akan menyenangkan hati para provokator untuk membubarkan NKRI dan bangsa Indonesia akan semakin luluh lantak. Para koruptor akan semakin menghisap darah bangsanya sendiri.

Saudara Ahmad, anda jangan menutup mata dengan sejarah yang anda gembar-gemborkan, tetapi coba lihat dengan hati nurani. Apa yang dilakukan Alex Manuputy (RMS) memboncengi salah satu umat beragama untuk membantai umat islam dengan sangat sadisme sehingga Mer-C Malaysia yang melakukan kegiatan sosial di Ambon menyatakan bahawa tidak ada pembantaian yang paling sadis abad ini kecuali di Maluku.

Kemudian dengan terjadinya kerusuhan agama yang berlangsung di Maluku, maka oleh pemerintah dikrimlah pasukan TNI untuk mengamankan Maluku, dan oleh Alex Manupty ini dinyatakan untuk membantai orang Maluku, padahal sebelum TNI datang, di Ambon sudah terjadi pembantaian besar2an terhadap umat Islam. Jadi disini saya mengatakan bahwa kejadian di Maluku adalah bukan dilakukan pemerintah Indonesia, melainkan disebabkan oleh salah satu umat beragama yang diboncengi RMS nya Alex Manuputy. Begitu juga di Poso, ini merupakan pembantaian yang dilakukan salah satu umat beragama dengan umat Islam. Jadi bukan dilakukan oleh pemerintah.

Saya kira ini saja yang dapat saya sampaikan, dan saya mohon ma'af jika ada kata-kata saya yang menyinggung perasaan peserta mimbar bebas dan saya juga mengucapkan terima kasih atas tanggapan yang diberikan kepada saya.

Wassalam

Sagir Alva

melpone2002@yahoo.com
Universitas Kebangsaan Malaysia
Selangor, Malaysia
----------

Date: Sat, 17 Apr 2004 03:52:52 +0800 (CST)
From: Nugroho Dwi Priyohadi s05029wmuse@yahoo.com.sg
Subject: Re: RUSMANTO & HERMAWAN ITU SOEKARNO YANG MERAMPOK ACEH DIPERTAHANKAN MEGAWATI CS
To: Hidajat Sjarif <siliwangi27@hotmail.com>, Suparmo <suparmo@tjp.toshiba.co.jp>, MT Dharminta <editor@jawapos.co.id>, Habe Arifin <habearifin@yahoo.com>, Matius Dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>, Yuhendra <yuhe1st@yahoo.com>, Ditya Soedarsono <dityaaceh_2003@yahoo.com>, PKB <pkb.indo@mailcity.com>, Hassan Wirajuda <hassan.wirajuda@ties.itu.int>, Megawati <megawati@gmx.net>, Al Chaidar alchaidar@yahoo.com

A.w.w.

Pak Ahmad Sudirman, Anda dikeroyok banyak orang, sebagai salah satu bukti bahwa banyak orang pro NKRI, sementara, pada banyak kasus memang GAM melakukan "kesalahan strategi" dengan merampok dan menggunakan ilegal violence untuk mendukung logistik dan finansial lainnya.

Dengan kata lain, bisa jadi Pak Ahmad Sudirman mengandalkan logika hukum dan dokumen perundangan, tetapi kenyataan di lapangan, aktivis GAM melakukan kekerasan dan kriminalitas.

Jadi, bagaimana ini Pak Sudirman?
GAM telah menjadi bajak laut dengan berbagai latar belakang alasan, dan itu akan semakin menyudutkan GAM sendiri bahwa memang GAM akan dikategorisaknsebagai teroris.

Silakan dicek ke sini: http://www.fas.org/irp/world/para/index.html
http://www.fas.org/irp/world/para/index.html
http://www.fas.org/irp/world/para/aceh.htm

Jadi, saat ini GAM tidak hanya tersudut dari NKRI, melainkan juga di dunia internasional. Libya, bahkan juga telah mengubah kebijakan internasionalnya. Mohon pendapat Pak Sudirman.

Wassalam.

Nugroho Dwi Priyohadi

s05029wmuse@yahoo.com.sg
Malmo, Swedia
----------

Federation of American Scientists
1717 K St., NW, Suite 209
Washington, DC 20036
Voice: (202)546-3300
Fax: (202)675-1010
Email: fas@fas.org

http://www.fas.org/irp/world/para/aceh.htm

...Separatists who sought to establish an independent Islamic state in the Special Region of Aceh in northern Sumatra and combined their religious and nationalist appeal with exploitation of social and economic pressures and discontent, continued to cause unrest in portions of the region. Many Acehnese perceived themselves as disadvantaged in Aceh's major industrial development projects because income flowed out of the region to the center, and outsiders--especially from Java--were perceived as receiving better employment opportunities and the economic benefits of industrialization than did the resident Acehnese. A criminal element involved in cannabis cultivation and trafficking and other illicit activities was also involved in the unrest.

During the early 1990s, the idea of an independent Islamic state was kept alive by the Free Aceh (Aceh Merdeka) movement, known to the central government as the Aceh Security Disturbance Movement (GPK). Thought to have been crushed in the mid-1970s, the guerrilla campaign of the insurgents, under the leadership of European-based Hasan di Tiro and with Libyan support, renewed its hit-and-run warfare in the late 1980s, hoping to build on economic and social grievances as well as on Islamism. But moderately pro-Golkar 1992 election results suggested there was no widespread alienation in Aceh...
----------