Stockholm, 18 April 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

HIDUNG HERMAWAN MEMANG SUDAH DITARIK MEGAWATI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS KELIHATAN ITU HIDUNG HERMAWAN SUDAH DITARIK MEGAWATI

"Ha ha ha akang ini benar benar sudah gila, atau seorang penghayal berat/mabuk kepayang atau lagi slebor yg ngomong begitu itu siapa ? saya atau akang sendiri ? masa saya engga pernah bilang "oh, itu Negeri Aceh milik sianu milik sianu tapi akang menulis kaya gitu? Ini akang benar benar seorang yg gila dan ahli fitnah. Jadi saya punya anggapan" yg ringan ringan aja akang suka mitnah, apalagi pada hal hal yg besar? Parah ini orang ngaku ustad, ahlinya mitnah, na'udzubillah" (Agus Hermawan, sadanas@equate.com , Sun, 18 Apr 2004 01:25:24 +0300).

Baiklah saudara Agus Hermawan di Kuwait

Coba perhatikan oleh seluruh peserta mimbar bebas ini dan oleh seluruh rakyat di Negeri Aceh dan di NKRI.

Ketika Ahmad Sudirman menulis dalam tulisan sebelum ini: "Kalau otak kang Dirman kosong dikuras racun pancasila hasil utak atik Soekarno, maka jelas kang Dirman akan sama seperti saudara Agus Hermawan yang otaknya habis bersih disapu racun pancasila hasil olahan Soekarno. Sehingga kalau melihat Negeri Aceh, langsung saja mengatakan: "oh, itu Negeri Aceh milik Soekarno, milik Mbak Megawati, milik Akbar Tandjung, milik Amien Rais, milik Abdurahman Wahid, dan milik NKRI atau RI atau RI-Jawa-Yogya, dan perlu dipertahankan sampai darah penghabisan, biar mati atas nama pancasila dan atas nama UUD 1945, sebagaimana yang dijalankan oleh pihak TNI/POLRI/RAIDER atas perintah Mbak Megawati, Sutarto, dan Ryacudu."

Tahu tahu hari ini, Minggu, 18 April 2004, saudara Agus Hermawan menjawab: "Ha ha ha akang ini benar benar sudah gila, atau seorang penghayal berat/mabuk kepayang atau lagi slebor yg ngomong begitu itu siapa ? saya atau akang sendiri ? masa saya engga pernah bilang "oh, itu Negeri Aceh milik sianu milik sianu tapi akang menulis kaya gitu? Ini akang benar benar seorang yg gila dan ahli fitnah."

Coba kalau saudara Agus Hermawan ini otaknya tidak kosong karena ditelan racun pancasila hasil olahan Soekarno, jelas tidak akan menjawab dengan jawaban yang demikian, mengapa ?

Karena, dengan tetap ngotot-nya saudara Hermawan yang tanpa didasari oleh dasar fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarah yang benar dan bisa dipertanggungjawabkan untuk tetap mempertahankan Negeri Aceh yang ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah oleh Presiden RIS Soekarno dan diteruskan oleh NKRI sampai sekarang ini, maka jelas itu menggambarkan kepada seluruh rakyat di Negeri Aceh dan di NKRI, bahwa Negeri Aceh dianggap milik Soekarno, milik Mbak Megawati, milik Akbar Tandjung, milik Amien Rais, milik Abdurahman Wahid, dan milik NKRI atau RI atau RI-Jawa-Yogya.

Karena dengan menganggap Negeri Aceh milik NKRI, maka itu Penguasa Darurat Militer Pusat Presiden Megawati tetap terus menduduki dan menjajah Negeri Aceh yang juga tetap didukung, disokong, diiyakan oleh saudara Agus Hermawan dari Kuwait ini.

Sekarang sudah jelas, saudara Hermawan dengan melalui tulisannya di mimbar bebas ini yang secara terang-terangan mendukung penuh TNI/POLRI/RAIDER terus membunuh rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasibnya sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara Pancasila atau NKRI, sama dengan mendeklarkan, mengatakan, membicarakan, menyebutkan, bahwa Negeri Aceh itu milik Soekarno, milik Mbak Megawati, milik Akbar Tandjung, milik Amien Rais, milik Abdurahman Wahid, dan milik NKRI atau RI atau RI-Jawa-Yogya.

Jadi apa yang dikatakan oleh Ahmad Sudirman itu bukan fitnah, melainkan satu fakta dan bukti yang benar dan jelas, ditunjang oleh dasar hukum dan sejarah yang benar.

Oleh karena itu saudara Agus Hermawan kalau mau berdebat dengan kang Dirman di mimbar bebas ini harus isi itu otak yang sudah kosong ditelan racun pancasila hasil utak atik Soekarno penipu licik di NKRI dengan cairan ilmu pengetahuan tentang Negeri Aceh dan tatanegara RI, RIS, NKRI dan RI-Jawa-Yogya itu, jangan hanya mengekor kepada buntut Mbak Megawati dari PDI-P saja.

Selanjutnya, itu menyinggung tentang pesawat tempur SU-27 SK, SU-30 MK, dan helikopter NI-35 P yang dibeli dari Rusia, dimana saya mengatakan: "bahwa Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dengan pesawat tempur SU-27 SK, SU-30 MK, dan helikopter NI-35 P untuk menggempur rakyat Aceh dan mempertahankan Aceh agar tidak lepas kembali ketangan rakyat Aceh" ( http://www.dataphone.se/~ahmad/030711a.htm ), jelas, penggunaan pesawat tempur buatan Rusia di atasa Negeri Aceh itu tinggal tunggu waktu saja."

Eh, dijawab oleh saudara Hermawan: "nunggu waktu sampai kapan kang? Ini juga ngandung fitnah pada RI, bahwa beli senjata untuk gempur rakyat Aceh, duh kang tobatlah dari perbuatan yg salah salah ini".

Nah, disipun saudara Hermawan sudah menunjukkan otaknya yang kosong dimakan racun pancasila hasil ramuan Soekarno.

Itu NKRI beli senjata dari Rusia, karena pihak AS dan Inggris telah memprotes bahwa pesawat dan senjata-senjata yang dibeli dari AS dan Inggris dilarang dipakai membunuh rakyat Aceh di Negeri Aceh. Sedangkan Megawati ketika menandatangani pembelian pesawat, helikopter dan senjata khalasnikov itu didasarkan kepada perjanjian antara Rusia dan NKRI bahwa pesawat dan senjata yang dibeli itu akan dipakai dalam rangka menumpas teroris. Jadi itu pesawat tempur SU-27 SK, SU-30 MK, helikopter NI-35 P dan senjata khalasnikov yang dibeli dari Rusia dibebaskan penggunaanya untuk menumpas teroris.

Jadi dengan membeli pesawat tempur, helikopter, dan senjata khalasnikov buatan Rusia itu, pihak NKRI tidak perlu khawatir dengan embargo pesawat tempur, helikopter, dan senjata buatan AS dan Inggris.

Coba tanya kepada itu Kolonel Laut Ditya Soedarsono, senjata-senjata yang dipakai oleh RAIDER itu bukan senjata buatan Amerika atau Inggris, melainkan buatan negara lain yang menyokong pembunuhan rakyat Aceh di Negeri Aceh, dan senjata buatan perusahaan senjata Pindad.

Jadi, saudara Agus Hermawan, kalau kang Dirman mengatakan bahwa tunggu saja waktunya penggunaan pesawat, dan senjata buatan Rusia itu bukan fitnah kepada NKRI, tetapi suatu fakta dan bukti yang jelas dan benar. Coba tanya saja kepada itu Kolonel Laut Ditya Soedarsono yang otaknya juga sudah kosong dimakan racun pancasila hasil ramuan Soekarno penipu licik di NKRI atau RI.

Seterusnya itu soal pajak nanggroe, yang diungkit-ungkit oleh saudara Hermawan: " biar mereka sendiri yg mengatur negerinya bagaimana. Sekarang aja katanya banyak pajak nanggroe, yg kalau engga mau bayar pajak malah dibunuh. Coba akang buktikan, pernah engga RI meminta pajak, dan kalau yg engga bayar pajak dibunuh?".

Itu soal pajak nanggroe atau apalah namanya, itu suatu hal yang diperlukan dalam satu pemerintahan yang secara de-facto dan de-jure berdiri. Jangankan dalam pemerintahan, dalam organisasi dan partai saja diwajibkan iuran anggota, yang tidak bayar iuran anggota ada sangsinya, yaitu harus membayar atau keluar dari keanggotaan.

Jadi, begitu juga dengan ASNLF atau GAM ini, karena secara de-facto dan de-jure ASNLF atau GAM ini telah berdiri di Negeri Aceh, maka jelas rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasibnya sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI harus secara sadar dan sukarela membayar iuran atau pajak ini.

Dan jelas, itu iuran atau pajak kepada ASNLF atau GAM lebih baik daripada membayar pajak kepada pihak PDMPusat dan PDMD Aceh yang uang hasil pajak itu dipakai untuk mendanai TNI/POLRI/RAIDER di Negeri Aceh sebagaimana tercantum dalam Keppres No.28/2003, untuk membunuh rakyat Aceh dan terus menjajah Negeri Aceh.

Nah terakhir, itu kalau kang Dirman menjelaskan dan memberitahukan kepada seluruh rakyat di Negeri Aceh dan di NKRI bahwa Negeri Aceh itu ditelan, dicaplok, diduduki dan dijajah oleh Presiden RIS Soekarno dan diteruskan sampai detik ini oleh pihak NKRI atau RI, itu bukan berarti kang Dirman saki hati kepada RI. Melainkan kang Dirman tidak menginginkan rakyat Aceh terus-terusan ditipu, dibodohi, ditekan, dibunuh, diduduki, dan dijajah oleh pihak NKRI atau RI ini. Dimana alasan dasar kang Dirman sudah jelas, terang, kuat dan benar, seperti yang selalu kang Dirman ulang-ulang di mimbar bebas ini.

Juga itu menyangkut pengejaran kepada TNI/POLRI/RAIDER, jelas kang Dirman telah melakukannya dengan cara yang lebih modern, yaitu dengan menghancurkan daya pertahanan, taktik dan strategi mental, hukum, politik pihak TNI/POLRI/RAIDER yang dikontrol oleh pihak Presiden Megawati, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, dan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal (Pol) Da'i Bachtiar.

Dan jelas, kang Dirman tidak sembunyi dibawah got, melainkan kang Dirman terang-terangan berbicara langsung dengan pihak NKRI khususnya pihak Penguasa Darurat Militer Pusat dan Penguasa Darurat Militer daerah Aceh. Coba perhatikan saja bagaimana itu pihak PDMD Aceh Kolonel Laut Ditya Soedarsono yang otaknya sudah kosong dimakan racun pancasila hasil kocekan Soekarno sudah terhuyung-huyung tidak mampu lagi mempertahankan penjajahan di Aceh dan penipuan Pemilu 5 April 2004 di Aceh ditinjau dari segi hukum.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

To: "Ditya Soedarsono" <dityaaceh_2003@yahoo.com>, <om_puteh@hotmail.com>, ahmad@dataphone.se
Cc: <tang_ce@yahoo.com>, <asammameh@hotmail.com>, <achehnews@yahoogroups.com>, ilyas.abdullah@wanadoo.nl
Subject: RE: ALHAMDULILLAH PEMILU DI ACEH "SUKSES"
Date: Sun, 18 Apr 2004 01:25:24 +0300

"Kalau otak kang Dirman kosong dikuras racun pancasila hasil utak atik Soekarno, maka jelas kang Dirman akan sama seperti saudara Agus Hermawan yang otaknya habis bersih disapu racun pancasila hasil olahan Soekarno. Sehingga kalau melihat Negeri Aceh, langsung saja mengatakan: "oh, itu Negeri Aceh milik Soekarno, milik Mbak Megawati, milik Akbar Tandjung, milik Amien Rais, milik Abdurahman Wahid, dan milik NKRI atau RI atau RI-Jawa-Yogya, dan perlu dipertahankan sampai darah penghabisan, biar mati atas nama pancasila dan atas nama UUD 1945, sebagaimana yang dijalankan oleh pihak TNI/POLRI/RAIDER atas perintah Mbak Megawati, Sutarto, dan Ryacudu." (Ahmad Sudirman)

HAHAHAHA AKANG INI BENAR BENAR SUDAH GILA, ATAU SEORANG PENGHAYAL BERAT/MABUK KEPAYANG ATAU LAGI SLEBOR YG NGOMONG BEGITU ITU SIAPA? SAYA ATAU AKANG SENDIRI? MASA SAYA ENGGA PERNAH BILANG " OH, ITU NEGERI ACEH MILIK SIANU MILIK SIANU TAPI AKANG MENULIS KAYA GITU? INI AKANG BENAR BENAR SEORANG YG GILA DAN AHLI FITNAH. JADI SAYA PUNYA ANGGAPAN "YG RINGAN RINGAN AJA AKANG SUKA MITNAH, APALAGI PADA HAL HAL YG BESAR? PARAH INI ORANG. NGAKU USTAD, AHLINYA MITNAH. NA'UDZUBILLAH.

"Kemudian, kalau kang Dirman, mengatakan: "bahwa Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dengan pesawat tempur SU-27 SK, SU-30 MK, dan helikopter
NI-35 P untuk menggempur rakyat Aceh dan mempertahankan Aceh agar tidak
lepas kembali ketangan rakyat Aceh" (
http://www.dataphone.se/~ahmad/030711a.htm ), jelas, penggunaan pesawat tempur buatan Rusia di atasa Negeri Aceh itu tinggal tunggu waktu saja." (Ahmad Sudirman)

NUNGGU WAKTU SAMPAI KAPAN KANG?? INI JUGA NGANDUNG FITNAH PADA RI,BAHWA BELI SENJATA UNTUK GEMPUR RAKYAT ACEH. DUUHH KANG. TOBATLAH DARI PERBUATAN YG SALAH SALAH INI AKANG TAHU KAN DOSANYA FITNAH ? TERMASUK DOSA BESAR, KANG, FITNAH ITU.

"Saudara Agus Hermawan, kalau kang Dirman mengajukan jalan pemecahan melalui penentuan pendapat oleh seluruh rakyat Aceh di Negeri Aceh, kemudian sebagian besar rakyat Aceh ingin bebas dari NKRI, maka jelas, setelah itu, rakyat Aceh-lah yang akan menentukan, membuat, menetapkan, bagaimana bentuk Negara Aceh, dan siapa yang akan memimpin Negara Aceh. Serahkan semua urusan kepada seluruh rakat Aceh. Biar mereka sendiri yang mengatur Negeri-nya."

BIAR MEREKA SENDIRI YG MENGATUR NEGERINYA BAGAIMANA. SEKARANG AJA KATANYA BANYAK PAJAK NANGGROE,YG KALAU ENGGA MAU BAYAR PAJAK MALAH DIBUNUH. COBA AKANG BUKTIKAN, PERNAH ENGGA RI MEMINTA PAJAK, DAN KALAU YG ENGGA BAYAR PAJAK DIBUNUH?

AKANG AKANG SAKIT HATI KAYA APA SIH AKANG INI SAMA RI? KOQ MEMBENCINYA HABIS HABISAN SAMA RI ITU. KANG KALAU SAKIT HATI, DENDAM. YA AKANG HARUS BISA MELAMPIASKANNYA, JANGAN TERUS DIPENDAM NANTINYA BISA BISA AKANG KENA PENYAKIT TBC TERLALU BANYAK PIKIRAN DAN MEMENDAM DENDAM MAH. SAYA KASIH TAHU BUAT AKANG DAN BAGI MEREKA YG DENDAM SAMA RI DATANGLAH KE ACEH KEJAR TUH TNI KALAU BERANI. JANGAN KAYA ANJING KAMPUNG YG SUKA MAKAN TAI MENGGONGGONG TAPI KEMUDIAN LARI SEMBUNYI DIBAWAH GOT.

Agus Hermawan

sadanas@equate.com
EQUATE Petrochemical Company
Kuwait
----------