Stavanger, 18 April 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

PLUS I + HIDAJAT SJARIF SI BELANDA HITAM DARI ALBERTA
Omar Putéh
Stavanger - NORWEGIA.

 

MAKIN JELAS GAMBARAN DALAM PLUS I + HIDAJAT SJARIF SI BELANDA HITAM DARI ALBERTA

Joseph Soekarno, si Penipu licik dan Joseph Suharto Kleptokracy persis seperti Joseph Stalino, sebagai pembunuh rakyatnya demi Soekarnois-Marhenis (marxis munafik) dan demi Mbah Surois(marxis spiritualis) + burjuis!

Adolf Soekarno si Penipu licik dan Adolf Suharto Keptokracy adalah Nasionalis Jawa Chauvinistis!

Adolf Hitler dengan Deutscheland uber alles! Adolf Soekarno si Penipu licik dan Adolf Suharto Kleptocracy Mojokertonis Solois uber Indosnesos!

Mojokertonis Soloislah yang mendorong Nasionalis Jawa menjadi Chauvinistis, menjadi penjajah, menjadi The Black Dutchmen, si Belanda Hitam yang bernafsu untuk mewujudkan kehendak Pararaton, kehendak Negarakertagama (negara kota gajah mada) dengan doktrin Sotasonanya atau kemudian dikenal sebagai doktrin RI-Jawa Jokya masuk RIS menjelma menjadi NKRI, Negara Kolonialis Republik Indonesia Jawa!

Karena begitu pentingnya Mojokertonis Solois bagi Nasionalis Jawa Chauvinistis itu, maka diseretlah Prof. Dr Teuku Mohammad Jakub, siapa yang telah berjasa sebagai Special Body Guardnya Mojokertonis Solois itu dan terlantik menjadi Rektor Universitas Gajah Mada!

Atau oleh sebab Prof Dr Teuku Jakub, seorang Archeologist terkemuka di Asia itu, yang sudah tidak lagi mengenal siapa dirinya sebagai anak Acheh, yang sudah tidak mengenal lagi Aluë Niréh, Peureulak, tempat tumpah darahnya di Acheh atau yang sudah tidak mengenal lagi siapa nenek-kakeknya di Acheh, apalagi sedang didudukan pada sebuah kerosi tinggi NKRI, sehingga dia lupa diri, yang iapun sangat percaya, seperti percayanya Soekarno si Penipu licik dan si Suharto Kleptokracy itu, bahwa: Asal-usul manusia Darwin, yang pernah dibayangkan pada sebuah reseach di sepanjang pantai Ecuador dulu itu, itulah seperti Mojokertonis Solois di Pulau Jawa, sebagai The Javamen, yang patut memerintah "nusantara seperti sebuah mimpi yogini, dalam sumpahnya Gajah Mada"? Inikah ia, sebagai titik bertolaknya Nasionalis Jawa Chauvinistis Mojokertonis Solois untuk memikir patut memerintah "nusantara" dari revolusi yang belum selesai Soekarno si Penipu licik itu?

Tidak ada sebab, lantas bangsa Acheh yang masih mengenal siapa dirinya, nyang mantong geutusoë droë geuh, yang masih mengenal pusara nenek-kakeknya berserakan dimana-mana, seperti pusara syuhada TNA, Tentara Negara Acheh yang terkorban ketika mempertahankan tanah pusakanya itu, akan terkecoh terhadap propaganda Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa, The Black Dutchmen, si Belanda Hitam itu? Tidak! Sama sekali tidak!

Hidajat Sjarif, Siliwangi-Sunda 100%, The Black Dutchmen, si Belanda Hitam dari Alberta, kapan Indonesia itu ada? Atau coba kau tanya kepada semua Professor Sejarah NKRI, di Seluruh Pulau Jawa dan di seluruh Nusantara kapankah Indonesia itu ada?

NKRI yang telah kau tinggalkan 40 tahun yang lalu itu, telah cukup jelas dikupas ruas demi ruas oleh saudara Ahmad Sudirman, bagaimana ia diwujudkan.

Nah, jika kau sambungkan tiap ruas demi ruas kembali, terhadap uraian diatas sedikit itu, maka akan nampak-jelas suatu sketsa jahat-kotor bagaimana Soekarno si Penipu licik itu, (dengan kehendaknya) mewujudkan NKRI atas negara/kerajaan di luar Pulau Jawa!

Indos-nesos menjadi Indonesia? Nasionalis-Nasioanalis India pernah mengklaimnya Indosnesos itu, terhadap Kerajaan Belanda suatu ketika dulu, bahwa sebagai Tanjung Kelingnya, sebagai Hindus-nesosnya, sebagai Futher Indianya, sebagai Little Indianya, sebagai bahagian dari Great Indianya!

Kau Baca Ramayana, kau baca Mahabratha, dari cerita sana itulah Samuael Plotomi pada abad ke 10 atau 11 menamakan wilayah Hindusnesos itu, pada peta pertama dunia ciptaannya!

Dr Pramoedya Ananta Toer dari "Keluarga Gerilia", sebagai pernah mengatakan bahwa Indonesia itu, nama negara Jawa sebagai menyebunyikan Jawa-sentrisnya atau Jawa-chauvinistisnya!

Dr Mohammad Hatta ex-Wakil Presiden Indonesia, sebagai mengatakan bahwa, apa yang dilakukan oleh para politisi Jawa, Nasionalis Jawa Chauvinistis adalah semata-mata untuk kepentingan bangsa Jawa saja, sebagaimana telah disuratkabarkan oleh Dra (sekarang Doktor) Meutia Hatta di Harian Waspada Kwartal I, 1978.

Bagaimanakah itu, Amerigos Vespuccios dengan Negara-Negara Americanaya, yang diantaranya terletak tempat, dimana kau sedang mondok sekarang ini: Di Edmondo, Alberto-Canado setelah 40 tahun yang lalu lari meninggalkan Cimonyet, di West Java, The Kingdom of Pajajaran?
Indos-nesos dengan Repulik of Indonesia?
Bagaimanakah Micro-nesos dengan Negara-Negara di Micronesia, Republic of Micronesia?
Bagaimanakah dengan Poly-nesos dengan Negara-Negara di Polynesia, Republic of Polynesia?
Hidajat Sjarif, Siliwangi 27, Sunda 100%, The Black Dutchmen, si Belanda Hitam dari Edmondo, Alberta, Canada, kalaulah kau tidak sanggup "memasarkan" formula Quebec bagi bangsa Sunda mengembalikan status Kerajaan Pajajaran hingga tegak berdiri merdeka dan berdaulat kembali,diluar NKRI dan begitu juga Negara Betawi Merdeka, sebagaimana yang diimpi-impikan oleh para Antropologist Dunia, tidaklah sepatutnya kau menjadi seperti The Black Dutchmen, si Belanda Hitam dan keturunannya yang sekarang sedang menyembelih bangsa Acheh, walaupun seandainya wajah-rupa kau mirip seperti salah seekor mereka, dalam gambar foto Javamen, The Black Dutchmen, si Belanda Hitam, yang diinternetkan oleh sejarahwan dunia itu, lantas mengapakah kau mengatakan Omar Putéh, sebagai kafir?

Kemudian kau katakan pula kepada Warwick, sebagai kafir, sehingga Kolonel (Laut) Ditya Soedarsono, Kecoa dari Jerman itu, yang ikut Mayor Jenderal Endang Suwarya, buru-buru keluar dari tempat perembunyiannya sambil mencak-mencak menyelutuk:......................."siapapun bisa berkata dan melemparkan hujatan kafir, terhadap orang lain, tetapi siapa sebenarnya dirinya sendiri mungkin saja dia tidak tahu atau memang sedang melupakan dirinya yang sebenarnya." (kutipan dari tulisan Ditya sejak keluar dari persembunyiannya). 'Ha bisa cepat mampus kau Hidajat Sjarif, Siliwangi 27, Sunda 100%, kalau nanti digigiti Kecoa dari Jerman, yang sedang marah itu!

Sebenarnya Omar Putéh, sedang menjelaskan sesuatu dalam kontek, apa itu Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa, yang terus menjajah bangsa Jawa di Pulau Jawa sejak Mpu Sendok, termasuk bangsa Sunda dan bangsa Betawi dan bangsa-bangsa diluar Pulau Jawa sejak RI-Jawa Jokya, Nasionalis Jawa Cauvinistis menendang RIS yang menjelmakan dirinya dalam NKRI, pada tanggal 15 agustus, 1950.

Hidajat Sjarif,
Itu Kolonel (Laut) Ditya Soedarsono dan Mayor Jenderal Endang Suwarya Cs, adalah The Black Dutchmen, si Kafir Belanda Hitam: Adalah algojo Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa, dengan "secret war" nya telah menyembelih setiap hari 20 jiwa bangsa Acheh, yang kini telah mecapai 6000 jiwa lebih sejak 19 Mei, 2003 hingga hari ini.

Itulah mereka berdua Nasionalis Jawa Chauvinsitis dan keturunan The Black Dutchmen, si Belanda Hitam, yang sepatutnya dikatakan kafir, yang terus menyambung penyembelihan bangsa Acheh, ummat Muhammad SAW di Acheh, ummat Islam Acheh! Atau siapapun yang terlibat menyambung penyembelihan, bangsa Acheh, ummat Muhammad SAW di Acheh, ummat Islam di Acheh dan termasuk siapa yang dikatakan "oelama" adalah kafir - kafir Snouk Hurgronje, kafir Jazid!.....................Jazid menjambak rambut pada kedua kepala As-syahid Saidina Hasan r.a dan As-syahid Saidina Hussein r.a, sambil mengangkatnya dari bawah meja makan, seraya dia menyelutuk: "Demi Allah, inilah kedua penderhaka itu"!

Itulah Jazid, anak kafir dari Syam, dari As-Syria! Cucu Muhammad SAW, Rasulullah yang disebelihnya di Qarbala, kemudian dikatakan penerhaka!

Siapa yang masih mau mempertahankan hujjah Yazid bukan anak kafir, yang menyembelih cucu Nabi Besar Muhammad SAW cucu Rasulullah ?

Nampaknya begitulah kiranya yang telah dilakukan oleh The Black Dutchmen, si Belanda Hitam itu, yang menyembelih bangsa Acheh, ummat Muhammad SAW, ummat Islam di Acheh dan kemudian menginjak-injaknya jenazah mereka, sebagaimana gambar-foto yang telah kita sama-sama lihat yang diinternetkan oleh sejarahwan dunia dan kemudian kami internet-ulang kepada anda semua dalam PLUS I + JAWA SI PENJAJAH ATAU PENJAJAH INDONESIA JAWA, mirip cara dan sama sifatnya, sebagaimana yang dilakukan oleh kafir laknatullah, kafir Snouck Hugronje, oleh kafir Yazid itu!

Endatu bangsa Acheh memang telah menfatwakan terhadap The Black Dutchmen, si Belanda Hitam, yang dulu datang ke Acheh dan menyembelih bangsa Acheh dan menginjak-injak jenazahnya sebagai: Sidadu kaphé! Sidadu kaphé laknatullah! Serdadu kafir Snouck Hugronje, sebagai serdadu kafir Jazid!

Mereka telah mengikhtiharkan perang sabilillah terhadap The Black Dutchmen, si Belanda Hitam itu, si kafir Snouck Hugronje, si kafir Jazid.

Dan malahan para Ulama-Ulama ketika itupun telah mengarang beberapa jenis lagu "Prang Sabi" sebagai mengajak bangsa Acheh agar jagan ragu-ragu lagi, bahwa The Black Dutchmen, si Belanda Hitam itu, jelas sebagai Sidadu Kaphe, sebagai Kaphé Laknatullah! Sebagai serdadu kafir Snouck Hugronje, sebagai serdadu kafir Jazid!

Bukanlah karena anak-anak Jawa si Penjajah itu sebagai tentara upahan KNIL Belanda saja, tetapi karena mereka, sebagai tentara upahan KNIL Belanda datang ke Acheh, yang datang ke Acheh, untuk menyembelih bangsa Acheh, ummat Muhammad SAW Acheh, ummat Islam di Acheh!

Siapapun yang datang ke Acheh dan menyembelih bangsa Acheh, ummat Muhammad SAW, dan ummat Islam di Acheh, maka terhadap mereka itu, telah dan dipandang sebagai tentara kafir laknatullah, sebagai kafir Snock Hugronje, sebagai kafir Jazid!

ABRI-TNI/POLRI, Tentara Teroris Nasional Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa, The Black Dutchmen, si Belanda Hitam yang datang ke Acheh untuk menyembelih bangsa Acheh, ummat Muhammad SAW dan ummat Islam di Acheh, telahpun juga difatwakan oleh Ulama-Ulama mujahid Acheh sebagai tentara kafir Snouck Hugronje, sebagai tentara kafir Jazid, sebagai tentara kafir laknatullah!

Rakyat Indonesia etnis Acheh, yang membantu ABRI-TNI/POLRI, Tentara Teroris Nasional Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa menyembelih bangsa Acheh, ummat Muhammad SAW dan ummat Islam di Acheh, juga telah dan akan dipandang sebagai kafir Snouck Hugronje, sebagai kafir Jazid, kafir laknatullah juga!

Makanya diingatkan kepada semua putra-putra Acheh yang belum sempat melepaskan diri dan bebas membantu bangsa Acheh, ummat Islam Muhammad SAW dan ummat Islam di Acheh, saudaramu sendiri, musti hati-hati, karena bangsa Acheh dan TNA, Tentara Negara Acheh menjadi terlalu sukar untuk melindungi kalian dari akan terpandang sebagai kafir snouck Hugronje atau sebagai kafir Jazid, sebagai kafir laknatullah!

Hidajat Sjarif Siliwangi 27, Sunda 100%, The Black Dutchmen, si Belanda Hitam, perlu ketahui bahwa itu, Mayor Jenderal Endang Suwarya Cs dan semua ABRI-TNI/POLRInya, Tentara Teroris Nasional Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa telah dipandang sama-setaraf dengan Mayor Jenderal Endang Kohler Cs dan tentara upahannya (sipa'i) KNIL Belanda, sebagai tentara, sebagai kafir Snouck Hugronje, sebagai kafir Jazid, sebagai kafir laknatullah, yang sejak 19 Mei, 2003 hingga hari ini 18 April, 2004 telah menyembelih bangsa Acheh, ummat Muhammad SAW , ummat Islam Acheh di Acheh, melebihi 6000 (enam ribu) jiwa atau rata-rata 20 jiwa setiap harinya! Atau dari sejak DOM sudah melebihi 50.000 (lima puluh ribu) jiwa!

Hidajat Sjarif Siliwangi 27, Sunda 100%, The Black Dutchmen, si Belanda Hitam, mengapakah kau mengatakan kepada Omar Puteh, sebagai kafir? Sedangkan Omar Puteh tidak pernah membantu Soekarno si Penipu licik, si the Black Dutchmen, si Belanda Hitam, Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa si Penjajah menyembelih 2.000.000 jiwa ummat Islam Nusantara sehingga Dr Tengku Hasan berbicara membelanya di depan sidang PBB tahun 1957.

Dan Omar Puteh tidak pernah membantu Suharto Kleptokracy, The Black Dutchmen, si Belanda Hitam, Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa menyembelih 3.000.000 jiwa dengan biadab dan tidak berprikemanusiaan atas "ummat" korbanan 1965 dan Pulau Buru seluruh Nusantara atau di Pulau Jawa saja sekitar 300.000 hingga 500.000 jiwa.

Malahan Omar Puteh, telah ikut ingatkan kepada pewaris-pewaris "ummat" korbanan 1965 dan Pulau Buru, agar menarik bendera setengah tiang atas terkorbannya 3.000.000 jiwa atau 300.000 jiwa hingga 500.000 jiwa rakyat Jawa, di Pulau Jawa saja sampai semua Jenderal-Jenderal Jawa bodoh-Gestok, Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa sebagai penjahat kemanusiaan paling biadab di abad ke XX, berhasil diseret oleh Dr Ribka Tjiptaning Cs kemahkamah International Criminal Court of Justice, karena Jenderal-Jenderal Gestok, Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa dengan Pancasila saktinya, tiap tahun mengingati 6 ekor Jenderal-Jenderal Jawa bodoh-Gestoknya yang "dihukum" itu, tetapi terus digereki bendera setengah tiang!

Kalau tidak silap Omar Putéhlah, yang menciptakan istilah: "Korban 1965 dan Pulau Buru" sebagai sebuah topik, agar "yang kini selamat" jangan asyik terlalai dengan lakonan keluarga-keluarga Soekarno si Penipu licik, kaum Marhenis, si Marxis Jawa Munafik!

Ribka Tjiptaning, dan rakan-rakanmu di Eropah: Perancis, Belanda dan Inggeris musti berhasil menyeret Suharto Kleptokracy dan semua Jenderal-Jenderal Jawa bodoh-Gestok-Pancasila saktinya kemahkamah International Criminal Court of Justice segera mungkin, sebelum Suharto Kleptokracy itu mati besok! Jangan ada dari kalangan kalian, yang coba mema'afkan Jendral-Jenderal Jawa bodoh-Gestok itu!

Omar Puteh malahan telah memintakan Saudara Zaidi Ahmad al Baqir agar menarik bendera setengah tiang untuk bangsa Acheh yang terkorban, biar rakyat Jawapun dan keluarga korban 1965 dan Pulau Buru tahu lebih 50.000 jiwa bangsa Acheh yang telah disembelih masa DOM oleh Suharto Kleptokracy dan Jenderal-Jenderal bodoh-Gestoknya atau penggantinya Megawati Soekarno Putri, Jawa si Penjajah atau Penjajah Indonesia Jawa, tiap hari rata-rata 20 jiwa.

Brigadir Jenderal Ishak Juarsa, Siliwangi, Sunda 200%, telah memaksa para "oelama-oelama" agar mengelluarkan fatwa: kafir Harbi, terhadap 15.000 orang yang terdapat dalam list-list daftar nama sesiapa yang akan menerima cangku-pacul fri/gratis, bisa digorok lehernya dengan samurai-samurai, senjata peninggalan Jepang yang diberikan oleh mana-mana KODIM-KODIM-Gestok atau dengan pacul-cangkul itu sendiri!

Wassalam

Omar Putéh

om_puteh@hotmail.com
Norway
----------