Stockholm, 19 April 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

MIRZA TIDAK MAMPU LAGI PERTAHANKAN PENJAJAHAN DI ACEH AKHIRNYA MAINKAN ZIONIST
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MIRZA TIDAK MAMPU LAGI PERTAHANKAN PENJAJAHAN DI ACEH AKHIRNYA IKUTAN HIDAJAT MAINKAN EKOR ZIONIST

"Indonesia merupakan negeri muslim terbesar nyata-nyata menjadi barrier bagi eksistensi zionist dan kenyataan demikian hingga saat ini Indonesia belum mengakui existensi Israel di tanah Palestina. Setahu saya bahwa Zionis Israel tidak menghendaki adanya satupun negara muslim yang kuat. Tolong tunjukkan pada saya saat ini mana negara muslim yang kuat. Dulu, Arab Saudi pada masa pemerintah Raja Faisal, dapat dikatakan sebagai negara kuat ditinjau dari potensi minyaknya kenyataan kemudian Raja Faisal dibunuh, yang kemudian kepemimpinan Saudi Arabia digantikan Raja Ongol-ongol. Pembunuhan Raja Faisal sendiri diyakini sponsori olah CIA dan Mossad. Negeri Kuat yang lain, Irak dan Iran kedua dibenturkan selama 8 tahun peperangan, perang sesama saudara. Kedua kini menjadi bangsa yang gagu dalam politik Internasional. Konflik Aceh membawa kenikmatan bagi Hasan Tiro sekeluarga nikmat financial jelas selain pajak nanggrou Hasan Tiro juga menerima imbalan dari jaringan zionist internasional." (Teuku Mirza, teuku_mirza2000@yahoo.com ,Mon, 19 Apr 2004 05:35:27 -0700 (PDT))

Baiklah Teuku Mirza di Jakarta, Indonesia.

Ternyata setelah lama saya perhatikan, rupanya Teuku Mirza yang otaknya habis dikuras racun pancasila hasil ramuan Soekarno penipu licik di NKRI atau di RI, ini memang sudah tidak mempunyai alasan dan dasar argumentasi yang kuat lagi untuk mempertahankan penelanan, pencaplokan, pendudukan dan penjajahan Negeri Aceh yang telah dilakukan oleh Presiden RIS Soekarno dan dipertahankan sampai detik ini oleh Presiden Megawati cs bersama-sama dengan TNI/POLRI.

Coba saja, akhirnya apa yang dijadikan alasan oleh Teuku Mirza untuk mempertahankan penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan Negeri Aceh, tidak lain adalah alasan dasar zionist.

Memang otak Teuku Mirza ini kosong, begitu saudara Hidajat Sjarif meluncurkan tuduhan zionist kepada saudara Warwick di Malaysia, langsung saja, terpengaruh itu otak Teuku Mirza, sambil mulutnya komat kamit: oh, iya, ya, itu GAM diberi imbalan oleh jaringan zionist internasional.

Lalu, Teuku Mirza untuk menutupi pendudukan dan penjajahan Negeri Aceh oleh NKRI, langsung saja membuat benteng dengan tulisan bahwa "Penjajahan nyata kalo Anda ingin tau terjadi atas negeri Palestina, Apa kamu tau apa terjadi di pebukitan Jayyous dan Mas'ha, Tepi Barat Palestina. Di Jayyous tembok apartheid itu kini telah berdiri sepanjang 6 kilo meter yang menjadi bagian dari 250 KM panjang tembok pemisah. Akibat pembangunan tembok tsb 860 hekter lahan pertanian milik Warga Palestina dirampas dan masuk wilayah Israel."

Jadi, Teuku Mirza ini sudah melakukan penipuan licik, seperti Soekarno. NKRI yang menjajah Negeri Aceh disembunyikan, yang ditunjukkan sebagai penjajah adalah zionist yahudi yang menjajah Negeri Palestina.

Kemudian cairan zionist tersebut juga diutak atik oleh Teuku Mirza dengan tujuan untuk membuat analisa tentang GAM, tetapi hasil analisanya tidak menentu, karena otak Teuku Mirza sudah kosong dimakan racun pancasila hasil campuran Soekarno penipu licik di NKRI atau RI.

Nah dari cairan zionist, itu Teuku Mirza dapat menyaring, pertama, istri Teungku Hasan Muhammad di Tiro yahudi yang menganut matriliniel garis keturunan dari pihak ibu, atau sama seperti adat kebiasaan di Minangkabau atau di Negara Islandia. Kedua, tersaring namanya Negara Vanuatu yang merdeka pada tanggal 30 Juli 1980 dari Perancis dan Inggris, penduduknya hanya 199 414 jiwa, dan dituduh oleh Teuku Mirza tempat sarang lobi jaringan keuangan yahudi, dan mengakui keberadaan GAM. Ketiga, menganggap Teungku Hasan Muhammad di Tiro tidak bodoh, memperdaya Teuku Muhammad Daud Beureueh, kalau Aceh merdeka jadi sarang bajak laut, tidak menguntungkan bagi negara manapun.

Nah sekarang kita lihat dan perhatikan tiga hal yang tersaring oleh Teuku Mirza dari teori cairan zionist-nya diatas itu. Benarkah yang dijadikan dasar argumentasinya itu ditunjang oleh fakta dan bukti, dasar hukum yang kuat ?. Kita bongkar.

Pertama, itu istri yahudi Teungku Hasan Muhammad di tiro, sudah bercerai. Jelas, akibatnya, secara hukum, hubungan kekeluargaan sudah tidak ada lagi, berarti pengaruh kekuasaan istri yahudi secara hukum, dan hubungan kekeluargaan sudah hilang lenyap, akibatnya paham matriliniel garis keturunan dari pihak ibu sudah tidak ada lagi.

Kedua, jelas itu Negara Vanuatu yang masih muda merdekanya, 30 Juli 1980, dimana rakyat dan pimpinan Melanesia (rakyat Vanuatu) telah merasakan bagaimana hidup dibawah penjajah Perancis dan Inggris, sehingga ketika melihat ASNLF atau GAM merasa bertanggung jawab secara politis, karena itu pihak pemerintah Vanuatu mengakui keberadaan ASNLF atau GAM ini. Jadi bukan karena di Vanuatu tempat sarang jaringan lobi ekonomi yahudi.

Ketiga, jelas yang paling duluan menolak Aceh merdeka adalah pihak NKRI atau RI, karena memang pihak NKRI mau terus menjajah Negeri Aceh. Kemudian, kalau Aceh Merdeka, bukan menjadi sarang bajak laut, melainkan Negara Aceh akan menjadi Negara kaya dan peting tempat jalur lalulintas laut dan bisa mengalahkan dan menyaingi Singapura, Malaysia, dan NKRI. Karena Negeri Aceh kaya minyak dan gas, maka pihak Amerika akan membantu Aceh, bukan hanya Amerika saja, melainkan Uni Eropa dan Jepang. Lihat saja sewaktu dalam perundingan di Geneva dan di Tokyo, Jepang, dimana pihak RI gigit jari dan marah besar, sehingga terpaksa membatalkan perundingan di Tokyo dan mengobarkan perang dengan memakai dasar hukum Keppres No.28/2003.

Jadi, setelah dibongkar dan dianalisa kembali dari apa yang tersaring oleh Teuku Mirza dari cairan zionist-nya itu, ternyata satupun tidak bisa diluluskan, karena tidak ditunjang oleh dasar fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarah yang benar dan jelas tentang adanya hubungan zionist yahudi dengan ASNLF atau GAM.

Karena itu sebaiknya Teuku Mirza harus sadar, karena memang jelas, secara langsung Teuku Mirza membantu dan memperkuat pendudukan dan penjajahan Negeri Aceh oleh pihak NKRI yang sekarang dipimpin oleh Megawati dan PDI-P dan dibantu oleh TNI/POLRI/RAIDER.

Dengan melalui cara mempertahankan kebijaksanaan politik, keamanan, pertahanan, penguasa NKRI dalam hal Aceh, berarti secara langsung Teuku Mirza telah ikut menjajah Negeri Aceh. Dan dilihat dari sudut hukum, fakta dan bukti, memang Teuku Mirza bersama-sama dengan Penguasa NKRI terus menduduki dan menjajah Negeri Aceh.

Selanjutnya, telah terbukti bahwa rakyat Aceh itu telah menyatakan kesepakatan secara bulat untuk menentukan nasib sendiri bebas dari NKRI, dimana hal itu telah dinyatakan oleh rakyat Aceh yang kurang lebih berjumlah 2.000.000 orang yang dianjurkan oleh SIRA (Sentral Informasi Referendum Acheh) RAKAN, dibawah pimpinan Mohammad Nazar Sag pada tanggal 8 November 1999 di Banda Aceh. Tetapi dibungkam oleh Presiden Abdurrahman Wahid bersama Amien Rais yang didukung oleh TNI/POLRI. Selanjutnya dengan ancaman keras, melarang untuk dilaksanakan bagi kali ketiganya, pada 8 November, 2001.

Jadi rakyat Aceh menginginkan aman, damai, dan sejahtera melalui penentuan pendapat yang memberikan kebebasan kepada seluruh rakyat Aceh di Aceh untuk memberikan suaranya, YA bebas dari NKRI atau TIDAK bebas dari NKRI.

Bukan rasa aman, damai, dan sejahtera melalui penerapan darurat militer seperti yang dijalankan oleh pihak Presiden NKRI Megawati bersama TNI/POLRI/RAIDER-nya sekarang ini.

Jelas, kalau saya melihat bahwa Teuku Mirza telah melakukan kedustaan dan kebohongan kepada seluruh rakyat Aceh dengan mengakui bahwa Negeri Aceh itu milik Soekarno, milik Megawati, milik Akbar Tandjung, milik Amien Rais, milik TNI/POLRI, milik NKRI, sehingga perlu dipertahankan sampai darah penghabisan berdasarkan sumpah demi pancasila, pembukaan dan batang tubuh UUD 1945.

Jelas, idealisme rakyat Aceh adalah didasarkan kepada kesadaran untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI dan untuk mempertahankan agama, dari pengaruh idealisme pancasila yang diajarkan oleh Soekarno dan dipertahankan oleh para penerusnya.

Perjuangan rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI dilakukan disetiap sudut, di Aceh, diluar Aceh, di luar negeri, dimanapun rakyat Aceh berada, disanalah perjuangan untuk pembebasan Negeri Aceh dari belenggu dan penjajahan NKRI terus dilancarkan.

Kalau Teuku Mirza masih memiliki harapan kepada pihak Penguasa NKRI yang lima tahun mendatang akan dipegang oleh Golkar & PDI-P ditambah dengan Mr Big SBY tukang pukul dan pembunuh rakyat Aceh pakai dasar hukum Keppres No.28/2003, jelas, itu NKRI tidak akan lebih baik dari apa yang sudah dijalankan lima tahun sebelumnya.

Dan tentu saja kalau itu Mr Big terpilih jadi Presiden, maka anggota Kabinetnya-pun tidak akan lepas dari kumpulan para koruptor dari Golkar, dan orang-orang PDI-P yang rakus.

Itu soal pemilihan langsung Presiden, Gubernur, dan Wali Kota, dan amandemen UUD 1945, bukan menjadi ukuran utama dan mendasar maju dan baiknya NKRI.

Kemudian, itu TNI yang dianggap oleh Teuku Mirza "satu-satunya Institusi di negeri ini yang berhasil melakukan reformasi kedalam adalah institusi TNI" adalah tidak berdasar.

Itu kalau TNI keluar dari DPR memang seharusnya, karena tugas dan fungsi militer bukan dalam politik, tetapi dalam keamanan dan pertahanan. Jadi memang sudah seharusnya atau memang wajar TNI/POLRI harus keluar dari lembaga Legislatif, Eksekutif, dan Yudikatif.

Jadi keluarnya TNI/POLRI dari DPR itu bukan TNI berhasil melakukan reformasi, melainkan suatu kewajaran, karena memang Soeharto telah membuat penyelewengan dan penyimpangan dengan menjadikan TNI memiliki wewenang dan tugas dwifungsi-nya.

Kemudian, walaupun TNI/POLRI tidak lagi berada dalam DPR, tetapi secara struktur keorganisasian itu TNI/POLRI makin kedodoran saja. Bukan itu saja, melainkan juga makin menentukan dalam pelaksanaan kebijaksanaan politik, keamanan, dan pertahanan yang dijalankan oleh Eksekutif. Contohnya di Negeri Aceh, itu peranan dan campur tangan TNI/POLRI sangat besar dan menentukan.

Jadi, apa yang dikatakan oleh Teuku Mirza bahwa TNI telah melakukan reformasi, itu hanyalah omong kosong yang tidak memiliki dasar fakta, bukti, dan hukum.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Mon, 19 Apr 2004 05:35:27 -0700 (PDT)
From: teuku mirza teuku_mirza2000@yahoo.com
Subject: Re: UNTUK MIRZA DAN HERMAWAN PECINTA INDONESIA PENJAJAH JAWA PANCA SILA.
To: imah nor <imahnor@hotmail.com>, acehkita@yahoogroups.com, ppdi@yahoogroups.com, lantak@yahoogroups.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, damaiuntukaceh@yahoogroups.com, blangpidie@yahoo.com, sirajakarta@yahoo.com, tang_ce@yahoo.com, unsyiahnet@yahoogroups.com, ahmad@dataphone.se, ahmad_sudirman@hotmail.com

Saudara Imah yang Budiman

Tulisan Anda terlalu panjang padahal pesan yang Anda mau sampaikan ternyata sangat dangkal. Akan lebih berarti buat Anda sekiranya Anda bertanya pada diri Anda sendiri. Adakah hal-hal yg telah saya lakukan selama ini berarti buat masyarakat, agama dan diri saya sendiri tidakkah apa yang saya lakukan...pikirkan dan energi yang saya abiskan hanya untuk sebuah kesia-siaan ?

Saudara Imah apakah yang saya dan anak-anak Aceh rasakan sebagai Bangsa Indonesia adalah sama dengan apa yang dirasakan oleh anak-anak di negeri yang bebas dimanapun tidak ada disini perampasan tanah tanah rakyat (kecuali bagi para penyerobot dan bagi kepentingan umum)

Penjajahan nyata kalo Anda ingin tau terjadi atas negeri Palestina, Apa kamu tau apa terjadi di pebukitan Jayyous dan Mas'ha, Tepi Barat Palestina. Di Jayyous tembok apartheid itu kini telah berdiri sepanjang 6 kilo meter yang menjadi bagian dari 250 KM panjang tembok pemisah. Akibat pembangunan tembok tsb 860 hekter lahan pertanian milik Warga Palestina dirampas dan masuk wilayah Israel.

Kami juga tidak merasakan adanya diskriminasi berdasarkan unsur-unsur suku, agama, bahasa dan warna kulit kami juga tidak membayar pajak lebih lebih tinggi ketimbang suku lain karena kami suku tertentu, kami juga bisa tinggal dimanapun kami mau di atas tanah nusantara ini sepanjang kami mampu secara ekonomi dan legal secara hukum.

Bahwa Hukum belum menjadi panglima itu adalah tanggung jawab seluruh warga NKRI mudah-mudahan dengan usai pemilu ini infrastruktur demokrasi yang ada mampu melahirkan Pemimpin yang menegakkan Hukum sebagai Panglima, dan nurani amanah sebagai penuntun.

Saudara Imah. sejak dari awal saya memiliki kecurigaan yang sangat kuat bahwa GAM merupakan bagian dari jaringan Zionis Israel yang berbasis pada paham-paham komunisme.

Setahu saya bahwa Zionis Israel tidak menghendaki adanya satupun negara muslim yang kuat. Tolong tunjukkan pada saya saat ini mana negara muslim yang kuat. Dulu, Arab Saudi pada masa pemerintah Raja Faisal, dapat dikatakan sebagai negara kuat ditinjau dari potensi minyaknya kenyataan kemudian Raja Faisal dibunuh, yang kemudian kepemimpinan Saudi Arabia digantikan Raja Ongol-ongol. Pembunuhan Raja Faisal sendiri diyakini sponsori olah CIA dan Mossad.

Negeri Kuat yang lain, Irak dan Iran kedua dibenturkan selama 8 tahun peperangan, perang sesama saudara. Kedua kini menjadi bangsa yang gagu dalam politik Internasional. Indonesia merupakan negeri muslim terbesar nyata-nyata menjadi barrier bagi eksistensi zionist dan kenyataan demikian hingga saat ini Indonesia belum mengakui existensi Israel di tanah Palestina.

Saudara Imah. Apa yang dilakukan jaringan Zionist Israel terhadap perekenomian Indonesia tahun 1997 ? jelas-jelas pelakunya adalah Soros walaupun kesalahan terbesar adalah bangsa ini terutama pemimpinnya yang lalai.

Saya sendiri secara pribadi menyakini bahwa Hasan Tiro merupakan bagian dari jaringan zionist Israel. Ada beberapa alasan:

Pertama Istrinya adalah yahudi dan Anda jangan salah yahudi menganut paham matriliniel garis keturunan dari pihak ibu dalam konteks ini perempuan yahudi itu sangat berpengaruh dalam keluarga jadi tidak mengherankan kalo Hasan Tiro juga adalah dalam penguasaan dan kontrol sang istri.

Kedua satu-satunya negara yang mengakui eksistensi GAM adalah vanuatu (katanya) negara ini adalah terkenal sebagai tax heaven dan sangat dipengaruhi oleh lobi yahudi terutama jaringan keuangan internasionalnya

Ketiga : Hasan Tiro bukan orang bodoh terbukti, orang ini berkali-kali berhasil memperdayai Teungku Daud Beureueh. Orang ini juga sadar betul, bahwa Aceh tidak tidak akan merdeka sampai kapanpun karena secara geopolitik kemerdekaan tidak akan menguntungkan bagi negara manapun bahkan sangat dicurigai oleh Amerika jika merdeka, Aceh akan menjadi duri dalam pelayaran internasional Selat Malaka ditenggarai kalo Aceh Merdeka akan menjadi sarang bajak laut jadi Dukungan Internasional bagi Aceh adalah nihil, disadari betul oleh Hasan Tiro. Kalo gitu ngapain konflik Aceh, secara terus menerus dipelihara oleh Hasan Tiro.

Anda jangan salah bahwa konflik Aceh membawa kenikmatan bagi Hasan Tiro sekeluarga nikmat financial jelas selain pajak nanggrou Hasan Tiro juga menerima imbalan dari jaringan zionist internasional.

Kembali ke tulisan Anda kira-kira siapa sih yang seharusnya sadar ? Anda atau saya ? Kalo Anda menuntut saya untuk sadar, itu sangat naif karena saya tidak merugikan masyarakat Aceh tidak menumpahkan darah mereka, tidak minta duit mereka tidak menteror mereka kenapa juga saya dituntut untuk sadar ya?

Anda kalo sekali-kali ketemu Hasan Tiro, itu pun kalo dia lagi tidak pikun. Tolong tanyain Hasan Tiro apakah benar dia adalah bagian dari zionist israel ? kalo dia ndak ngaku. Anda boleh sundut dia dengan rokok gudang garam merah yang anda suka isap he he he tanyakan juga berapa duit yang dia bawa kabur dari Aceh ? berapa duit yang dia terima dari zionist ? kalo juga dia tidak jawab. Anda boleh sundut sekali lagi.

Kalo Anda memiliki perasaan yang sama dengan saya, bahwa Hasan Tiro telah mengakali anak-anak Aceh demi kepentingan dirinya. Anda pasti sundut orang itu

Pada tulisan ini saya juga ingin menyampaikan beberapa hal dari tulisan Anda yang salah total.

Pertama, bahwa Saya bukan penjajah karena Bapak/mamak kamu tidak pernah membayar upeti kepada saya. Kedua Bahwa Saya juga tidak memaksakan kepada mamak dan bapak kamu untuk membayar upeti atau pajak kepada saya. Ketiga. Saya tidak pernah memaksakan Bapak dan Mamak kamu untuk bekerja pada saya secara paksa ? Keempat Saya juga tidak pernah menerapkan aturan-aturan yang bersifat diskriminatif kepada keluarga kamu karena saya bukan anggota legislatif dan juga bukan anggota pemerintahan.

Hal lain, Anda menyatakan bahwa saya orang yang mencari Aman. sekarang Anda pulang ke Aceh dan tolong tanyakan apa yang paling diinginkan oleh Rakyat Aceh: Aman, Damai dan Sejahtera, asal kamu tau saya bukan tipe orang yang cari aman, tapi saya adalah pecinta kedamaian hanya orang gila dan tolol yang menjadikan dirinya dikejar-kejar Tentara demi sesuatu yang tidak pernah jelas cita-cita GAM sangat absurb dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Kalo saya anda nyatakan pendusta, tolong katakan pada bagian mana omongan saya yang mengandung dusta ? Asal Anda tau, dimanapun didunia ini dinegara manapun itu, hukuman bagi pemberontak adalah mati ! itu juga berlaku pada GAM dan Anda tidak perlu sakit hati karena itu karena itu adalah konsekuensi dari idealisme. Btw Idealisme GAM apa ? saya ingin tau ? jangan-jangan cuma keinginan untuk memperoleh pajak nanggrou betapa sialnya orang-orang GAM dikutuk dan dilaknak oleh seluruh masyarakat Aceh yang sadar dan tidak tertipu oleh tipu daya Hasan Tiro.

Ini tip dari saya, Kalo kamu ingin mengusir penjajah versi kamu pulang kampung angkat senjata kalo kurang, ajak bapak dan mamakmu turut serta jadi pengikut Hasan Tiro, jgn Cuma di depan internet, itu pun dari LN. kalo mau ngusir kenapa lari heh ? takut mati ? jadi jelas disini siap seh yang cari aman saya apa kamu ?

Anda juga tidak perlu sakit hati pada saya hanya keyakinan kita berbeda, buat saya Indonesia adalah negeri dan bangsa saya. saya masih memiliki harapan pada negara ini untuk menjadi lebih baik nantinya, sejak tahun 1998, negara ini menjadi jauh lebih baik, amandemen UUD 45 berjalan baik, sekarang berlaku pemilihan langsung Presiden, dan setiap warga negara memiliki hak untuk memilih wakilnya secara langsung (sistem pemilu semi distrik) dan sebentar lagi pemilihan langsung terhadap Gubernur dan Bupati dan Walikota arti secara struktural bangsa ini memiliki modal untuk menjadi lebih baik kedepan kita semua warga negara RI memiliki pilihan pada saat yang sama saya juga tidak perlu bermusuhan dengan TNI, karena TNI secara signifikan atas institusinya jujur saja bahwa satu-satunya Institusi di negeri ini yang berhasil melakukan reformasi kedalam adalah institusi TNI. Kalo bicara hukum, kita tunggu saja Presiden yang baru ini ya mudah-mudahan hal ini juga akan segera mendapatkan angin perubahan.

Wassalam

Teuku Mirza

teuku_mirza@hotmail.com
teuku_mirza2000@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------