Stockholm, 20 April 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

KAMRASYID ITU MENGINGINKAN KNPI & GOLKAR DIBAWAH AKBAR KONTROL NKRI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS KELIHATAN ITU JAYADI KAMRASYID MENGINGINKAN KNPI & GOLKAR DIBAWAH AKBAR TANDJUNG KONTROL NKRI

"Bung Ahmad: Sudahlah jangan jadi pengamat. Analisa Anda dangkal dan menjengkelkan." (Jayadi Kamrasyid, JKamrasyid@aol.com , Tue, 20 Apr 2004 06:06:25 EDT)

"Iya benar. Kamrasyid, jadi pengamat politik kayanya kurang sreg mendingan bung Ahmad ini jadi pengamat team sepak bola ibu ibu. He he he he." (Agus Hermawan, sadanas@equate.com , Tue, 20 Apr 2004 13:39:52 +0300)

Baiklah saudara Jayadi Kamrasyid di New Haven, Connecticut, USA dan saudara Agus Hermawan di Kuwait.

Memang jelas kelihatan, itu saudara Jayadi Kamrasyid, ketika saya mengatakan dalam tulisan sebelum ini bahwa "dari calon-calon Presiden yang dicalonkan oleh masing- masing partai-nya itu, saya hanya bisa melihat 3 sosok tubuh, yaitu Mbak Megawati, Mr Akbar Tandjung, dan tentu saja Mr.Big SBY. Tiga orang inilah yang memang secara logis akan mendapat dukungan dari sebagian besar rakyat pemilih di Pulau Jawa dan Bali. Dengan hanya menguasai pemilih di Pulau Jawa dan Bali saja sudah cukup, yang menurut perhitungan statistik dari KPU mencapai 91.680.552 pemilih dari jumlah keseluruhan 145.701.637 pemilih atau sama dengan 62,9% dari jumlah keseluruhan pemilih. Hanya persoalannya sekarang adalah itu partainya Mr.Big SBY adalah tubuh partai yang kurus dibandingkan dengan tubuh partai pohon beringin dan tubuh kepala banteng moncong putih. Jadi, sebenarnya, kalau itu Mr Big SBY terpilih jadi presiden, maka itu pengikut Mr.Akbar Tandjung yang berkumpul dibawah pohon beringin akan menindih dan mendempet tubuh gemuk Mr Big SBY di DPR dan MPR."

Rupanya, itu saudara Jayadi Kamrasyid setelah membaca tulisan saya, langsung saja menulis dan menganggap apa yang saya kemukakan itu adalah suatu "analisa yang dangkal dan menjengkelkan", mengapa ?. Karena saya mengatakan bahwa itu Mr.Akbar Tandjung akan disapu oleh Mr.Big SBY. Yang berarti bahwa keinginan saudara Kamrasyid agar KNPI dan Golkar menguasai dan mengontrol NKRI dari atas kursi Presiden dalam badan Eksekutif tidak kesampaian.

Memang ketika tulisan ini dibuat, itu Akbar Tandjung belum terpilih menjadi calon presiden tunggal dari Golkar oleh Konvensi Golkar yang juga akan bertarung dengan 4 kandidat calon Presiden lainnya, yaitu Wiranto, Surya Paloh, Prabowo Subianto, dan Aburizal Bakrie. Dan satu calon presiden lainnya, Jusuf Kalla sudah menghilang mengikuti ekor Mr Big SBY dalam gelanggang partai Demokrat.

Kemudian, ketika saya menyebutkan bahwa hanya ada 3 calon presiden yaitu Mbak Megawati, Mr Akbar Tandjung, dan tentu saja Mr.Big SBY.

Eh, rupa-rupanya Amien Rais berlari-lari dengan nafasnya yang ngos-ngosan menyusul dari belakang bersama-sama dengan Hidayat Nur Wahid dari PKS, jelmaan PK.

Kelihatannya Amien Rais-pun siap bertanding adu kekuatan melawan Mr Big SBY, Mbak Mega dan Mr Akbar Tandjung kalau ia terpilih menjadi calon presiden tunggal dari Golkar dalam Konvensi Golkar malam ini yang juga merupakan impian saudara Jayadi Kamrasyid.

Hanya saya tidak melihat itu Abdurrahman Wahid, mungkin ia mengalami kesulitan untuk ikut berlomba lari.

Kalau Tuan Hamzah Haz memang kelihatannya sudah dekat-dekat kepada Mbak Mega lagi.

Tetapi tentu saja, bagi rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila, siapapun yang akan terpilih menjadi Presiden NKRI ke-6 tidak akan banyak membantu menyelesaikan konflik Aceh.

Apalagi itu Pemilu 5 April 2004 di Negeri Aceh adalah cacat hukum dan hasilnyapun tidak sah. Sudahlah Pemilu 5 April 2004 cacat hukum dan hasilnya tidak sah, lagi-lagi Golkar-nya Akbar Tandjung menguasai DPRD Aceh.

Wah, tambah dibodohi saja rakyat Aceh ini oleh Akbar Tandjung dengan Wiranto. Tetapi yang ketawa cekekekan di mimbar bebas ini adalah itu saudara Jayadi Kamrasyid, karena melihat Mr.Akbar Tandjung pegang komando di Negeri Aceh dan ditepuki oleh Mang Endang Suwarya dan Mas Ditya Soedarsono.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: JKamrasyid@aol.com
Date: Tue, 20 Apr 2004 06:06:25 EDT
Subject: Re: MR BIG SBY DITINDIH POHON BERINGIN DISERUDUK KEPALA BANTENG
To: "ahmad@dataphone.se, serambi_indonesia@yahoo.com, redaksi@acehkita.com, ahmad_jibril1423"@yahoo.com>, Susilo.Sawaldi@bhpsteel.com, balipost@indo.net.id, newsletter@waspada.co.id, redaksi@pikiran-rakyat.com, editor@pontianak.wasantara.net.id, hudoyo@cbn.net.id, jktpost2@cbn.net.id, redaksi@detik.com, redaksi@kompas.com, redaksi@satunet.com, redaksi@waspada.co.id, waspada@waspada.co.id

Bung Ahmad: Sudahlah jangan jadi pengamat. Analisa Anda dangkal dan menjengkelkan.

Jayadi Kamrasyid

JKamrasyid@aol.com
New Haven, Connecticut, USA
----------

Date: Tue, 20 Apr 2004 13:39:52 +0300
From: "Sadan AS (AgusHermawan) KUW" <sadanas@equate.com>
To: <JKamrasyid@aol.com>, <ahmad@dataphone.se>, <serambi_indonesia@yahoo.com>, <redaksi@acehkita.com>, <ahmad_jibril1423@yahoo.com>>, <Susilo.Sawaldi@bhpsteel.com>, <balipost@indo.net.id>, <newsletter@waspada.co.id>
Subject: RE: MR BIG SBY DITINDIH POHON BERINGIN DISERUDUK KEPALA BANTENG

Bung Ahmad: Sudahlah jangan jadi pengamat. Analisa Anda dangkal dan menjengkelkan. (J kamrasyid)

Iya benar. Kamrasyid, jadi pengamat politik kayanya kurang sreg mendingan bung Ahmad ini jadi pengamat team sepak bola ibu ibu. He he he he.

Agus Hermawan

sadanas@equate.com
EQUATE Petrochemical Company
Kuwait
----------