Stockholm, 21 April 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

MANA SANGGUP MIRZA BERDEBAT DENGAN AHMAD SUDIRMAN TENTANG PENJAJAHAN DI ACEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS MANA SANGGUP TEUKU MIRZA BERDEBAT DENGAN AHMAD SUDIRMAN TENTANG PENJAJAHAN DI ACEH

"Mirza! maksud dan tujuan dari tulisan saya menyangkut dua faktor saja, yaitu antara Negara Acheh Sumatra dengan penjajah Indonesia Jawa panca sila penelan negeri Acheh yang kamu cinta dan kamu banggakan, tidak lebih dari itu. Makanya jangan sekali kali kamu uaraikan sejarah dunia luas pada saya. Selagi kamu masih mempertahankan gerombolan penjajah Indonesia jawa panca sila itu akan lebih baik kamu beralih pandang pada Argumen Ahmad Sudirman , semoga kamu dan otak kamu pulih dari kejawen dan kerakusan menjajah atau membunuh." (Imah Nor , imahnor@hotmail.com ,Tue, 20 Apr 2004 12:37:24 +0200)

"Argumen Bung Ahmad Sudirman nggak masuk akal karena faktanya sangat berbeda faktanya dimanapun dan negara manapun mengakui bahwa Aceh bagian dari Indonesia penafian terhadap fakta itu berarti pemberantak, separatis dan separatis dihukum negaramanapun adalah mati !. Pernyataan saya bahwa Hasan Tiro adalah bagian dari jaringan zionist yahudi tidak kamu jawab ? apa kamu kehilangan kata-kata karena apa yang saya sampaikan adalah kebenaran ?" (Teuku Mirza , teuku_mirza2000@yahoo.com , Tue, 20 Apr 2004 22:46:59 -0700 (PDT))

Terimakasih saudara Imah Nor di Norwegia.
Baiklah saudara Teuku Mirza di Jakarta, Indonesia.

Memang kelihatan secara jelas dan gamblang itu Teuku Mirza dari sejak pertama kali masuk terlibat di mimbar bebas sampai sekarang ini, tidak mempunyai kemampuan untuk menampilkan alasan dasar hukum, fakta, bukti, dan sejarah guna dipakai untuk mempertahankan penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan Negeri Aceh oleh pihak Presiden RIS Soekarno pada tanggal 14 Agustus 1950 menggunakan PP RIS No.21/1950 dan PERPU No.5/1950 yang diteruskan oleh NKRI pada tanggal 15 Agustsus 1950 setelah RIS dilebur menjadi RI dan menjelma menjadi NKRI.

Karena itu wajar ketika saudara Imah Nor mengatakan: "Makanya jangan sekali kali kamu uaraikan sejarah dunia luas pada saya. Selagi kamu masih mempertahankan gerombolan penjajah Indonesia jawa panca sila itu akan lebih baik kamu beralih pandang pada Argumen Ahmad Sudirman", yang dijawab oleh Teuku Mirza: "Argumen Bung Ahmad Sudirman nggak masuk akal karena faktanya sangat berbeda faktanya dimanapun dan negara manapun mengakui bahwa Aceh bagian dari Indonesia penafian terhadap fakta itu berarti pemberantak, separatis dan separatis dihukum negaramanapun adalah mati !."

Coba perhatikan oleh seluruh peserta mimbar bebas dan oleh seluruh rakyat di Negeri Aceh dan di NKRI.

Bagaimana itu Teuku Mirza yang tamatan Universitas Indonesia dan mengajar lagi di UI, ternyata ketika disodorkan kehadapannya masalah fakta, bukti, dasar hukum, dan sejarah mengenai penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan Negeri Aceh oleh pihak NKRI, yang sumbernya diambil dari hasil pengumpulan data Sekretariat RI, langsung saja Teuku Mirza berpaling sambil berkata: "Argumen Bung Ahmad Sudirman nggak masuk akal karena faktanya sangat berbeda".

Wah, bagaimana Teuku Mirza ini. Itu semua sumber fakta, data, hukum, dan sejarah diambil dari hasil pengumpulan tim akhli Sekretariat RI, ternyata oleh Teuku Mirza dinafikan dan dianggap faktanya sangat berbeda dan tidak masuk akal.

Kelihatan sekali Teuku Mirza ini, memang otaknya sudah habis dikuras racun pancasila hasil kocekan Soekarno penipu licik di NKRI atau RI, sehingga tidak mampu dan tidak berdaya membantah dan mematahkan argumentasi yang ditampilkan oleh Ahmad Sudirman.

Kemudian Teuku Mirza dalam menjawab argumentasi Ahmad Sudirman, karena memang ia tidak sanggup untuk mematahkan dan menjatuhkan argumentasi Ahmad Sudirman, disodorkanlah argumentasi "faktanya dimanapun dan negara manapun mengakui bahwa Aceh bagian dari Indonesia".

Oh, rupanya itu fakta dan bukti de-facto dan de-jure NKRI atau RI yang dibuat Soekarno ketika diajukan kehadapan Dewan Keamanan PBB pada tanggal 26 September 1950 agar diterima sebagai anggota PBB ke-60.

Dimana menurut Resolusi DK PBB No. 86 tahun 1950 yang diadopsi pada tanggal 26 September 1950 telah terpancar gambar peta wilayah NKRI atau RI yang batas-batasnya diwujudkan dalam gambar peta yang menyangkut beberapa Negara dan Daerah yang telah dilebur kedalam isi perut Negara RI-Jawa-Yogya yang menjelma menjadi NKRI, yaitu di Pulau Jawa meliputi wilayah Negara Pasundan, wilayah Negara Jawa Timur, dan Daerah Yogyakarta (Daerah wilayah kekuasaan RI-Jawa-Yogya, menurut perjanjian Renville) Jawa Tengah. Terus meluas ke wilayah Negara Indonesia Timur, kemudian wilayah Negara Madura, tembus ke Pulau Sumatra yang meliputi wilayah Negara Sumatra Selatan dan Negara Sumatera Timur. Lalu masuk wilayah Daerah Riau, menjalar ke wilayah Daerah Bangka, masuk ke wilayah Daerah Belitung. Seterusnya masuk Kalimantan yang meliputi wilayah Daerah Istimewa Kalimantan Barat, Daerah Dayak Besar, Daerah Banjar, Daerah Kalimantan Tenggara dan Daerah Kalimantan Timur.

Itulah gambar peta wilayah RI atau RI-Jawa-Yogya secara de facto dan de jure menurut perjanjian yang telah ditandatangani sampai tanggal 19 Mei 1950. Selanjutnya pada tanggal 14 Agustus 1950 Soekarno sebagai Presiden RIS menelan dan mencaplok Negeri Aceh yang secara de-facto dan de-jure berada diluar wilayah kekuasaan RIS dengan memakai PP RIS No.21/1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi. Kemudian diperkuat dengan PERPU No.5/1950 tentang pembentukan Propinsi Sumatera-Utara. Seterusnya pada tanggal 15 Agustus 1950 RIS dilebur menjadi RI yang menjelma menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Nah, peta RI hasil caplokan, yang menjelma menjadi NKRI inilah yang rupanya disampaikan kepada pihak Dewan Keamanan PBBB, sehinga pada tanggal 26 September 1950 DK PBB mengeluarkan Resolusi No.86 tahun 1950 yang menyatakan dan memberikan rekomendasi kepada Sidang PBB untuk menerima NKRI jelmaan RI atau RI-Jawa-Yogya sebagai anggota PBB ke-60.

Jadi, Teuku Mirza, itu argumentasi yang disodorkan oleh Teuku Mirza itu kepada saya, ternyata salah besar, karena fakta dan bukti yang disodorkan oleh pihak Soekarno kepada DK PBB itu adalah berdasarkan fakta dan bukti hasil manipula, penipuan, penelanan, pencaplokan, dan penjajahan Negeri-Negeri yang secara de-facto dan de-jure berada diluar wilayah kekuasaan RIS.

Kemudian soal pernyataan Teuku Mirza, bahwa "Hasan Tiro adalah bagian dari jaringan zionist yahudi". Itu telah saya jawab dalam tulisan sebelum ini. Saya ambil kembali sebagian apa yang telah dituliskan itu:

Pertama, istri yahudi Teungku Hasan Muhammad di tiro, Dora, sudah bercerai. Dilihat secara hukum, hubungan kekeluargaan sudah tidak ada lagi. Berarti pengaruh kekuasaan istri yahudi secara hukum, dan hubungan kekeluargaan sudah hilang lenyap: Akibatnya paham matriliniel garis keturunan dari pihak ibu sudah tidak ada lagi.

Kedua, jelas itu Negara Vanuatu yang masih muda merdekanya, 30 Juli 1980, dimana rakyat dan pimpinan Melanesia (rakyat Vanuatu) telah merasakan bagaimana hidup dibawah penjajah Perancis dan Inggris, sehingga ketika melihat ASNLF atau GAM merasa bertanggung jawab secara politis, karena itu pihak pemerintah Vanuatu mengakui keberadaan ASNLF atau GAM ini. Jadi bukan karena di Vanuatu tempat sarang jaringan lobi ekonomi yahudi.

Ketiga, berlangsungnya dialog dan perundingan di geneva, bukan atas prakarsa jaringan zionist Yahudi, melainkan atas prakarsa pihak Henry Dunant Centre For Humanitarian Dialogue (HDC) di Geneva .Begitu juga perundingan di Tokyo, Jepang, bukan atas prakarsa jaringan zionist Yahudi, melainkan atas prakarsa pihak Pemerintah jepang, Uni Eropa dan pihak AS sendiri.

Keempat, tokoh-tokoh ASNLF atau GAM dapat perlindungan politik dari Pemerintah Swedia, bukan berarti Perintah Swedia ada sangkut pautnya dengan jaringan zionist Yahudi. Atau karena tokoh-tokoh ASNLF atau GAM ada hubungan dengan jaringan zionist Yahudi.

Kelima, tokoh-tokoh ASNLF atau GAM yang ada di luar Negeri, khususnya yang ada di Swedia tidak ada yang punya hubungan dengan jaringan zionist Yahudi. Hal ini saya kenal betul.

Keenam, tokoh-tokoh ASNLF atau GAM yang ada di Swedia tidak pernah dianggap atau dituduh oleh pihak Pemerintah Swedia mempunyai hubungan dengan jaringan zionist Yahudi baik dalam masalah ekonomi, politik, mapun sosial, baik di dalam negeri Swedia ataupun di luar Swedia.

Jadi, jelas, Teuku Mirza ini mengalihkan isu ASNLF atau GAM kepada isu zionist Yahudi karena memang sebenarnya Teuku Mirza sudah tidak sanggup lagi mempertahankan pendudukan dan penjajahan di Negeri Aceh. Sehingga diharapkan kalau digiring kemasalah isu zionist Yahudi, itu pihak rakyat di NKRI akan bisa berobah. Padahal itu penggiringan kepada isu zionist Yahudi adalah akal-akal dari pihak Teuku Mirza dan saudara Hidajat Sjarif saja.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Tue, 20 Apr 2004 22:46:59 -0700 (PDT)
From: teuku mirza <teuku_mirza2000@yahoo.com>
Subject: Re: UNTUK MIRZA DAN HERMAWAN PECINTA INDONESIA PENJAJAH JAWA PANCA SILA.
To: imah nor <imahnor@hotmail.com>, acehkita@yahoogroups.com, ppdi@yahoogroups.com, lantak@yahoogroups.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, damaiuntukaceh@yahoogroups.com, blangpidie@yahoo.com, sirajakarta@yahoo.com, tang_ce@yahoo.com, unsyiahnet@yahoogroups.com, ahmad@dataphone.se, ahmad_sudirman@hotmail.com

"Mirza! maksud dan tujuan dari tulisan saya menyangkut dua faktor saja, yaitu antara Negara Acheh Sumatra dengan penjajah Indonesia Jawa panca sila penelan negeri Acheh yang kamu cinta dan kamu banggakan, tidak lebih dari itu. Makanya jangan sekali kali kamu uaraikan sejarah dunia luas pada saya. Selagi kamu masih mempertahankan gerombolan penjajah Indonesia jawa panca sila itu akan lebih baik kamu beralih pandang pada Argument Ahmad Sudirman , semoga kamu dan otak kamu pulih dari kejawen dan kerakusan menjajah atau membunuh." (Imah Nor , imahnor@hotmail.com ,Tue, 20 Apr 2004 12:37:24 +0200)

Argumen Bung Ahmad Sudirman nggak masuk akal karena faktanya sangat berbeda faktanya dimanapun dan negara manapun mengakui bahwa Aceh bagian dari Indonesia penafian terhadap fakta itu berarti pemberantak, separatis dan separatis dihukum negaramanapun adalah mati !

Pernyataan saya bahwa hasan tiro adalah bagian dari jaringan zionist yahudi tidak kamu jawab? apakamu kehilangan kata-kata karena apa yang saya sampaikan adalah kebenaran ?

Teuku Mirza

teuku_mirza2000@yahoo.com
teuku_mirza@hotmail.com
Jakarta, Indonesia
----------