Stockholm, 21 April 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

RUSMANTO ITU DITYA & ENDANG SUDAH TIDAK PUNYA ALASAN PERTAHANKAN PENJAJAHAN DI ACEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

RUSMANTO ITU DITYA SOEDARSONO & ENDANG SUWARYA SUDAH TIDAK PUNYA ALASAN PERTAHANKAN PENJAJAHAN DI ACEH

"Saudara Ahmad Sudirman dan Warwick Aceh, Demi Allah SWT saya tidak pernah menganggap orang Aceh bodoh, yang saya anggap bodoh itu adalah anda beserta pengikut anda (dalam hal ini GAM beserta simpatisannya), dan juga jangan mimpi bahwa Aceh akan merdeka dan dipimpin oleh orang-orang seperti anda, yang otaknya kosong dicokok sama si Hasan Tiro penipu ulung, sudah jelas saya bilang bahwa anda pengecut ulung yang hanya berani berkoar-koar di milis tanpa berani datang ke Aceh untuk terjun langsung memimpin pasukan anda untuk berperang melawan TNI, apakah karena anda takut mati jadi tidak berani datang ke Aceh? Ingat Sudirman yang otaknya kosong, telah diberitakan kepada kalian umat Islam seperti hadist berikut (itupun kalau memang anda beragama Islam). "Kuluu nafsin jaaikatul maut yang artinya bahwa setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati". Jadi untuk apa takut mati? bukankah setiap manusia ditakdirkan untuk menjemput ajal? Jadi saya sebagai warga negara Indonesia yang masih setia kepada pancasila dan UUD 45 meminta dan menyarankan agar anda datang ke Aceh dan ikut berperang dengan pasukan anda, dan rasakan kedamaian hidup di Aceh dibawah kendali PDMD, kalaupun ada insiden penembakan hal itu sudah pasti dilakukan oleh gerombolan anda, yang hanya ingin menyengsarakan rakyat Aceh saja." ( Rusmanto Ismail , toto_wrks@yahoo.com , Wed, 21 Apr 2004 04:37:31 -0700 (PDT))

Baiklah saudara Rusmanto Ismail di Jakarta, Indonesia.

Memang makin kelihatan saudara Rusmanto Ismail ini tidak punya alasan kuat untuk terus mempertahankan Negeri Aceh tetap dalam jajahan NKRI yang sekarang dipimpin oleh Megawati dari PDI-P yang didukung oleh pihak TNI/POLRI seperti Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal (Pol) Da'i Bachtiar, dan Penguasa Darurat Militer Daerah Aceh Mayjen TNI Endang Suwarya yang dibantu oleh Kolonel Laut Ditya Soedarsono.

Coba saja perhatikan oleh seluruh rakyat di Negeri Aceh dan di NKRI. Bagaimana itu saudara Rusmanto bukan berusaha menggali, mencari, membaca, memikirkan, menganalisa, menghayati, menyimpulkan fakta, bukti, hukum, sejarah agar bisa terus mempertahankan penjajahan di Negeri Aceh, tetapi justru sebaliknya, saudara Rusmanto berteriak-teriak: "Kepada bapak Endang Suwarya & bapak Ditya Sudarsono, saya beserta rekan-rekan saya mendukung sepenuhnya darurat militer dibawah kepemimpinan anda, mohon kalau bisa tumpas habis GAM beserta seluruh antek-anteknya, gunakan cara yang dipilih oleh Embu Agapitus (salah seorang juru runding RI) untuk meruntuhkan moral pemimpin pasukan GAM seperti yang telah diterapkannya kepada Tengku Amri bin Abdul Wahab"

Saudara Rusmanto Ismail, itu Penguasa Darurat Militer Daerah Aceh Mayjen TNI Endang Suwarya dan Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Kolonel Laut Ditya Soedarsono, mereka berdua, sudah tidak mampu mencari dan menggali argumentasi yang bisa dipakai untuk mematahkan dan menumbangkan argumentasi Ahmad Sudirman tentang penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan Negeri Aceh oleh NKRI.

Bagaimana, saudara Rusmanto meminta tolong kepada Mayjen TNI Endang Suwarya dan Kolonel Laut Ditya Soedarsono, sedangkan mereka berdua saja sudah kelabakan dan terpelangting dalam menghadapi debat tentang penjajahan Negeri Aceh oleh NKRI di mimbar bebas ini.

Coba saja perhatikan, apa yang bisa dilakukan oleh Kolonel Laut Ditya Soedarsono di mimbar bebas sekarang ini, setelah beberapa minggu tenggelam sibuk mengurus Pemilu 5 April 2004 akal bulus Penguasa Darurat Militer Pusat Presiden Megawati dari PDI-P, selain membuntuti dan menggoyang-goyang saudara Warwick di Malaysia dengan maksud dan tujuan agar saudara Warwick bisa dijerat dan dimasukkan kedalam sangkar NKRI yang berisi racun pancasila hasil utak atik Soekarno.

Itu saudara Warwick di Malaysia mana bisa digoyang dan dijaring oleh Kolonel Laut Ditya dengan alat jerat Keppres No.28/2003, Keppres No.43/2003 dan racun pancasila hasil ramuan Soekarno penipu licik di NKRI atau RI.

Saudara Rusmanto Ismail, itu TNI/POLRI/RAIDER di Aceh sudah ada yang menghadapinya, sedangkan Ahmad Sudirman justru menghadapi para Jenderalnya, seperti Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, dan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal (Pol) Da'i Bachtiar.

Dalam perang modern Aceh ini, berlangsung disemua fron, bukan hanya di darat, tetapi juga diudara. Ahmad Sudirman siap menghadapi para Jenderal TNI untuk berdebat mengenai penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan Negeri Aceh oleh pihak Presiden RIS Soekarno pada tanggal 14 Agustus 1950 dan diteruskan oleh RI yang menjelma menjadi NKRI pada tanggal 15 Agustus 1950 dan dipertahankan sampai detik ini oleh Presiden NKRI Megawati dari PDI-P.

Begitu juga kepada calon-calon Presiden NKRI seperti Susilo Bambang Yudhoyono dan Wiranto, apabila mantan Jenderal itu siap dan berani menghadapi Ahmad Sudirman untuk memperdebatkan pendudukan dan penjajahan Negeri Aceh ini.

Karena kalau salah satu diantara dua mantan Jenderal ini terpilih menjadi Presiden NKRI ke-6, jelas ia akan menerapkan taktik dan strategi pertahanan dan keamanan di Aceh sama seperti yang telah dilaksanakannya itu, yaitu mempergunakan kekerasan senjata, dengan berbagai dasar Inpres dan Keppres-nya.

Kemudian, memang saya telah menyatakan sebelum ini bahwa Ahmad Sudirman akan datang ke Negeri Aceh:

Pertama, apabila Keppres No.28/2003 dan Keppres No.43/2003 telah dicabut.

Kedua, apabila rakyat Aceh telah diberi kebebasan untuk menentukan pendapatnya guna menyatakan sikap dan memberikan suaranya melalui cara referendum dengan dua opsi, yaitu opsi YA bebas dari NKRI dan opsi TIDAK bebas dari NKRI.

Nah itulah saudara Rusmanto Ismail, kalau saudara meminta saya datang ke Aceh.

Dan tentu saja, sikap saya ini merupakan bagian dari perang modern Aceh.
Ahmad Sudirman siap membantu, menyokong, mendukung, membela rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasibnya sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara Pancasila atau NKRI, dan rakyat Aceh yang membela tanah airnya yang dijajah NKRI dan mempertahankan agamanya.

Sedangkan saudara Rusmanto Ismail "yang masih setia kepada pancasila dan UUD 45" siap untuk menghadapi rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI, dan yang memperjuangkan negerinya yang dijajah oleh NKRI, serta membela gamanya.

Saudara Rusmanto Ismail yang setia kepada pancasila yang merupakan racun hasil utak atik Soekarno, dan juga masih setia kepada UUD 45 yang dalam pembukaannya mengadung butir-butir pancasila sumber hukum NKRI atau RI atau Negara Pancasila. Ternyata dalam kenyataannya tidak memiliki kemampuan untuk mempertahankan penjajahan di Negeri Aceh, karena memang dasarnya tidak kuat, kecuali hanya dengan mempergunakan kekerasan senjata, sebagaimana yang telah dilakukan dari sejak Soekarno, Soeharto, Abdurahman Wahid, dan Megawati sekarang ini.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Wed, 21 Apr 2004 04:37:31 -0700 (PDT)
From: Rusmanto Ismail <toto_wrks@yahoo.com>
Subject: Re: RUSMANTO TERUS IKUT EKOR YUDHOYONO & WIRANTO PENERUS SOEKARNO PENJAJAH NEGERI ACEH
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, Hudoyo <hudoyo@cbn.net.id>, Padmanaba <Padmanaba@uboot.com>, Hidajat Sjarif <siliwangi27@hotmail.com>, Suparmo <suparmo@tjp.toshiba.co.jp>, Habe Arifin <habearifin@yahoo.com>, Matius Dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>, Yuhendra <yuhe1st@yahoo.com>, Ditya Soedarsono <dityaaceh_2003@yahoo.com>, Hassan Wirajuda <hassan.wirajuda@ties.itu.int>, Megawati <megawati@gmx.net>, Al Chaidar <alchaidar@yahoo.com>

Saudara Ahmad Sudirman dan Warwick Aceh,

Demi Allah SWT saya tidak pernah menganggap orang Aceh bodoh, yang saya anggap bodoh itu adalah anda beserta pengikut anda (dalam hal ini GAM beserta simpatisannya), dan juga jangan mimpi bahwa Aceh akan merdeka dan dipimpin oleh orang-orang seperti anda, yang otaknya kosong dicokok sama si Hasan Tiro penipu ulung, sudah jelas saya bilang bahwa anda pengecut ulung yang hanya berani berkoar-koar di milis tanpa berani datang ke Aceh untuk terjun langsung memimpin pasukan anda untuk berperang melawan TNI, apakah karena anda takut mati jadi tidak berani datang ke Aceh? Ingat Sudirman yang otaknya kosong, telah diberitakan kepada kalian umat Islam seperti hadist berikut (itupun kalau memang anda beragama Islam)

"Kuluu nafsin jaaikatul maut yang artinya bahwa setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati". Jadi untuk apa takut mati? bukankah setiap manusia ditakdirkan untuk menjemput ajal? Jadi saya sebagai warga negara Indonesia yang masih setia kepada pancasila dan UUD 45 meminta dan menyarankan agar anda datang ke Aceh dan ikut berperang dengan pasukan anda, dan rasakan kedamaian hidup di Aceh dibawah kendali PDMD, kalaupun ada insiden penembakan hal itu sudah pasti dilakukan oleh gerombolan anda, yang hanya ingin menyengsarakan rakyat Aceh saja.

Untuk saudara Warwick, APAKAH ANDA SUDAH TIDAK ADA KATA-KATA LAGI SAMPAI MENYATAKAN BAHWA SAYA ADALAH SEORANG KAFIR HINDUNESIA? Ternyata dangkal sekali pola pikir anda, sekolah boleh diluar negeri tetapi pola pikir masih seperti anak ingusan, asal anda tahu bahwa saya dilahirkan dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga muslim ayah saya seorang muslim dan ibu saya seorang muslim, jadi dari sisi apa anda memandang saya sebagai seorang KAFIR HINDUNESIA? sedangkan nyata-nyata saya ini beragama Islam, atau mungkin anda yang termasuk dalam golongan kafir? sebab untuk menampilkan nama anda saja anda tidak berani.

Kepada bapak Endang Suwarya & bapak Ditya Sudarsono, saya beserta rekan-rekan saya mendukung sepenuhnya darurat militer dibawah kepemimpinan anda, mohon kalau bisa tumpas habis GAM beserta seluruh antek-anteknya, gunakan cara yang dipilih oleh Embu Agapitus (salah seorang juru runding RI) untuk meruntuhkan moral pemimpin pasukan GAM seperti yang telah diterapkannya kepada Tengku Amri bin Abdul Wahab.

Sekian

Wassalamualaikum Wr. Wb

Rusmanto

4372386
Trisakti Sea Transport Management
toto_wrks@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------