Stockholm, 22 April 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

DITYA, ENDANG & RYACUDU YANG SEBENARNYA INGIN DM DIPERPANJANG BUKAN RAKYAT & ULAMA ACEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS ITU DITYA SOEDARSONO, ENDANG SUWARYA & RYAMIZARD RYACUDU YANG SEBENARNYA INGIN DM DIPERPANJANG BUKAN RAKYAT & ULAMA ACEH

"Kenapa anda bingung kalau darurat militer diperpanjang lagi pak ustadz (Warwick)? Wong saya aja pingin cepat-cepat hijrah dari Aceh ke Jakarta, kumpul keluarga, bisa menyalurkan hobby apa saja daripada harus ngurusin para calon pengguni sorga (katanya) tapi aneh calon penghuni sorga kok tempatnya di hutan-hutan belantara, di rawa-rawa, bersenjata, yang digunakan untuk memeras saudaranya, kalau tidak diberi digunakan untuk menghabisi nyawanya. Pak ustadz (Warwick) apa memang demikian ajaran para calon pengguni sorga, tolong deh pak ustadz (Warwick) diceritakan kebenarannya kalau memang pak ustadz (Warwick) takut masuk neraka jahanan." (Ditya Soedarsono , dityaaceh_2003@yahoo.com , Wed, 21 Apr 2004 04:38:14 -0700 (PDT))

Baiklah Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Kolonel Laut Ditya Soedarsono.

Memang itu Kolonel Laut Ditya Soedarsono kerjanya memutar balik dan menipu saja. Mengapa tidak ?

Coba saja perhatikan, apa yang dikatakan oleh Kolonel Laut Ditya: "Kenapa anda bingung kalau darurat militer diperpanjang lagi pak ustadz (Warwick)? Wong saya aja pingin cepat-cepat hijrah dari Aceh ke Jakarta, kumpul keluarga, bisa menyalurkan hobby apa saja".

Nah kan kelihatan, dari apa yang dituliskan oleh Kolonel Laut Ditya diatas itu, seolah-olah rakyat Aceh yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan yang meminta perpanjangan darurat militer di negeri Aceh yang sedang dijajah oleh pihak NKRI.

Kolonel Laut Ditya, itu bukan rakyat dan ulama Aceh yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan yang meminta perpanjangan darurat militer di Negeri Aceh, melainkan karena memang pihak TNI/POLRI, khususnya Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, dan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal (Pol) Da'i Bachtiar yang menekan, memaksa, mengintimidasi rakyat dan ulama Aceh agar menuntut perpanjangan darurat militer biar bisnis TNI/POLRI/RAIDER di Negeri Aceh terus berjalan.

Itu Presiden Megawati sebulan sebelum Pemilu 5 April 2004, pada 7 Maret 2004 di Banda Aceh telah menyatakan bahwa darurat militer akan dicabut.

Tetapi apa yang terjadi selanjutnya. Ternyata 4 hari selepas Pemilu 5 April, itu KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu yang didampingi Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen Endang Suwarya dan Pangkoops TNI Brigjen TNI George Toitsutta serta para pejabat dari Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad) termasuk Kolonel Laut Ditya Soedarsono, buru-buru datang ke Negeri Aceh menjumpai para ulama Tgk. H. Abu Panton, Tgk H. Ibrahim Bardan, Tgk H. Usman Kuta Krueng dan yang lainnya di Lhokseumawe pada 9 April 2004. Dimana para ulama tersebut yang ketakutan pesantrennya diganggu TNI/POLRI/RAIDER, menyatakan persetujuannya diperpanjang darurat militer, seperti yang dikatakan oleh Tgk. H. Abu Panton bahwa kehadiran TNI/POLRI/RAIDER di Aceh merupakan obat karena rakyat Aceh sedang sakit.

Kemudian, setelah itu disusul pula oleh Dirjen Potensi Pertahanan (Pothan), Laksamana Muda TNI Darmawan dan Dansatgaspen PDMD yang didampingi oleh Kolonel Laut Ditya Soedarsono, yang mendatangi Pondok Pesantren Ruhul Fatayat, Seulimum, Aceh Besar, pimpinan Tgk Husaini A Wahab, hari Senin, 12 April 2004. Dimana ulama Tgk Husaini A Wahab yang takut pesantrennya kena gangguan pihak TNI/POLRI, langsung saja menyatakan bahwa Kalau DM dicabut, ditakutkan penyakit itu kembali akan menyerang kehidupan masyarakat Aceh.

Selanjutnya itu Sekdakab Aceh Selatan, Drs HT Meurah Hasan mewakili bupati, dan Ketua DPRD Aceh Selatan, H Amrin Is, telah memanfaatkan Fron Perlawaan Separatis GAM (FPSG) yang dipimpin Hafidh SA dan didukung oleh Hasan Ilyas, Husaini, Cut Asanah, Buyong Medan, Bintara Yakop, untuk menyuarakan tuntutan perpanjangan darurat militer, di halaman gedung DPRD di Tapaktuan, hari Selasa 13 April 2004.

Jadi, Kolonel Laut Ditya Soedarsono, jangan menyimpulkan bahwa rakyat dan ulama Aceh dengan penuh kesadaran dan keikhlasan menuntut perpanjangan darurat militer yang akan berakhir pada tanggal 18 Mei 2004 mendatang itu.

Melainkan, Kolonel Laut Ditya, yang menginginkan darurat militer diperpanjang itu adalah pihak TNI/POLRI, khususnya Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal (Pol) Da'i Bachtiar, Dirjen Potensi Pertahanan (Pothan), Laksamana Muda TNI Darmawan, Pangkoops TNI Brigjen TNI George Toitsutta, Staf Ahli Depertemen Pertahanan (Dephan), Profesor Pranowo, Direktur Kesadaran Bela Negara Dephan, Brigjen TNI Ibnu Hajar, sejumlah perwira lainnya dari Mabes TNI, Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen Endang Suwarya, termasuk Kolonel Laut Ditya Soedarsono sendiri.

Kemudian, itu rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Parncasila atau NKRI, dan sedang berjuang dalam rangka membebaskan Negeri Aceh, rakyat, harta, agama dari penjajahan NKRI yang berideologi pancasila hasil utak atik Soekarno, tetap dengan tegar, tanpa takut, terus menghadapi pasukan TNI/POLRI/RAIDER yang dihembusi oleh Kolonel Laut Ditya Soedarsono arek Suroboyo.

Bagi rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI, itu soal keberadaan dan tinggal bukan soal besar, apakah itu "di hutan-hutan belantara, di rawa-rawa", selama Negeri Aceh, masih tetap dalam cengkaraman dan penjajah NKRI, maka rakyat Aceh akan terus berjuang dengan mengharap pertolongan dan keridloan Allah SWT.

Rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI telah berjuang lebih dari 50 tahun menghadapi penjajah NKRI, dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Megawati sekarang ini.

Jadi, Kolonel Laut Ditya Soedarsono, jangan membelokan permasalahan, dari penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan Negeri Aceh, menjadi masalah "ngurusin para calon pengguni sorga".

Jelas, Kolonel Laut Ditya, kalau pihak TNI/POLRI/RAIDER berperang atas nama dan demi pancasila dan UUD 1945, itu memang sudah menyimpang jauh dari apa yang diajarkan dalam Al Quran, Kolonel.

Sedangkan rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI mempertahankan diri dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, demi Allah SWT, siap akan menghadapi pasukan TNI/POLRI/RAIDER yang diperintahkan oleh Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal (Pol) Da'i Bachtiar yang telah disumpah untuk taat dan setia kepada pancasila, UUD 1945 dan para jenderal-jenderalnya.

Jelas, itu dua pasukan yang jauh berbeda. TNI/POLRI/RAIDER bersumpah demi pancasila dan UUD 1945. Sedangkan rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI bersumpah demi Allah SWT.

Mana bisa sumpah demi pancasila dan UUD 1945 mampu menghadapi sumpah demi Allah SWT.
Jadi, berpikirlah Kolonel Laut Ditya Soedarsono. Mau dibawa kemana pasukan TNI/POLRI/RAIDER itu ? kejalan pancasila atau kejalan Allah SWT ?.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Wed, 21 Apr 2004 04:38:14 -0700 (PDT)
From: Ditya Soedarsono dityaaceh_2003@yahoo.com
Subject: Fwd: PAK USTADZ UMPATAN ANDA MEMBUAT LARI PARA MUALAF
To: universityofwarwick@yahoo.co.uk
Cc: tang_ce@yahoo.com, asammameh@hotmail.com, om_puteh@hotmail.com, achehnews@yahoogroups.com, ilyas.abdullah@wanadoo.nl, fadlontripa@yahoo.com, balepanyak@yahoo.com.au, aneuk_pasee@yahoo.com

Assalama'alaikum Wr Wb,

Kenapa anda bingung kalau darurat militer diperpanjang lagi pak ustadz (Warwick)? Wong saya aja pingin cepat-cepat hijrah dari Aceh ke Jakarta, kumpul keluarga, bisa menyalurkan hobby apa saja daripada harus ngurusin para calon pengguni sorga (katanya) tapi aneh calon pengguni sorga kok tempatnya di hutan-hutan belantara, di rawa-rawa, bersenjata, yang digunakan untuk memeras saudaranya, kalau tidak diberi digunakan untuk menghabisi nyawanya. Pak ustadz apa memang demikian ajaran para calon pengguni sorga, tolong deh pak ustadz diceritakan kebenarannya kalau memang pak ustadz takut masuk neraka jahanan.

Wasalam

Ditya

dityaaceh_2003@yahoo.com
ACEH NAD
----------