Stockholm, 22 April 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

DITYA ITU DM BUKAN OBAT MELAINKAN RACUN BAGI RAKYAT DAN NEGERI ACEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

DITYA SOEDARSONO ITU DARURAT MILITER BUKAN OBAT MELAINKAN RACUN BAGI RAKYAT DAN NEGERI ACEH

"Kang Mamad kenape lu yang bingung dengan adanya rakyat, ulama, atau siapapun yang minta Darmil diperpanjang? Nach anda yang biasanya menghujat Megawati sekarang senang karena beliau akan menurunkan status darurat militer menjadi darurat sipil atau apapun namanya. Disini terlihat bahwa ternyata anda adalah seorang yang tidak memiliki kebribadian, begitu mudahnya diombang-ambingkan oleh gelombang isue oleh karena itu anda terlalu mudah berprasangka buruk pada orang lain yang sekiranya menurut orang lain pula bahwa si orang lain itu akan menghancurkan atau akan memberi sesuatu rezeki kepada anda. Lebih baik anda ambil air wudhu, lantas sholat hajad, atau sholat tahajud, dan atau sholat istikhara tetapi yang paling cocok buat anda adalah sholat "taubatan nasuha" agar anda tidak gampang berprasangka buruk pada orang lain yang mungkin tidak seide, sepikiran, sejawat, sepengusiran, dan atau bahkan sepembuangan sampah kali dibuang-buang. Kang Mamad, anda tak perlu bingung-lah, memikirkan permasalahan di Aceh ini, biarlah semua berlalu dan bejalan sesuai ketentuan Allah, direkayasa atau tidak, apabila hal itu sudah terjadi semua itu kehendak Illahi. Anda akan buang-buang energi saja, apalagi anda teriak-teriak sambil ngumpet dibiliknya orang non muslim." (Ditya Soedarsono , dityaaceh_2003@yahoo.com , Thu, 22 Apr 2004 03:18:50 -0700 (PDT))

Baiklah Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Kolonel Laut Ditya Soedarsono.

Jelas, Kolonel Laut Ditya Soedarsono, itu kang Ahmad adalah seorang gentleman. Kalau memang itu Presiden Megawati akan mencabut darurat militer, usaha itu kang Ahmad hargai. Karena memang kang Ahmad menginginkan itu Keppres No.28/2003 dan Keppres No.43/2003 harus segera dicabut.

Jadi kalau Presiden Megawati menyatakan: "baiklah Pak Dirman itu Keppres No.28/2003 akan kami segera cabut, sesuai dengan keinginan Pak Dirman, agar rakyat Aceh sedikit merasa aman". Jelas itu usaha pencabutan Keppres No.28/2003 kang Ahmad hargai. Itulah salah satu caranya kalau mau damai di Negeri Aceh.

Tetapi, celakanya, itu KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, Dirjen Potensi Pertahanan (Pothan), Laksamana Muda TNI Darmawan, bersama Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen Endang Suwarya, Pangkoops TNI Brigjen TNI George Toitsutta, tidak ketinggalan Kolonel Laut Ditya Soedarsono masih ingin terus menjalankan bisnis Keppres No.28/2003 di Negeri Aceh. Sehingga para ulama dan rakyat Aceh digoyang-goyang agar supaya menyuarakan tuntutan darurat militer diperpanjang.

Dan itu Kolonel laut Ditya Soedarsono langsung saja mengatakan: "Nach anda yang biasanya menghujat Megawati sekarang senang karena beliau akan menurunkan status darurat militer menjadi darurat sipil atau apapun namanya. Disini terlihat bahwa ternyata anda adalah seorang yang tidak memiliki kebribadian, begitu mudahnya diombang-ambingkan oleh gelombang isue".

Eh, Kolonel Laut Ditya, kang Ahmad memang senang, itu Keppres No.28/2003 akan dicabut, karena dari sejak lama menuntut itu Keppres No.28/2003 harus segera dicabut.

Itu bukan berarti kang Ahmad "adalah seorang yang tidak memiliki kebribadian", disebabkan kang Ahmad setuju kebijaksanaan Megawati mengenai pencabutan Keppres No.28/2003, dan menentang kebijaksanaan memperpanjang Keppres No.28/2003 seperti yang disponsori oleh KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, Dirjen Potensi Pertahanan (Pothan), Laksamana Muda TNI Darmawan, bersama Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen Endang Suwarya, dan Pangkoops TNI Brigjen TNI George Toitsutta.

Kemudian, kang Ahmad mengatakan: "yang menginginkan darurat militer diperpanjang itu adalah pihak TNI/POLRI, khususnya Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal (Pol) Da'i Bachtiar, Dirjen Potensi Pertahanan (Pothan), Laksamana Muda TNI Darmawan, Pangkoops TNI Brigjen TNI George Toitsutta, Staf Ahli Depertemen Pertahanan (Dephan), Profesor Pranowo, Direktur Kesadaran Bela Negara Dephan, Brigjen TNI Ibnu Hajar, sejumlah perwira lainnya dari Mabes TNI, Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen Endang Suwarya, termasuk Kolonel Laut Ditya Soedarsono sendiri."

Jelas, itu bukan sangkaan buruk dari kang Ahmad, melainkan memang suatu kenyataan.

Coba sokong dan dukung itu pencabutan Keppres No.28/2003, jangan dihadang ditengah jalan, dengan memakai berbagai alasan, bahwa ulama dan rakyat Aceh telah menuntut perpanjangan darurat militer karena darurat militer sebagai obat, sehingga Keppres No.28/2003 tidak perlu dicabut, melainkan diperpanjang saja enam bulan lagi. Padahal para ulama itu telah ketakutan pesantrennya akan diganggu oleh TNI/POLRI kalau tidak menuntut perpanjangan DM.

Kemudian, kalau itu Keppres No.28/2003 telah dicabut, tarik mundur semua pasukan TNI/POLRI/RAIDER yang telah dikirimkan sejak 19 Mei 2003 dari Negeri Aceh.

Selanjutnya, soal kang Ahmad membicarakan Negeri Aceh di mimbar bebas ini, jelas ini karena tanggung jawab seorang manusia yang melihat sesama manusia lainnya di negeri Aceh yang ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah oleh Pemerintah Asing. Dimana sikap dan tindakan kang Ahmad ini di jamin oleh dasar hukum internasional Pernyataan Umum Tentang Hak Hak Asasi manusia, Pasal 2: "Setiap orang berhak atas semua hak dan kebebasan-kebebasan yang tercantum di dalam Pernyataan ini tanpa perkecualian apapun, seperti ras, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, agama, politik atau pendapat yang berlainan, asal mula kebangsaan atau kemasyarakatan, hak milik, kelahiran ataupun kedudukan lain."

Terus, itu soal penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan Negeri Aceh oleh Presiden RIS Soekarno pada tanggal14 Agustus 1950 tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena "Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS Ar-Ra'd: 11)

Jadi, Kolonel Laut Ditya, apa yang telah dibuat oleh Soekarno terhadap negeri Aceh, tidak bisa begitu saja dilupakan dan dibiarkan, melainkan harus diselesaikan sampai keakar-akarnya, sebab, kalau tidak, berarti rakyat Aceh tidak mau merobah nasibnya dan keadaan negeri Aceh yang sedang diduduki dan dijajah oleh pihak NKRI.

Oleh karena itu, Kolonel Laut Ditya, itu kang Ahmad menyokong, membantu, mendukung, dan membela rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI adalah merupakan salah satu usaha yang telah diperintahkan Allah SWT agar merobah nasib bangsa Aceh yang telah dan sedang dijajah oleh Soekarno dan para penerusnya dari RIS dari sejak tanggal 14 Agustus 1950, yang telah dilebur menjadi RI dan menjelma menjadi NKRI pada tanggal 15 Agustus 1950.

Jadi Negeri Aceh yang sedang dituntut oleh rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI adalah bukan negara "bohong-bohongan", melainkan Negeri Aceh yang riil, jelas, nyata, dan benar, sedang dijajah oleh pihak NKRI atau RI.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Thu, 22 Apr 2004 03:18:50 -0700 (PDT)
From: Ditya Soedarsono dityaaceh_2003@yahoo.com
Subject: SUUDHON TELAH MENGGEROGOTI JIWA SEORANG USTADZ KHILAFAH ISLAM
To: ahmad_sudirman@hotmail.com
Cc: tang_ce@yahoo.com, asammameh@hotmail.com, om_puteh@hotmail.com, achehnews@yahoogroups.com, ilyas.abdullah@wanadoo.nl, fadlontripa@yahoo.com, balepanyak@yahoo.com.au, aneuk_pasee@yahoo.com

SUUDHON TELAH MENGGEROGOTI JIWA SEORANG USTADZ KHILAFAH ISLAM

Kang Mamad kenape lu yang bingung dengan adanya rakyat, ulama, atau siapapun yang minta Darmil diperpanjang?

Nach anda yang biasanya menghujat Megawati sekarang senang karena beliau akan menurunkan status darurat militer menjadi darurat sipil atau apapun namanya. Disini terlihat bahwa ternyata anda adalah seorang yang tidak memiliki kebribadian, begitu mudahnya diombang-ambingkan oleh gelombang isue oleh karena itu anda terlalu mudah berprasangka buruk pada orang lain yang sekiranya menurut orang lain pula bahwa si orang lain itu akan menghancurkan atau akan memberi sesuatu rezeki kepada anda.

Lebih baik anda ambil air wudhu, lantas sholat hajad, atau sholat tahajud, dan atau sholat istikhara tetapi yang paling cocok buat anda adalah sholat "TAUBATAN NASUHA" agar anda tidak gampang berprasangka buruk pada orang lain yang mungkin tidak seide, sepikiran, sejawat, sepengusiran, dan atau bahkan sepembuangan sampah kali dibuang-buang.

Kang Mamad, anda tak perlu bingung-lah, memikirkan permasalahan di Aceh ini, biarlah semua berlalu dan bejalan sesuai ketentuan Allah, direkayasa atau tidak, apabila hal itu sudah terjadi semua itu kehendak Illahi. Anda akan buang-buang energi saja, apalagi anda teriak-teriak sambil ngumpet dibiliknya orang non muslim.

Saya ingatkan lagi, tentunya apabila mau diingatkan, kalau tidak mau, emangnya gue pikirin, kang SUUDHON ama orang lain itu tidak baik, dan bisa menjurus ke FITNAH, anda kan tahu kang fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan, sebaiknya anda amalkan aja tuuuu Khilafah Islam saya yakin apabila anda sampaikan dengan keihklasan maka insya Allah surga jaminannya. Asal bukan sebaliknya. Anda mengamalkan khilafah Islam hanya sekedar Lipstik (PEMERAH BIBIR) atau GINCU, untuk menutupi keinginan buruk, jahat, bhatil, lahap, dan sebangsanya yang justru akan merusak dan menghacurkan kebahagiaan anda. Padahal setiap saat yang kita tidak tahu kapan akan terjadi pada siapapun termasuk anda untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah anda lakukan selama anda menggeluti kehidupan di dunia ini.

Daripada anda memperjuangkan bangsa dan negara bohong-bohongan termasuk barangkali pembicaraan anda yang juga sering boong-boongan, saya sarankan anda datang dan kembali ke Indonesia mari kita bangun negara dan bangsa yang beneran, bicara dan bekerja beneran, sehingga NKRI bisa bebas dari semua kekurangannya. Kekurangan itu bukan untuk dicemooh atau bahkan di sebarluaskan ke orang asing (eh sorry anda juga orang asing). Justru sebaliknya bagaimana caranya kekurangan itu kita perjuangkan, kita perbaiki, agar menjadi negara yang jaya, eh justru anda malahan ingin lepas dari NKRI (eh sorry lagi anda kan sudah lepas dari NKRI). Nah sebenarnya yang betul bin benar anda tidak perlu-lah urusin masalah lain orang. Itu namanya anda orang yang sok usil terhadap dapurnya orang lain, padahal belum tentu dapur anda lebih baik daripada dapur orang lain. (eh sorry lagi-lagi salah tentunya anda juga tak punya dapur kayak di Sumedang dulu).

Wasalam,

Ditya

dityaaceh_2003@yahoo.com
ACEH NAD
----------