New South Wales, 24 April 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

DM ALAT BISNIS TNI/POLRI DI ACHEH, ULAMA & RAKYAT ACHEH DIBOHONGI RYACUDU & DITYA
Muhammad Dahlan
New South Wales - AUSTRALIA.

 

JELAS ITU DM ALAT BISNIS TNI/POLRI DI ACHEH, ULAMA & RAKYAT ACHEH DIBOHONGI RYACUDU & DITYA

Mas Ditiya!
Bukannya bingung, tapi lucu, tentang rencana dan yang meminta perpanjangan DM penjajah NKRI di bumi bangsa Acheh.

Lucunya begini, dulu katanya TNI pasti sanggup menghadapi GAM dalam 6 bulan, ternyata harus diperpanjang sampai setahun. Nah sekarang minta perpanjangan lagi. Jadi dimana kredibelitas yang namanya TNI NKRI itu. Pada hal sudah dikirim pasukan yang paling top dalam sejarah penjajah NKRI. Kalau gue yang menyandang pangkat jendral dalam jajaran penjajah NKRI itu, gue pasti malu, dan gue akan mundur-diri dan gue tembak itu pembawa berita bohong dari perang Acheh. Termasuk ditya kalau dia memang tinggal dan mewakili serdadu penjajah NKRI di Acheh. Sebab selalu saja dalam pemberitaan mereka kepada para boss di jakarta, yang happy-happy saja. Seperti sekian anggota TNA telah terbunuh, ternyata semuanya masyarakat sipil.

Lucunya, tidak lah demikian dalam sejarah para jendral penjajah NKRI itu. Para jendral malah tertawa terbahak-bahak atas nyawa-nyawa prajuritnya yang mati di Acheh.

Lucunya lagi, para boss-boss mereka pun sambil mabuk-mabuk juga percaya dengan laporan itu dan tertawa terbahak-bahak. Tolol bukan?

Nah sekarang rencana perpanjangan DM, apa maksudnya dan ada apa dibalik itu, mungkin DM sebagai ladang KORUPSI. Ladang bussinis kroco-kroco yang tidak cukup gaji dan ladang untuk kenaikan pangkat, sebab kalau kenaikan pangkat lewat pendidikan, jelas tidak mampu, lucu sekali bukan?

Tambah ucunya lagi, si prajuritpun tidak tahu diri, masih juga terus membunuh rakyat sipil dan anak-anak dan perempuan, hanya untuk sekedar menghilangkan stress.

Demikian juga, pihak penerangannya terus saja mengeluarkan pernyataan2 bohong untuk menghidupkan semangat prajurit mereka yang sudah mati ditambah pula terus melarang para wartawan yang mau menyiarkan berita yang sebenarnya, yang jujur dan langsung dari lapangan.

Sdahlah Ditya, ngaku saja bahwa kamu tidak ada apa-apanya di Acheh dan dalam melawan keberanian bangsa Acheh yang ingin bebas dari penjajah NKRI. Ente jangan pura-pura, toh akhirnya akan menjadi penyakit terhadap diri ente sendiri dan keluarga ente. Kalau kemaren ente sering minta agar Ahmad Sudirman bertaubat, maka sekarang giliran ente sendiri yang harus bertaubat duluan, dari segala kebohongan ente selama ini. Ini lebih rusak dan lebih berdosa dari suudhan yang ente maksudkan itu.

Hai semua penajajah, cepat-cepatlah angkat kakimu dari bumi Acheh dan menemui keluarga kalian di kampung halaman kalian semua, kalau komandan kamu tidak memberikan perintah, hendaknya mengambil keputusan pribadi-pribadi agar kalian selamat, jangan mau DM diperpanjang, sebab akan menjadi malapetaka untuk kalian.
Selamat jalan prajurit!

Muhammad Dahlan

tang_ce@yahoo.com
New South Wales, Australia
----------

Date: Thu, 22 Apr 2004 03:18:50 -0700 (PDT)
From: Ditya Soedarsono dityaaceh_2003@yahoo.com
Subject: SUUDHON TELAH MENGGEROGOTI JIWA SEORANG USTADZ KHILAFAH ISLAM
To: ahmad_sudirman@hotmail.com
Cc: tang_ce@yahoo.com, asammameh@hotmail.com, om_puteh@hotmail.com, achehnews@yahoogroups.com, ilyas.abdullah@wanadoo.nl, fadlontripa@yahoo.com, balepanyak@yahoo.com.au, aneuk_pasee@yahoo.com

SUUDHON TELAH MENGGEROGOTI JIWA SEORANG USTADZ KHILAFAH ISLAM

Kang Mamad kenape lu yang bingung dengan adanya rakyat, ulama, atau siapapun yang minta Darmil diperpanjang?

Nach anda yang biasanya menghujat Megawati sekarang senang karena beliau akan menurunkan status darurat militer menjadi darurat sipil atau apapun namanya. Disini terlihat bahwa ternyata anda adalah seorang yang tidak memiliki kebribadian, begitu mudahnya diombang-ambingkan oleh gelombang isue oleh karena itu anda terlalu mudah berprasangka buruk pada orang lain yang sekiranya menurut orang lain pula bahwa si orang lain itu akan menghancurkan atau akan memberi sesuatu rezeki kepada anda.

Lebih baik anda ambil air wudhu, lantas sholat hajad, atau sholat tahajud, dan atau sholat istikhara tetapi yang paling cocok buat anda adalah sholat "TAUBATAN NASUHA" agar anda tidak gampang berprasangka buruk pada orang lain yang mungkin tidak seide, sepikiran, sejawat, sepengusiran, dan atau bahkan sepembuangan sampah kali dibuang-buang.

Kang Mamad, anda tak perlu bingung-lah, memikirkan permasalahan di Aceh ini, biarlah semua berlalu dan bejalan sesuai ketentuan Allah, direkayasa atau tidak, apabila hal itu sudah terjadi semua itu kehendak Illahi. Anda akan buang-buang energi saja, apalagi anda teriak-teriak sambil ngumpet dibiliknya orang non muslim.

Saya ingatkan lagi, tentunya apabila mau diingatkan, kalau tidak mau, emangnya gue pikirin, kang SUUDHON ama orang lain itu tidak baik, dan bisa menjurus ke FITNAH, anda kan tahu kang fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan, sebaiknya anda amalkan aja tuuuu Khilafah Islam saya yakin apabila anda sampaikan dengan keihklasan maka insya Allah surga jaminannya. Asal bukan sebaliknya. Anda mengamalkan khilafah Islam hanya sekedar Lipstik (PEMERAH BIBIR) atau GINCU, untuk menutupi keinginan buruk, jahat, bhatil, lahap, dan sebangsanya yang justru akan merusak dan menghacurkan kebahagiaan anda. Padahal setiap saat yang kita tidak tahu kapan akan terjadi pada siapapun termasuk anda untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah anda lakukan selama anda menggeluti kehidupan di dunia ini.

Daripada anda memperjuangkan bangsa dan negara bohong-bohongan termasuk barangkali pembicaraan anda yang juga sering boong-boongan, saya sarankan anda datang dan kembali ke Indonesia mari kita bangun negara dan bangsa yang beneran, bicara dan bekerja beneran, sehingga NKRI bisa bebas dari semua kekurangannya. Kekurangan itu bukan untuk dicemooh atau bahkan di sebarluaskan ke orang asing (eh sorry anda juga orang asing). Justru sebaliknya bagaimana caranya kekurangan itu kita perjuangkan, kita perbaiki, agar menjadi negara yang jaya, eh justru anda malahan ingin lepas dari NKRI (eh sorry lagi anda kan sudah lepas dari NKRI). Nah sebenarnya yang betul bin benar anda tidak perlu-lah urusin masalah lain orang. Itu namanya anda orang yang sok usil terhadap dapurnya orang lain, padahal belum tentu dapur anda lebih baik daripada dapur orang lain. (eh sorry lagi-lagi salah tentunya anda juga tak punya dapur kayak di Sumedang dulu).

Wasalam,

Ditya

dityaaceh_2003@yahoo.com
ACEH NAD
----------