Kutaradja, 28 April 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

DITYA & ENDANG TERUS JALANKAN TIPU MUSLIHAT DM TNI/POLRI DI ACHEH
Arna, Cut Keumalahayati
Kutaradja - ACHEH.

 

KELIHATAN ITU DITYA SOEDARSONO & ENDANG SUWARYA TERUS MENJALANKAN TIPU MUSLIHAT DM TNI/POLRI DI ACHEH

Saat ini bermacam issue menerpa Acheh. Kasak kusuk tentang perpanjang DM, pergantian DM menjadi Darurat Sipil (DS) menghiasi berbagai media, termasuk dalam lalulintas SMS. Berbagai berita yang tidak jelas sumbernya turut menghebohkan Acheh di penghujung DM yang gagal ini. Namun, di sela-sela issue, timbul pula beberapa kejadian yang menjadi bukti bahwa PDMD semakin kalap dan berupaya sekuat tenaga untuk memperpanjang DM di Acheh.

Diantaranya, semangat pihak militer mengungkap kasus korupsi di penghujung DM, dengan itu hendak ditunjukkan bahwa militer adalah pendekar rakyat. Kebohongan itu dengan mudah disingkap oleh kenyataan lain, salah-satunya berita tentang keterlibatan pihak PDMD dalam menikmati uang haram itu. Malah, dikabarkan sang jenderal pimpinan PDMD sampai menghadiahkan 'moto Sabang' kepada pacar gelapnya di Jakarta.

Usaha pembohongan publik di Indonesia dan Acheh dilakukan dengan cara sangat beragam. Seperti adanya laporan saksi mata di Banda Acheh, bahwa militer melakukan setting sandiwara, dengan pelaku utama para milisi pro TNI yang berpura-pura menghadang iring-iringan truck Brimob, menuntut Brimob agar tidak dipulangkan dari Acheh. Sumber ARNA di Acheh Besar mengatakan bahwa TNI menginstruksikan sandiwara itu untuk dilakonkan di depan wartawan, agar mereka menulis bahwa rakyat Acheh memang meminta perpanjangan DM.

Demikian pula beberapa kasus yang sangat memalukan terjadi di berbagai kawasan Acheh dan TNI menjadi tertawaan dunia. Seperti dilaporkan koran Analisa tanggal 27, bahwa Komandan Korem 011/Lilawangsa dalam sebuah kunjungannya ke Acheh Teumieng, menanyakan nama Gubernur Acheh kepada murid SD setempat. Dengan lantang dan semangat anak-anak SD tersebut menjawab "Tgk. Abdullah Syafiie !!". Muka Kolonel AY. Nasution langsung merah padam, dan sebelum pulang, dia sempat mengancam para guru, agar mengajarkan Pancasila dan lagu Indonesia Raya kepada murid murid sekolah. Hal ini salah satu bukti, bahwa nama Penglima Acheh yang telah syahid ditembak TNI itu masih membekas secara sangat dalam dihati anak anak Acheh.

Hal yang sangat memalukan lainnya, dalam menanggapi kabar tentang permintaan tambahan bukti dari kejaksaan Sweden atas kasus Dr. Muhammad Hasan Di Tiro, Dansatgaspen PDMD Kolonel Laut (E) Ditya Soedarsono mengatakan, "Kita sangat hormati keputusan Pemerintah Swedia menjadikan tiga tokoh GAM itu sebagai tersangka". Padahal menurut berbagai pihak yang ditemui ARNA, pihak kejaksaan Sweden belum melakukan langkah apapun terhadap Pimpinan Gerakan Acheh Merdeka. Kepincangan informasi dan upaya pembohongan dilakukan PDMD secara terus menerus untuk melemahkan moral para pejuang Acheh Merdeka.

Sumber ARNA di Stockholm, Linnéa Carlson, ketika ditanya masalah itu mengatakan," militer Indonesia mendapat informasi yang sesat dari pihak kementrian Luar Negeri mereka. Di negara kami hukum sangat dijunjung tinggi, dan pemerintah tidak boleh sembarangan dalam hal ini".

Bakhtiar Abdullah, jurubicara GAM di Sweden mengatakan kepada AFP kemarin,"Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada perubahan apa apa dalam kasus ini, dan kami sama sekali belum dihubungi oleh pihak kejaksaan". TNI tidak pernah berhenti berbohong. (MY-2-04028004)

Cut Keumalahayati

Acheh Revolutionary News Agency
arnanews@lycos.com
Kutaradja, Acheh
California, USA