Stockholm, 3 Mei 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

AKHIRNYA SAGIR ALVA TERJEREMBAB DAN MENYERAH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

AKHIRNYA KELIHATAN JELAS SAGIR ALVA TERJEREMBAB DAN MENYERAH

"Selamat petang saudara Ahmad. Bagaimana kabar anda sekarang ini? semoga anda kabar anda selalu baik-baik saja dan tetap dalam lindungan Allah SWT (amin). Dalam menjalankan pemerintahan dan pembenahan suatu negara, maka yang mengaturnya adalah negara yang bersangkutan, seperti Indonesia yang sekarang ini sedang sakit, maka yang membenahinya adalah masyarakat dan rakyatnya, bukan orang asing seperti saudara Ahmad cs, Om Puteh, Warwick, Dahlan dsbnya. Karena kalian adalah orang asing yang hanya taunya bikin kacau, kalian hanya taunya menambah racun kepada kami orang Indonesia, anda tidak pernah memberikan solusi yang baik. Dan kami tidak perlu racun dari anda. Yang kami perlukan adalah obat dari negara kami sendiri, termasuk didalam menyelesaikan masalah Aceh, Ambon, korupsi dsbnya, kami akan atasi dengan kekuatan bangsa kami, bukan orang asing." (Sagir Alva , melpone2002@yahoo.com , Sun, 2 May 2004 04:20:02 -0700 (PDT))

Baiklah saudara Sagir Alva di Selangor, Malaysia

Memang kelihatan jelas saudara Sagir Alva ini sudah kesulitan untuk mencari alat penumpas dan penangkis argumentasi yang dikemukakan oleh Ahmad Sudirman tentang penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan Negeri Aceh oleh Presiden RIS Soekarno pada tanggal 14 Agustus 1950 yang diteruskan oleh pihak NKRI sampai detik ini.

Karena saya perhatikan dan pelajari dari semua alasan yang dikemukakan oleh saudara Sagir Alva untuk mempertahankan penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan Negeri Aceh oleh Soekarno ini, ternyata semuanya dasar fakta, bukti, hukum, dan sejarahnya sangat lemah dan dangkal. Sehingga makin lama, saudara sagir makin kesusahan dan kesulitan untuk tetap mempertahankan penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan Negeri Aceh ini.

Dimana terlihat secara jelas, dalam tanggapannya kali ini, saudara Sagir menulis: "Dalam menjalankan pemerintahan dan pembenahan suatu negara, maka yang mengaturnya adalah negara yang bersangkutan, seperti Indonesia yang sekarang ini sedang sakit, maka yang membenahinya adalah masyarakat dan rakyatnya, bukan orang asing seperti saudara Ahmad cs, Om Puteh, Warwick, Dahlan dsbnya. Karena kalian adalah orang asing yang hanya taunya bikin kacau, kalian hanya taunya menambah racun kepada kami orang Indonesia, anda tidak pernah memberikan solusi yang baik"

Nah kelihatan sekali, saudara Sagir sudah kewalahan untuk tetap mempertahankan Penguasa Negara Pancasila atau NKRI guna terus menduduki dan menjajah Negeri Aceh, akibat dari semangat yang begitu kuat dan menggelora dari rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI.

Karena kuatnya argumentasi dasar fakta, bukti, hukum dan sejarah tentang penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan Negeri Aceh oleh Presiden RIS Soekarno yang diteruskan sampai saat ini oleh Presiden NKRI Megawati, maka para penerus Soekarno termasuk saudara Sagir Alva di Malaysia inipun sudah begitu kalangkabut, dan kewalahan dalam usaha mencari cara dan jalan guna menangkis argumentasi yang telah dikemukakan oleh pihak rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI.

Jadi, tanggapan yang disampaikan oleh saudara Sagir diatas itu kalau saya melihat dari sudut diplomasi, bisa disejajarkan dengan ungkapan: "rakyat dan negeri luar tidak perlu ikut campur dalam NKRI. Masalah dalam NKRI diselesaikan oleh rakyat dan pemerintah NKRI".

Nah disini, saudara Sagir tidak mau memahami atau sengaja melupakan, bahwa hakekatnya rakyat Aceh yang ada di luar Aceh adalah juga rakyat Aceh yang Negerinya telah diduduki dan dijajah oleh NKRI.

Dimana buah pikiran dan pandangan rakyat Aceh yang ada di luar Aceh, tentang akar masalah sebenarnya dari konflik Aceh ini, yang telah dikemukakan secara terbuka, semuanya itu bukan merupakan racun, melainkan suatu fakta, bukti, hukum, dan sejarah tentang penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan Negeri Aceh oleh RIS yang diteruskan oleh NKRI sampai detik sekarang ini.

Hanya, tentu saja, buah pikiran dan pandangan rakyat Aceh yang ada di luar Aceh, tentang akar masalah sebenarnya dari konflik Aceh ini, dianggap sebagai racun oleh saudara Sagir termasuk juga oleh pihak NKRI, karena memang dengan telah dikemukakan dasar argumentasi oleh rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI mengakibatkan benteng pertahanan Penguasa NKRI dalam hal pendudukan dan penjajahan di Negeri Aceh makin melemah dan bisa runtuh berantakan. Karena itulah saudara Sagir Alva dalam usaha mempertahankan benteng penjajahan di Negeri Aceh mengatakan: "saudara Ahmad cs, Om Puteh, Warwick, Dahlan dsbnya. Karena kalian adalah orang asing yang hanya taunya bikin kacau, kalian hanya taunya menambah racun kepada kami orang Indonesia".

Itulah jalan akhir dari saudara Sagir Alva yang sudah tidak mampu lagi mempertahankan dari serangan gelora semangat perjuangan yang tegar dari rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Sun, 2 May 2004 04:20:02 -0700 (PDT)
From: sagir alva melpone2002@yahoo.com
Subject: Yang membenahi Indonesia adalah orang Indonesia sendiri
To: ahmad@dataphone.se
Cc: melpone2002@yahoo.com, universityofwarwick@yahoo.co.uk, toto_wrsk@yahoo.com, sadanas@equate.com, warzain@yahoo.com

Ass.Wr.Wb.

Selamat petang saudara Ahmad. Bagaimana kabar anda sekarang ini? semoga anda kabar anda selalu baik-baik saja dan tetap dalam lindungan Allah SWT (amin). Dalam menjalankan pemerintahan dan pembenahan suatu negara, maka yang mengaturnya adalah negara yang bersangkutan, seperti Indonesia yang sekarang ini sedang sakit, maka yang membenahinya adalah masyarakat dan rakyatnya, bukan orang asing seperti saudara Ahmad cs, Om Puteh, Warwick, Dahlan dsbnya.

Karena kalian adalah orang asing yang hanya taunya bikin kacau, kalian hanya taunya menambah racun kepada kami orang Indonesia, anda tidak pernah memberikan solusi yang baik. Dan kami tidak perlu racun dari anda. Yang kami perlukan adalah obat dari negara kami sendiri, termasuk didalam menyelesaikan masalah Aceh, Ambon, korupsi dsbnya, kami akan atasi dengan kekuatan bangsa kami, bukan orang asing.

Dan terutama untuk saudara Warwick, anda seorang pelajar, anda seorang mahasiswa, tetapi tidak punya sopan santun, tidak punya budi pekerti dan anda, sikap anda tidak dewasa sebagaimana layaknya pelajar. Anda mengatakan orang lain monyet dan sebagainya, bagi saya sesungguhnya orang yang mencela orang lain dengan kata-kata monyet dsbnya, sesungguhnya dia sendirilah yang seperti monyet dsbnya. Dan hal seperti tak usah ditanggapi, karena buang energi, anjing mengonggong biarlah kafilah berlalu.

Demikianlah tanggapan yang dapat saya sampaikan kepada peserta mimbar, jika ada yang tersinggung atas ucapan saya, saya mohon ma'af dan terima kasih atas tanggapan yang diberikan kepada saya, baik tanggapan yang negatif atau positif.

Wassalam

Sagir Alva

melpone2002@yahoo.com
Universitas Kebangsaan Malaysia
Selangor, Malaysia
----------