Stockholm, 4 Mei 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

PRESIDEN NKRI KE-6 PRESIDEN JAWA PENERUS PENCAPLOK NEGERI ACEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

SUDAH JELAS ITU PRESIDEN NKRI KE-6 ADALAH PRESIDEN JAWA PENERUS SOEKARNO PENCAPLOK NEGERI ACEH

Makin hari, makin jelas, memang NKRI itu dikuasai oleh orang yang tinggal di Jawa. Bagaimana tidak ?

Coba perhatikan, sampai hari ini, 4 Mei 2004, itu penghitungan suara hasil Pemilu 5 April 2004 yang telah dihitung dan dipublikasikan dalam situs Komisi Pemilihan Umum (KPU) berjumlah 93,282,955 suara. Dimana jumlah suara yang dikumpulkan dari Pulau Jawa ditambah Bali berjumlah 66,166,974 suara atau sama dengan 70,93 % dari seluruh suara yang telah dihitung.

Nah, dari sini saja, sudah bisa dibayangkan, bahwa para pemilih yang akan memilih Presiden dan Wakil Presiden NKRI ke-6 pada tanggal 5 Juli 2004 itu mayoritas adalah orang-orang yang tinggal di Pulau Jawa dan Bali. Atau dengan kata lain, Presiden dan Wakil Presiden yang akan dipilih adalah ditentukan oleh para pemilih yang tinggal dan berpenduduk di Pulau Jawa dan Bali.

Karena itu, yang akan menjadi Presiden dan Wakil Presiden NKRI ke-6 adalah tentu saja orang-orang Jawa, seperti Wiranto dari Golkar yang akan dikepit oleh Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Salahuddin Wahid. Susilo Bambang Yudhoyono dari Partai Demokrat akan didorong oleh Jusuf Kalla asal Bone, Sulawesi Selatan. Megawati dari PDI-P yang juga akan dikepit oleh ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi. Plus Abdurrahman Wahid dari Partai Kebangkitan Bangsa, dan tidak ketinggalan Amien Rais (Amien bukan asli Jawa, keturunan Arab) dari PAN.

Kemudian, yang nampak jelas akan menjadi Presiden NKRI ke-6 ini adalah dari militer.

Pertama, itu Susilo Bambang Yudhoyono. Ia adalah arsitek yang membuat Keppres No.28/2003 dan Keppres No.43/2003 yang ditandatangani oleh Megawati, musuh utama rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI.

Kedua, itu Wiranto, mantan Panglima ABRI tangan kanan Soeharto pembasmi rakyat Aceh dan musuh besar rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI.

Sedangkan yang dari sipil hanya itu Mbak Mega yang menggaet ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi yang kemungkinan besar bisa bertarung melawan Wiranto dan SBY.

Adapun Amien Rais, Abdurrahman Wahid, dan Hamzah Haz asal Kalimantan ini, mereka bertiga sudah akan masuk kotak. Mereka bertiga hanya nafsu-nya saja yang besar tetapi tenaga-nya kurang.

Nah sekarang, bagi rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI siapa yang akan terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden NKRI ke-6 adalah sama saja. Mengapa ?

Karena Presiden dan Wakil Presiden NKRI yang akan datang ini adalah sama saja sebagai penerus Soekarno penelan, pencaplok, dan penjajah Negeri Aceh.

Coba perhatikan.

Susilo Bambang Yudhoyono arsitek pembuat Keppres No.28/2003 dan Keppres No.43/2003 musuh utama rakyat Aceh.
Wiranto tangan kanan Soeharto pembasmi dan pembunuh rakyat Aceh.
Megawati penipu, sama seperti ayahnya, Soekarno penipu licik, penelan, pencaplok, dan penjajah Negeri Aceh.
Abdurrahman Wahid, penipu dan pembohong tentang referendum.
Hamzah Haz, itu kerjanya hanya mengekor Mbak Megawati saja.
Amien Rais jangan ditanya, suara nyaring, tenaga kurang, soal Aceh pandainya hanya menggunakan militer saja.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se