Stockholm, 6 Mei 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

PIKIRAN KOLONEL LAUT DITYA SOEDARSONO SUDAH DICEKOKI OLEH SEJARAH SOEKARNO
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS KELIHATAN ITU KOLONEL LAUT DITYA SOEDARSONO SUDAH DICEKOKI OLEH SEJARAH SOEKARNO

"Anda hanya berikan pelajaran sejarah hanya sepotong-sepotong! Kang mamad apa yang anda ceritakan memang benar! Tetapi akan lebih benar lagi bila akang menceritakan sejarah Indonesia secara keseluruhan!. Bagaimana kang mamad faham maksud saya kalau masih tidak faham maka anda memang orang yang tidak pernah mau memahami saudaranya sendiri tetapi lebih faham terhadap faham orang asing yang telah memberikan naungang dan makan kepada saudara tentunya kalau saya tidak salah lho. Saya sih tidak memaksa anda untuk memahami apa yang saya katakan dan tuliskan dimilis ini mana mungkin!? wong kepada ketentuan Illahi saja anda masih sempat berkelit dan berkilah." (Ditya Soedarsono , dityaaceh_2003@yahoo.com , Thu, 6 May 2004 03:57:25 -0700 (PDT))

Baiklah Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Kolonel Laut Ditya Soedarsono.

Rupanya, memang Kolonel Laut Ditya sudah sedemikian dalam dipengaruhi oleh cerita sejarah Indonesia yang dibuat oleh Soekarno dan para penerusnya, terutama yang ada hubungannya dengan Negeri Aceh.

Buktinya, Kolonel Laut Ditya mengatakan: "Anda hanya berikan pelajaran sejarah hanya sepotong-sepotong! Kang mamad apa yang anda ceritakan memang benar! Tetapi akan lebih benar lagi bila akang menceritakan sejarah Indonesia secara keseluruhan".

Nah, padahal itu cerita mengenai sejarah Indonesia dari asal mula RI dibentuk, tumbuh, dan berkembang telah dikupas dalam mimbar bebas ini. Dimana kupasan-kupasan tentang asal mula RI dibentuk, tumbuh, dan berkembang telah disusun dengan rapi tanpa dirubah setitikpun dalam kumpulan tulisan di www.dataphone.se/~ahmad/opini.htm .

Jadi, kalau ada yang mengatakan bahwa Ahmad Sudirman tidak menuliskan sejarah Indonesia yang menyangkut asal mula dibentuknya RI, tumbuh dan berkembangnya secara keseluruhan, itu tandanya bahwa orang tersebut, termasuk Kolonel Laut Ditya masih tetap kuat mempertahankan penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan Negeri Aceh oleh pihak Soekarno dan para penerusnya sampai detik sekarang ini.

Coba perhatikan dari beberapa tulisan yang menyangkut sejarah Indonesia secara keseluruhan mengenai asal mula dibentuknya RI, tumbuh dan berkembangnya.

1. Kesultanan Aceh, RI, NII-Aceh dan NLFAS
http://www.dataphone.se/~ahmad/991128.htm

2. Tidak benar Aceh bersatu dengan Negara RI-Jawa-Yogya Soekarno
http://www.dataphone.se/~ahmad/030720.htm

3. Dukungan sebagian tokoh Aceh pada Soekarno tidak jadi dasar hukum bersatunya Aceh dengan RI-Jawa-Yogya
http://www.dataphone.se/~ahmad/030722b.htm

4. Pemalsuan sejarah yang dipaksakan untuk mengklaim Aceh masuk wilayah RI-Jawa-Yogya http://www.dataphone.se/~ahmad/030727.htm

5. Tato Suwarto pertahankan Soekarno menelan negara, daerah, negeri diluar negara RI-Jawa-Yogya http://www.dataphone.se/~ahmad/040219.htm

6. Tato Suwarto & Teuku Mirza kehabisan alasan akhirnya majukan Instruksi No.I/MBKD/1948 & pengibaran bendera merah putih
http://www.dataphone.se/~ahmad/040218c.htm

7. Tato Suwarto takut melihat fakta & bukti RI jadi Negara bagian RIS yang diakui kedaulatannya & mencaplok Aceh
http://www.dataphone.se/~ahmad/040217a.htm

8. Sumpah pemuda 28 Oktober 1928 bukan dasar hukum pembentukan NKRI http://www.dataphone.se/~ahmad/030924.htm

9. Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 bukan dasar hukum pembentukan NKRI melainkan manifestasi politik pemuda
http://www.dataphone.se/~ahmad/040129a.htm

10. Setelah perjanjian Linggajati 25 Maret 1947 Negara RI Soekarno makin terpuruk
http://www.dataphone.se/~ahmad/040203c.htm

11. Apa itu Peraturan Wakil Perdana Menteri Pengganti Peraturan Pemerintah No.8/DES/WKPM ? http://www.dataphone.se/~ahmad/040203.htm

12. Instruksi No.I/MBKD/1948 22 Desember 1948 tidak berisikan pengangkatan Gubernur Militer di Aceh
http://www.dataphone.se/~ahmad/040214c.htm

13. Pada 19 Desember 1948 secara de-facto & de-jure Negara RI 17 Agustus 1945 pimpinan Soekarno telah lenyap
http://www.ataphone.se/~ahmad/040130b.htm

14. Apabila PDRI tidak kembalikan mandat pada Moh.Hatta Negara RI secara de-facto & de-jure tidak akan hidup kembali
http://www.dataphone.se/~ahmad/040131a.htm

15. Negara RI-Jawa-Yogya lahir berdasarkan dasar hukum Perjanjian Renville dan Resolusi PBB No.67(1949)
http://www.dataphone.se/~ahmad/040213a.htm

16. Mengapa RI dipanggil RI-Jawa-Yogya?
http://www.dataphone.se/~ahmad/030730.htm

17. Aceh diluar Piagam Penyerahan Kedaulatan kepada RIS
http://www.dataphone.se/~ahmad/030909.htm

18. Perundingan antara RI dengan Sekutu dan Belanda dasar hukum pembentukan RI http://www.dataphone.se/~ahmad/031001.htm

19. Satu hari sebelum RIS lebur kedalam RI-Jawa-Yogya Soekarno caplok Aceh
http://www.dataphone.se/~ahmad/030814.htm

20. Soekarno rampas Aceh tuduh Daud Beureueh bangun negara dalam negara http://www.dataphone.se/~ahmad/030821a.htm

21. Soekarno telan Aceh pakai mulut Sumut
http://www.dataphone.se/~ahmad/030728.htm

Nah sekarang, kalau fakta, bukti, dasar hukum dan sejarah, tentang dibentuk RI, pertumbuhan dan perkembangannya dalam hubungannya dengan Negeri Aceh, yang telah saya kupas dalam tulisan tulisan tersebut diatas, masih juga Kolonel Laut Ditya menganggap bahwa sejarah Indonesia yang dijelaskan tersebut masih sepotong-sepotong, maka jelas itu menggambarkan bahwa Kolonel Laut Ditya masih terbelenggu oleh cerita sejarah yang dibuat Soekarno dan para penerusnya yang telah menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Negeri Aceh.

Kemudian, Kolonel Laut Ditya menulis: "wong kepada ketentuan Illahi saja anda masih sempat berkelit dan berkilah."

Nah kelihatan disini, itu Kolonel Laut Ditya mau mencoba menghubungkan para Capres NKRI ke-6 seperti Susilo Bambang Yudhoyono, Wiranto, Megawati, Abdurrahman Wahid, yang semuanya orang Jawa dengan ketentuan Illahi.

Bagaimana cara berpikir Kolonel Laut Ditya Soedarsono di negara Pancasila ini ?

Hasil Pemilu 5 April 2004 di Negara Pancasila yang menelorkan suara terbanyak untuk Golkar, disusul oleh PDI-P, diikuti oleh PKB, dan dibuntuti oleh PD, dan menghasilkan Capres Wiranto, Megawati, Abdurrahman Wahid, dan Susilo Bambang Yudhoyono, ternyata oleh Kolonel Laut Ditya dihubungkan hasil Pemilu 5 April 2004 dengan ketentuan Illahi. Sehingga ketika saya mengatakan: "yang akan menjadi Presiden dan Wakil Presiden NKRI ke-6 adalah tentu saja orang-orang Jawa". Eh, rupanya Kolonel Laut Ditya arek Suroboyo protes, bahwa "pikiran anda (Ahmad Sudirman) demikian sempitnya".

Kolonel Laut Ditya, janganlah menghubung-hubungkan Pemilu 5 April 2004, apalagi itu Pemilu di Negeri Aceh yang cacat hukum itu, dengan ketentuan Illahi. Jangan pula itu Negara Pancasila dengan dasarnya pancasila hasil utak atik Soekarno dihubung-hubungkan antara hasil Pemilu 5 April-nya dengan ketentuan Illahi, sehingga menelorkan Wiranto, Megawati, Abdurrahman Wahid, dan SBY, yang semuanya orang Jawa.

Seterusnya, Kolonel Laut Ditya mengatakan: "Kang mamad sudah setengah abad saya hidup di Indonesia tercintah ini, aku tidak pernah mendengar sesama muslim di Indonesia yang menyebutkan salam dengan salam "pancasila" ya kelihatanya itu hanya ilusi dan obsesi anda saja barangkali! kenapa anda risih dengan ucapan salam-salam yang lain itukan sesuai dengan kepercayaan dan agama mereka masing-masing".

Nah disinipun kelihatan Kolonel Laut Ditya, salah kaprah lagi. Mengapa ?

Karena ketika saya mengatakan: "itu adalah satu kewajiban bagi setiap muslim sebelum melakukan sesuatu diawali dengan menyebut nama Allah, bukan menyebut nama pancasila atau yang lainnya".
Itu artinya, dengan menyebut nama Allah sama dengan menyebut bismillah. Bukan menyebut assalam, seperti yang diartikan oleh Kolonel Laut Ditya.

Jadi, itu kewajiban bagi setiap muslim untuk menyebut bismillah, dengan nama Allah, bukan dengan nama pancasila atau yang lainnya, sebelum melakukan sesuatu.

Eh, rupanya, ketika Ahmad Sudirman menyatakan wajib bagi setiap muslim menyebut bismillah, ditafsirkan oleh Kolonel laut Ditya dengan: "Kang mamad sudah setengah abad saya hidup di Indonesia tercintah ini, aku tidak pernah mendengar sesama muslim di Indonesia yang menyebutkan salam dengan salam "pancasila".

Jelas, Kolonel Laut Ditya, mana ada orang di NKRI atau di Negara pancasila yang menyapa satu sama lain kalau bertemu dengan ucapan salam pancasila. Karena memang itu pancasila adalah racun hasil utak atik Soekarno penipu licik dan pencaplok Negeri Aceh melalui RIS lewat mulut Propinsi Sumatera Utara.

Jadi, Kolonel Laut Ditya, tidak perlu, membelok-belokan permasalahan penelanan, pencaplokan, pendudukan Negeri Aceh dengan macam-macam yang berbau racun Soekarno.

Selanjutnya, itu soal pindah ke Saudi Arabia, seperti yang dikemukakan oleh Kolonel Laut Ditya, jelas, bisa saja dilaksanakan. Insya Allah, jangan khawatir. Semua itu adalah bumi Allah.

Adapun mengenai soal yang diungkit-ungkit Kolonel Laut Ditya: "jangan sampai anda hanya kemas milis-milis cacian, makian, umpatan, telan-menelan dalam kemasan salam dan asma Allah!"

Jelas, dimimbar bebas ini, setiap peserta punya hak untuk mengemukakan pendapat, pemikiran, pandangan, argumentasi, sanggahan, bantahan, yang menyangkut masalah penjajahan di Negeri Aceh, referendum, dan hal-lain yang terjadi di Nusantara, dengan tanggung jawab masing-masing.

Kalau tidak mau diumpat jangan mengumpat. Kalau tidak mau dicaci jangan mencaci. Kalau tidak mau di maki jangan memaki. Pergunakan pikiran yang tenang, jernih, dan dingin.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Thu, 6 May 2004 03:57:25 -0700 (PDT)
From: Ditya Soedarsono dityaaceh_2003@yahoo.com
Subject: KANG MAMAD APA TIDAK JUSTRU ANDA YANG TUTUPI FAKTA
To: ahmad@dataphone.se
Cc: tang_ce@yahoo.com, asammameh@hotmail.com, om_puteh@hotmail.com,
achehnews@yahoogroups.com, ilyas.abdullah@wanadoo.nl, fadlontripa@yahoo.com, balepanyak@yahoo.com.au, aneuk_pasee@yahoo.com, alexandra_raihan@yahoo.com.sg, agus_smur@yahoo.com, afdalgama@hotmail.com, empun@lycos.com, info@atjehtimes.com, meurahsilu@hotmail.com, unsyiah@lycos.com, universityofwarwick@yahoo.co.uk, lantak@yahoogroups.com, langsakuta@hotmail.com, teuku_mirza@hotmail.com, sira_jaringan2000@yahoo.com, pdmdnad@telkom.net

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum Wr Wr,

KANG MAMAD APA TIDAK JUSTRU ANDA YANG TUTUPI FAKTA

Kenapa?
Karena anda hanya berikan pelajaran sejarah hanya sepotong-sepotong!
Kang mamad apa yang anda ceritakan memang benar! TETAPI AKAN LEBIH BENAR LAGI BILA AKANG MENCERITAKAN SEJARAH INDONESIA SECARA KESELURUHAN!

Bagaimana kang mamad faham maksud saya kalau masih tidak faham maka anda memang orang yang tidak pernah mau memahami saudaranya sendiri tetapi lebih faham terhadap faham orang asing yang telah memberikan naungang dan makan kepada saudara tentunya kalau saya tidak salah lho.

Saya sih tidak memaksa anda untuk memahami apa yang saya katakan dan tuliskan dimilis ini mana mungkin!? wong kepada ketentuan Illahi saja anda masih sempat berkelit dan berkilah.

contoh.
"Kemudian kalau saya mengatakan bahwa mayoritas para pemilih yang akan memilih Presiden dan Wakil Presiden NKRI ke-6 pada tanggal 5 Juli 2004 itu mayoritas adalah orang-orang yang tinggal di Pulau Jawa dan Bali. Dimana yang akan menjadi Presiden dan Wakil Presiden NKRI ke-6 adalah tentu saja orang-orang Jawa, seperti Wiranto, Salahuddin Wahid, Susilo Bambang Yudhoyono, Megawati, Hasyim Muzadi, Abdurrahman Wahid adalah memang satu fakta dan bukti yang benar dan terang." (Ahmad Sudirman)

ya tentu karena orang Jawa banyak, ya itulah ternyata pikiran anda demikian sempitnya.

Contoh lainnya.
"Kolonel Laut Ditya, itu adalah satu kewajiban bagi setiap muslim sebelum melakukan sesuatu diawali dengan menyebut nama Allah, bukan menyebut nama pancasila atau yang lainnya." (Ahmad Sudirman)

Kang mamad sudah setengah abad saya hidup di Indonesia tercintah ini, aku tidak pernah mendengar sesama muslim di Indonesia yang menyebutkan salam dengan salam "pancasila" ya kelihatanya itu hanya ilusi dan obsesi anda saja barangkali! kenapa anda risih dengan ucapan salam-salam yang lain itukan sesuai dengan kepercayaan dan agama mereka masing-masing masih ingat ngak dengan milis kang warwick tentang "LAKUM DINUKUM WALIYYADIN" (QS. AL KAAFIRUUN; 6) Tetapi kenapa anda tidak risih hidup di negeri yang jelas-jelas mayoritas agamanya bukan Muslim? seharusnya anda pindah dong ke AS tapi bukan AMERIKA SERIKAT yang benar ARAB SAUDI.

Saya tahu dan mengerti mengucapkan salam itu wajib tapi ikuti dong dengan tingkah-laku dan perbuatan dalam milis-milis saudara?

Jangan sampai anda hanya kemas milis-milis cacian, makian, umpatan, telan-menelan dalam kemasan SALAM dan ASMA ALLAH!

Jangan-jangan wajib salam anda lakukan....tetapi rutin hujatan dan caci-makian juga anda lemparkan. APA DEMIKIAN AJARAN DAN TUNTUNAN YANG DIBERIKAN OLEH NABI BESAR KITA MUHAMMAD SAW kang mamad?!

WASSALAM,

Ditya

dityaaceh_2003@yahoo.com
ACEH NAD
----------