Stockholm, 13 Mei 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

MANG ENDANG & DITYA SILAHKAN KELUAR DARI ACEH DM SUDAH HABIS
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MANG ENDANG SUWARYA DAN KOLONEL DITYA SOEDARSONO SILAHKAN SECEPATNYA KEMAS BARANG ANGKAT KOPOR PERGI KELUAR DARI ACEH DM SUDAH DIMASUKKAN DALAM KOTAK

"Prinsipnya sidang kabinet terbatas ini menyepakati statusnya diturunkan."(Menko Polkam ad interim Hari Sabarno, hasil sidang kabinet terbatas membahas masalah Aceh,Istana Negara Jakarta, Kamis, 13 Mei 2004)

Baiklah Penguasa Darurat Militer daerah Aceh Mayjen TNI Endang Suwarya dan Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Kolonel Laut Ditya Soedarsono.

Kolonel Laut Ditya dan Mang Endang, sebaiknya cepat berkemas, angkat barang, kumpulkan baju, masukkan dalam kopor, silahkan secepatnya tinggalkan Negeri Aceh.

Itu Presiden NKRI Megawati dalam sidang Kabinet terbatas hari ini, Kamis, 13 Mei 2004, telah memutuskan untuk tidak memperpanjang dasar hukum Keputusan Presiden RI nomor 28 tahun 2003 tentang pernyataan keadaan bahaya dengan tingkatan keadaan darurat militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang akan berakhir masanya pada tanggal 18 Mei 2004.

Jadi, Kolonel Laut Ditya dan Mang Endang, tidak perlu lagi banyak alasan, untuk menipu rakyat Aceh, yang jelas, rakyat Aceh sekarang sudah tidak bisa lagi dibodohi dan ditipu oleh Mang Endang dan Kolonel Laut Ditya.

Taktik penipuan yang telah dilakukan oleh Mang Endang dan Kolonel Laut Ditya agar Keppres No.28/2003 diperpanjang, ternyata itu hanyalah sebagai alat untuk bisnis TNI di Aceh saja.

Presiden Megawati telah menyadari bahwa rakyat Aceh dengan diterapkannya Darurat Militer justru makin sengsara dan makin tertekan. Karena itu, kalau memang ingin di Aceh itu aman, dan damai, maka segera juga cabut Keppres yang satu lagi yaitu Keputusan Presiden Republik Indonesia selaku Penguasa Darurat Militer Pusat Nomor 43 Tahun 2003 Tentang Pengaturan kegiatan Warga Negara Asing, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Jurnalis di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang ditetapkan dan diundangkan di Jakarta pada tanggal 16 Juni 2003.

Karena Keppres No.43/2003 itu adalah merupakan alat penutup Negeri Aceh dari penglihatan dunia Internasional.

Setelah itu, biarkan rakyat Aceh hidup bebas, jangan ditakut-takuti dengan berbagai macam cerita tidak benar tentang GAM.

Kemudian, itu yang namanya lima operasi terpadu, pemulihan keamanan, pemantapan pemerintahan, penegakan hukum, kemanusiaan, dan pemulihan ekonomi, serahkan kepada rakyat Aceh. Militer model Mang Endang dan Kolonel Laut Ditya tidak perlu dilibatkan lagi. Dan perlu juga itu Gubernur Abdullah Puteh suruh turun saja, karena itu masalah dugaan korupsi yang melekat pada dirinya perlu segera diselidiki dan diperiksa sampai tuntas. Karena kalau tidak, itu masalah korupsi di Pemda Aceh tidak akan tuntas.

Selanjutnya, para mahasiswa, kelompok cendekiawan, dan rakyat Aceh jangan lagi disumbat mulutnya, biarkan mereka mengemukakan keinginan hati dan cita-citanya untuk menentukan masa depan Negeri Aceh.

Pihak Penguasa Pusat jangan khawatir, kalau memang rakyat Aceh masih tetap ingin bersama dengan Mbak Mega, jelas mereka akan memilih tetap berada dalam sangkar NKRI. Tetapi, kalau rakyat Aceh itu sudah tidak kerasan dalam kurungan sangkar NKRI, maka biarkan mereka keluar dan terbang diatas Negerinya sendiri. Mbak Mega jangan ikut menguasainya lagi.

Terakhir, sekali lagi, silahkan Kolonel Laut Ditya Soedarsono, secepatnya cari ke kerja di Suroboyo sana. Dan Mang Endang silahkan pulang ke kampung di Bandung sana, itu peuyeum dan oncom telah menunggu Mang Endang.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk,
amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se