Stockholm, 14 Mei 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

DITYA SOEDARSONO TIDAK SADAR DIRINYA DIPAKAI ALAT UNTUK MENDUDUKI NEGERI ACEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KELIHATAN ITU DITYA SOEDARSONO TIDAK MENYADARI BAHWA DIRINYA DIPAKAI ALAT UNTUK MENDUDUKI NEGERI ACEH

"Kang Latif, masih ada waktu kembali ke jalan yang benar buat apa relung hati anda dihiasi dengan kedengkian, iri hati, kecewa dendam kesumat dll penyakit hati apa tidak sebaiknya serahkan semua itu kepada Allah SWT, hancurkan semua penyakit di hati saudara dengan rencong keichlasan karena kita semua tahu Hakim yang Maha Perkasa, Maha Agung, Maha Bijaksana, Maha Adil, dan Segala Maha yang DisandangNYA yang akan menyelesaikan semua yang anda inginkan tentunya kalau keinginan anda itu dibalut dengan tirai keichlasan dan bukan tirai nafsu syaiton." (Ditya Soedarsono , dityaaceh_2003@yahoo.com , Fri, 14 May 2004 03:54:04 -0700 (PDT))

Baiklah Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Kolonel Laut Ditya Soedarsono.

Makin lama saya perhatikan itu Kolonel Laut Ditya Soedarsono arek Suroboyo, makin kelihatan bahwa dirinya tidak menyadari telah dipakai sebagai alat untuk menduduki Negeri Aceh.

Saudara Ahmad Latif orang Aceh yang Negerinya ditelan dan dicaplok Soekarno dan dipertahankan sampai detik ini oleh Megawati, termasukoleh Kolonel Laut Ditya, dianggap orang yang dengki, iri hati, kecewa dendam kesumat.

Kolonel Laut Ditya, sebenarnya, justru Kolonel dengan TNI-nya yang telah dijadikan sebagai alat untuk terus menduduki Negeri Aceh. Kolonel Laut Ditya memang tidak menyadari dan memang otaknya telah dipenuhi oleh racun-racun penjajah Soekarno dan para penerusnya.

Kolonel Laut Ditya, tidak perlu membawa-bawa ayat-ayat Quran dengan tujuan untuk menutupi pendudukan dan penjajahan Negeri Aceh. Tidak ada gunanya, Kolonel. Itu dahulu, ketika Presiden RIS Soekarno menelan dan mencaplok Negeri Aceh tidak memakai dan membawa-bawa ayat Al Quran . Karena memang Soekarno sendiri tidak ingin Islam tegak di Nusantara ini. Soekarno lebih senang kepada ide nasionalisme, dan komunis, ketimbang kepada Islam.

Jadi Kolonel, janganlah terus menerus menipu rakyat Aceh dengan kedok ayat ayat Al Quran hanya untuk melanggengkan pendudukan dan penjajahan di Negeri Aceh.

Menuduh kesana-kesini dengan tuduhan dengki, iri hati, kecewa dendam kesumat. Itu tidak betul Kolonel. Karena justru Kolonel sendirilah yang menutupi kejahatan dan perampokan Negeri Aceh yang telah dijalankan oleh Soekarno dan para penerusnya termasuk Megawati sekarang ini.

Kolonel Laut Ditya, kalau memang sungguh ingin damai di Negeri Aceh, serahkan seluruhnya kepada rakyat Aceh. Silahkan Kolonel dengan semua TNI/POLRI yang ada di Negeri Aceh tarik kembali ke tempat asal di Jawa sana. Biarkan rakyat Aceh yang akan mengaturnya. Apalagi sekarang sudah akan diberlakukan darurat sipil. Itu penguasa sipil yang akan mengaturnya, bukan Penguasa Militer seperti Mang Endang Suwarya dan Kolonel Laut Ditya.

Tidak ada gunanya itu TNI terus ditempatkan di Negeri Aceh, kalau memang ingin damai di Aceh. Itu soal GAM, serahkan kepada seluruh rakyat Aceh. Tidak perlu TNI ikut lagi mengaturnya, karena memang Negeri Aceh adalah milik seluruh rakyat Aceh, bukan milik TNI, bukan milik Kolonel Laut Ditya, bukan milik Megawati, bukan milik Ryacudu, bukan milik Sutarto.

Jadi, Kolonel Laut Ditya, itu Negeri Aceh adalah Negeri yang telah ditelan dan dicaplok pihak RIS diteruskan oleh NKRI. Itu Negeri Aceh adalah milik seluruh rakyat Aceh. Karena itu biarkan itu seluruh rakyat Aceh yang akan menentukan masa depan Negerinya.

Kalau memang Megawati, Ryacudu, Sutarto, Amien Rais, Akbar Tandjung yakin bahwa Negeri Aceh itu milik NKRI, mengapa takut kalau rakyat Aceh menghendaki untuk menentukan sikap, apakah ingin tetap berada dalam sangkar NKRI atau memang sudah bosan berada dalam kurungan sangkar NKRI.

Karena itu, Kolonel Laut Ditya, jangan pura-pura alim, karena sudah ketahuan belang Kolonel, yaitu Kolonel adalah alat yang dipakai untuk terus menduduki Negeri Aceh.

Rakyat Aceh tidak bisa lagi ditipu Kolonel Laut Ditya. Semuanya hanya kebohongan yang dilambungkan oleh pihak NKRI, termasuk Mang Endang dan Kolonel Laut Ditya.

Karena itu silahkan angkat kaki dari Negeri Aceh. Tidak perlu terus menerus bercokol di Negeri Aceh. Karena Negeri Aceh adalah milik seluruh rakyat Aceh, jauh sebelum NKRI jelmaan RI terbentuk. Jauh sebelum Soekarno memproklamasikan RI. Jauh sebelum Presiden RIS Soekarno menelan dan mencaplok Negeri Aceh pada tanggal 14 Agustus 1950.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk,
amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Fri, 14 May 2004 03:54:04 -0700 (PDT)
From: Ditya Soedarsono dityaaceh_2003@yahoo.com
Subject: PENYAKIT HATI....DENGKI......MULUT TAK TERKUNCI.....INGAT MATI..!!!!!!
To: universityofwarwick@yahoo.co.uk
Cc: tang_ce@yahoo.com, asammameh@hotmail.com, om_puteh@hotmail.com, achehnews@yahoogroups.com, ilyas.abdullah@wanadoo.nl, fadlontripa@yahoo.com, balepanyak@yahoo.com.au, aneuk_pasee@yahoo.com

Assalamu'alaikum Wr Wb,

Kang latif.....masih ada waktu....kembali ke jalan yang benar.....buat apa relung hati anda dihiasi dengan kedengkian, iri hati, kecewa dendam kesumat dll penyakit hati.....apa tidak sebaiknya ...... serahkan semua itu kepada Allah SWT, hancurkan semua penyakit di hati saudara dengan rencong KEICHLASAN..... karena kita semua tahu Hakim yang Maha Perkasa, Maha Agung, Maha Bijaksana, Maha Adil, dan Segala Maha yang DisandangNYA yang akan menyelesaikan semua yang anda inginkan......tentunya kalau keinginan anda itu dibalut dengan tirai KEICHLASAN dan bukan tirai NAFSU SYAITON.

Wassalam,

Ditya

dityaaceh_2003@yahoo.com
ACEH NAD
----------