Stockholm, 15 Mei 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

KEMENANGAN TNA KETIKA MEMBEBASKAN TAHANAN TNA MELALUI GENCATAN SENJATA TERBATAS
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS KELIHATAN SATU KEMENANGAN BAGI TNA KETIKA MEMBEBASKAN TAHANAN TNA MELALUI GENCATAN SENJATA TERBATAS SELAMA 36 JAM

"Tidak ada operasi militer dalam waktu dua hari yang diberikan, saya setuju" (Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Ryamizard Ryacudu, Jakarta, 14 Mei 2004)

Akhirnya, TNI dibawah komando Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Ryamizard Ryacudu menyerah kepada pihak Panglima Komando Operasi TNA Wilayah Peureulak Teungku Ishak Daud.

Jelas, dalam hal pembebasan tahanan TNA di wilayah kekuasaan TNA di Peureulak, pihak TNI dibawah komando Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Ryamizard Ryacudu akhirnya harus mengakui keunggulan taktik dan strategi Panglima Komando Operasi TNA Wilayah Peureulak Teungku Ishak Daud.

Sebagaimana yang telah saya kemukakan sebelum ini, bahwa para tahanan TNA akan dibebaskan melalui cara gencatan senjata terbatas, dan diserahkan kepada Palang Merah Internasional (ICRC).

Sebagaimana yang telah disepakati bahwa pembebasan tahanan TNA wilayah Peureulak akan dibebaskan pada hari Sabtu, tanggal 15 Mei 2004 dengan melalui gencatan senjata 36 jam, dan diserahkan kepada pihak Palang Merah Internasional (ICRC). Ternyata terbukti, pada hari ini, Sabtu tanggal 15 Mei 2004, sebanyak 22 para tahanan TNA telah dibebaskan dan diserahkan kepada pihak Palang Merah Internasional (ICRC) di hutan yang letaknya kurang lebih 60 kilo dari kota Langsa, Aceh Timur.

Nah, disini menunjukkan bahwa pihak TNA tidak akan menghianati perjanjian apabila pihak TNI tidak melakukan penghianatan dan penipuan licik.

Dan sekarang terbukti bahwa janji pihak TNA untuk melepaskan para tahanan TNA telah dipenuhi berdasarkan perjanjian gencatan senjata terbatas dan diserahkan kepada pihak Palang Merah Internasional (ICRC).

Dan tentu saja, satu hal yang bisa diambil sebagi satu kesimpulan, yaitu, akhirnya pihak TNI dibawah pimpinan dan komando Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Ryamizard Ryacudu dalam hal pembebasan para tahanan TNA harus melalui persyaratan yang diajukan pihak TNA. Kalau tidak akan sulit bagi Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Ryamizard Ryacudu untuk membebaskan para tahanan TNA. Karena memang pihak TNA belum bisa dipunahkan oleh pihak TNI. Ini adalah satu fakta dan bukti yang jelas dan gamblang, bahwa memang benar TNA tidak bisa dihancurkan dan dikalahkan oleh pihak TNI.

Selamat untuk Tentara Negara Aceh dan selamat untuk Panglima Komando Operasi TNA Wilayah Peureulak Teungku Ishak Daud atas keberhasilan menjalankan taktik dan strategi perang modern menghadap TNI dibawah komando Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Ryamizard Ryacudu. Semoga rakyat Aceh dapat secepatnya meraih kembali Negerinya yang telah ditelan dan dicaplok oleh Soekarno yang dipertahankan sampai detik ini oleh Megawati dan Ryamizard Ryacudu.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk,
amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se