Stockholm, 17 Mei 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

REYZA, BAHTIAR & MUZAKKIR ITU PEMINDAHAN TAHANAN KE JAWA STRATEGI PENJAJAH RI ALA BELANDA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

REYZA, BAHTIAR & MUZAKKIR HARUS TAHU ITU PEMINDAHAN TAHANAN KE JAWA MERUPAKAN STRATEGI PENJAJAH RI ALA BELANDA

"Sabtu, 15 Mei 2004 para tahanan politik (Tapol/GAM) mulai didatang dari berbagai Lembaga pemasyarakatan (LP) yang ada di Aceh, diantaranya LP Sabang, LP Lhok Nga, LP Janthô dan LP Sigli, LP Bireuen, LP Meulaboh, LP Calang untuk dikumpulkan di LP Keudah. Menurut informasi sementara, tapol yang sudah dikumpulkan di LP Keudah-Banda Aceh berjumlah sekitar 170 orang. Urgent: Dari sekitar 170 orang yang hendak diasingkanitu, ada satu orang yang belum punya ketetapan hukum, karena sedang Kasasi,yaitu Abu Thaha (54) tahun, seorang pimpinan pesantren di KualaBatee, Blang Pidie, Acheh Selatan" (Reyza Zain warzain@yahoo.com ,Sun, 16 May 2004 08:43:10 -0700 (PDT))

"Bapak Ahmad yang terhormat, Apa kabar ?, maaf lama saya tidak berkirim berita lagi, tapi saya selalu membaca tulisan-tulisan Bapak di http://ahmad.swaramuslim.net dan http://www.dataphone.se/~ahmad/opini.htm .Berikut ini ada tulisan mass media NKRI yang mengingatkan peristiwa dahulu bagiamana sikap Penjajah Belanda pada Pejuang-pejuang Acheh. Semoga bermanfaat." (Bahtiar Rifai bahtiar_rifai@yahoo.com ,Sun, 16 May 2004 23:37:46 -0700 (PDT))

Terimakasih saudara Muzakkir Abdul Hamid di Stockholm, saudara Reyza Zain di Pennsylvania, USA dan saudara Bahtiar Rifai di Yogyakarta, Indonesia.

Kemaren, Minggu, 16 Mei 2004, saudara Reyza Zain dan saudara Muzakkir Abdul Hamid mengirimkan berita tentang akan dipindahkannya para tahanan politik pejuang Aceh dari LP di Negeri Aceh ke LP di Pulau Jawa. Kemudian hari ini, Senin, 17 Mei 2004, saudara Bahtiar Rifai mengirimkan berita yang sama.

Dimana bahkan ada dari salah seorang tahanan politik Aceh yang dipindahkan ke LP di Jawa itu yang belum punya ketetapan hukum, karena sedang kasasi, yaitu Abu Thaha (54) tahun, seorang pimpinan pesantren di KualaBatee, Blang Pidie, Acheh Selatan, seperti yang diungkapkan oleh saudara Reyza.

Sebenarnya bagi pihak penguasa NKRI atau RI atau RI-Jawa-Yogya ini tidak penting, apakah para tahanan politik Aceh ini sudah dijatuhi hukuman atau tidak, yang penting kalau memang dianggap sebagai GAM, maka sudah cukup untuk dimasukkan kedalam kelompok pembuat makar penentang penguasa NKRI atau RI atau RI-Jawa-Yogya.

Selanjutnya, karena memang pihak RI dari sejak Soekarno sampai Megawati sekarang ini tidak mampu mengalahkan para pejuang rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI atau RI-Jawa-Yogya ini, maka untuk melemahkan kekuatan pertahanan rakyat Aceh, dilakukanlah taktik dan strategi ala Belanda dulu, yaitu agar kekuatan ideologi yang mendasari perjuangan pembebasan Negeri Aceh dari Negara Pancasila ini melemah, perlu dipisahkan antara para pejuang Aceh dengan rakyatnya dan perlu dilakukan pencucian otak dengan memasukkan konsepsi pancasila dan UUD 1945 dengan segala macam perangkatnya.

Seterusnya, perlu dilakukan pengosongan Negeri Aceh dari para pejuang politik Aceh, sehingga kalau bisa yang tinggal hanya rakyat Aceh dan rakyat pendatang dari luar yang telah tinggal di Negeri Aceh, yang bisa diatur dan mudah diberi obat pelemah otak, supaya bisa terus mengikuti pihak penguasa daerah Aceh dan penguasa Pusat di Jakarta.

Jadi, dengan melalui tiga cara tersebut diatas, yaitu pemisahan para pejuang Aceh dari rakyat Aceh, pencucian otak, dan pengosongan daerah Aceh dari para pejuang Aceh, maka diharapkan penguasa daerah Aceh, khususnya Gubernur Aceh Abdullah Puteh, dan Presiden Megawati dengan TNI-nya bisa dengan leluasa terus menduduki dan menjajah Negeri Aceh.

Hanya penguasa daerah Aceh dan penguasa Pusat di Jakarta lupa, bahwa rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI atau RI-Jawa-Yogya itu adalah apabila satu pejuang Aceh hilang muncul sepuluh. Sepuluh pejuang Aceh hilang muncul seratus. Seratus pejuang Aceh hilang muncul seribu. Lihat saja, buktinya, mana bisa itu semangat dan ide para pejuang Aceh hilang begitu saja, walaupun sudah banyak para pejuang Aceh di masukkan kedalam LP.

Mengapa para pejuang Aceh ini tidak mengendor dan tidak melemah ? Jawabannya sangatlah sederhana, yaitu karena Negeri Aceh telah ditelan dan dicaplok Soekarno. Jadi selama Negeri Aceh itu masih dalam pendudukan penguasa NKRI atau RI-Jawa-Yogya, maka selama itu akan terus timbul semangat perjuangan rakyat Aceh untuk membebaskan Negerinya dari cengkraman dan pendudukan pihak NKRI atau RI-Jawa-Yogya.

Nah inilah yang dilupakan oleh pihak Abdullah Puteh, Megawati, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Ryamizard Ryacudu, Menko Polkam ad interim Hari Sabarno, Mayjen TNI Endang Suwarya, Kolonel Laut Ditya Soedarsono, Pangkoops Brigjen TNI George Tuisut, Akbar Tandjung, dan Amien Rais.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk,
amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Sun, 16 May 2004 08:43:10 -0700 (PDT)
From: Reyza Zain warzain@yahoo.com
Subject: urgent: berita dari penjara...
To: xwarzainx@yahoo.com

PARA TAPOL GAM DIKUMPULKAN DI LP KEUDAH

Sabtu, 15 Mei 2004 para tahanan politik (Tapol/GAM) mulai didatang dari berbagai Lembaga pemasyarakatan (LP) yang ada di Aceh, diantaranya LP Sabang, LP Lhok Nga, LP Janthô dan LP Sigli, LP Bireuen, LP Meulaboh, LP Calang untuk dikumpulkan di LP Keudah. Menurut informasi sementara, tapol yang sudah dikumpulkan di LP Keudah-Banda Aceh berjumlah sekitar 170 orang.

Pemindahan para tapol tersebut dari tahanannya masing-masing ke LP Keudah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada keluarga tapol. Aksi pemindahan/pengumpulan tersebut diduga kuat akan di evakuasi ke lua Aceh (pulau Jawa) pada Senin 17 Mei 2004 sebagaimana yang dilakukan sebelumnya terhadap beberapa tapol lainnya pada awal-awal Darurat militer diberlakukan.

Urgent: Dari sekitar 170 orang yang hendak diasingkanitu, ada satu orang yang BELUM PUNYA KETETAPAN HUKUM, karena sedang Kasasi,yaitu Abu Thaha (54) tahun, seorang pimpinan pesantren di KualaBatee, Blang Pidie, Acheh Selatan

Wasalam

Reyza Zain

warzain@yahoo.com
achehcenter@yahoo.com
ACHEH CENTER
PO BOX 6356, Harrisburg, Pennsylvania 17112. USA
----------

From:Muzakkir Abdul Hamid lampohawe@yahoo.com
Date:den 16 maj 2004 21:19:30
To:Ahmad Sudirman ahmad_sudirman@hotmail.com
Subject:Fwd: Berita dari tahanan Acheh: DIASINGKAN TANPA KETETAPAN HUKUM...

From: Bo Bo Ho
Date: Sun, 16 May 2004 08:59:11 -0700 (PDT)
Subject: Re: [PAGEU] Berita dari tahanan Acheh: DIASINGKAN TANPA KETETAPAN HUKUM...

Assalamualaikum wr wb

Berdasarkan sumber yang layak dipercaya di departemen kehakiman dan HAM, bahwa besok dan lusa akan dipindahkan 251 orang tahanan politik GAM ke Pulau Jawa melalui Bandara Blang Bintang dan Malikussaleh...

Saleum

BobOho
----------

Date: Sun, 16 May 2004 23:37:46 -0700 (PDT)
From: Bahtiar Rifai bahtiar_rifai@yahoo.com
Subject: Histeris Keluarga Warnai Keberangkatan Napi GAM ke Pulau Jawa
To: ahmad@dataphone.se
MIME-Version: 1.0

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

Bapak Ahmad yang terhormat,

Apa kabar ?, maaf lama saya tidak berkirim berita lagi, tapi saya selalu membaca tulisan-tulisan Bapak di http://ahmad.swaramuslim.net/ dan http://www.dataphone.se/~ahmad/opini.htm .

Berikut ini ada tulisan mass media NKRI yang mengingatkan peristiwa dahulu bagiamana sikap Penjajah Belanda pada Pejuang-pejuang Acheh. Semoga bermanfaat.

Wassalam.

Bahtiar Rifai

bahtiar_rifai@yahoo.com
Yogyakarta, Indonesia

http://www.suaramerdeka.com/cybernews/harian/0405/17/nas6.htm

Histeris Keluarga Warnai Keberangkatan Napi GAM ke Pulau Jawa

Banda Aceh, CyberNews. Jerit histeris sanak keluarga mewarnai keberangkatan puluhan narapidana (napi) puluhan anggota Gerakan Aceh Merdeka dari Lembaga Pemasyarakatan Keudah, Kota Banda Aceh menuju sejumlah LP di Pulau Jawa, Senin (17/5). Ratusan sanak keluarga napi anggota GAM terutama anak, isteri dan orang tua mereka itu telah berkumpul di depan LP Keudah, pusat Kota Banda Aceh sejak pukul 07.00 WIB.

Jerit tangis para keluarga itu mengundang perhatian warga yang melintas di depan LP Keudah. Bahkan salah seorang isteri napi GAM itu sempat pingsan ketika menyaksikan suaminya dinaikkan ke atas truk militer yang hendak diberangkatkan ke Bandara Iskandar Muda, Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar.

Salah seorang terpidana makar yang juga diberangkatkan ke Pulau Jawa itu adalah Ketua Presidium Sentra Informasi Referendum Aceh Muhammad Nazar SAg, yang mendapat hukuman lima tahun kurungan penjara.

Terpidana anggota separatis Hasan Tiro yang dipindahkan dari Aceh ke sejumlah LP di Pulau Jawa itu terhukum antara tiga hingga 19 tahun kurungan penjara. Sebelumnya sebanyak 152 napi GAM sedang menjalani hukuman di sejumlah LP di Pulau Jawa.

Kepala LP Kelas II A Keudah, AC Hendarmin, menjelaskan, sebanyak 171 terpidana makar anggota seperatis GAM itu dipindahkan ke sejumlah Lapas di Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah untuk menyelesaikan masa hukumannya. Ia menyebutkan ratusan terpidana makar itu diberangkatkan ke Pulau Jawa itu masing-masing sebanyak 136 melalui bandara Sultan Iskandar Muda Blang Bintang (Aceh Besar) dan 35 orang lewat bandara Malikussaleh, Kabupaten Aceh Utara.

Hendarmin menjelaskan bahwa para terpidana yang diberangkatkan lewat embarkasi Banda Aceh ke Pulau Jawa itu merupakan anggota GAM yang berasal dari LP Calang (Aceh Jaya), Sigli (Pidie), Bireuen, Meulaboh (Aceh Barat), Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Aceh Selatan, Aceh Besar, Sabang dan Banda Aceh.

Sedangkan yang diberangkatkan melalui bandara Malikussaleh adalah para tahanan dari Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Disebutkan, ratusan terpidana pemberontak GAM itu antara lain akan ditempatkan di LP Semarang, Pati, Magelang, Sragen, Pekalongan, Kendal, dan Surabaya. ( antara/cn05 )
----------