Stockholm, 17 Mei 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SEBENTAR LAGI MIRZA LEPASKAN BUNTUT MEGA LONCAT KE BUNTUT YUDHOYONO
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

ITU TEUKU MIRZA LEPAS DARI BUNTUT MBAK MEGA LONCAT KE BUNTUT YUDHOYONO

"Keliatannya mereka yang aktif di milist ini gantian, satu kali Ahmad Sudirman. Lain waktu Imah Nor, lain waktu lagi Dahlan, lain kesempatan Om Puteh, kali udah ngk cukup anggaran untuk nulis propaganda ? kayaknya kurang anggaran kali yee untuk menulis secara bersamaan sehingga agak menyulitkan keuangan GAM mana mau sich mereka nulis-nulis propaganda tanpa dibayar? sekarang Warwick aktif sekali nulis lagi giliran kali yach ? dan sekarang Om Puteh dan Ahmad Sudirman lagi istirahat dulu. Gerombolan GAM, emang tidak dibayar, tapi mereka diberi hak oleh Hasan Tiro untuk menculik, memeras, dan merampok, kan Aceh ini miliknya Hasan Leube Muhmmad Tanjong Bungong sehingga dia berhak untuk berbuat apa saja. Tapi kenapa ya segelintir orang-orang ini pada percaya ama Hasan Leube Muhammad Tanjong Bungong ? yach mungkin jg mereka nggak percaya tapi dibayar untuk percaya. Pengen tau juga dibayar berapa ya untuk satu kali penulisan propaganda ?" (Teuku Mirza, teuku_mirza2000@yahoo.com , Sun, 16 May 2004 21:57:38 -0700 (PDT))

Baiklah Teuku Mirza di Jakarta, Indonesia.

Bisa jadi, Teuku Mirza yang otaknya sudah termakan racun pancasila Soekarno, sebentar lagi akan melepaskan buntut Mbak Mega, loncat ke buntut Susilo Bambang Yudhoyono, kalau nasib baik SBY ini terpilih jadi Presiden NKRI atau RI atau RI-Jawa-Yogya. Ya, kalau SBY tidak terpilih, mungkin itu buntut Wiranto atau mungkin pula buntut Amien Rais yang akan dipeluknya erat-erat.

Pokoknya yang jelas bagi Teuku Mirza ini, siapa yang akan terpilih jadi Presiden NKRI atau RI atau RI-Jawa-Yogya ke-6 ini, maka kesanalah kepala Teuku Mirza menyeruduk, tangannya erat-erat memegang buntut Presiden RI-Jawa-Yogya tersebut sambil mulutnya kunyam kunyem berdendang, oh Acehku, oh Acehku, biarlah TNI dibawah Ryacudu yang akan mendekapmu.

Saya perhatikan dari sejak awal memang Teuku Mirza ini otaknya kosong dimakan serbuk racun pancasila hasil tumbukan Soekarno.

Coba saja perhatikan, begitu Teuku Lamkaruna Putra melambungkan analisa sumbang tentang jalur perjuangan Teungku Hasan Muhammad di Tiro, langsung saja disambut Teuku Mirza sambil mulutnya cengar cengir: "Kalo membaca tulisannya Teungku Lamkaruna Putra dapat disimpulkan salah satu ciri dari gerombolan GAM ini adalah pemutar-balikan fakta, manipulatif, dan teror"

Padahal itu tulisan Teungku Lamkaruna sendiri yang berbelok-belok, mencoba menunggingkan perjuangan Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Tetapi karena Ahmad Sudirman matanya terbuka dan otaknya sudah imun terhadap racun pancasila Soekarno, maka dengan sangat mudah, itu taktik pembelokan jalur perjuangan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dapat dilihat oleh Ahmad Sudirman, sehingga usaha Teungku Lamkaruna untuk membelokkan jalur perjuangan Teungku Hasan Muhammad di Tiro gagal.

Tetapi tentu saja, kalau Teuku Mirza yang melihat hasil analisa sumbang Teungku Lamkaruna Putra tentang jalur perjuangan Teungku Hasan Muhammad di Tiro ini, langsung saja disambutnya dengan dua tangan terbuka, sambil mulutnya ternganga.

Dan memang bisa dimengerti Teuku Mirza yang menyuruk di sudut kampus Universitas Indonesia di Depok sana itu, ketika melihat bertampilan rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasibnya sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI di mimbar beas ini, seperti Imah Nor, Omar Puteh, Mohammad Dahlan, Warwick, langsung saja mulutnya berkomentar: "Gerombolan GAM, emang tidak dibayar, tapi mereka diberi hak oleh Hasan Tiro untuk menculik, memeras, dan merampok, kan Aceh ini miliknya Hasan Leube Muhammad Tanjong Bungong, sehingga dia berhak untuk berbuat apa saja"

Padahal jelas yang menelan, mencaplok, merampok, menduduki, dan menjajah Negeri Aceh bukan Teungku Hasan Muhammad di Tiro, melainkan itu Presiden RIS Soekarno yang diteruskan oleh para penerusnya sampai sekarang ini.

Jelas, siapa yang perampok dan penjajah, Teungku Hasan Muhammad di Tiro Aceh atau Soekarno Jawa ?.

Ya jelas, jawabannya sangat mudah sekali, yaitu Soekarno Jawa yang bayangan buntutnya dipegang erat-erat oleh tangan kiri Teuku Mirza, sedangkan tangan kanannya memegang buntut Mbak Mega.

Jadi Teuku Mirza, tidak perlu banyak bicara tentang Negeri Aceh, kalau otak kosong termakan serbuk racun jamu pancasila hasil kocekan Soekarno. Karena suara Teuku Mirza adalah sama seperti suara Soekarno dan para penerusnya. Negeri Aceh yang dirampok Soekarno, dianggap milik RI-Jawa-yogya. Karena Negeri Aceh disamakan dengan sayur gudeg dari Yogyakarta.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk,
amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Sun, 16 May 2004 21:57:38 -0700 (PDT)
From: teuku mirza <teuku_mirza2000@yahoo.com>
Subject: Re: Fwd: Re: PENYAKIT HATI....DENGKI......MULUT MENCACI-MAKI.....INGAT MATI..!!!!!!
To: Ditya Soedarsono <dityaaceh_2003@yahoo.com>, universityofwarwick@yahoo.co.uk
Cc: tang_ce@yahoo.com, asammameh@hotmail.com, om_puteh@hotmail.com, achehnews@yahoogroups.com, ahmad@dataphone.se

Assalamu'alaikum Wr Wr
Ngk commen deh Pak.....Al Qur'an memang tidak pernah salah......... Heran euy ? bukannya warwick yang membawa-bawa islam untuk menyebarkan propaganda basi dan pemutar-balikan fakta ?

Keliatannya mereka yang aktif di milist ini gantian, satu kali Ahmad Sudirman, Lain waktu Imah Nor, lain waktu lagi Dahlan, lain kesempatan Om Puteh.....kali udah ngk cukup anggaran untuk nulis propaganda ? kayaknya kurang anggaran kali yee untuk menulis secara bersamaan sehingga agak menyulitkan keuangan GAM.......mana mau sich mereka nulis-nulis propaganda tanpa dibayar.....? sekarang warwick aktif sekali nulis.....lagi giliran kali yach ?............ dan sekarang Om Puteh dan Ahmad Sudirman lagi istirahat dulu.....

Gerombolan GAM, emang tidak dibayar, tapi mereka diberi hak oleh hasan tiro untuk menculik, memeras, dan merampok....kan Aceh ini miliknya hasan leube muhmmad tanjong bungong ..... sehingga dia berhak untuk berbuat apa saja...... Tapi kenapa ya segelintir orang-orang ini pada percaya ama hasan leube muhammad tanjong bungong ?.......yach mungkin jg mereka nggak percaya....tapi dibayar untuk percaya ..... Pengen tau juga dibayar berapa ya untuk satu kali penulisan propaganda ?

Wassalam

Teuku Mirza

teuku_mirza@hotmail.com
teuku_mirza2000@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------