Stockholm, 17 Mei 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUMITRO HARUS TAHU ITU YANG MENJUAL GANJA ADALAH ANGGOTA TNI BUKAN ANGGOTA GAM
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

YANG PERLU DIKETAHUI OLEH SUMITRO ITU BUKAN GAM YANG MENJUAL GANJA MELAINKAN ANGGOTA TNI

"Sampai sekarang saya masih belum mengerti kenapa Aceh menempuh berbagai macam cara untuk merdeka dari NKRI? seperti memaksa rakyat dan dunia usaha untuk menyumbang, merampok dll dan yang lebih saya tidak mengerti adalah dengan menjual ganja untuk membeli senjata? Padahal sudah jelas ganja itu haram bagi Islam..dan katanya Aceh itu serambi mekkah ? coba anda jelaskan kepada kami." (Sumitro, mitro@kpei.co.id , Mon, 17 May 2004 10:22:00 +0700)

Terimakasih saudara Sumitro di Jakarta, Indonesia.

Baiklah saudara Sumitro.

Itu rakyat Aceh yang sedang berjuang untuk menentukan nasibnya sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI atau RI arau RI-Jawa-Yogya telah berjuang lebih dari 50 tahun.

Sedangkan cara yang ditempuh oleh pihak rakyat Aceh dari sejak awal adalah dengan gerakan politik dan gerakan pertahanan diri dari serangan TNI.

Adapun soal sumbangan memang itu wajar. Kalau rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI menyadari bahwa perjuangan untuk pembebasan Negeri Aceh perlu pengorbanan, baik harta mapun jiwa. Jadi soal sumbangan itu hal yang biasa. Jangankan untuk perjuangan pembebasan Negeri Aceh, sedangkan untuk organisasi sosial biasa saja perlu dana iuran anggota.

Nah kalau menyinggung soal menjual ganja. Jelas, mana ada itu anggota ASNLF atau GAM terlibat dalam penjualan ganja. Paling yang jelas sudah terbukti yang menjual ganja dan mengedarkannya adalah anggota TNI.

Coba saja perhatikan.

"Seorang anggota TNI dari Kesatuan Zeni Tempur TNI Angkatan Darat dibekuk personel Kepolisian Resor Cimahi, Jawa Barat, Selasa (11/5). Dia diduga menjadi bagian dari sindikat pengedar ganja di Bandung dan Jakarta. Selain meringkus anggota TNI berinisial AM itu, polisi juga mencokok Burhanudin, Ade Rohana, Saeful, Mustafa, Junaedi, Emdan Daud, dan Fahmi. Dari mereka, polisi menyita 6,5 kilogram ganja sebagai barang bukti... Dari pengakuan Burhanudin, polisi meringkus anggota sindikat lainnya yang beroperasi di Bandung dan Jakarta. Ade, Saeful dan Mustafa diciduk di Jalan Cihampelas, Bandung. Adapun Junaedi, Emdan Daud, Fahmi serta AM dicokok di kawasan Cijantung, Jakarta Timur. Dari mereka disita lima kg ganja serta sebuah mobil yang diduga digunakan untuk beroperasi. Saat diperiksa, Mustafa mengaku setiap pekan biasa menjual lima kg ganja. Daun terlarang yang didatangkan dari Nanggroe Aceh Darussalam itu terlebih dahulu dititipkan di rumah AM sebelum kemudian dipasok ke berbagai tempat.(ICH/Patria Hidayat dan Taufik, http://www.liputan6.com/fullnews/77935.html )

Kemudian perhatikan juga.

"Tim Buru Sergap Kepolisian Resor Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, baru-baru ini, membekuk Kundori, anggota TNI Komando Resor Militer 102 Panju Panjang. Konduri ditangkap karena kedapatan membawa 10 butir pil ekstasi dan dua paket shabu-shabu. Untuk memperkuat bukti, polisi sempat menggeledah rumah tersangka di kawasan Panju Panjang. Kasus serupa juga pernah terjadi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kopral Kepala TNI Abdurahman ditangkap Tim Reserse Kriminal Kepolisian Kota Besar Banjarmasin, karena terbukti menjadi bandar besar narkoba. Dari rumah Abdurahman di Jalan Merpati, Banjarmasin Timur, polisi mendapati 1.200 butir pil ekstasi dan dua ons shabu-shabu sebagai barang bukti.(DNP/Ririen Binti, http://www.liputan6.com/fullnews/77777.html )

Jadi saudara Sumitro, sebelum saudara menuduh GAM menjual ganja, baca dulu hasil penangkapan para penjual dan pengedar ganja.

Yang jelas dan terbukti, itu pengedar dan penjual ganja adalah anggota TNI, bukan anggota GAM.
Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk,
amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: Sumitro <mitro@kpei.co.id>
To: ahmad@dataphone.se
Subject: Bagaimana
Date: Mon, 17 May 2004 10:22:00 +0700

Sampai sekarang saya masih belum mengerti kenapa Aceh menempuh berbagai macam cara untuk merdeka dari NKRI...? seperti memaksa rakyat dan dunia usaha untuk menyumbang, merampok dll dan yang lebih saya tidak mengerti adalah dengan menjual GANJA untuk membeli senjata...? padahal sudah jelas ganja itu haram bagi Islam..dan katanya Aceh itu serambi mekkah ? coba anda jelaskan kepada kami.

Terima kasih.

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------