Banda Acheh, 18 Mei 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

TEUKU MIRZA SEORANG LAMIET BERMAJIKAN LAMIET
Shahen Fasya
Banda Aceh - ACHEH.

 

MAKIN KELIHATAN ITU TEUKU MIRZA SEORANG LAMIET BERMAJIKAN LAMIET DAN BISA JADI TEUKU YANG DISANDANG MIRZA ADALAH TEUKU ASPAL

Hai Teuku Mirza, lu itu kalo ngomong pake otak dong, jangan pake nafsu. Janganlah lu ikutan ngebelain nafsu si penjajah Hindunesia/Jawanesia. Kalo lu nggak mau berjuang tuk kemerdekaan Acheh, lu jangan menjelek-jelekkan para pejuang kemerdekaan Acheh. Karena apa yang lu katakan hari ini/esok hari itu akan jadi bumerang bagi lu sendiri. Gue sih cuman ingetin elo, agar lu itu nggak dijadiin sebagai kaki tangan/kaki busuk/antek penjajah Hindunesia/Jawanesia biadab itu.

Hai Teuku Mirza, dalam perjuangan ini kami nggak dibayar oleh siapapun, kami berjuang dengan niat yang tulus dan hati nurani kami telah berkata untuk berbuat sesuatu demi Acheh agar bangsa dan negeri Acheh terbebas dari kolonialis Indonesia-Jawa-Yogya. Jadi, apa yang lu katakan itu hanyalah fitnah belaka, karena lu itu memang suka menyebarkan fitnah sama halnya seperti majikan lu si drakula Hindunesia/Jawanesia/Indonesia-Jawa-Yogya yang hobinya menyebarkan fitnah dan doyan menumpahkan darah rakyat Acheh, dan suka merampok, mencuri dan menguras kekayaan alam Acheh. menjijikkan !!!

Memang, kelihatan sudah belang Teuku Mirza, bahwa Teuku Mirza itu tak ubahnya seekor cuak intelektual si lamiet (budak) Jawanesia yang tak punya hati nurani. Teuku Mirza itu gak peduli lagi akan nasib bangsa dan negeri Acheh yang notabene sebangsa dengannya, tapi Teuku Mirza itu hanya peduli akan nasib Tuan-nya si Jawanesia yang dulunya juga seorang lamiet (budak) Belanda. Sungguh aneh seorang lamiet (budak) mau, rela dan senang bermajikan seorang lamiet.

Terus terang saya meragukan gelar TEUKU yang anda (Mirza) sandang didepan nama anda (Mirza), jangan-2 gelar TEUKU itu anda (orang tua anda) peroleh melalui BELANDA ketika Belanda datang memerangi rakyat dan bangsa Acheh (dari tahun 1873 - 1942).

Oleh karena pengabdian orang tua anda sebagai cuak dan membantu si Kafir Belanda, maka Belanda memberikan gelar TEUKU itu kepada orang tua anda, sehingga anda sendiri merasa perlu untuk memakai gelar TEUKU didepan nama anda. (TEUKU ASPAL = TEUKU Asli tapi Palsu).

Trus, anda (Mirza) pun sekarang jadi cuak bagi Hindunesia/Jawanesia. Karena setahu saya bangsawan (keturunan Sultan) Acheh nggak pernah berkolaborasi dengan penjajah Belanda.

Jadi kalaupun anda sekarang membela/menjilat abis pantat si JAWANESIA itu saya kira mungkin itulah yang pantas dilakukan oleh seorang cuak/lamiet. Karena seperti pepatah Acheh : "Pakriban U Lagee nyan Minyeuk, Pakriban Du Lagee nyan Aneuk" (artinya : "bagaimana kelapa, begitu juga minyak", maksudnya kalo kelapanya bagus, maka minyaknya bagus, trus kalo kelapanya jelek, maka minyaknya juga jelek. Kemudian, "bagaimana orang tua, begitu juga anaknya". Maksudnya kalo orang tua-nya seorang pejuang, maka anaknya pasti akan jadi pejuang. Tapi kalo orang tuanya seorang penjilat/pengkhianat/ cuak/Lamiet, maka anaknya juga akan menjadi Penjilat/Pengkhianat/Cuak/Lamiet).

Wassalam

Shahen Fasya

rimueng_acheh@yahoo.com
Banda Acheh/Kutaraja - Acheh
----------

Date: Sun, 16 May 2004 21:57:38 -0700 (PDT)
From: teuku mirza teuku_mirza2000@yahoo.com
Subject: Re: Fwd: Re: PENYAKIT HATI....DENGKI......MULUT MENCACI-MAKI.....INGAT MATI..!!!!!!
To: Ditya Soedarsono <dityaaceh_2003@yahoo.com>, universityofwarwick@yahoo.co.uk Cc: tang_ce@yahoo.com, asammameh@hotmail.com, om_puteh@hotmail.com, rimueng_acheh@yahoo.com

Assalamu'alaikum Wr Wr

Ngk commen deh Pak.....Al Qur'an memang tidak pernah salah......... Heran euy ? bukannya warwick yang membawa-bawa islam untuk menyebarkan propaganda basi dan pemutar-balikan fakta ?

Keliatannya mereka yang aktif di milist ini gantian, satu kali Ahmad Sudirman, Lain waktu Imah Nor, lain waktu lagi Dahlan, lain kesempatan Om Puteh.....kali udah ngk cukup anggaran untuk nulis propaganda ? kayaknya kurang anggaran kali yee untuk menulis secara bersamaan sehingga agak menyulitkan keuangan GAM.......mana mau sich mereka nulis-nulis propaganda tanpa dibayar.....? sekarang warwick aktif sekali nulis.....lagi giliran kali yach ?............

dan sekarang Om Puteh dan Ahmad Sudirman lagi istirahat dulu.....

Gerombolan GAM, emang tidak dibayar, tapi mereka diberi hak oleh hasan tiro untuk menculik, memeras, dan merampok....kan Aceh ini miliknya hasan leube muhmmad tanjong bungong ..... sehingga dia berhak untuk berbuat apa saja......

Tapi kenapa ya segelintir orang-orang ini pada percaya ama hasan leube muhammad tanjong bungong ?.......yach mungkin jg mereka nggak percaya....tapi dibayar untuk percaya .....

Pengen tau juga dibayar berapa ya untuk satu kali penulisan propaganda ?

Wassalam

Teuku Mirza

teuku_mirza@hotmail.com
teuku_mirza2000@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------