Stockholm, 19 Mei 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

TGK ISHAK DAUD TELAH BUKTIKAN ITULAH PARA SANDERA GAM YANG DITUDUHKAN RYACUDU
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS TGK ISHAK DAUD TELAH MEMBUKTIKAN ITULAH PARA SANDERA GAM YANG DITUDUHKAN RYACUDU TERHADAP TNA/GAM

"Kami dari yayasan Ranub Lam Puan terlibat langsung dalam negosiasi dan pelaksanaan pembebasan sandera kemarin dan sempat bersama Tgk.Ishak Daud selama 3 hari . Misi kami adalah murni kemanusiaan dan atas permintaan ICRC membantu mereka dalam berunding dengan pihak GAM dalam nuansa keachehan yang kami coba ciptakan agar Tgk.Ishak jangan apriori dulu dengan hal2 yang diusulkan perunding ICRC yang nota bene berhidung panjang alias kapee . Walaupun alot Alhamdulillah selesai . Cuma ada satu pekerjaan rumah buat GAM , selain Feri Santoro yang dilihat dunia , para tahanan sipil lain sangat diragukan olrh banyak pihak bahwa itu bukanlah tahanan seperti yang selama ini dikira , akan tetapi orang2 biasa yang di rekayasa menjadi sandera/tahanan . Kami berpendapat GAM harus segera mengklarifikasinya kalau tidak kami2 yang selama ini tanpa pamrih sedikitpun hanya atas dasar kemanusiaan belaka akan merasa ikut terkecoh" (Dr.Teuku Lukmanul Hakim , dr_lukmanulhakim@yahoo.com ,Wed, 19 May 2004 00:23:59 -0700 (PDT)

"Sauadara Ahmad, ternyata apa yang anda kemukan tentang pembebasan sandera tidak tepat, karena ternyata apa yang dilakukan GAM ternyata tidak ikhlas dan tidak jujur. Mereka katanya mau melepaskan para sandera, tetapi apa yang terjadi? GAM malah menyerahkan penduduk desa kepada PMI untuk berobat. Anda boleh lihat dan komertari sepuasnya berita dari Serambi Indonesia rabu 19 Mei 2004 dibawah ini." (Sagir Alva , melpone2002@yahoo.com , Sun, 16 May 2004 22:18:27 -0700 (PDT))

Baiklah Teuku Lukmanul Hakim di Jakarta, Indonesia dan saudara Sagir Alva di Selangor, Malaysia.

Jelas terbukti sekarang bahwa Panglima Komando Operasi TNA Wilayah Peureulak Teungku Ishak Daud Sejak hari Sabtu, Minggu, dan Senin,15 - 17 Mei 2004 telah membebaskan para tahanan TNA yang telah dituduhkan oleh pihak RI khususnya oleh pihak TNI dibawah komando Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Ryamizard Ryacudu.

Kalau pihak RI khususnya pihak TNI bersama Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Ryamizard Ryacudu menganggap bahwa yang dibebaskan oleh TNA adalah bukan berstatus sandera, tapi hanya warga desa biasa. Itu hanyalah hal yang dicari-cari saja.

Mengapa ?

Karena, apa yang dituduhkan oleh pihak RI khususnya pihak Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Ryamizard Ryacudu dengan TNI-nya bahwa TNA dan GAM telah menyandera ratusan rakyat sipil yang tidak bersalah dan wartawan, maka dalam kenyataannya, apa yang dituduhkan oleh pihak Ryacudu adalah sekarang sudah terbukti.

Jelas, TNA itu sudah bersama rakyat Aceh. Bagaimana bisa rakyat Aceh yang sudah bersama TNA bisa dituduh sebagai sandera oleh pihak TNA.

Nah untuk membuktikan masalah tuduhan bahwa pihak TNA/GAM menyandera rakyat sipil yang tidak bedosa, maka pada hari Sabtu sampai hari Senin, telah diserahkan rakyat Aceh yang dituduh disandera oleh pihak TNA/GAM kepada pihak Palang Merah Internasional (ICRC).

Kemudian, setelah dibebaskan dan diserahkan para sandera GAM yang dituduhkan oleh RI dan TNI kepada pihak Palang Merah Internasional (ICRC), tiba-tiba dituduh dan dianggap bahwa para sandera TNA/GAM itu adalah bukan berstatus sandera.

Jadi sekarang terbukti bahwa propaganda yang disebar luaskan oleh pihak RI dan TNI keseluruh dunia bahwa TNA/GAM menyandera rakyat sipil yang tidak berdosa memang dalam kenyataannya setelah dibuktikan oleh Panglima Komando Operasi TNA Wilayah Peureulak Teungku Ishak Daud, itu yang dituduh para sandera TNA/GAM oleh pihak RI dan TNI ternyata dibantahnya sendiri oleh mereka dengan menyatakan bahwa yang dibebaskan dan diserahkan Teungku Ishak Daud itu bukan berstatus sandera. Kan lucu.

Rupanya pada pandangan pihak RI dan TNI kalau yang namanya sandera itu adalah disekap, ditortir, dibentak, disiksa. Eh, rupanya yang namanya sandera TNA/GAM adalah rakyat yang hidup bersama-sama TNA/GAM. Mana ada yang disiksa dan ditortir pihak TNA/GAM seperti yang dibayangkan oleh pihak RI dan TNI dan yang biasa dilakukan dalam penjara-penjara di NKRI.

Coba saja baca apa yang diceritakan oleh Kamerawan RCTI, Fery Santoro, yang ditahan selama 325 hari diperlakukan baik dan manusiawi oleh TNA/GAM tidak pernah mendapat indoktrinasi apa pun dari kelompok separatis itu "Mereka tidak pernah mendoktrin Bang Ersa dan saya. Selama 11 bulan disandera mereka tidak pernah kasar, kami malah dijaga oleh 20 orang bersenjata laras panjang. Satu-satunya kekasaran yang dilakukan kelompok penawannya adalah saat hari-hari pertama penyanderan pada 29 Juni 2003, yaitu dalam kesempatan interogasi yang dilakukan oleh kelompok itu. Selebihnya wajar-wajar saja" (Fery Santoro, jumpa pers di Ruang Serbaguna kantornya, di Jakarta, Selasa, 18 Mei 2004)

Nah kesimpulannya, mereka yang dianggap dan dituduh para sandera TNA/GAM oleh pihak RI dan TNI telah dibebaskan dan diserahkan oleh Panglima Komando Operasi TNA Wilayah Peureulak Teungku Ishak Daud kepada pihak Palang Merah Internasional (ICRC). Pihak TNA/GAM tidak memperlakukan kasar dan kejam para tahanannya. Karena mereka adalah rakyat Aceh juga. Para tahanan TNA/GAM tidak diperlakukan seperti para tahanan TNI yang disiksa, ditortir, bahkan ada yang dibunuh ketika sedang diperiksa dan interograsi.

Jadi, dari pihak TNA/GAM tidak ada yang disembunyikan karena fakta berbicara. Mantan para tahanan TNA adalah telah berbicara, bahwa keadaan mereka yang dituduh dan diangap sandera TNA/GAM oleh pihakRI dan TNI ternyata diluar dugaan mereka sendiri. Karena menurut pandangan pihak RI dan TNI mereka yang disandera TNA/GAM adalah sudah pasti disiksa, dikasari, dibentak-bentak dan dipukuli. Tetapi kenyataanya adalah bertolak belakang. Itulah yang telah dibuktikan oleh pihak TNA/GAM kepada dunia luar.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk,
amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Wed, 19 May 2004 00:23:59 -0700 (PDT)
From: lukman hakim dr_lukmanulhakim@yahoo.com
Subject: Re: KEMENANGAN TNA KETIKA MEMBEBASKAN TAHANAN TNA MELALUI GENCATAN SENJATA TERBATAS
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Assalamualaikum wr wb

Kami dari yayasan Ranub Lam Puan terlibat langsung dalam negosiasi dan pelaksanaan pembebasan sandera kemarin dan sempat bersama Tgk.Ishak Daud selama 3 hari . Misi kami adalah murni kemanusiaan dan atas permintaan ICRC membantu mereka dalam berunding dengan pihak GAM dalam nuansa keachehan yang kami coba ciptakan agar Tgk.Ishak jangan apriori dulu dengan hal2 yang diusulkan perunding ICRC yang nota bene berhidung panjang alias kapee . Walaupun alot Alhamdulillah selesai .

Cuma ada satu pekerjaan rumah buat GAM , selain Feri Santoro yang dilihat dunia , para tahanan sipil lain sangat diragukan olrh banyak pihak bahwa iti bukanlah tahanan seperti yang selama ini dikira , akan tetapi orang2 biasa yang di rekayasa menjadi sandera/tahanan . Kami berpendapat GAM harus segera mengklarifikasinya kalau tidak kami2 yang selama ini tanpa pamrih sedikitpun hanya atas dasar kemanusiaan belaka akan merasa ikut terkecoh .

Wassalam

Dr.Teuku Lukmanul Hakim

Ketua Umum Yayasan Ranub Lam Puan
dr_lukmanulhakim@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------

Date: Wed, 19 May 2004 01:23:03 -0700 (PDT)
From: sagir alva melpone2002@yahoo.com
Subject: GAM tidak jujur dan ikhlas
To: ahmad@dataphone.se
Cc: melpone2002@yahoo.com, sumatra_merdeka@yahoo.com, teuku_mirza2000@yahoo.com, om_puteh@hotmail.com, universityofwarwick@yahoo.co.uk, toto_wrks@yahoo.com, sadanas@equate.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, ruseb@algonet.se

Ass.Wr.Wb.

Selamat petang saudara Ahmad:) bagaimana kabar anda sekarang ini? Semoga anda sekeluarga senantiasa mendapat perlindungan Allah SWT.

Sauadara Ahmad, ternyata apa yang anda kemukan tentang pembebasan sandera tidak tepat, karena ternyata apa yang dilakukan GAM ternyata tidak ikhlas dan tidak jujur. Mereka katanya mau melepaskan para sandera, tetapi apa yang terjadi? GAM malah menyerahkan penduduk desa kepada PMI untuk berobat. Anda boleh lihat dan komertari sepuasnya berita dari Serambi Indonesia rabu 19 Mei 2004 dibawah ini.

Saya kira hanya inilah yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini, Dan saya mohon ma'af jika ada perkataan dan tulisan saya yang menyinggung perasaan peserta mimbar bebas ini, dan saya mengucapkan terima kasih atas kritikan yang diberikan kepada saya, baik yang negatif atau positif.

Wassalam

Sagir Alva

melpone2002@yahoo.com
Universitas Kebangsaan Malaysia
Selangor, Malaysia
----------

http://indomedia.com/serambi/2004/05/190504h2.htm

Kapendam Iskandarmuda:

120 Warga Sipil
Bukan Sandera GAM

BANDA ACEH - Pejabat (Pj) Kapendam Iskandar Muda, Mayor CAJ Ahmad Husein mengemukakan, sebanyak 120 warga sipil yang diserahkan GAM kepada PMI dan ICRC, dua hari lalu, di kawasan Kecamatan Peudawa, Aceh Timur, bukan berstatus sandera, tapi hanya warga desa biasa.

Keterangan ini juga dikuatkan lima dari 151 orang yang dibawa ke Langsa oleh pihak PMI/ICRC itu dalam jumpa wartawan, Selasa (18/5), serta keterangan Ketua PMI Pusat, Mar'ie Muhammad. "Sebagian besar dari orang-orang itu, memang bukan sandera," kata Mar'ie dalam teleconference dengan stasiun RCTI, Selasa malam, saat acara laporan khusus berupa wawancara dengan Ferry Santoro, juru kamera RCTI yang disandera GAM sejak akhir Juni lalu dan dibebaskan pada Minggu lalu.

Di Banda Aceh, Mayor Husein kepada wartawan mengatakan, berdasarkan temuan di lapangan, 120-an orang yang diserahkan GAM bersama Ferry Santoro, terindikasi bukan tahanan sebagaimana diklaim oleh pihak pemberontak GAM.

Menurutnya, dari masyarakat itu ada yang "membawa tas kecil berisi pakaian yang setrikaannya masih rapi." "Itu kan keadaan yang tidak lazim bagi tahanan yang berbulan-bulan disekap para gerilyawan," ujar Husein.

Menurut hasil investigasi, kata dia, sejumlah masyarakat sipil yang diserahkan GAM kepada ICRC/PMI tersebut mengaku berprofesi sebagai petani di desanya masing-masing. "Dan keterlibatan mereka sebagai sandera GAM masih dipertanyakan," tambah Husein.

Dijelaskannya, setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan menunjukkan adanya perbedaan tingkat kesehatan. "Kesehatan seratusan masyarakat sipil ini lebih baik daripada Ferry Santoro dan enam wartawan yang sempat bersama GAM tiga hari dua malam saat pembebasan Ferry," kata dia. Menurut Pj Kapendam IM, dari laporan PMI dan ICRC diperoleh berita bahwa ada masyarakat yang dikumpulkan di beberapa desa berdekatan dengan Lhok Jok, Kecamatan Peudawa, Aceh Timur.

"Saat anggota TNI di pos berpapasan dengan masyarakat ini bertanya tujuan kepergian yang berbondong-bondong tersebut, mereka menjawab akan pergi ke kendurian (pesta hajatan)," katanya seraya menyebut, "tahanan palsu" ini akan terus diselidiki oleh pihaknya dan jika sudah rinci maka akan dilaporkan pada pemerintah pusat.

Disuruh berobat
Di Langsa dilaporkan bahwa lima dari 151 orang yang diserahkan GAM pada PMI/ICRC menyatakan perlu mengklarifikasi penyebutan "sandera" terhadap mereka. Di antara mereka ada yang menyatakan keberatan disebut sandera. Warga sipil itu malah mengaku, keberadaan mereka di Langsa --dengan menumpang bus yang disiapkan PMI/ICRC-- karena disuruh untuk berobat.

Sayed Zakaria alias Yed Tam (52), warga Idi Rayeuk --seorang dari lima yang memberikan keterangan kepada wartawan-- mengaku, mereka bukan sandera. "Mereka adalah masyarakat sipil yang disuruh GAM untuk ikut dengan mobil PMI dan ICRC untuk berobat ke Langsa," katanya.

Tentang dirinya, Tam mengaku dia sudah sekitar tiga tahun bersama GAM setelah dia ditangkap dengan tuduhan cuak (mata-mata TNI, Red). Dia mengatakan tidak pernah berjumpa Ferry, kecuali hanya mendengar nama saja. "Mengenai tahanan GAM sebenarnya cukup banyak, setiap daerah ada tahanan GAM, tapi satu sama lain jarang saling kenal," katanya.

"Kecuali Ferry, semua warga lainnya itu bukan sandera GAM, tapi warga sipil yang diperintahkan untuk ikut bersama mobil PMI untuk berobat ke Kota Langsa," katanya lagi.

Keterangan Yed Tam diperkuat keterangan seorang ibu rumah tangga asal Bagok, Aceh Timur. Ia kelihatan bingung ketika ditanya berapa lama disandera GAM. "Saya nggak pernah disandera GAM. Ketika itu (sebelum berangkat ke Langsa, Red.), saya sedang di rumah. Ketika ada yang ajak pergi bersama anggota PMI untuk berobat ke Langsa, saya ikut karena memang saya sakit," katanya dengan bahasa Aceh yang kental.

Ibu rumah tangga itu mengaku sangat kecewa, karena setelah sampai di rumah sakit ternyata cerita jadi lain (disebut sandera, Red). "Saya memang ada penyakit jantung, mumpung ada kabar pengobatan gratis saya ikut aja," katanya.

Lain lagi pengakuan seorang lelaki dari sebuah desa di Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur. Lelaki itu mengaku disuruh kepala lorong berkumpul dengan sejumlah warga lain di sebuah meunasah. Setelah ramai, diperintahkan naik ke mobil PMI dan ICRC hingga akhirnya sampai di RSU Cut Meutia Langsa. Begitu juga pengakuan seorang pria dari Peurelak Barat. Ia bersedia ke Langsa karena ingin berobat dengan pihak PMI dan ICRC.

Dandim 0104 Aceh Timur, Letkol Inf Sunari kepada pers kemarin sore menegaskan kecuali Ferry Santoro, semua warga lainnya yang dijemput PMI dan ICRC adalah bukan sandera GAM, tapi mereka masyarakat biasa yang telah membaur dengan GAM.

"Semua itu merupakan rekayasa Ishak Daud untuk menunjukkan kepada dunia internasional bahwa gerakan mereka tidak mau menahan warga sipil. Warga sipil itu ditipu GAM. Ketika datang mobil PMI ke kampung, mereka menyebutkan bahwa PMI bekerja sama dengan ICRC ingin menyelamatkan warga yang kemungkinan khawatir tinggal di desa dan bila ada yang sakit akan diobati di salah satu RSU Langsa," katanya.

Dikembalikan
Sementara itu, sejumlah 14 warga dari 151 orang yang diserahkan GAM pada PMI dan ICRC, pada Selasa (18/5) sore telah dikembalikan ke desanya masing-masing. Selanjutnya, hari Rabu (19/5) ini sebanyak 137 orang lainnya akan dipulangkan melalui camat masing-masing.

Menurut keterangan yang diperoleh dari petugas Posko PMI Aceh Timur di Langsa, salah seorang dari 14 warga yang dipulangkan itu minta pulang sendiri setelah membuat surat pernyataan pada PMI. Sedangkan 137 orang lainnya, akan dipulangkan ke desa masing-masing, hari ini.

Sedangkan mereka yang masih berada di tangan PMI Aceh Timur mulai tadi malam, telah dipindahkan dari RSU Cut Mutia PTPN-I ke gedung Candhika Pramuka di Simpang Tugu Kota Langsa. Menyangkut konsumsi mereka itu masih ditanggung PMI Aceh Timur.(an/mis/ant)
----------