Stockholm, 21 Mei 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

RUSMANTO ITU AHMAD SUDIRMAN BUKAN SEPERTI AMRI BIN ABDUL WAHAB YANG MEMELUK RYACUDU
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

RUSMANTO ISMAIL PERLU TAHU ITU AHMAD SUDIRMAN BUKAN SEPERTI AMRI BIN ABDUL WAHAB YANG MEMELUK RYACUDU & SUTARTO

"Kang Mamad, nggeus lah sadar, insaf, minta hampura ka Gusti Alloh, kunaon kuring nyarankeun kawas kitu? tuda ambeh pikiran kang Mamad lempeng nteu neko-neko deui, mereun ti jero hate kang Mamad mah boga pikiran rek balik ka Indonesia, rek ninggalin si Hasan Muhammad Leube Tanjung Bungong, ngan kang Mamad malu, atuh nteu usah malu kang, tempo wae eta teungku Amri bin Abdul Wahab jeung saluruh anak buahna, nteu malu eta nyerahkeun dirina ka pemerintah RI. Nggeus lah kang dari pada terus-terusan nyere hate, lebih baik akang banyak-banyak zikir, ambeh racun nu nggeus ditanem si Hasan Muhammad Leube Tanjung Bungong cepet luntur, sakiye heula nya akang, lain waktu disambung deui ku abdi."(Rusmanto Ismail , toto_wrks@yahoo.com , Tue, 18 May 2004 23:15:50 -0700 (PDT))

Baiklah saudara Rusmanto Ismail di California, USA.

Jelas, saudara Rusmanto, Ahmad Sudirman selalu memohon pertolongan dan petunjuk kepada Allah SWT, maka itulah Ahmad Sudirman diberi ilmu oleh Allah SWT, sehingga bisa membaca, mempelajari, melihat apa yang telah dilakukan oleh Soekarno yang ternyata merupakan tindakan penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan Negeri Aceh. Seluruh rakyat di Negeri Aceh dan di RI telah dikecohnya oleh jalan cerita sejarah yang palsu dan tidak benar tentang Negeri Aceh hubungannya dengan RI atau NKRI buatan Soekarno dan para penerusnya.

Kemudian, Ahmad Sudirman itu bukan seperti Amri bin Abdul Wahab salah seorang yang termasuk empat juru runding GAM, Teungku Sofyan Ibrahim Tiba, Teungku Amni bin Ahmad Marzuki, Teuku Kamaruzzaman, yang pada hari Senin, tanggal 12 Mei 2003 telah membuat surat pernyataan menyerahkan diri diatas sehelai kertas bermaterai Rp 6.000,00. Kemudian Direktur Intelijen Polda NAD Kombes Pol. Rusli Saleh dan Brigjen (Mar.) Safzen Noerdin menjemput Amri bin Abdul Wahab ke Hotel Kuala Tripa untuk bersama-sama terbang ke Jakarta dengan pesawat Hercules bersama rombongan JSC Internasional yang dipimpin Mayjen Tanongsuk Tuvinun utusan senior JSC dari Thailand. Sesampai di Bandara Halim Perdanakusumah dijemput oleh asisten Intelijen Kasum TNI Brigjen (Mar.) Lutfi yang menjadi penanggung jawab keamanan Amri bin Abdul Wahab. Besoknya, Selasa, 13 Mei 2003 KSAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, dan Kapolda NAD Irjen Pol. Bahrumsyah di Banda Aceh mengakui adanya penyerahan diri Amri bin Abdul Wahab.

Seterusnya seminggu kemudian, 20 Mei 2003, atau satu hari setelah Keppres No.28/2003 diberlakukan di Negeri Aceh, itu Amri bin Abdul Wahab mulai bercerita dalam konferensi pers di Purna Graha, Kebayoran, Jakarta Selatan, yang isinya entah kemana-mana: "Cara-cara perjuangan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) telah melenceng dari tujuan semula. GAM kini telah melakukan penghalalan berbagai cara, yang pada akhirnya justru menyengsarakan rakyat Aceh. Saya mengajak kepada seluruh anggota GAM untuk menyerahkan diri kepada Pemerintah RI dan mengakui kedaulatan RI. Saya melihat GAM sudah melenceng dari garis utama mereka. GAM berbuat hanya untuk kepentingan kelompoknya sendiri, bukannya untuk rakyat Aceh. Mereka menghalalkan berbagai cara untuk kepentingan kelompoknya. Mereka menindas rakyat Aceh yang tidak mau ikut." (Amri bin Abdul Wahab, dalam konferensi pers di Purna Graha, Kebayoran, Jakarta Selatan, 20 Mei 2003)

Dimana kelihatan, itu yang dikemukakan oleh Amri bin Abdul Wahab adalah sama seperti suaranya KSAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu dan semua jajaran TNI.

Jadi, saudara Rusmanto Ismail, jelas itu Ahmad Sudirman, bukan model Amri bin Abdul Wahab. Dimana Ahmad Sudirman mengetahui perjuangan rakyat Aceh karena memang dipelajari, digali, dibongkar, diubrak abrik, dianalisa, dihayati dari segala sumber terutama dari sumber yang ditulis oleh pihak Sekretariat RI, disimpulkan, sehingga akhirnya terbukti bahwa memang benar itu Negeri Aceh ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah oleh pihak RIS dan diteruskan oleh pihak RI yang menjelma menjadi NKRI.

Nah, mana ada itu Amri bin Abdul Wahab mengetahui secara mendalam perjuangan sebenarnya rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI.

Karena itulah Amri bin Abdul Wahab dengan mudahnya memeluk KSAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu dan memegang buntut Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto.

Saudara Rusmanto Ismail, bukan Ahmad Sudirman yang malu kalau mau menyerah kepada Ryamizard Ryacudu dan Endriartono Sutarto, melainkan justru sebaliknya, pihak KSAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu dan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto yang sepatutnya malu dan perlu segera menyerahkan Negeri Aceh kepada seluruh rakyat Aceh. Bukan terus diduduki dan dijajah.

Dan seharusnya rakyat Aceh salut kepada perjuangan Teungku Hasan Muhammad di Tiro yang meneruskan pembebasan Negeri Aceh yang diduduki dan dijajah oleh pihak RI, bukan sebaliknya menghalangi perjuangannya, dengan berbagai cara dari mulai menghambat sampai mendukung TNI untuk terus menduduki dan menjajah Negeri Aceh.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk,
amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Tue, 18 May 2004 23:15:50 -0700 (PDT)
From: Rusmanto Ismail toto_wrks@yahoo.com
Subject: Re: RUSMANTO PERLU TAHU ITU AHMAD SUDIRMAN ANGKAT TANGAN DAN KAKI MENGHADAPI AGUS HERMAWAN
To: "Sadan AS (AgusHermawan) KUW" <sadanas@equate.com>, Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Ditya Soedarsono <dityaaceh_2003@yahoo.com>, Hidajat Sjarif <siliwangi27@hotmail.com>, Hudoyo <hudoyo@cbn.net.id>, Pontianak <editor@pontianak.wasantara.net.id>, PR <redaksi@pikiran-rakyat.com>, waspada <newsletter@waspada.co.id>, balipost <balipost@indo.net.id>, "Susilo.Sawaldi" <Susilo.Sawaldi@bhpsteel.com>, ahmad jibril <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, Hassan Wirajuda hassan.wirajuda@ties.itu.int

Assalamualaikum kang Agus, kang atuh sok bere nyaho ka kang Mamad, eta nu lumpuh lainna TNI tapi nu lumpuh mah atuh GSB (Gerakan Separatis Bersenjata), buktina nteu aya deui eta tentara GSB nu baku tembak jeung TNI, mereun sieun nya kang?

Kang Mamad, nggeus lah sadar, insaf, minta hampura ka Gusti Alloh, kunaon kuring nyarankeun kawas kitu? tuda ambeh pikiran kang Mamad lempeng nteu neko-neko deui, mereun ti jero hate kang Mamad mah boga pikiran rek balik ka Indonesia, rek ninggalin si Hasan Muhammad Leube Tanjung Bungong, ngan kang Mamad malu, atuh nteu usah malu kang, tempo wae eta teungku Amri bin Abdul Wahab jeung saluruh anak buahna, nteu malu eta nyerahkeun dirina ka pemerintah RI.

Nggeus lah kang dari pada terus-terusan nyere hate, lebih baik akang banyak-banyak zikir, ambeh racun nu nggeus ditanem si Hasan Muhammad Leube Tanjung Bungong cepet luntur, sakiye heula nya akang, lain waktu disambung deui ku abdi.

Rusmanto
4372386

toto_wrks@yahoo.com
California, US
----------