Stockholm, 24 Mei 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

HERMAWAN & KAMRASYID PELAJARI BAGAIMANA TIMBUL HIJRAH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

AGUS HERMAWAN & JAYADI KAMRASYID PELAJARI BAGAIMANA TIMBULNYA HIJRAH

"Hatur nuhun kang atas tanggapannya. Dari tujuannya sudah sangat berbeda, kalau Rasulullah saw berhijrah demi penegakan Islam, Ummat islam di muka bumi ini, sedangkan Hasan Tiro demi existensi Negara Aceh dan tidak ada hubungannya dengan penegakan Islam dan ummat Islam, apalagi ummat islam di muka bumi ini. Terus dari caranya aja sudah sangat berbeda. Kalau dulu Rasulullah saw berhijrah, Rasul berangkat belakangan, dan membiarkan para pengikutnya berangkat duluan, kecuali Ali ra dan Sayidina Umar, tapi Hasan Tiro ngacir duluan, dan meninggalkan pengikutnya di Aceh. Beda sekali, kan? Padahal Hasan Tiro ingin disebut penjaga dan penanggung jawab atas keselamatan pengikutnya. Aneh sekali ini teh?" (Agus Hermawan, sadanas@equate.com , 23 maj 2004 12:51:57)

"Tuan Ahmad semakin telmi (telat mikir) aja. Tak ada hubungan antara Rasulullah dan Hasan Tiro. Rasulullah dulu berhadapan dengan kafir yang tidak mengakui Tuhan. Hasan Tiro dengan GAM-nya membunuh saudara seagama...Marinir lagi sholat aja ditembakin. Gimana nih." (Jayadi Kamrasyid, JKamrasyid@aol.com , Sun, 23 May 2004 03:59:02 EDT)

Baiklah saudara Jayadi Kamrasyid di New Haven, Connecticut, USA dan saudara Agus Hermawan di Kuwait.

Saudara Agus Hermawan mengatakan: "Tolong diralat tulisan akang, karena yg saya tahu para sahabat itu engga pernah meminta izin untuk berhijrah ke Abyssinia, tapi Rasul sendiri yg menyuruh mereka berhijrah kesana, karena Rasul tahu bahwa Raja Abysinia waktu itu adalah seorang Nasrani yg taat, adil dan bijaksana.".

Begini saudara Agus Hermawan. Apa yang saya tulis didasarkan kepada sumber sejarah yang ditulis oleh Ibnu Sa'd dalam bukunya Ath-Thabaqat al-Kubra, Ibnu Khaldun dalam bukunya Tarikh, Ibnu Hisyam dalam bukunya As-Sirah an-Nabawiyyah, Ibnu Atsir dalam bukunya Al-Kamil fit-Tarikh. Dimana sumber-sumber buku sejarah itu dikutip oleh akhli sejarah India Dr. Majid Ali Khan dalam bukunya Muhammad The final Messenger, 1980, dan telah diterjemahkan pada tahun 1985, yang menyatakan bahwa ketika bangsa Quraisy terus-menerus melakukan penyiksaan sampai tak tertahankan oleh para pemeluk Islam yang baru, maka mereka datang menemui Nabi saw memohon izin untuk pergi ke negeri tetangga menyebrangi Laut Merah yakni ke Abyssinia (Ethiopia kini). Ia mengabulkan permohonan izin, pada bulan Rajab tahun ke lima kenabian, 15 orang (11 lelaki, 4 perempuan) berangkat ke Abyssinia." (Majid Ali Khan, Muhammad The final Messenger (Muhammad saw Rasul terakhir), Penerbit Pustaka Bandung, 1985, hal. 70).

Jadi berdasarkan sumber sejarah yang berupa fakta dan bukti diatas, maka tulisan yang telah saya tulis tentang hijrah ummat Islam ke Abyssinia pada tahun ke lima kenabian tidak saya ralat.

Selanjutnya, mengenai masalah timbulnya hijrah itu sendiri adalah diakibatkan oleh adanya penyiksaan terhadap ummat islam oleh pihak penguasa sampai tidak tertahankan, maka disaat itulah dilakukan hijrah.

Jadi, ketika pihak Soeharto dengan pancasilanya dan dengan kekuatan TNI-nya yang telah disumpah untuk taat kepada pancasila dan UUD 1945 menyiksa, menghancurkan dan memusnahkan ummat islam di Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI, maka disaat itulah dilakukan hijrah.

Kemudian, soal taktik dalam hijrah itu bisa berbeda, kalau dimasa Rasulullah pertama yang dikirimkan ke luar Mekkah, yaitu ke Abyssinia adalah para pemeluk Islam yang telah sedemikian disiksa oleh pihak penguasa Quraysi. Selanjutnya setelah orang orang Yatsrib melakukan ikrar Aqaba pertama pada tahun ke sebelas kenabian dan ikrar Aqaba kedua pada tahun kedua belas kenabian, maka terbukalah jalinan hubungan antara Mekkah dengan yatsrib, yang nantinya membuka jalan untuk hijrah dari Mekkah ke Yatsrib. Jadi, langkah Rasulullah membuka jalan hijrah ke Yatsrib adalah pertama telah dilakukankannya ikrar Aqaba pertama dan kedua. Baru setelah itu hijrah dilaksanakan peda tahun ketiga belas kenabian.

Sedangkan yang dilakukan oleh rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasibnya sendiri adalah, pertama Teungku Hasan Muhammad di Tiro mengadakan hubungan dengan Negara luar untuk tempat melakukan hijrah. Setelah ditempuh jalan oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro pintu hijrah keluar dari Aceh, maka disusul oleh rakyat Aceh yang telah ditindas dan disiksa secara kejam oleh pihak TNI-nya Soeharto dengan pancasilanya.

Jadi, taktik hijrah yang ditempuh Teungku Hasan Muhammad di Tiro adalah melakukan hubungan dengan Negara luar yang bisa dijadikan tempat hijrah bagi rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI. Setelah berhasil, baru hijrah dijalankan.

Sama seperti Rasulullah saw, pertama dilakukan ikrar Aqaba pertama disusul ikrar Aqaba kedua, setelah itu baru hijrah dilakukan.

Jadi apa yang dilakukan oleh Teungku Hasan di Tiro bukan seperti yang ditulis oleh saudara Agus Hermawan: "Hasan Tiro ngacir duluan, dan meninggalkan pengikutnya di Aceh. Beda sekali, kan? Padahal Hasan Tiro ingin disebut penjaga dan penanggung jawab atas keselamatan pengikutnya". Melainkan keluarnya Teungku Hasan Muhammad di Tiro keluar Aceh adalah dalam rangka mencari tempat berhijrah, dalam usaha untuk meneruskan perjuangan membebaskan ummat islam Aceh yang negerinya diduduki dan dijajah oleh pihak RI yang berdasarkan pancasila.

Terakhir untuk saudara Jayadi Kamrasyid yang menulis: "Tuan Ahmad semakin telmi (telat mikir) aja. Tak ada hubungan antara Rasulullah dan Hasan Tiro. Rasulullah dulu berhadapan dengan kafir yang tidak mengakui Tuhan. Hasan Tiro dengan GAM-nya membunuh saudara seagama. Marinir lagi sholat aja ditembakin. Gimana nih."

Sebenarnya saudara Jayadi Kamrasyid ini tidak paham bagaimana timbulnya hijrah itu sendiri. Diatas telah saya jelaskan kenapa timbul hijrah pada masa Rasulullah saw dan hijrah pada masa Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

Itu soal marinir lagi sholat ditembakin, perlu diperjelas dan diterangkan lebih dalam. Mengapa ? karena di Aceh sedang berlangsung masa perang. Jadi antara TNI/POLRI dengan TNA dan rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI.

Jadi, karena situasi dalam keadaan perang harus selalu siap siaga. Kalau seorang sedang sholat yang lainnya harus jaga. Bergantian sholat dan jaganya.

Tidak ada istilah gencatan senjata selama waktu sholat. Jadi jangan bodoh itu marinir TNI.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk,
amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------
From:Sadan AS (AgusHermawan) KUW sadanas@equate.com
Date:23 maj 2004 12:51:57
To:"Ahmad Sudirman" <ahmad_sudirman@hotmail.com>, <padhang-mbulan@egroups.com>, <PPDI@yahoogroups.com>, <oposisi-list@yahoogroups.com>, <mimbarbebas@egroups.com>, <politikmahasiswa@yahoogroups.com>, <fundamentalis@eGroups.com>, <Lantak@yahoogroups.com>, kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com
Subject:RE: STRATEGI JITU TGK HASAN DI TIRO MEMBENTUK PEMERINTAH NEGARAACEH DALAMPENGASINGAN

Assalamu'alaikum wr.wb.

Hatur nuhun kang atas tanggapannya,namun saya ada sedikit yg kurang puas dalam hal:

"Jadi, keluarnya Rasulullah saw dari daerah kekuasaan penguasa Quarisy adalah bukan satu tindakan yang pengecut atau lari dari medang juang daerah Mekkah, melainkan tindakan yang mengarah kepada usaha mempertahankan kelangsungan penegakkan Islam, ummat Islam di muka bumi ini. Nah, paralel dengan apa yang telah dilakukan oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro keluar dari daerah Negeri Aceh yang telah sedemikian rupa dikurung dan dihancurkan oleh pihak Soeharto dengan TNI-nya, serta tidak ada lagi cara dan jalan untuk meneruskan dan mempertahankan existensi Negara Aceh, maka taktik dan strategi hijrah itulah yang diambil oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro.(Ahmad Sudirman)

DARI TUJUANNYA SUDAH SANGAT BERBEDA,KALAU RASULULLAH SAW BERHIJRAH DEMI PENEGAKAN ISLAM,UMMAT ISLAM DIMUKA BUMI INI,SEDANGKAN HASAN TIRO DEMI EXISTENSI NEGARA ACEH....DAN TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN PENEGAKAN ISLAM DAN UMMAT ISLAM,APALAGI UMMAT ISLAM DIMUKA BUMI INI.

TERUS DARI CARANYA AJA SUDAH SANGAT BERBEDA...KALAU DULU RASULULLAH SAW BERHIJRAH,RASUL BERANGKAT BELAKANGAN,DAN MEMBIARKAN PARA PENGIKUTNYA BERANGKAT DULUAN,KECUALI ALI RA DAN SAYIDINA UMAR,TAPI HASAN TIRO NGACIR DULUAN,DAN MENINGGALKAN PENGIKUTNYA DI ACEH...BEDA SEKALI,KAN??? PADAHAL HASAN TIRO INGIN DISEBUT PENJAGA DAN PENANGGUNG JAWAB ATAS KESELAMATAN PENGIKUTNYA.....ANEH SEKALI INI TEHH?

"Dan tentu saja langkah perjuangan yang dilakukan oleh Teungku Hasan Muhammad
di Tiro ini adalah langkah yang pernah dijalankan oleh para sahabat Rasulullah saw pada tahun kelima kenabian. Dimana beberapa para sahabat Rasulullah saw datang menemui Rasulullah saw memohon izin untuk pergi ke Abyssinia (Ethiopia sekarang), dan Rasulullah saw memberikan izin." (Ahmad Sudirman)

APAKAH ENGGA SALAH TULIS AKANG INI?? YG SAYA TAHU PARA SAHABAT ITU ENGGA PERNAH MEMINTA IZIN UNTUK BERHIJRAH KE ABYSSINIA...TAPI RASUL SENDIRI YG MENYURUH MEREKA BERHIJRAH KESANA,KARENA RASUL TAHU BAHWA RAJA ABYSSINIA WAKTU ITU ADALAH SEORANG NASRANI YG TAAT,ADIL DAN BIJAKSANA. TOLONG DIRALAT TULISAN AKANG TADI.

WASSALAM

Agus Hermawan

sadanas@equate.com
EQUATE Petrochemical Company
Kuwait
----------
From: JKamrasyid@aol.com
Date: Sun, 23 May 2004 03:59:02 EDT
Subject: Re: STRATEGI JITU TGK HASAN DI TIRO MEMBENTUK PEMERINTAH NEGARA ACEH DALAM PE...
To: "ahmad@dataphone.se, dityaaceh_2003@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, habearifin@yahoo.com, editor@jawapos.co.id, suparmo@tjp.toshiba.co.jp, siliwangi27@hotmail.com, sea@swipnet.se, solopos@bumi.net.id, Padmanaba@uboot.com, kompas@kompas.com, webmaster@detik.com, waspada@waspada.co.id, redaksi@waspada.co.id, redaksi@satunet.com, redaksi@kompas.com

"Kalau dilihat dari sudut perjuangan Rasulullah saw, maka akan terbukti bahwa langkah Rasulullah saw ketika sudah sedemikian kuat dan besarnya tekanan dari pihak penguasa Quraisy, maka setelah Rasulullah saw berjuang selama 10 tahun menegakkan Islam di Mekkah, akhirnya pada tahun 1 Hijrah (622 M), Rasulullah saw melaksanakan hijrah ke daerah Yatsrib".(Ahmad Sudirman)

Tuan Ahmad semakin telmi (telat mikir) aja. Tak ada hubungan antara Rasulullah dan Hasan Tiro. Rasulullah dulu berhadapan dengan kafir yang tidak mengakui Tuhan. Hasan Tiro dengan GAM-nya membunuh saudara seagama...Marinir lagi sholat aja ditembakin. Gimana nih.

Salam,

Jayadi Kamrasyid

JKamrasyid@aol.com
New Haven, Connecticut, USA
----------