Stockholm, 24 Mei 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

RUSMANTO ITU RAKYAT ACEH TIDAK BISA DITIPU OLEH PROPAGANDA RYACUDU, SUTARTO & MEGA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

RUSMANTO ISMAIL ITU RAKYAT ACEH TIDAK BISA DITIPU OLEH PROPAGANDA RYACUDU, SUTARTO & MEGA

"Kang Mamad, Hasan Muhammad Leube Tanjung Bungong memiliki kekayaan yang jumlahnya jutaan dolar AS dan sudah menggunakan jutaan dolar untuk biaya operational GSB, kekayaan beliau itu didapat dari setoran anak buahnya yang memungut pajak NAD dari rakyat sipil, ia telah mendapatkan banyak uang yang sangat besar dan itu masuk kekantong pribadinya. Maka sangatlah ironis anggota GSB yang hidup menderita dan harus menyabung nyawa di Aceh hanya untuk menjalankan doktrin para pemimpin GSB yang hidup mewah di Swedia termasuk si Ahmad Sudirman dan gerombolannya, mereka (rakyat Aceh) telah tertipu mentah-mentah, karena tidak melihat kehidupan sehari-hari si Hasan Muhammad Leube Tanjung Bungong dan konco-konconya di Swedia. Rakyat Aceh dan berbagai kalangan yang simpati terhadap aktivitas GSB karena mereka menganggap semua bentuk perjuangan GSB untuk kemakmuran rakyat Aceh yang tertindas oleh pemerintah Indonesia (sebagaimana propaganda GSB) tidak menyadari bahwa kondisi yang sebenarnya adalah ulah dan rekayasa Hasan Muhammad Leube Tanjung Bungong untuk menarik keuntungan pribadi, bahkan dengan menjual Aceh sekalipun ia menghalalkannya." (Rusmanto Ismail , toto_wrks@yahoo.com , Mon, 24 May 2004 03:55:58 -0700 (PDT))

Baiklah saudara Rusmanto Ismail di California, USA.

Saudara Rusmanto Ismail, lain kali kalau ingin menyertakan tulisan orang harus disebutkan sumbernya, karena kalau tidak, bisa saja tulisan itu buatan saudara Rusmanto sendiri.

Sekarang, terlepas dari apakah itu tulisan saudara Rusmanto atau yang dibuat orang lain, yang jelas itu tulisan isinya hanya penuh kebohongan dan isap jempol saja. Model-model cerita begitu sama seperti propaganda Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Ryamizard Ryacudu, Menko Polkam ad interim Hari Sabarno, dan Presiden Megawati tentang ASNLF atau GAM dengan tujuan untuk menutupi pendudukan dan penjajahan di Negeri Aceh.

Sekarang mana bisa lagi rakyat Aceh dijejali dengan cerita-cerita model begitu. Rakyat Aceh sudah mengetahui dengan sadar bahwa memang benar Negeri Aceh ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah oleh pihak Soekarno yang diteruskan sampai detik ini oleh pihak Presiden Megawati.

Coba saja perhatikan dan teliti apa yang tertulis dalam tulisan tersebut: "Hasan Muhammad Leube Tanjung Bungong memiliki kekayaan yang jumlahnya jutaan dolar AS dan sudah menggunakan jutaan dolar untuk biaya operational GSB, kekayaan beliau itu didapat dari setoran anak buahnya yang memungut pajak NAD dari rakyat sipil, ia telah mendapatkan banyak uang yang sangat besar dan itu masuk kekantong pribadinya.

Kalau memang Teungku Hasan Muhammad di Tiro memiliki kekayaan yang jumlahnya jutaan dolar dan tinggal di Swedia, jelas dengan sangat mudah bisa diketahui dan ditanyakan kepada kantor departemen pajak Swedia.

Sekarang, adakah bukti disertakan dalam tulisan tersebut yang menyatakan Teungku Hasan Muhammad di Tiro memiliki kekayaan jutaan dolar di Swedia ?. Jelas, jawabannya tidak ada. Mengapa ? karena memang cerita itu cerita isap jempol model TNI dibawah perintah Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Ryamizard Ryacudu.

Selanjutnya, kalau memang ada setoran uang yang dikirim melalui bank atau melalui Forex dan sejenisnya, jelas itu bank akan melaporkan ke kantor departemen pajak. Kalau setoran tidak melalui bank, Forex atau sejenisnya, tetapi melalui orang langsung, jelas dalam tulisan tersebut harus dinyatakan nama bukti siapa yang menyetornya. Ternyata bukti tersebut tidak ada dicantumkan dalam tulisan tersebut, mengapa ? Karena memang tulisan tersebut adalah tulisan propaganda bohong model Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Ryamizard Ryacudu.

Jadi, kalau saya melihat dan membaca tulisan tersebut, memang tulisan tersebut tidak lebih dan tidak kurang hanyalah merupakan tulisan propaganda isap jempol, agar supaya itu rakyat Aceh bisa dikecoh.

Mana bisa rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara pancasila atau NKRI bisa dikecoh oleh cerita-cerita model begitu yang tidak tentu sumber, fakta dan buktinya, selain hanya cerita model buatan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Ryamizard Ryacudu.

Karena itu bunyi tulisan yang dikirimkan saudara Rusmanto: "para pemimpin GSB yang hidup mewah di Swedia termasuk si Ahmad Sudirman" adalah hanya satu cerita kosong yang tidak punya dasar, fakta dan bukti yang benar, selain propaganda murahan untuk menipu rakyat di Aceh.

Seterusnya, kalau mau ditelusuri, dipelajari, digali, dianalisa, memang benar bahwa kondisi rakyat dan negeri Aceh yang makin sengsara sekarang ini, akibat dari perampokan yang dilakukan oleh pihak Soekarno, Soeharto, Abdurrahman Wahid, Megawati bersama TNI/POLRI-nya.

Bagaimana tidak disebut sebagai perampokan ? Karena memang fakta, bukti, dasar hukum dan sejarah tentang penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan Negeri Aceh benar adanya. Dan tidak bisa dibantah sampai detik sekarang ini.

Nah, karena memang pihak RI tidak mampu membuktikan bahwa Negeri Aceh itu milik RI, maka pihak Penguasa RI bersama TNI/POLRI berusaha sekuat tenaga untuk menutupi pendudukan dan penjajahan Negeri Aceh, melalui cara penampilan propaganda isap jempol yang berisikan gerakan separatis bersenjata, makar, teroris, pengacau keamanan, dan sejenisnya.

Jadi kesimpulan yang bisa diambil dari tulisan yang dikirimkan oleh saudara Rusmanto Ismail ini adalah satu tulisan yang berbau propaganda tanpa disertai fakta dan bukti yang benar dan jelas dalam usaha untuk menipu rakyat Aceh agar Negeri Aceh tetap berada dalam sangkar NKRI yang dikawal oleh TNI/POLRI.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk,
amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Mon, 24 May 2004 03:55:58 -0700 (PDT)
From: Rusmanto Ismail toto_wrks@yahoo.com
Subject: REKAN MILIS, ITU HASAN MUHAMMAD LEUBE TANJUNG BUNGONG MAU JUAL ACEH KESWEDIA
To: Hassan Wirajuda <hassan.wirajuda@ties.itu.int>, yusrahabib21@hotmail.com, s05029wmuse@yahoo.com.sg, sadanas@equate.com, sadanas@shb.equate.com, sarena48@hotmail.com, sira_jaringan2000@yahoo.com, Hidajat Sjarif <siliwangi27@hotmail.com>,Ditya Soedarsono <dityaaceh_2003@yahoo.com>, teuku_mirza2000@yahoo.com, teuku_mirza@hotmail.com, universityofwarwick@yahoo.co.uk, viery_fajri@yahoo.com, warzain@yahoo.com, om_puteh@hotmail.com, pdmdnad@telkom.net, pintoe_aceh@yahoo.com, rentjoeng_atjeh@yahoo.com, jkamrasyid@aol.com, karim@bukopin.co.id, Aceh Kita <redaksi@acehkita.com>, kmjp47@indosat.net.id, kontrasaceh@yahoo.co.uk, media kutaraja <media_kutaraja@yahoo.com>, lampohawe@yahoo.com, ahmad@dataphone.se

Assalamualaikum Wr. Wb
Kang mamad, tolong dikomentari tulisan berikut:

HASAN MUHAMMAD LEUBE TANJUNG BUNGONG, pucuk pimpinan GSB (Gerakan Separatis Bersenjata), tidak semua anggota GSB pernah bertemu muka dengannya, terlebih lagi warga masyarakat Aceh biasa. hal ini memang pantas, karena ia walau menjadi pimpinan, sekaligus pendeklarasi GAM, namun ia tidak berada di aceh, tetapi berdomisili di Swedia dan menjadi warga negara Swedia hingga saat ini.

Jangan pernah membayangkan HASAN MUHAMMAD LEUBE TANJUNG BUNGONG yang telah puluhan tahun hidup diswedia itu hidup dalam kesusahan sebagai mana anak buahnya para anggota GSB dihutan belantara aceh dan warga Aceh korban keganasan GSB.

Di Swedia HASAN MUHAMMAD LEUBE TANJUNG BUNGONG hidup berlimpah kemewahan dan mendapatkan fasilitas serta perlakuan khusus pemerintah swedia. mengapa bisa demikian? karena ia telah menawarkan dan selanjutnya membuat kesepakatan dengan pemerintah swedia, jika perjuangan GSB berhasil, berarti Aceh merdeka, maka ia berjanji akan memberikan sebagian kekayaan alam Aceh, yang berupa uranium, minyak, gas, dan yang lainnya kepada pihak Swedia. seperti kutipan pernyataan beliau sebagai berikut "saya hanya menawarkan kerjasama. Saya memang ada hubungan baik dengan pemerintah Swedia", bentuk perlakuan khusus dan dukungan kuat pemerintah Swedia diantaranya adalah HASAN MUHAMMAD LEUBE TANJUNG BUNGONG mendapatkan fasilitas kamar mewah di Grand Hotel Stockholm yang dipergunakan untuk menerima tamu, meski ia sendiri memiliki sebuah villa di daerah Norsborg, dipinggiran kota Stockholm dan apartemen dikota yang sama.

HASAN MUHAMMAD LEUBE TANJUNG BUNGONG memiliki kekayaan yang jumlahnya jutaan dolar AS dan sudah menggunakan jutaan dolar untuk biaya operational GSB, kekayaan beliau itu didapat dari setoran anak buahnya yang memungut pajak NAD dari rakyat sipil, ia telah mendapatkan banyak uang yang sangat besar dan itu masuk kekantong pribadinya

Maka sangatlah ironis anggota GSB yang hidup menderita dan harus menyabung nyawa di Aceh hanya untuk menjalankan doktrin para pemimpin GSB yang hidup mewah di Swedia termasuk si Ahmad Sudirman dan gerombolannya, mereka (rakyat Aceh) telah tertipu mentah-mentah, karena tidak melihat kehidupan sehari-hari si HASAN MUHAMMAD LEUBE TANJUNG BUNGONG dan konco-konconya di Swedia.

Rakyat Aceh dan berbagai kalangan yang simpati terhadap aktivitas GSB karena mereka menganggap semua bentuk perjuangan GSB untuk kemakmuran rakyat Aceh yang tertindas oleh pemerintah Indonesia (sebagaimana propaganda GSB) tidak menyadari bahwa kondisi yang sebenarnya adalah ulah dan rekayasa HASAN MUHAMMAD LEUBE TANJUNG BUNGONG untuk menarik keuntungan pribadi, bahkan dengan menjual Aceh sekalipun ia menghalalkannya.

Dengan demikian pantaskah kita membiarkan GSB tetap ada ? dan apakah kita biarkan si HASAN MUHAMMAD LEUBE TANJUNG BUNGONG dan kawan-kawannya di Swedia dan negara luar lainnya masih bebas berkeliaran hidup dengan menari diatas bangkai rakyat aceh ?

Mohon tanggapan rekan-rekan milis.

Rusmanto

4372386
toto_wrks@yahoo.com
California, US
----------