Stockholm, 27 Mei 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

NETTY ITU MEGAWATI & TNI TAKUT NEGERI ACHEH LEPAS KEMBALI KETANGAN RAKYAT ACHEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS ITU MEGAWATI DAN TNI DIBAWAH ENDRIARTONO SUTARTO DAN RYAMIZARD RYACUDU KETAKUTAN NEGERI ACHEH LEPAS KETANGAN RAKYAT ACHEH

"Pak Ahmad, buktinya sampai sekarang banyak lho masyarakat Aceh yang mengakui sebagai bangsa Indonesia (jadi perkiraan Bapak salah besar ) , tapi kalau masyarakat Acheh ga tahu ya (lagian presentasenya kan lebih sedikit Pak ?). Jika ada sebagian orang yang menyerukan untuk "merdeka" dari Indonesia - alasannya apa ? sampai sekarang mereka2 itu juga ga jelas juntrungannya mau apa (kali2 Bapak bisa "mewakilkan" untuk menerangkan ?) - kalau cuma karena alasan barisan "sakit hati " di masa lampau - itu mah udah basi Pak ! Buktinya rakyat Aceh (misalnya) tenang2 aja - enjoy aja - asik2 aja - assyoi geboy " (Netty Suwarto, nettysuwarto@yahoo.com ,Thu, 27 May 2004 10:29:30 -0700 (PDT))

Baiklah saudari Netty Suwarto di Jakarta, Indonesia.

Sebenarnya berapa besar yang dimaksud banyak oleh saudari Natty Suwarto: "sekarang banyak lho masyarakat Aceh yang mengakui sebagai bangsa Indonesia (jadi perkiraan Bapak salah besar )". Apakah memang ada statistiknya, atau hanya main terka saja dan main raba-raba saja.

Yang jelas, saudari Netty, itu Presiden Megawati dengan TNI-nya dibawah pimpinan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Ryamizard Ryacudu sudah sedemikian ketakutan kalau Negeri Acheh lepas ketangan rakyat Acheh.

Karena, itu Negeri Acheh adalah milik seluruh rakyat Acheh yang telah dipusakai turun temurun jauh sebelum itu yang namanya RI atau yang menjelma NKRI muncul dipermukaan bumi. Sebelum itu yang namanya Soekarno, Soeharto, Abdurrahman Wahid, Megawati dan saudari Netty sendiri lahir keatas dunia ini.

Itu Negeri Aceh ditelan, dicaplok, diduduki, dirampok oleh Presiden RIS Seokarno melalui penetapan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Serikat Nomor 21 tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah Propinsi dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 5 Tahun 1950 Tentang pembentukan Propinsi Sumatera-Utara.

Itu Negeri Acheh berdiri sendiri sebelum ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah oleh Presiden RIS Soekarno yang diteruskan oleh RI yang menjelma menjadi NKRI pada tanggal 15 Agustus 1950.

Itu Negeri Acheh ditelan Soekarno sebelum saudari Netty Suwarto lahir ke dunia. Ketika saudari mulai belajar dibangku sekolah belajar sejarah nasional, maka itu cerita penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan Negeri Acheh oleh RIS dan diteruskan oleh RI yang menjelma menjadi NKRI tidak diterangkan oleh guru sejarah. Mengapa ? karena kalau Negeri Acheh diterangkan secara jelas ditelan, dicaplok, diduduki dan dijajah oleh Soekarno dengan RIS dan RI-nya, maka itu guru sejarah tersebut akan dipecatnya.

Jadi, saudari Netty, itu sampai detik ini tidak ada seorangpun yang bisa membuktikan secara fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarah yang jelas dan benar, mengapa itu Negeri Acheh bisa berada dalam perut RI yang menjelma NKRI ini.

Tidak ada seorangpun akhli sejarah nasional yang mau membukakan fakta bukti, dasar hukum dan sejarah yang sebenarnya tentang Negeri Acheh berada dalam kerangka NKRI, karena takut dituduh pendudukung ASNLF atau GAM.

Karena itu, saya telah menyatakan berpuluh kali, bahwa kalau memang itu Negeri Acheh adalah milik NKRI, maka marilah kita adakan penentuan jajak pendapat bagi seluruh rakyat Acheh. Disaksikan oleh badan Internasional, seperti PBB untuk menyaksikan jajak pendapat seluruh rakyat Acheh. Dengan menampilkan dua opsi, yaitu opsi YA bebas dari NKRI dan opsi TIDAK bebas dari NKRI.

Nah, kalau sudah dilangsungkan jajak pendapat bagi seluruh rakyat Acheh ini, barulah bisa dibuktikan kalau memang mayoritas rakyat Acheh setuju tetap dalam NKRI berarti banyak yang memilih opsi TIDAK bebas dari NKRI. Tetapi kalau mayoritas sudah tidak kerasan bersama NKRI, maka akan terbukti banyak yang memilih opsi YA bebas dari NKRI.

Jadi, kalau sekarang saudari Netty sebelum jajak pendapat bagi seluruh rakyat Acheh dilaksanakan sudah mengatakan: "sekarang banyak lho masyarakat Aceh yang mengakui sebagai bangsa Indonesia". Itu tandanya saudari Netty hanya mengada-ada saja, tanpa ditunjang dengan fakta dan bukti statistik yang jelas dan benar.

Hanya yang jelas dan pasti itu Presiden Megawati dan TNI-nya dibawah Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Ryamizard Ryacudu akan menolak jajak pendapat bagi seluruh rakyat Acheh di Negeri Acheh, mengapa ? Karena mereka takut Negeri Acheh akan pisah dan kembali berada dibawah tangan seluruh rakyat Acheh.

Karena itulah TNI setengah mati mempertahankan Negeri Acheh dengan cara tetap menempatkan serdadu TNI/RAIDER di Negeri Acheh.

Saya telah berpuluh kali mengatakan kepada Presiden Megawati dan TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Ryamizard Ryacudu mari adakan jajak pendapat bagi seluruh rakyat Aceh untuk memberikan kesempatan kepada seluruh rakyat Aceh menyatakan sikap dan suaranya, apakah masih tetap ingin bersama NKRI atau memang sudah bosan bersama NKRI dan Mbak Megawati dengan TNI-nya.

Hanya jelas, mereka itu, Presiden Megawati, TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Ryamizard Ryacudu, belum apa-apa sudah lari kucar kacir sambil berteriak-teriak, tidak perlu jajak pendapat, tidak perlu jajak pendapat di Aceh, Negeri Aceh milik NKRI, Negeri Aceh milik TNI, Negeri Acheh milik Mbak Mega, Negeri Acheh milik Soekarno, sambil diamini oleh saudari Netty, iya, itu, sekarang banyak lho masyarakat Aceh yang mengakui sebagai bangsa Indonesia.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk,
amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Thu, 27 May 2004 10:29:30 -0700 (PDT)
From: netty suwarto nettysuwarto@yahoo.com
Subject: Re: MEGAWATI MIMPI MELEBUR BANGSA-BANGSA DI NUSANTARA
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, redaksi@forum.co.id, red@tempo.co.id, rpidie@yahoo.com, sekred@mediaindonesia.co.id, jus_gentium2002@yahoo.co.uk, kili@detik.com, kyodojkt@rad.net.id, michael_shari@businessweek.com, aapjakarta@attglobal.net, gamma@cbn.net.id, gspencer@ap.org, gatra <gatra@gatra.com>, hupelita@mweb.co.id, rimueng_acheh@yahoo.com, mitro@kpei.co.id

Pak Ahmad, ..... buktinya sampai sekarang banyak lho masyarakat Aceh yang mengakui sebagai bangsa Indonesia (jadi perkiraan Bapak salah besar ) , tapi kalau masyarakat Acheh ga tahu ya .... (lagian presentasenya kan lebih sedikit Pak ?)

Allah bilang kita kan ga boleh berburuk sangka dengan siapa saja - juga dengan Ibu Megawati atau siapapun - (Al Hujuraat 12), dan nyata2-jelas2 orang2 Aceh,Papua dan semua yang Bapak sebutkan tadi asik2 aja sebagai bangsa Indonesia ......

Jika ada sebagian orang yang menyerukan untuk "merdeka" dari Indonesia - alasannya apa ? sampai sekarang mereka2 itu juga ga jelas juntrungannya mau apa (kali2 Bapak bisa "mewakilkan" untuk menerangkan ?) - kalau cuma karena alasan barisan "sakit hati " di masa lampau - itu mah udah basi Pak ! Buktinya rakyat Aceh (misalnya) tenang2 aja - enjoy aja - asik2 aja - assyoi geboy ....... Merdeka !!!

Netty Suwarto

nettysuwarto@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------