Stockholm, 28 Mei 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

BAIK MEGA, AMIEN, SBY ATAU WIRANTO JADI PRESIDEN, ACHEH TETAP TIDAK AKAN SELESAI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

BAIK ITU MEGAWATI, AMIEN RAIS, SUSILO BAMBANG YUDHOYONO ATAU WIRANTO JADI PRESIDEN TETAP TIDAK AKAN MAMPU SELESAIKAN ACHEH

Kelihatan 5 Capres yang tampil, Megawati, Amien Rais, Susilo Bambang Yudhoyono, Wiranto, dan Hamzah Haz telah menjadikan Jawa dan Bali sebagai tempat ajang rebutan suara pemilih Presiden dan Wakil Presiden, mengapa ? Karena dari jumlah pemilih anggota Legislatif yang telah tercatat pada tanggal 5 Mei 2004 sebanyak 93,306,071 pemilih, dimana sebanyak 66,182,248 pemilih berdomisili di Jawa dan di Bali. Atau sebanyak 70,93% dari jumlah keseluruhan pemilih.

Tetapi tentu saja, siapapun yang terpilih sebagai Presiden NKRI ke-6, ia tidak akan mampu menyelesaikan konflik Acheh secara jujur, adil, dan bijaksana.

Ke lima Calon Presiden tersebut, satupun tidak ada yang memiliki kemampuan untuk menyelesaikan konflik Acheh secara, damai, jujur, adil, dan bijaksana dengan melibatkan seleruh rakyat Acheh.

Dimana penyelesaian konflik Aceh dari sejak Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan sekarang Megawati adalah dengan cara melalui kekerasan senjata dan dengan melalui cara membunuh rakyat sipil Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI.

Kegagalan pihak Penguasa NKRI dalam menyelesaikan konflik Aceh adalah karena ketidak inginan mengakui secara jujur bahwa sebenarnya Negeri Acheh itu bukan milik NKRI dan bukan masuk kedalam tubuh NKRI melalui prosedure hukum yang disetujui secara penuh oleh seluruh rakyat Acheh dan pemimpin Acheh. Melainkan dengan cara paksa dan penuh kekerasan senjata yang dipelopori dan dilakukan oleh Soekarno dengan RIS, RI, NKRI dan TNI-nya.

Kesalahan fatal yang dilakukan oleh para penerus Soekarno adalah dengan menganggap apa yang telah dilakukan oleh Presiden RIS Soekarno yang telah menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh sebagai suatu kebijaksanaan politik yang bisa diterima. Sehingga akibatnya setiap timbul rakyat Aceh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI menuntut Negeri Acheh yang telah diduduki NKRI dianggap sebagai gerakan separatis, makar, dan pemberontak.

Inilah menurut saya bahwa kesalahan fatal bagi para penerus Soekarno dalam menyelesaikan konflik Acheh yang telah berlangsung lebih dari 50 tahun ini.

Karena itu, siapapun yang akan terpilih menjadi Presiden NKRI ke-6 itu, maka ia tidak akan mampu menyelesaikan konflik Aceh, selama ia masih menganggap bahwa apa yang telah dilakukan oleh Presiden RIS Soekarno terhadap Negeri Acheh bukan suatu tindakan penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan Negeri Aceh.

Jadi bagi rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI tetap akan terus berjuang sampai Negeri Acheh kembali ketangan seluruh rakyat Acheh.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk,
amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se