Stockholm, 4 juni 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUMITRO ITU PENELANAN, PENCAPLOKAN, PENDUDUKAN NEGERI ACHEH YANG DITENTANG
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS SUMITRO HARUS TAHU ITU PENELANAN, PENCAPLOKAN, PENDUDUKAN NEGERI ACHEH YANG DITENTANG

"Ha ha ha. Oh ternyata Ahmad Sudirman itu dicabut kewarganegaraannya dari Indonesia oleh Soeharto yach? kasian amat ( diakui oleh Achmad sendiri loh). Nach dari hal itu saya simpulkan ternyata Achmad Sudirman ini pernah menjadi warga negara Indonesia berarti mengakui kedaulatan Indonesia dan dimanakah dia lahir terus bagaimana orang tuanya keluarganya mereka kerja diaman ? cari makan dimana.? waktu lahir siapa yang nolong bidan mana atau dokter mana dirumah sakit mana? bukan Indonesia yach? kalau orang tuanya kaka, adik saudara2nya cari makan dengan apa? jadi pegawai ? wiraswasta terus dimana di Swedia? di Indonesia ? kalau di Indonesia pake uang rupiahkah ? aduh Pak Ahmad pake otak donk pak kalau pun anda mengharamkan ( kafir ) Indonesia berarti anda, orang tua, saudara2 turunan anda makan segala yang haram donk ? tapi kok doyan ?" (Sumitro, mitro@kpei.co.id , Fri, 4 Jun 2004 14:53:21 +0700)

Baiklah saudara Sumitro di Jakarta, Indonesia.

Rupanya, saudara Sumitro ini diberi saran oleh Ahmad Sudirman untuk mempelajari sejarah Acheh dan sejarah RI yang sebenarnya, ternyata memilih jalannya sendiri.

Saudara Sumitro memang sudah ketinggalan kereta api, itu kewarganegaraan Indonesia Ahmad Sudirman dicabut Jenderal Soeharto 23 tahun yang lalu. Tidak rugi. Saudara Sumitro tidak perlu merasa kasihan.

Jelas, yang ditentang oleh Ahmad Sudirman adalah cara dan kebijaksanaan politik Presiden RIS Soekarno yang menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh pada tanggal 14 Agustus 1950.

Nah, Ahmad Sudirman membukakan kepada seluruh rakyat di Acheh dan di NKRI, bahwa Soekarno sebagai Presiden RIS telah merampas, merampok, mengambil, menelan, mencaplok, menduduki dan menjajah Negeri Acheh dengan memakai PP RIS No.21/1950 dan PERPPU No.5/1950.

Silahkan mau menjadi apa, RIS yang telah dilebur menjadi RI dan menjelma menjadi NKRI pada tanggal 15 Agustus 1950, tetapi lepaskan itu Negeri Acheh yang telah ditelan oleh Presiden RIS Soekarno, tanpa kerelaan, keikhlasan, persetujuan dari seluruh rakyat dan pemimpin rakyat Acheh.

Kemudian, itu RI atau NKRI akan dijadikan apa itu terserah seluruh rakyat NKRI, hanya itu Negeri Acheh yang telah ditelan dan dicaplok Soekarno harus dilepaskan melalui cara penentuan jajak pendapat bagi seluruh rakyat Acheh, apakah YA bebas dari NKRI atau TIDAK bebas dari NKRI.

Kan, cara jalan keluarnya sederhana, mudah, tidak menggunakan kekerasan senjata. Mengapa pihak NKRI merasa ketakutan diadakan penentuan jajak pendapat bagi seluruh rakyat Acheh ?.

Apakah memang pihak NKRI merasa takut Acheh akan kembali ke rakyat Acheh ? Nah kalau takut Acheh lepas kembali ke tangan seluruh rakat Acheh, berarti pihak NKRI memang benar telah menelan, mencaplok, menduduki dan menjajah Negeri Acheh.

Mengapa harus takut Negeri Acheh lepas kembali ketangan rakyat Acheh kalau memang Negeri Acheh itu milik NKRI dan bukan ditelan dan dicaploknya oleh Presiden RIS Soekarno pada tanggal 14 Agustus 1950 ?.

Coba pikirkan, dari cara penyelesaian yang dilakukan oleh Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan sekarang Megawati, tidak satupun cara penyelesaian konflik Acheh yang berhasil.

Tetapi, coba berikan kepada seluruh rakyat Acheh untuk menentukan pendapat mereka, apakah memang sudah bosan bersama NKRI atau memang masih cinta hidup bersama mbak Mega ?. Daripada dibombardir dan ditembaki dengan senjata TNI/POLRI/RAIDER-nya Ryacudu dan Sutarto.

Kembali lagi ke masalah NKRI, itu dimanapun hidup adalah bumi Allah SWT. Terserah mau tinggal dan hidup dimana. Yang jelas, sebagai ummat Muslim yang mukmin, tetap memohon dan meminta pentunjuk dan perlindungan kepada Allah SWT.

Soal Ahmad Sudirman, sebelum dicabut kewarganegaraan Indonesia oleh Jenderal Soeharto 23 tahun yang lalu, jelas sebagai warga Indonesia, yang menganggap bahwa kelakuan dan kebijaksanaan politik Presiden RIS Soekarno menelan Negeri Acheh dan dipertahankan sampai detik ini oleh Presiden Megawati adalah suatu pelanggaran hukum yang tidak bisa diampuni secara hukum, kecuali kalau Negeri Acheh itu dikembalikan lagi ketangan rakyat Acheh yang berhak memilikinya dari sejak nenek-nenek moyangnya pada abad ke 15, jauh sebelum yang namanya RI atau NKRI berdiri dibawah Soekarno, dengan melalui cara jajak pendapat bagi seluruh rakyat Acheh di Negeri Acheh disaksikan oleh pihak Internasional seperti PBB.

Itu soal NKRI, tidak ada bedanya dengan Swedia dalam hal sumber hukum. Kedua negara sama mempergunakan sumber hukum yang non Islam. Hanya bedanya, penduduk NKRI yang kebetulan kebanyakan penganut Islam tetapi hukum negaranya bersumberkan kepada pancasila hasil kutak-katik Soekarno. Sedangkan Swedia yang penduduk muslimnya kebetulan hanya sekitar 4 % dari seluruh penduduk yang hukum negaranya bersumberkan kepada yang non Islam.

Jadi, dalam hal ini, yang utama adalah dimanapun kita tinggal dan hidup disanalah bumi Allah. Disanalah Islam harus tegak.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: Sumitro <mitro@kpei.co.id>
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Ditya Soedarsono <dityaaceh_2003@yahoo.com>, Yuhendra <yuhe1st@yahoo.com>, Matius Dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>, Habe Arifin <habearifin@yahoo.com>, MT Dharminta <editor@jawapos.co.id>, Suparmo <suparmo@tjp.toshiba.co.jp>, Hidajat Sjarif <siliwangi27@hotmail.com>
Cc: toto_wrks@yahoo.com
Subject: RE: RUSMANTO ITU RAKYAT ACHEH JANGAN TERUS DITIPU DAN DIBODOHI PI HAK NKRI
Date: Fri, 4 Jun 2004 14:53:21 +0700

HA..HA..HA......Oh ternyata Ahmad Sudirman itu dicabut kewarganegaraannya dari Indonesia oleh Soeharto yach..? kasian amaaaatttt.........( diakui oleh Achmad sendiri loh...). Nach dari hal itu saya simpulkan ternyata Achmad Sudirman ini pernah menjadi warga negara Indonesia berarti mengakui kedaulatan Indonesia dan dimanakah dia lahir...terus bagaiaman orang tuanya..keluarganya..mereka kerja diaman ? cari makan dimana..? waktu lahir siapa yang nolong ..bidan mana atau dokter mana dirumah sakit mana ..? bukan Indonesia yach?? kalau orang tuanya kaka, adik saudara2nya cari makan dengan apa? jadi pegawai ? wiraswasta terus diaman di swedia...? di Indonesia >? kalau di Indonesia pake Uang rupiahkah ..? aduh..Pak ahmad ...pake otak donk pak..kalau pun anda mengharamkan ( kafir ) indonesia berarti anda , orang tua, saudara2 turunan anda makan segala yang haram donk..? tapi kok doyan ?

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------