Stockholm, 5 juni 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

TATI ITU PEMBUNUHAN RAKYAT ACEH AKIBAT TNI/POLRI YANG DIPERINTAHKAN MEGAWATI CS
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

TATI JELAS ITU PEMBUNUHAN TERHADAP RAKYAT ACEH AKIBAT TNI/POLRI YANG DIPERINTAHKAN MEGAWATI, SUTARTO, DAN RYACUDU

"Mana ada Islam mengajarkan untuk berderma secara paksa. Anda jg berkelit, krn GAM terdiri dari orang Aceh jadi masyarakat Aceh tahu mana yg TNI mana GAM. Lagian perang anda ini perang utk mendapatkan jabatan!!! Anda sendiri yg ingin mencaplok Aceh agar masyarakat Aceh patuh terhdp anda sama seperti FIR'AUN krn ingin mendirikan Dinasti anda korbankan orang tak bersalah. Anda sumpah2-i tokoh-tokoh NKRI padahal anda sendiri ingin seperti mereka. Ini bukan mendirikan Islam lagi malah pelan-pelan anda menghabisi orang-orang Islam. Doktri Yahudi yg anda tanamkan." (Tati , narastati@yahoo.com , Fri, 4 Jun 2004 21:05:30 -0700 (PDT))

Terimakasih saudara Tati di Jakarta, Indonesia.

Kelihatan saudari Tati memang ingin berusaha untuk ikut menyelesaikan konflik Acheh. Tetapi sayang, saudari Tati tidak memiliki ilmu yang luas tentang Negeri Acheh, dan RI, sehingga ketika melihat konflik Acheh yang terlihat hanyalah akibat-akibat yang muncul kepermukaan disana sini.

Sebelum saya memberikan tanggapan kepada hasil pemikiran saudari Tati ini, perlu saya jelaskan di mimbar bebas ini, bahwa mental dan phisisk saya dalam keadaan sehat, normal, tidak ada gangguan sedikitpun. Disamping itu saya telah mempelajari banyak mengenai masalah Psikologi, sehingga mengetahui apakah kalau ada gangguan kejiwaan atau tidak. Jadi, saudari Tati jangan khawatir tentang keadaan jiwa Ahmad Sudirman.

Baiklah, itu soal saya mengatakan bahwa sepupu saudari Tati dari Jawa, bukan apriori, melainkan suatu hasil pemikiran, bahwa mereka yang bertransmigrasi dan merantau ke Acheh kebanyakan datang dari Jawa, mungkin dari Sunda, Madura, dan daerah lainnya, sesuai dengan kebijaksanaan Pemerintah masa Soeharto dengan program transmigrasinya.

Nah, kalau saudari Tati memang bukan dari Jawa, ya, coba jelaskan disini, apakah dari Sunda atau Madura atau daerah lainnya di Nusantara ini.

Sekarang, akibat dari Soekarno menduduki dan menjajah Negeri Acheh dan dipertahankan oleh Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Megawati inilah yang menimbulkan konflik Acheh berdarah yang berkepanjangan, sehingga akibatnya apa yang terlihat sampai sekarang di Negeri Acheh ini.

Itu soal yang dikemukakan oleh saudari Tati: "ketika anda lakukan pengusiran terhadap orang Jawa padahal suku tersebut sudah bercampur baur dg masyarakat Aceh anda pisahkan antara anak, ibu, bapak, sanak saudara. Ini bukan untuk kebaikan lagi karena yg dibunuh saudara muslim sendiri kalau dulu anda mendengungkan untuk bunuh orang Batak. Mungkin suatu saat kamu juga akan menyuruh bunuh suku saya yg 100% islam. Tidak biadabkah ini?"

Jelas, kelihatan itu akibat dari konflik Acheh yang ditimbulkan oleh pihak RI karena tetap menduduki dan menjajah Acheh. Disamping itu ada rentetan dari akibat kebijaksanaan politik Soeharto mengenai pemindahan rakyat dari Jawa ke Acheh dan ke daerah-daerah lainnya yang masih kosong dan kurang penduduknya. Memang itu baik, ada program transmigrasi yang dijalankan Soeharto, tetapi, tidak dilihat secara lebih jauh kedepan, akibat yang ditimbulkannya.

Nah, contohnya, akibat dari timbul konflik Acheh yang diakibatkan oleh Soekarno dan para penerusnya yang tetap menduduki dan menjajah Negeri Acheh. Jelas, membawa akibat sampingan dari apa yang telah dijalankan oleh Soeharto dan dipertahankan oleh pelanjutnya, seperti masalah transmigrasi ini.

Memang, di negara manapun, kalau ada pendatang baru, itu tidak bisa begitu saja dicairkan dan diasimilasikan, serta diterima dengan mudah rakyat setempat. Walaupun telah beratus tahun. Lihat saja di Amerika, Australia, Jerman, Inggris, Swedia, Finlandia, Perancis, Belanda, dan di negara-negara lainnya. Itu masalah perpindahan penduduk, rakyat dari satu tempat ketempat lain, dari satu negara ke negara lain, memang tidak mudah, dan tidak gampang untuk dileburkan dan diterima begitu saja oleh rakyat setempat.

Jadi, masalah penduduk yang datang dari luar Acheh akibat dari program transmigrasi dan karena merantau ke Negeri Acheh, akan timbul apabila pencah konflik di Negeri Acheh. Dan ini adalah suatu hal yang wajar dan logis. Disemua negara dimanapun akan timbul yang demikian. Lihat di Negara-negara Eropa, Australia, ketika timbul krisis dalam negeri mereka, kalau itu ada hubungannya dengan masalah kerja, teroris, pihak luar, maka salah satu akibatnya adalah para pendatang yang jadi sasaran.

Begitu juga di Negeri Acheh. Kita jangan menutup mata. Sampai dunia kiamatpun, itu masalah suku, etnis, bangsa tidak akan bisa dihapuskan atau dileburkan. Sehingga ketika timbul konflik bedarah akibat RI menduduki dan menjajah Negeri Acheh, maka jelas, rakyat Acheh tampil dan menganggap bahwa pihak penguasa RI yang telah melakukan pendudukan di Acheh dengan cara melalui TNI dan pengiriman transmigrasi ke Acheh. Dan memang bisa diterima pemikiran rakyat Aceh yang demikian itu.

Kemudian, soal terjadi korban akibat konflik Acheh yang ditimbulkan oleh pihak penguasa RI dan TNI-nya, dan menimpa juga pihak para transmigran di Acheh. Jelas, itu semua akibat dari kebijaksanaan penguasa RI yang tetap mempertahankan pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh.

Coba, kalau memang pihak RI dan TNI, memberikan kebebasan kepada seluruh rakyat Acheh untuk menentukan sikap dalam usaha menyelesaikan konflik Acheh ini melalui cara penentuan pendapat, tanpa dilibatkan TNI/POLRI, maka jelas akan dengan cepat menyelesaikan kemelut dan konflik Acheh yang telah berlangsung lebih dari 50 tahun ini.

Selanjutnya, soal yang disinggung saudari Tati: "Ini bukan untuk kebaikan lagi karena yg dibunuh saudara muslim sendiri kalau dulu anda mendengungkan untuk bunuh orang Batak. Mungkin suatu saat kamu juga akan menyuruh bunuh suku saya yg 100% islam".

Itu soal yang mengobarkan perang diawali oleh pihak RI yang mennelan, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh. Ini akar masalah utama mengapa timbul konflik Acheh berdarah sampai sekarang ini.

Siapa yang membunuh rakyat Acheh yang Islam, jelas pihak TNI yang diperintahkan oleh Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Megawati yang semuanya adalah orang Islam. Mengapa itu para presiden RI yang muslim tidak dipertanyakan ke-Islaman-nya, padahal mereka yang menentukan dan memerintahkan perang di Negeri Acheh ini ?.

Karena itu kalau saudari Tati ingin membantu menyelesaikan konflik Acheh ini, maka sebelumnya harus memahami akar masalah timbulnya konflik Acheh ini. Bukan hanya melihat dari akibatnya saja.

Pihak rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh Negara Pancasila atau NKRI ini, hanyalah menuntut penentuan nasib sendiri bebas dari penjajah RI yang telah menelan dan menduduki Negeri Acheh. Itu saja. Tetapi, pihak RI tetap bertahan tanpa mempunayi argumentasi yang kuat untuk terus memeprtahankan pendudukan dan penjajahan negeri Acheh.

Selanjutnya, itu yang ditulis saudari Tati: "Lagian perang anda ini perang utk mendapatkan jabatan! Anda sendiri yg ingin mencaplok Aceh agar masyarakat Aceh patuh terhdp anda sama seperti FIR'AUN krn ingin mendirikan Dinasti anda korbankan orang tak bersalah. Anda sumpah2-i tokoh-tokoh NKRI padahal anda sendiri ingin seperti mereka. Ini bukan mendirikan Islam lagi malah pelan-pelan anda menghabisi orang-orang islam. Doktri Yahudi yg anda tanamkan."

Nah disini kelihatan, saudari Tati, hanya ikut-ikutan apa yang dikatakan penguasa RI Megawati cs dan TNI-nya. Karena kalau tidak, dari mana itu informasi bahwa perang di Acheh adalah untuk mendapatkan jabatan. Itukan, hasil propaganda Presiden Megawati, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu saja.

Siapa para tokoh ASNLF atau GAM dan TNA yang menyatakan bahwa perang di Acheh karena untuk mendapatkan jabatan ?.

Jelas, saudari Tati tidak akan bisa membuktikan, kecuali mengutip apa yang dikatakan oleh penguasa RI dan TNI saja. Padahal Presiden Megawati, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu itulah yang mengorbarkan perang. Lihat saja, itu Presiden Megawati yang terus berambisi ingin menjadi presiden lagi, bagaimanapun dan dengan cara apapun terus berusaha untuk menduduki kursi presiden lagi. Tidak peduli dengan konflik Acheh selesai atau tidak.

Lalu, siapa yang mencaplok Acheh, apakah Teungku Hasan Muhammad di Tiro atau Soekarno dan para penerusnya ?.

Saudari Tati, seperti yang telah saya katakan baik kepada saudari dan juga kepada yang lainnya, bahwa coba buka dan pelajari dengan tenang, bongkar semua buku-buku sejarah dan dokumentasi tentang Negeri Acheh berada dalam tubuh RI. Setelah itu baru berbicara di mibar bebas ini. Karena kalau tidak, hasilnya seperti yang dikatakan oleh saudari Tati: "Anda sendiri yg ingin mencaplok Aceh".

Kan, jelas, hasilnya adalah salah kaprah, tidak ada fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarahnya, apa yang dikatakan oleh saudari Tati ini. Masa ada orang Acheh sendiri yang ingin mencaplok Negerinya sendiri, itu tidak logis dan tidak masuk diakal.

Seterusnya saudari Tati menyinggung: "Ini bukan mendirikan Islam lagi malah pelan-pelan anda menghabisi orang-orang islam. Doktri Yahudi yg anda tanamkan".

Nah, disinipun kelihatan itu saudari Tati hanya mengekor saja kepada apa yang dikatakan orang-orang yang mendukung penjajahan dan pendudukan di Negeri Acheh. Yang menghabiskan orang-orang Islam adalah pasukan TNI yang diperintahkan oleh Presiden Megawati, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu. Mereka tidak menganggap orang Acheh sebagai orang Islam, melainkan sebagai musuh, makanya itu pasukan TNI/RAIDER/POLRI yang telah disumpah untuk mempertahankan pancasila dan UUD 1945 menyapu bersih rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI.

Kemudian lagi yang suka dan cinta menjalankan doktrin Yahudi itu adalah mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid yang begitu tergila-gila kepada zionis yahudi Simon Peres. Sedangkan pihak ASNLF atau GAM dan TNA mana diajarkan doktrin yahudi apalagi menerapkan doktrin yahudi. Tetapi yang jelas itu Abdurrahman Wahid yang senang dan suka berhubungan dan bekerjasama dengan zionis yahudi Simon Peres dari Israel.

Selanjutnya, kalau saudari Tati menyatakan: "Ok, bila diadakan jajak pendapat tanpa disusupi orang GAM sy percaya 90% mereka masih pilih NKRI. Yg 10% ini krn mereka tdk diberikan kedudukan. Perjuangan anda sangat dibenci ALLAH krn memerangi hambanya!"

Jelas, saudari Tati hanya menyatakan hasil perasaannya saja. Nah, untuk membuktikannya, mari kita adakan jajak pendapat bagi seluruh rakyat Acheh di Negeri Acheh yang disaksikan oleh pihak Internasional seperti PBB. Apakah nanti hasil jajak pendapat ini memang benar seperti yang dikatakan oleh saudari Tati tersebut ?.

Persoalannya sekarang adalah itu pihak Presiden Megawati, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu akan gemetaran kalau mendengar jajak pendapat bagi seluruh rakyat Acheh. Mengapa ? karena mereka takut Negeri Acheh akan kembali ketangan seluruh rakyat Acheh.

Mereka (Presiden Megawati, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu) tidak akan percaya kepada apa yang dikatakan oleh saudari Tati: "Ok, bila diadakan jajak pendapat tanpa disusupi orang GAM sy percaya 90% mereka masih pilih NKRI"

Mengapa ?, karena kalau mereka percaya, itu para mahasiswa dan cendekiawan Acheh yang menyuarakan jajak pendapat atau referendum tidak akan divonis dan dijebloskan kedalam LP-LP di Jawa.

Karena itu, yang benar-benar membunuh orang-orang Islam di Acheh adalah pihak RI dibawah pimpinan Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurahhaman Wahid, Megawati dengan TNI-nya termasuk Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu.

Karena akibat Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurahhaman Wahid, Megawati, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, salah satunya membunuh rakyat Acheh yang muslim itulah Allah SWT menjadikan RI negara yang terus menerus terpuruk, sengsara, penuh problem, dan terus mundur.

Terakhir, seperti yang telah saya singgung diatas, bahwa alhamdulillah keadaan jiwa saya sehat dan phisik saya segar bugar tanpa ada kekurangan, disamping itu telah dicek sendiri jiwa saya berdasarkan ilmu psikologi yang telah saya pelajari. Dan saya selalu memohon pertolongan dan petunjuk kepada Allah SWT semoga rakyat Acheh dibebaskan dari belenggu pendudukan dan penjajahan pihak RI yang telah berlangsung dari sejak tanggal 14 Agustus 1950 sampai sekarang ini, amin.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Fri, 4 Jun 2004 21:05:30 -0700 (PDT)
From: tati - narastati@yahoo.com
Subject: Re: nkri; negara berdarah (macam judul film horor: cincin berdarah)
To: Rizali Pidie <rpidie@yahoo.com>, ahmad@dataphone.se, netty_sumitro@hotmail.com, mitro@kpei.co.id, dityaaceh_2003@yahoo.com
Cc: omar_puteh@yahoo.com

Pak ahmad and cs,
anda menjawab email saya. sekali lagi saya ketahui anda adalah orang yg terkena beban batin anda langsung mengatakan bahwa kami dari suku yg anda benci. Anda benar2 apriori dan katakan bahwa belum tentu itu orang GAM yg melakukan malah anda membalikkan bahwa NKRI yg bermuka dua.

Anda WRONG!!!! kami bukan suku yg anda sebutkan. Dari silsilah keluarga kami juga belum ada campuran suku jawa kecuali saat ini. bukan seperti Bos anda si Hasan Tiro yg dari silsilahnya campuran dari suku jawa sayangnya dia berlaku kurang ajar (maaf sebenarnya sy tidak biasa dg kata-kata buruk tapi anda dan cs memang ingin spt ini)menghantam keturunan nenek moyangnya.

Suami sepupu sy tidak mungkin salah karena dia asli orang Aceh dimana 90% kampungnya telah dikuasai GAM malah pentolan2 GAM berasal dari sana. dan keluarganya sendiri banyak jadi korban dalam posisi terjepit. mereka direkrut utk menjadi GAM dibawah ancaman sementara mereka sendiri tidak tahu arti perang itu sebenarnya dan selalu didengungkan adalah mendirikan negara Islam kalau tidak mereka dianggap kafir. Tapi mata batin mereka terbuka ketika anda lakukan pengusiran terhadap orang jawa padahal suku tersebut sudah bercampur baur dg masyarakat Aceh anda pisahkan antara anak, ibu, bapak, sanak saudara. Ini bukan untuk kebaikan lagi karena yg dibunuh saudara muslim sendiri kalau dulu anda mendengungkan untuk bunuh orang Batak. Mungkin suatu saat kamu juga akan menyuruh bunuh suku saya yg 100% islam. Tidak biadabkah ini.....? malah untuk mencapai ambisi, anda sanggup menghabisi suku daerah anda sendiri kalau mereka anda rasa tdk sefaham. Sehingga banyak yg berlarian menyelamatkan diri kedaerah lain. anda tidak tahu bagaimana nasib mereka?

Mana ada Islam mengajarkan untuk berderma secara paksa. Anda jg berkelit, krn GAM terdiri dari orang Aceh jadi masyarakat Aceh tahu mana yg TNI mana GAM. Lagian perang anda ini perang utk mendapatkan jabatan!!! Anda sendiri yg ingin mencaplok Aceh agar masyarakat Aceh patuh terhdp anda sama seperti FIR'AUN krn ingin mendirikan Dinasti anda korbankan orang tak bersalah. Anda sumpah2-i tokoh-tokoh NKRI padahal anda sendiri ingin seperti mereka. Ini bukan mendirikan Islam lagi malah pelan-pelan anda menghabisi orang-orang islam. Doktri Yahudi yg anda tanamkan.

Buat RIZALI PIDIE, sy kasihan dg anda yg termakan dg omong besar Hasan Tiro cs. Dulu memang sy berpihak kepada perjuangan GAM tapi setelah sy saksikan sendiri pd bulan juli 2002 itu sy jadi membenci gerakan mereka. Ok, bila diadakan jajak pendapat tanpa disusupi orang GAM sy percaya 90% mereka masih pilih NKRI. Yg 10% ini krn mereka tdk diberikan kedudukan. Perjuangan anda sangat dibenci ALLAH krn memerangi hambanya!!!

Buat pak Ahmad cs mumpung lagi di Swedia tolong di check jiwanya krn anda2 psikopat berat. Tapi utuk terapinya memang bagusnya disini krn anda bisa melepaskan beban berat jiwa anda, biasanya juga di RS. Jiwa terapinya juga diarahkan seperti ini; menulis dg mengungkapkan perasaan, yg jelas harus ada kegiatan. sy maklum.

Kepada bapak-bapak, mas dsb... ikut dimilis ini, sebaiknya tdk kita komentari pernyataan Ahmad cs, secara serius krn mereka ini sdh kita anggap orang yg tak waras. Inilah akibatnya klu terlalu mang-aktualkan ambisi, ingin jadi Raja.... ha... ha....yg meg-EGo kan diri dan kesombongan. Padahal sudah bau tanah. Allah juga sdh menutup mata hati mereka jadi kita tdk bisa berbuat banyak utk meluruskan mereka ini...

Wassalam

Tati

narastati@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------