Stockholm, 5 juni 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

TATI ITU ACHEH TELAH TERBONGKAR DITELAN, DIDUDUKI & DIJAJAH RI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

TATI JELAS ITU SEKARANG ACHEH TELAH TERBONGKAR DITELAN, DIDUDUKI & DIJAJAH RI

"Saya juga ada baca sejarah tapi coba kita realistis buat apa kita menyumpah apa yg telah berlaku. Saya juga tidak terima model pemerintahan orde baru tapi soeharto yg kita ributkan itu, juga sudah tumbang. Apapun yg berlaku ambil hikmahnya kita sebagai kaum yg muda coba berpikir lebih rasional. Itukan perbuatan orang-orang yg haus kekuasaan. Dinegara manapun kalau anda baca, tidak ada suatu kesempurnaan pasti ada kelemahan2. Tapi meminimalisasi kelemahan2 tsb harus kita lakukan. Buat apa kita harus menyumpah-nyumpah yg hanya membangkitkan emosi yg tak stabil. Saya yakin anda muslim diagama kita juga tidak diajarkan penghujatan yg berlebihan sebab tanpa kita sumpah-i juga mereka pasti akan mendapat balasannya kita memang tidak melihat tapi percayalah bathin mereka pasti tersiksa. Anda (Rizali Pidie) tahu milis ini semua orang membaca, kalau orang yg berwawasan pasti mereka akan menilai juga. Dari tulisan2 tsb semakin terbuka mata orang yg diluar Aceh bahwa perjuangan GAM itu sdh tidak betul. Bagaimana mungkin masyarakat Aceh dipimpin tokoh semacam Hasan Tiro cs, tidak mampu meredam emosi, penuh kekalutan. Coba anda perhatikan baik2 dalam setiap debat, jawaban2 Ahmad cs tidak pernah mengena selalu memberikan penjabaran yg berulang-ulang dg menyebut nama-nama tokoh yg sama, penuh emosional. Dan ini saya perlihatkan ke-rekan2 lain termasuk dr. psikiater dan ini juga jadi pembahasan mereka. Ternyata yg dihadapi adalah orang yg tak waras makanya tak akan pernah konflik selesai." (Tati , narastati@yahoo.com , Sat, 5 Jun 2004 01:43:20 -0700 (PDT))

Baiklah saudara Tati di Jakarta, Indonesia.

Setelah saya membaca tanggapan saudari Tati yang dikirimkan kepada saudara Rizali Pidie dan kepada saya, ternyata hanya melihat dari segi permukaan konflik Acheh saja. Dimana akar masalah yang sebenarnya mengapa timbul konflik Acheh sedikitpun tidak pernah dikupasnya. Malahan hanya bisa menuliskan: "Coba anda (Rizali Pidie) perhatikan baik2 dalam setiap debat, jawaban2 Ahmad cs tidak pernah mengena selalu memberikan penjabaran yg berulang-ulang dg menyebut nama-nama tokoh yg sama, penuh emosional. Dan ini saya perlihatkan ke-rekan2 lain termasuk dr. psikiater dan ini juga jadi pembahasan mereka. Ternyata yg dihadapi adalah orang yg tak waras makanya tak akan pernah konflik selesai."

Jelas, kelihatan disini saudari Tati walaupun telah membaca sejarah menurut pengakuannya: "Saya juga ada baca sejarah". Tetapi, sayang sejarah yang dibacanya itu adalah sejarah yang memang telah mengikuti jalur sejarah Soekarno dan para penerusnya. Mereka hanya menuliskan Acheh adalah bagian RI. Acheh telah menjadi kerangka NKRI. Tetapi bagaimana masuk kedalam tubuh RI atau kerangka NKRI, tidak dijelaskan secara nyata.

Jadi, wajar saja kalau ada orang yang menyuguhkan fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarah tentang penelanan Negeri Acheh oleh Presiden RIS Soekarno langsung saja membantah, dan menyatakan itu sejarah sudah basi, kadaluarsa dsb.

Apalagi kalau saudari Tati membicarakannya dengan dr. Psikiater, yang kemungkinan dr psikiater tersebut tidak diajarkan disekolah atau diuniversitasnya mengenai sejarah sebenarnya tentang Acheh yang ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah oleh Soekarno dan dipertahankan sampai detik ini oleh Presiden RI Megawati bersama TNI-nya.

Memang, mengapa Ahmad Sudirman selalu mengulang-ulang jawaban terhadap setiap penanya dan pendebat tentang penelanan, pencaplokan, pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh, karena memang itulah dasar dan akar masalah yang sebenarnya konflik di Acheh ini.

Kalau ada yang mengatakan bahwa konflik di Acheh bukan karena Acheh ditelan, diduduki dan dijajah oleh RIS, RI yang menjelma jadi NKRI, maka itu alasan yang dicari-cari saja, dan alasan yang dikarang-karang oleh Soekarno dan para penerusnya. Agar supaya kejahatan dan perampokan serta pendudukan Negeri Acheh tidak terbongkar dan tidak diketahui oleh seluruh rakyat di NKRI dan di Negeri Acheh.

Selanjutnya, saudari Tati menyatakan: "Saya juga tidak terima model pemerintahan orde baru tapi soeharto yg kita ributkan itu, juga sudah tumbang. Apapun yg berlaku ambil hikmahnya kita sebagai kaum yg muda coba berpikir lebih rasional. Itukan perbuatan orang-orang yg haus kekuasaan. Dinegara manapun kalau anda baca, tidak ada suatu kesempurnaan pasti ada kelemahan2. Tapi meminimalisasi kelemahan2 tsb harus kita lakukan. Buat apa kita harus menyumpah-nyumpah yg hanya membangkitkan emosi yg tak stabil."

Nah, disini keliahatan jelas sekali, saudari Tati melihat konflik Acheh karena masalah pemerintah orde baru Soeharto. Jelas, itu salah besar. Mengapa ? Karena rezim orde baru Soeharto itu hanyalah melanjutkan kebijaksanaan politik agresi pendudukan Negeri Acheh yang telah dijalankan oleh Soekarno.

Jadi, kalau Soeharto itu tumbang karena dijungkirkan, bukan berarti konflik Acheh selesai, melainkan terus akan berlangsung selama itu dasar atau akar masalah utama konflik Acheh tidak dikemukakan, dibicarakan dan diselesaikan.

Jadi, salah benar kalau mengatakan konflik Acheh adalah akibat kebijaksanaan politik orde baru Soeharto. Karena yang menjadi penyebab konflik Acheh adalah bukan kebijaksanaan politik Soeharto melainkan karena kebijaksanaan politik, keamanan, pertahanan, dan agresi Presiden RIS Soekarno yang telah menelan, mencaplok, menduduki dan menjajah Negeri Acheh dan diteruskan oleh Soeharto dengan orde baru-nya.

Karena itu, siapapun, tidak akan mampu menyelesaikan konflik Acheh ini kalau tidak melihat dan menemukan akar masalah sebenarnya, yaitu pendudukan dan penjajahan Negeri Acheh oleh pihak Soekarno yang diteruskan sampai detik ini oleh Presiden Megawati dan TNI-nya.

Nah, kalau penguasa RI dan TNI menyadari dan mau mengakui dan menerima bahwa akar masalah konflik Acheh adalah karena pihak RI yang menjelma jadi NKRI menduduki dan menjajah Acheh, maka dari saat itulah konflik Acheh akan mudah diselesaikan. Bagaimana caranya? Nah, caranya, tarik semua pasukan TNI/POLRI/RAIDER dari Acheh, lalu serahkan semua urusan kepada seluruh rakyat Acheh untuk menentukan sikap, apakah YA bebas dari kurungan RI atau TIDAK bebas dari kurungan RI bersama TNI-nya.

Kan sederhana, dan mudah itu penyelesaian konflik Acheh. Tidak perlu mengerahkan puluhan ribu pasukan TNI/RAIDER/POLRI ke Negeri Acheh.

Kemudian, kalau memang itu Negeri Acheh adalah milik RI, jelas nanti itu rakyat Acheh akan milih tetap dalam kerangka RI. Tetapi, kalau Negeri Acheh memang ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah Soekarno, maka jelas rakyat Acheh akan memilih lepas dari RI.

Jadi, bukan seperti yang dikatakan oleh saudari Tati: "Apapun yg berlaku ambil hikmahnya kita sebagai kaum yg muda coba berpikir lebih rasional. Itukan perbuatan orang-orang yg haus kekuasaan.".

Nah, kalau semua generasi muda di RI adalah seperti saudari Tati, maka jelas itu konflik Acheh akan terus berlangsung, mengapa ? Karena, akar masalahnya tidak diungkapkan kepermukaan. Hanya dimasukkan kebawah bantal, sambil mengatakan: "ambil hikmahnya kita sebagai kaum yg muda coba berpikir lebih rasional".

Kalau mau berpikir rasional, maka perlu mencari, menggali, membongkar, meneliti, menganalisa, memahami, menghayati, menyimpulkan tentang akar masalah sebenarnya konflik Acheh. Jadi, bukan menutup begitu saja, kemudian melupakannya.

Justru, berpikir yang rasionil adalah gali, pelajari, analisa, mengapa itu timbul konflik Acheh. Bukan hanya membaca sedikit sejarah buatan Soekarno dan para penerusnya saja, yang menyembunyikan kejahatan Soekarno yang telah merampok, menelan, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh. Ya, jelas, menganggap apa yang dibuat Soekarno itu benar dan betul. Akhirnya, mudah saja, menyatakan: kan Soeharto sudah jatuh, kita harus rasionil, lupakan saja kasus Acheh, kita kan generasi muda. Mari bangun itu Acheh. Dinegara manapun tidak ada yang sempurna.

Itu, jalan pemikiran yang demikian dari generasi muda RI tentang konflik Acheh adalah banyak salahnya. Sebabnya?, karena menyembunyikan dan melupakan akar masalah sebenarnya tentang konflik Acheh ini.

Kemudian, soal membicarakan apa yang telah dilakukan oleh Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati, adalah memang itu perlu, sebagai contoh dan gambaran bagi generasi sekarang dan yang akan datang. Kalau memang benar Soekarno menelan, mencaplok, menduduki dan menjajah Negeri Acheh, mengapa harus disembunyikan, dan mengapa dianggap menghujat Soekarno dan para penerusnya ?. Itu kan membeberkan semua fakta dan kenyataan yang sebenarnya.

Malahan, justru harus berterimakasih ada orang yang membukakan dan membeberkan apa yang telah dilakukan oleh Soekarno dan penerusnya terhadap Negeri Acheh. Bukan dituduh menghujat.

Lalu, dengan dibukakan dan dijelaskan semua fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarah tentang penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan Negeri Acheh oleh Soekarno kepada seluruh rakyat di NKRI dan di Negeri Acheh adalah sangat baik agar supaya mata menjadi terbuka dan para penerus Soekarno tidak mudah membodohi rakyat di NKRI dan di Negeri Acheh dengan segala propaganda isap jempol tentang Negeri Acheh.

Begitu juga dengan dibukanya mimbar bebas ini, agar seluruh rakyat di NKRI dan di Negeri Acheh menjadi terbuka matanya, bahwa memang benar itu Negeri Acheh telah ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah oleh Presiden RIS Soekarno yang diteruskan oleh para penerusnya sampai detik sekarang ini.

Karena itulah rakyat Acheh bangkit untuk menentukan nasibnya sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI.

Sekarang, dengan terbukanya keborokan, kebusukan, kejahatan yang dilakukan oleh pihak Soekarno terhadap Negeri Acheh, maka seharusnya pihak penerus Soekarno ini menyadari bahwa Negeri Acheh itu telah ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah RI. Tetapi, kalau masih juga ngotot tidak mau mengakui kesalahan, dan kekeliruannya menelan dan mencaplok Negeri Acheh, maka sudah pasti rakyat Acheh akan terus bangkit menuntut penentuan nasib sendiri agar Negeri Acheh yang telah ditelan RIS, RI kembali ketangan seluruh rakyat Acheh.

Kalau ada orang yang mengatakan bahwa perjuangan rakyat Acheh, ASNLF atau GAM dan TNA tidak betul, itu tandanya orang tersebut tidak mengetahui akar masalah sebenarnya tentang konflik Acheh ini.

Justru yang tidak betul adalah pihak Soekarno dan para penerusnya yang tetap ngotot mempertahankan Negeri Acheh untuk terus diduduki dan dijajah.

Kemudian, kalau saudari Tati mengatakan: "Sayangnya pihak Ahmad cs tidak menyadari dg membuka milis seperti ini mempermudah orang untuk mengetahui siapa sebenarnya pribadi mereka dan ini memudahkan kita utk meluruskan kembali kepada saudara-saudara kita yg di Aceh, pemuda-pemuda Aceh yg diperantauan bahwa tokoh yg diagungkan pihak GAM bukan orang yg bisa diharapkan mungkin kalau mereka dibiarkan hadir ditengah-tengah masyarakat Aceh dan menjadi pemimpin Negara Aceh yg mereka impikan, lebih sadis kekejamannya dari tokoh-tokoh yg mereka hujat. Akan sama dg tentara yahudi".

Nah jelas kelihatan, saudari Tati tidak memahami, bahwa justru dengan dibukanya milis ini telah menjadi alat untuk membukakan mata seluruh rakyat di RI dan di Negeri Acheh bahwa memang benar Negeri Acheh itu telah ditelan dan diduduki oleh Rezim Penguasa RI yang diawali oleh Presiden RIS Soekarno dan diteruskan oleh Soeharto, BJ Habibie, Abdurahman Wahid, dan sekarang oleh Presiden Megawati.

Jusatru, dengan adanya milis terbuka inilah pihak Presiden Megawati , Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, dan Pemerintah Darurat Sipil Daerah Acheh merasa terbongkar.

Coba saja perhatikan ketika masih berlaku Darurat Militer, bagaimana itu Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya kelabakan setengah mati menghadapi dan berdebat di mimbar bebas ini.

Jadi, dengan adanya milis terbuka ini, yang membicarakan referendum, penjajahan di Acheh, pelanggaran hak asasi manusia di Acheh, pembunuhan di Acheh, maka makin terbukalah bagi seluruh rakyat di RI dan di Negeri Acheh, bahwa memang pihak RI dibawah Presiden Megawati dan TNI-nya terus ingin menduduki dan menjajah Negeri Acheh.

Rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI akan terus berjuang membebaskan Negerinya yang berada dalam pendudukan dan penjajahan RI bersama TNI-nya. Yang jelas kelihatan pihak TNI/POLRI/RAIDER adalah sama kejamnya ketika membunuh rakyat Acheh dengan para serdadu Yahudi Israel yang membunuhi rakyat Palestina.

Terakhir saudari Tati menulis: "Ahmad cs, saya mempertanyakan kembali ke Islaman anda!"

Jelas, saudari Tati, sampai detik ini saya adalah sebagai seorang muslim yang mukmin, semoga Allah SWT tetap membimbing, menunjuki, menolong, memberikan ilmu kepada diri saya, dan kepada para pejuang Acheh dan kepada seluruh ummat Islam yang berjuang untuk tegaknya Islam dan untuk memperjuangkan pembebasan Negeri Acheh dari pendudukan dan penjajahan RI.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Sat, 5 Jun 2004 01:43:20 -0700 (PDT)
From: tati - <narastati@yahoo.com>
Subject: Re: nkri; negara berdarah (macam judul film horor: cincin berdarah)
To: Rizali Pidie <rpidie@yahoo.com>, ahmad@dataphone.se

Ok, saya hanya mengingatkan anda (Rizali Pidie) karena dari nada tulisan anda yg berkobar hanya emosi sama seperti Ahmad cs dlm penjabarannya yg berulang-ulang dalam penyebutan tokoh-tokoh yg dia benci.

Saya juga ada baca sejarah tapi coba kita realistis buat apa kita menyumpah apa yg telah berlaku. Saya juga tidak terima model pemerintahan orde baru tapi soeharto yg kita ributkan itu, juga sudah tumbang. Apapun yg berlaku ambil hikmahnya kita sebagai kaum yg muda coba berpikir lebih rasional. Itukan perbuatan orang-orang yg haus kekuasaan. Dinegara manapun kalau anda baca, tidak ada suatu kesempurnaan pasti ada kelemahan2. Tapi meminimalisasi kelemahan2 tsb harus kita lakukan. Buat apa kita harus menyumpah-nyumpah yg hanya membangkitkan emosi yg tak stabil. Saya yakin anda muslim diagama kita juga tidak diajarkan penghujatan yg berlebihan sebab tanpa kita sumpah-i juga mereka pasti akan mendapat balasannya kita memang tidak melihat tapi percayalah bathin mereka pasti tersiksa.

Saya minta maaf kalau anda merasa tersinggung dg ucapan saya, terus terang sebenarnya saya tidak terbiasa dg mengeluarkan kt2 kasar. Tapi mengingat ahmad cs, bukan lagi seperti orang normal memberikan komentar2, terutama Warwick menurut saya terlalu sadis ajakannya utk membunuh satu suku. Apakah memang ini yg diinginkan masyarakat Aceh?

Anda tahu milis ini semua orang membaca, kalau orang yg berwawasan pasti mereka akan menilai juga. Dari tulisan2 tsb semakin terbuka mata orang yg diluar Aceh bahwa perjuangan GAM itu sdh tidak betul. Bagaimana mungkin masyarakat Aceh dipimpin tokoh semacam Hasan Tiro cs, tidak mampu meredam emosi, penuh kekalutan. Coba anda perhatikan baik2 dalam setiap debat, jawaban2 Ahmad cs tidak pernah mengena selalu memberikan penjabaran yg berulang-ulang dg menyebut nama-nama tokoh yg sama, penuh emosional. Dan ini saya perlihatkan ke-rekan2 lain termasuk dr. psikiater dan ini juga jadi pembahasan mereka. Ternyata yg dihadapi adalah orang yg tak waras makanya tak akan pernah konflik selesai.

Sayangnya pihak Ahmad cs tidak menyadari dg membuka milis seperti ini mempermudah orang untuk mengetahui siapa sebenarnya pribadi mereka dan ini memudahkan kita utk meluruskan kembali kepada saudara-saudara kita yg di Aceh, pemuda-pemuda Aceh yg diperantauan bahwa tokoh yg diagungkan pihak GAM bukan orang yg bisa diharapkan mungkin kalau mereka dibiarkan hadir ditengah-tengah masyarakat Aceh dan menjadi pemimpin Negara Aceh yg mereka IMPIKAN, lebih sadis kekejamannya dari tokoh-tokoh yg mereka hujat. Akan sama dg tentara YAHUDI.

Ahmad cs, saya mempertanyakan kembali ke Islaman anda!

Tati

narastati@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------