Stockholm, 6 juni 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

TATI ITU PEMERINTAH BELANDA DULU & PEMERINTAH RI SEKARANG SAMA, MENDUDUKI & MENJAJAH ACHEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS SAUDARI TATI ITU PEMERINTAH BELANDA DULU & PEMERINTAH RI SEKARANG SAMA, MENDUDUKI & MENJAJAH ACHEH

"Pak ahmad, kalau dulu saya percaya sekali berita -berita dari pers yg berpihak kepada pihak GAM atau informasi2 pembenaran kembali bila ada berita yg menyudutkan GAM. Tapi sekarang saya benar2 sudah tidak percaya lagi karena bapak berulang mengutuki rezim Soekarno dst penguasa saat ini dan menyumpahi kalau mereka itu orang Jawa kafir!. Dan berulang-ulang anda mengatakan inilah akar permasalahan. Tapi adilkah gara2 perbuatan satu orang atau lebih sesuai yg bapak kutuki menghukum dan menyeratakan mereka-mereka yg tidak tahu sama sekali dengan menghajar, menghabisi etnis Jawa yg anda katakan kafir sama dg Belanda wah jauh sekali perbandingannya. Belanda yg datang jelas2 orang bukan Islam dan mereka bukan serumpun dengan kita." (Tati , narastati@yahoo.com , Sat, 5 Jun 2004 18:01:24 -0700 (PDT))

Baiklah saudara Tati di Jakarta, Indonesia.

Saudari Tati, kalau itu berita tidak betul, dengan alasan apapun, harus dikatakan tidak betul. Bukan seperti yang dikatakan saudari Tati: "Pak ahmad, kalau dulu saya percaya sekali berita -berita dari pers yg berpihak kepada pihak GAM atau informasi2 pembenaran kembali bila ada berita yg menyudutkan GAM. Tapi sekarang saya benar2 sudah tidak percaya lagi karena bapak berulang mengutuki rezim Soekarno dst penguasa saat ini".

Nah, soal saya membukakan kebijaksanaan politik, pertahanan, keamanan, dan agresi Soekarno terhadap Negeri Acheh, itu juga suatu kenyataan, fakta dan bukti, dasar hukum, dan sejarah yang benar, yang ditunjang oleh fakta dan bukti dari pihak Sekretariat RI.

Jadi, mengapa ketika kebijaksanaan penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan RI terhadap Negeri Acheh diungkapkan dan dijelaskan kepada seluruh rakyat di RI dan di Negeri Acheh, dikatakan oleh saudari Tati dengan "mengutuki rezim Soekarno dst penguasa saat ini" ?.

Itu penjelasan sejarah yang saya ungkapkan artinya bukan mengutuki pribadi Soekarno, melainkan menyatakan bahwa karena dengan kebijaksanaan politik Soekarno menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh itulah yang menyebabkan konflik Acheh berdarah sampai detik sekarang ini.

Karena itu, saya selalu menyatakan bahwa kalau pihak Penguasa RI mau mengakui dan menerima kebenaran bahwa apa yang dilakukan oleh Soekarno dengan menduduki & menjajah Negeri Acheh itu suatu pelanggaran hukum internasional yang tidak bisa diampuni secara hukum, kecuali kalau Negeri Acheh itu dikembalikan lagi kepada rakyat Acheh, dengan cara penentuan pendapat melalui jajak pendapat atau referendum yang berisikan dua opsi, yaitu opsi YA bebas dari RI dan opsi TIDAK bebas dari RI dengan disaksikan oleh badan Internasional seperti PBB.

Nah, itukan tidak sama dengan mengutuk pribadi Soekarno.

Kemudian kalau saya menyinggung para penerus Soekarno, seperti Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, dan sekarang Presiden Megawati, memang karena mereka sebagai Presiden RI itulah juga sama meneruskan kebijaksanaan politik Soekarno tentang Negeri Acheh untuk tetap memepertahankan pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh.

Jadi, disinipun saya tidak mengutuk pribadi mereka, melainkan menyalahkan kebijaksanaan politik mereka yang mempertahankan kebijaksanaan politik Soekarno menduduki dan menjajah Negeri Acheh yang bertentangan dengan hukum internasional.

Selanjutnya, sekali lagi saya tekankan disini, kalau saudara Warwick selalu mengatakan: "kafir penjajah hindunesia jawa". Itukan sudah saya jelaskan dalam tulisan sebelum ini. Dimana dikatakan dalam tulisan sebelum ini: "kalau saudara Warwick yang Negerinya ditelan, dicaplok, diduduki, dijajah Soekarno yang tidak senang Islam dijadikan sebagai dasar negara, mengatakan "kafir penjajah jawa". Artinya, Soekarno yang tidak ingin menjadikan Islam sebagai dasar negara, yang telah menelan dan mencaplok Negeri Acheh, yang hukum negaranya bersumberkan kepada pancasila hasil kutak-katiknya sendiri dan berkonstitusi UUD 1945 yang non Islami. Jadi jelas dan terang, negara RI yang hukumnya bersumberkan kepada pancasila itu adalah negara kafir. Ditambah dengan menjajah Negeri Acheh, maka menurut saudara Warwick namanya menjadi "kafir penjajah Jawa". Kemudian kalau ada tambahan kata hindunesia, itu adalah memang karena sebelum Islam datang itu hindu yang mendominasi di nusantara ini. Dan masih banyak penganut hindu di nusantara sampai sekarang ini, misalnya seperti di Bali. Dimana raja-raja di Jawa hampir kebanyakan beragama hindu. Jadi masuk akal kalau dinamakan hindunesia."

Nah, itukan sudah jelas. Mengapa saudara Warwick menyatakan "kafir penjajah jawa".

Ya, kalau saudari Tati tidak setuju dengan istilah saudara Warwick coba cari alasan lain yang bisa mematahkan alasan saudara Warwick. Jangan hanya pandai mengajukan alasan: "menyumpahi kalau mereka itu orang Jawa kafir!. Dan berulang-ulang anda mengatakan inilah akar permasalahan."

Itukan bukan alasan, melainkan hanya sebagai akibat membaca hasil pemikiran saudara Warwick, kemudian saudari Tati tidak mampu menyanggahnya, lalu dengan mudah saja menjawab: "menyumpahi kalau mereka itu orang Jawa kafir!.".

Selanjutnya, saudari Tati menyatakan: "Tapi adilkah gara2 perbuatan satu orang atau lebih sesuai yg bapak kutuki menghukum dan menyeratakan mereka-mereka yg tidak tahu sama sekali dengan menghajar, menghabisi etnis Jawa yg anda katakan kafir sama dg Belanda wah jauh sekali perbandingannya. Belanda yg datang jelas2 orang bukan Islam dan mereka bukan serumpun dengan kita."

Saudari Tati, kebijaksanaan politik, pertahanan, keamanan, dan agresi Presiden RIS Soekarno adalah agresi yang dijalankan oleh Pemerintah RI-Jawa-Yogya terhadap Negara-Negara Bagian dalam RIS, termasuk terhadap Negeri-Negeri Lain diluar daerah wilayah kekuasaan de-facto dan de-jure RIS, seperti Negeri Acheh dan Negeri Maluku Selatan.

Nah, saya harap saudari Tati, mengerti kalau saya menulis seperti diatas itu. Karena kalau tidak mengerti sejarah pertumbuhan dan perkembangan RI menjadi RI-Jawa-Yogya, nantinya tidak nyambung diskusi ini. Karena penjelasan tersebut diatas telah berpuluh kali ditulis di mimbar bebas ini.

Jadi, dari dasar itulah, mengapa pihak Negeri-negeri diluar RIS menganggap pihak Pemerintah RI- Jawa-Yogya dibawah Soekarno menelan dan menduduki Negeri Acheh, Negeri Maluku Selatan, dan Negeri Papua.

Ternyata kebijaksanaan politik, pertahanan, keamanan, agresi Soekarno tidak dikecam oleh sebagian besar penduduk RI, yang mayoritas Jawa (45 % dari seluruh penduduk RI), Sunda (14%), Madura (7,5%), Melayu (7,5), dan suku etnis lainnya (26%), maka dianggap kebijaksanaan plitik, pertahanan, keamanan, dan agresi Soekarno terhadap Negeri Acheh diterima oleh sebagian besar rakyat RI.

Nah sekarang, mayoritas penduduk RI yang hampir setengahnya etnis Jawa itu, mendukung kebijaksanaan politik, pertahanan, keamanan, agresi, dan pendudukan Negeri Acheh oleh Soekarno diteruskan oleh Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, dan sekarang oleh Presiden Megawati.

Jadi, saudari Tati, kalau yang sebagian besar penduduk RI itu tidak mendukung kebijaksanaan politik, pertahanan, keamanan, agresi, dan pendudukan Negeri Acheh yang dijalankan oleh Presiden-presiden dari Jawa, maka jelas, itu konflik Acheh akan segera selesai.

Masalahnya sekarang, yang sebagian besar penduduk RI itu tidak mau mengakui dan tidak mau menerima bahwa Negeri Acheh itu ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah oleh pihak RI, diteruskan oleh RI sampai detik sekarang ini.

Alasannya sederhana saja, karena itu Negeri Acheh milik RI, sudah masuk kedalam kerangka NKRI. Susdah lama berada dalam sangkar RI, dsb.

Kan, itu alasan yang dangkal. Yang sampai sekarang telah saya jawab semua alasan-alasan dari pihak RI dan para pendukungnya. Dan memang alasan mereka semuanya tidak kuat, dan tidak ditunjang dengan fakta dan bukti, dasar hukum, dan sejarah yang kuat dan benar.

Jadi, kalau sekarang ada yang mengatakan itu kan Jawa yang menjajah Negeri Acheh. Memang ada benarnya, dan bisa diterima oleh akal, bisa dibuktikan secara logika, ada fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarahnya.

Seterusnya, kembali kepada saudara Warwick yang mengatakan: "sejarah kafir penjajah belanda " dan "sejarah Snouck Horgronje si kafir laknatullah" yang dihubungkan dengan "kafir penjajah Jawa".

Jelas, ada hubungannya, dilihat dari sudut hukum Islam dan ketatanegaraan Islam. Lihat Belanda yang hukum negaranya bersumberkan kepada hukum non Islam. RI yang penduduknya hampir setengahnya dari Jawa memiliki hukum negara yang bersumberkan kepada pancasila hasil kutak-katik Soekarno.

Jadi, kalau ditinjau dari sudut hukum Islam dan ketatanegaraan Islam, maka kedua Negara itu, Belanda dan RI adalah sama, Negara kafir.

Lain, kalau dilihat dari sudut pancasila dan dari sudut ideologi Belanda. Jelas, kalau dilihat dari sudut ini, negara RI adalah negara pancasila, sedangkan Kerajaan Belanda adalah negara sekular.

Seterusnya menyinggung masalah rumpun. Rumpun Belanda tidak sama dengan rumpun Jawa. Memang benar. Atau bisa dikatakan Bangsa Belanda tidak sama dengan bangsa Jawa. Memang benar. Tetapi juga bangsa Jawa tidak sama dengan bangsa Sunda. Tidak sama dengan bangsa Acheh. Tidak sama dengan bangsa Papua. Tidak sama dengan bangsa Batak. Tidak sama dengan bangsa Melayu. Tidak sama dengan bangsa Madura. Tidak sama dengan bangsa Dayak. Tidak sama dengan bangsa China. Tidak sama dengan bangsa Arab.

Jangan samakan dengan bangsa Indonesia. Itu bangsa Indonesia datang belakangan hasil kocokan dan campuran Soekarno dengan PNI-nya pada tanggal 28 Oktober 1928. Bangsa Indonesia adalah bangsa campuran yang amburadul. Mana bisa semua bangsa yang ada di nusantara dikocok, dikocek, dan dilebur menjadi satu menjadi bangsa Indonesia. Itu mimpi Soekarno cs dengan PNI-nya saja. www.dataphone.se/~ahmad/040527.htm

Lalu saudari Tati menulis: "Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih, karena telah membantu saya menjelaskan kepada teman2 Aceh saya, cukup dengan kebengisan tulisan2 Warwick untuk mengajak membunuh suku Jawa dengan sadisnya jadi kita temukan kenapa konflik Aceh tidak bisa selesai karena ada dendam tak berkesudahan dari seseorang terhadap seseorang yg diimplikasikan satu suku. Jadi itulah kenapa dibentuk TNA/GAM. Dan kami juga berkesimpulan adapun berita yg benar pasti akan di bantah oleh pihak anda cs, karena di benak kalian hanya ada satu kebenaran berita yaitu dari anda-anda sekalian."

Nah disinipun, saudari Tati sudah salah mengambil kesimpulan mengenai timbulnya konflik Acheh dan penyelesaian konflik Acheh. Mengapa ?. Karena itu penyelesaian konflik Acheh tidak bisa diselesaikan, bukan karena "kebengisan tulisan2 Warwick untuk mengajak membunuh suku Jawa dengan sadisnya", melainkan karena pihak Pemerintah RI masih tetap menjalankan kebijaksanaan politik, pertahanan, keamanan, pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh dengan menggunakan kekuatan TNI/POLRI/RAIDER. Pihak Pemerintah RI tidak mau mengakui dan menerima itu Negeri Acheh ditelan, diucaplok, diduduki dan dijajah Presiden RIS Soekarno dan diteruskan sampai sekarang oleh Presiden RI Megawati yang didukung oleh sebagian besar rakyat RI.

Seterusnya kesimpulan saudari Tati yang salah kaprah karena tidak membaca sejarah Acheh, ASNLF atau GAM dan TNA terlihat dalam kesimpulannya yang menyatakan: "karena ada dendam tak berkesudahan dari seseorang terhadap seseorang yg diimplikasikan satu suku. Jadi itulah kenapa dibentuk TNA/GAM".

Nah, kelihatan itu saudari Tati mengarang-ngarang sendiri dan menyimpulkan seenaknya mengenai alasan dibentuknya TNA dan GAM.

Saudari Tati saya telah menuliskan panjang lebar mengenai dibentuknya GAM atau ASNLF ini dalam tulisan-tulisan sebelum ini. Dimana tulisan-tulisan itu semuanya dikumpulkan dalam www.dataphone.se/~ahmad/opini.htm . Kumpulan tulisan-tulisan itu menjadi saksi sejarah.

Lalu saudara Tati menulis: "Dan kami juga berkesimpulan adapun berita yg benar pasti akan di bantah oleh pihak anda cs, karena di benak kalian hanya ada satu kebenaran berita yaitu dari anda-anda sekalian."

Saudari Tati, yang dibantah oleh Ahmad Sudirman adalah kalau berita-berita itu tidak benar dan tidak ditunjang oleh fakta dan bukti yang benar. Contohnya seperti berita yang ditulis oleh Serambi Indonesia yang telah saya tulis kemaren dan hari ini dalam tulisan "Dandim Pidie Letkol Inf A Rochim Siregar putar balik fakta pembunuhan" www.dataphone.se/~ahmad/040605b.htm dan dalam tulisan "Serambi Indonesia mengarang sendiri cerita pembunuhan di Krueng Jangko" www.dataphone.se/~ahmad/040606.htm

Seterusnya, tentang hal yang saudari Tati tulis: "Pantasan semua suku yg ada di Indonesia tdk respek dg masyarakat aceh ternyata krn doktrin yg anda keluarkan, belum lagi cerita pilu dari orang2 yg di usir".

Doktrin apa yang dikeluarkan oleh pihak ASNLF atau GAM ?. Kalau itu rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI memang benar. Tetapi itu bukan doktrin. Begitu juga penjelasan tentang penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan Negeri Acheh oleh pihak Presiden RIS Soekarno pada tanggal 14 Agustus 1950 berdasarkan PP RIS No.21/1950 dan PERPPU No.5/1950 yang diteruskan oleh Presiden Megawati sampai detik ini. Itu juga bukan doktrin. Melainkan itu adalah fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarah.

Jadi, doktrin apa yang dijadikan alasan oleh suku yang ada di Indonesia sehingga tidak respek dengan masyarakat Acheh ?.

Saudari Tati, kalau saudari mau jujur, sebenarnya yang tidak respek kepada seluruh rakyat Acheh adalah akibat dari pihak Pemerintah RI yang tetap terus menjalankan kebijaksanaan politik, pertahanan, keamanan, pendudukan, dan penjajahan di Negeri Acheh. Merekalah, para Penguasa RI itulah yang tidak respek dan penyebab suku-suku lain tidak respek kepada masyarakat Acheh.

Kalau itu soal cerita pilu orang-orang yang diusir, itu hanyalah alasan yang dibuat-buat saja. Coba pikirkan, itukan kan kebijaksaan Soeharto mengenai transmigrasi ke Acheh dari Pulau Jawa yang sudah padat dan miskin itu. Kemudian, di Negeri Acheh terus saja diduduki dan dijajah. Ketika rakyat Acheh bangkit menuntut Negerinya untuk menentukan nasib sendiri bebas dari Negara Pancasila atau NKRI ini, lalu efeknya mengenai kepada orang-orang transmigrasi ini, maka dijadikanlah cerita-cerita pilu para transmigrasi itu sebagai dasar alasan suku-suku yang ada di Nusantara tidak respek kepada masyarakat Acheh. Jangan mengada-ada cerita saudari Tati. Allah SWT lebih mengetahui mengapa timbul konflik di Acheh. Dan apa penyebab konflik di Negeri Acheh itu. Tetapi yang jelas rakyat Acheh telah diberi ilmu oleh Allah SWT dan mau mempergunakan ilmu yang diberikan oleh Allah SWT untuk menggali, mempelajari, meneliti, menganalisa, dan menyimpulkan sehingga terbongkarlah bahwa itu pihak RIS, dan RI lah yang menjadi penyebab utama konflik Acheh ini.

Menyinggung yang ditulis saudari Tati: "Sekarang saja sudah banyak dari pihak GAM yg keluar krn rakyat sudah tdk mendukung. Yg tinggal bertahan dihutan itu jumlahnya juga sangat kecil. Kasihan mereka memperjuangkan suatu idealis jahat dg mengkait-kaitkan sejarah Aceh. Jika saja ada hubungan kesana mau rasanya memberikan penerangan dari hasil dikusi2 kami dalam membahas tulisan tulisan anda cs.

Saudari Tati, saudari ini makin melantur saja.
Memang pihak RI telah menjalankan cara-cara militernya sehingga banyak yang gugur sebagai pejuang Acheh dan banyak yang dijebloskan kedalam LP-LP di Jawa dan di Acheh. Tetapi, itu tidak berarti semangat perjuangan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI makin berkurang, malahan makin bertambah dan makin kuat. Lihat saja buktinya, pihak Ryamizard Ryacudu dan Sutarto tidak mampu menghabiskan pihak TNA dan ASNLF atau GAM.

Kemudian, rakyat Acheh bukan memperjuangkan idealist jahat dengan mengkait-kaitkan sejarah Acheh. Apakah itu dinamakan idealist jahat kalau menuntut Negeri Acheh yang ditelan, dicaplok, dididuki dan dijajah oleh Presiden RIS Soekarno ?. Coba pikir dengan menggunakan pikiran yang jernih. Justru yang menjalankan idealist jahat adalah pihak Presiden Megawati bersama TNI-nya untuk terus menduduki dan menjajah Negeri Acheh. Tidak mau dan tidak menerima kalau seluruh rakyat Acheh yang menentukan nasib mereka dimasa depan, melalui jajak pendapat. Nah, itukan, taktik dan strategi jahat yang didorong oleh keinginan dan kebijaksanaan politik, pertahanan, keamanan untuk terus menduduki Negeri Acheh dari pihak Pemerintah RI.

Lalu, saudari Tati menulis: "Sebagusnya anda bunuh saja nama-nama orang yg memulai terjadinya permasalahan di aceh bila sdh mati bongkar koburannya atau cari keluarga terdekatnya utk dihabisi kan selesai. kenapa harus satu suku yg dihabisi."

Itu cara yang saudari Tati terangkan adalah salah besar. Yang benar adalah jangan dukung kebijaksanaan politik, petahanan, keamanan mengenai pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh oleh pihak Pemerintah RI.

Coba seluruh rakyat di Jawa menentang pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh. Tunjukkan sikap kepada pihak Penguasa RI dan TNI untuk menarik seluruh pasukan TNI/POLRI/RAIDER dari Negeri Acheh. Adakan jajak pendapat bagi seluruh rakyat Acheh untuk menentukan sikap, apakah YA keluar dari RI atau TIDAK keluar dari RI.

Itulah jalan terbaik. Bukan terus saja mendudukung dan menyokong kebijaksanaan Pemerintah Megawati dengan TNI-nya untuk terus menduduki dan menjajah Negeti Acheh.

Seterusnya, itu menyinggung PBB, jelas pihak badan Internasional ini telah mengetahui pelanggaran hak-hak asasi manusia di Acheh, Papua dan di Maluku Selatan yang dijalankan oleh pihak TNI/POLRI.

Masalahnya sekarang, itu pihak Pemerintah Megawati bersama TNI-nya masih juga ngotot bahwa apa yang terjadi di Acheh, Papua, dan Maluku Selatan adalah bukan pelanggaran hak-hak asasi manusia. Melainkan karena adanya gerakan separatis.

Nah, kan itu cerita diputar balik oleh Pemerintah Megawati Cs bersama TNI-nya. Masa gerakan rakyat Acheh dinamakan gerakan separatis, padahal itu Negeri Acheh yang diduduki dan dijajah oleh pihak RI. Coba, pergunakan sedikit pikiran. Jangan hanya mengikuti cerita dan propaganda isap jempol pihak TNI dan Mbak Mega saja.

Terakhir, sekali lagi saya tekankan di mimbar bebas ini, yaitu apa yang telah dijelaskan dan ditulis adalah bukan hujatan, melainkan suatu penerangan dan penjelasan kepada seluruh rakyat di RI dan di Negeri Acheh agar mata, hati, dan pikiran terbuka untuk melihat dan membaca apa yang telah dijalankan oleh pihak Penguasa RI terhadap rakyat dan Negeri Acheh.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Sat, 5 Jun 2004 18:01:24 -0700 (PDT)
From: tati - narastati@yahoo.com
Subject: Re: SERAMBI INDONESIA MENGARANG SENDIRI CERITA PEMBUNUHAN DI KRUENG JANGKO
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Pak ahmad, kalau dulu sy percaya sekali berita -berita dari pers yg berpihak kepada pihak GAM atau informasi2 pembenaran kembali bil ada berita yg menyudutkan GAM tapi sekarang sy benar2 sudah tidak percaya lagi karena bapak berulang mengutuki rezim soekarno dst... penguasa saat ini dan menyumpahi kalau mereka itu orang jawa kafir..! dan berulang-ulang anda mengatakan inilah akar permasalahan.

Tapi adilkah gara2 perbuatan satu orang atau lebih sesuai yg bapak kutuki menghukum dan menyeratakan mereka-mereka yg tidak tahu sama sekali. dg menghajar,menghabisi etnis Jawa yg anda katakan kafir ... sama dg Belanda .... wah... jauh sekali perbandingannya. Belanda yg datang jelas2 orang bukan Islam dan mereka bukan serumpun dg kita.

Sekali lagi sy mengucapkan terima kasih, krn telah membantu sy menjelaskan kpd teman2 aceh sy, cukup dg kebengisan tulisan2 warwickuntuk mengajak membunuh suku jawa dengan sadisnya jadi kita temukan kenapa konflik aceh tdk bisa selesai krn ada dendam tak berkesudahan dari seseorang terhdp seseorang yg diimplikasikan satu suku. jadi itulah kenapa dibentuk TNA?GAM. dan kami juga berkesimpulan adapun berita yg benar pasti akan di bantah oleh pihak anda cs, karena di benak kalian hanya ada satu kebenaran berita yaitu dari anda-anda sekalian.

Pantasan semua suku yg ada di Indonesia tdk respek dg masyarakat aceh ternyata krn doktrin yg anda keluarkan belum lagi cerita pilu dari orang2 yg di usir. Allah maha tahu niat yg tidak baik.

Sekarang saja sudah banyak dari pihak GAM yg keluar krn rakyat sudah tdk mendukung. Yg tinggal bertahan dihutan itu jumlahnya juga sangat kecil. kasihan mereka memperjuangkan suatu idealis jahat... dg mengkait-kaitkan sejarah aceh. jika saja ada hub. kesana mau rasanya memberikan penerangan dari hasil dikusi2 kami dalam membahas tulisan tulisan anda cs.

Sebagusnya anda bunuh saja nama-nama orang yg memulai terjadinya permasalahan di aceh bila sdh mati bongkar koburannya atau cari keluarga terdekatnya utk dihabisi kan selesai. kenapa harus satu suku yg dihabisi.

Sebenarnya ada niat politis, agar pihak PBB lebih peduli ini merupakan kekacauan yg mesti diatasi .sehingga anda diizinkan merdeka. MIMPI kali ye....

Teruskan hujatan2nya dan kata-kata kasarnya ini sangat berguna. Sesuai sabda nabi orang yg sehari2nya mengumpat, mencaci dan pembenaran diri pada dasarnya dialah yg paling buruk dan dia sendiri lah yg telah membuka aibnya dan dia sendiri yg menghinakan dirinya.

Wassalam

Tati

narastati@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------