Stockholm, 7 juni 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUMITRO DENGAN KACAMATA MEGAWATI-NYA TERUS MENGEKOR RYACUDU
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MEMANG KELIHATAN MAKIN JELAS ITU SUMITRO DENGAN KACAMATA MEGAWATI-NYA TERUS MENGEKOR RYACUDU

"Saudara Ahmad Sudirman, anda dan CS berusaha mencari celah kelemahan dari berita itu sendiri sehingga pelaku nya dalam hal ini GAM berusaha anda tutup2pi dan menghindar dari tanggung jawab terhadaptragedi penembakan terhadap keluarga Abdullah Yusuf kades Krueng Jangko kec. Glumpang tiga Pidie. Adapun yang jadi korban adalah Herlinawati ( 25, meninggal ) , Ernita ( 2 bulan ) syaiful ( 14 tahun ) dan Hamidah istri dari Abdullah Yusuf. Sadis memang dan ini sudah diluar perikemanusiaan." (Sumitro, mitro@kpei.co.id , Mon, 7 Jun 2004 13:11:20 +0700)

Baiklah saudara Sumitro di Jakarta, Indonesia.

Makin jelas nampak saja, saudara Sumitro yang memakai kacamata Megawati-nya sambil mengekor pada KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu. Mengapa ?

Karena itu berita yang dimuat oleh Serambi Indonesia tentang "GAM Bantai Keluarga Kades" yang dimuat pada tanggal 5 Juni 2004, indomedia.com/serambi/2004/06/050604h2.htm , dan pada 6 Juni 2004 indomedia.com/serambi/2004/06/060604h2.htm , yang jelas-jelas kelihatan sumber berita dan pelakunya tidak jelas, dan pihak Dandim Pidie, Letkol Inf A Rochim Siregar sendiripun tidak berani menyanggahnya. Begitu juga pihak Penguasa Darurat Sipil Daerah Acheh tidak membantahnya. Eh, tahu-tahu saudara Sumitro tampil dengan hasil rekaannya sambil berguman dan menyumpah serapah: "Cek ce cek benar2 ini saudara Ahmad Sudirman anda ini tidak punya hati nurani lagi. Hati anda telah hitam dan gelap sehingga tidak ada satupun yang baik dari orang lain diluar anda dan GAM serta pendukungnya. Bagaimana tidak ? anda dan CS berusaha mencari celah kelemahan dari berita itu sendiri sehingga pelaku nya dalam hal ini GAM berusaha anda tutup2pi dan menghindar dari tanggung jawab terhadaptragedi penembakan terhadap keluarga Abdullah Yusuf kades Krueng Jangko kec. Glumpang tiga Pidie. Adapun yang jadi korban adalah Herlinawati ( 25, meninggal ) , Ernita ( 2 bulan ) syaiful ( 14 tahun ) dan Hamidah istri dari Abdullah Yusuf. Sadis memang dan ini sudah diluar perikemanusiaan ".

Saudara Sumitro bagaimanapun anda berguman dan menyumpah serapah, itu buktinya sumber berita tentang siapa pelaku penembakan, adalah tidak jelas. Itu Dandim Pidie, Letkol Inf A Rochim Siregar kerjanya hanya main tuduh saja, pokoknya kalau ada yang dibunuh di Negeri Acheh, itu GAM yang melakukannya. Itukan, persis seperti robot bertubuh manusia yang bisa bicara.

Kalau memang benar GAM yang menembak, pasti itu dengan secepat kilat Dandim Pidie, Letkol Inf A Rochim Siregar mengungkapkannya kepada para wartawan. Dan tentu saja Serambi Indonesia akan memuat bantahan dan kebenaran dari sumber Dandim Pidie, Letkol Inf A Rochim Siregar. Tetapi, kenyataannya, sampai detik ini, sunyi senyap saja. Padahal itu pihak Penguasa Darurat Sipil Daerah Acheh telah diberitahu, bahkan itu Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya juga diberitahu, bahwa apa yang dikatakan oleh sumber Dandim Pidie, Letkol Inf A Rochim Siregar itu tidak ada fakta dan buktinya yang benar.

Jadi, saudara Sumitro, janganlah saudara ini sok maju kedepan untuk mempertahankan kebijaksanaan politik Megawati dan TNI-nya yang terus menduduki dan menjajah Negeri Acheh. Sehingga apa saja yang dikatakan dan disampaikan oleh pihak TNI, itu adalah benar. Padahal sebenarnya hanyalah propaganda isap jempol TNI saja. Mana rakyat Acheh percaya lagi kepada TNI.

Yang membunuh diluar perikemanusiaan terhadap rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI ini adalah itu pihak TNI yang diperintahkan oleh Presiden Megawati melalui Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu dalam usaha mempertahankan Negeri jajahannya Acheh.

Saudara Sumitro, bukan Ahmad Sudirman mencari-cari kelemahan berita penembakan itu, melainkan karena memang buktinya dan faktanya lemah. Tidak dicaripun muncul sendiri dan kelihatan dengan jelas itu kelemahan berita penembakan itu. Bagaimana Ahmad Sudirman dituduh mencari-cari kelemahan berita yang dimuat oleh Serambi Indonesia.

Kan, itu redaksi Serambi Indonesia saja bungkam seribu bahasa. Mana mau dia membantahnya atau memberikan komentarnya. Padahal itu redaksi Serambi Indonesia dapat kiriman tulisan Ahmad Sudirman itu.

Redaksi Serambi Indonesia terutama wartawannya yang menuliskan berita itu memang tidak memiliki fakta dan bukti yang kuat, jelas, dan benar siapa pelaku penembakan itu.

Saudara Sumitro kelihatan saudara ini hanya pandai mengutak-atik cerita saja. Bagaimana dan darimana saudara Sumitro mengetahui bahwa peristiwa penembakan itu "dipicu oleh adanya tagihan "Pajak Nanggroe" untuk GAM yang dilakukan 2 orang berkendaraan sepeda motor ). Pajak ini biasa ditagih oleh GAM kepada seluruh kades, lurah dan semua usaha2 bisnis disana dan itu merupakan kewajiban yang dipaksakan oleh GAM untuk bagian dari perjuangan mereka melawan TNI. Pajak2 ini telah berlangsung lama dan selama itupula para kades, lurah dan pengusaha bahkan para pegawai negeri disana "terpaksa" memberikan karena kalau tidak GAM tidak segan2 langsung menculik dan membunuhnya."

Eh, rupanya saudara Sumitro ini mencoba melangkahi pihak Kepolisian dan Jaksa penuntut umum saja. Sedangkan dari pihak Kepolisian dan pihak jaksa belum mencium bau-bau siapa pelaku penembakan tersebut, tahu-tahu saudara Sumitro sudah buka mulut merangkai-rangkaikan penyebab dari penembakan itu.

Bagaimana tidak kacau jadinya di Negeri Acheh ini kalau Penguasa Darurat Sipil Daerah Acheh mau mendengar apa yang dikatakan oleh saudara Sumitro ini.

Saran saya kepada saudara Sumitro, coba tanya itu kepada Kolonel Laut Ditya Soedarsono, Mang Endang dan itu Dandim Pidie, Letkol Inf A Rochim Siregar. Apa jawaban mereka, sebelum saudara Sumitro membuka mulut lagi di mimbar bebas ini.

Saudara Sumitro itu rakyat Acheh bukan takut kepada ASNLF atau GAM, melainkan takut kepada TNI yang telah menduduki dan menjajah Negeri Acheh dari sejak Presiden RIS Soekarno menelan dan mencaplok Negeri Acheh pada tanggal 14 Agustus 1950.

Coba, kalau tidak percaya, tarik semua itu pasukan TNI/POLRI/RAIDER yang jumlahnya 50 000 orang itu. Biarkan rakyat Acheh hidup bebas. GAM atau ASNLF dan TNA itu kan orang Acheh, masa orang Acheh membunuh orang Acheh sendiri tanpa sebab dan alasan yang jelas. Itu korban rakyat sipil Acheh adalah akibat deklarasi perang yang dikobarkan oleh Presiden RI Megawati dengan Keppers No.28/2003-nya. Juga akibat dengan dijalankannya Operasi Jaring Merah yang dikenal dengan nama Daerah Operasi Militer (DOM) yang dijalankan oleh Soeharto bersama (mantan) Panglima ABRI Wiranto yang sekarang menjadi Capres dari Golkar.

Tentu saja, itu pihak TNI dibawah komando Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan KASAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu mana mau menarik pasukannya dari Acheh. Mengapa ? karena mereka tidak mau kehilangan Negeri Acheh yang telah ditelan dan dicaplok Presiden RIS Soekarno kembali ketangan seluruh rakyat Acheh.

Jadi, saudara Sumitro janganlah mencoba merangkai-rangkai dengan berbagai alasan untuk menghancurkan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasibnya sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI dengan melalui propaganda isap jempol ala TNI, kalau memang saudara Sumitro tidak mempunyai argumentasi yang kuat dan benar untuk mempertahankan pendudukan dan penjajahan di Negeri Aceh.

Dan terakhir apa yang dikatakan oleh saudara Sumitro: "selamat masuk neraka bagi GAM".

Nah makin kelihatan saja melanturnya saudara Sumitro ini. Itu yang menentukan masuk neraka atau masuk ke sorga adalah bukan saudara Sumitro melainkan Allah SWT. Dan tentu saja itu pasukan TNI yang telah disumpah untuk setia dan menjalankan pancasila & UUD 1945 sudah jelas keluar dari Islam. Masa setia dan tetap sampai mati membela pancasila dan UUD 1945.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: Sumitro mitro@kpei.co.id
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Ditya Soedarsono <dityaaceh_2003@yahoo.com>, Yuhendra <yuhe1st@yahoo.com>, Matius Dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>, Habe Arifin <habearifin@yahoo.com>, MT Dharminta <editor@jawapos.co.id>, Suparmo <suparmo@tjp.toshiba.co.jp>, Hidajat Sjarif siliwangi27@hotmail.com
Cc: warzain@yahoo.com, ahmad@dataphone.se
Subject: RE: SERAMBI INDONESIA MENGARANG SENDIRI CERITA PEMBUNUHAN DI KRUENG JANGKO
Date: Mon, 7 Jun 2004 13:11:20 +0700

Cek..ce..cek......benar2 ini saudara Ahmad Sudirman....anda ini tidak punya hati nurani lagi. Hati anda telah hitam dan gelap sehingga tidak ada satupun yang baik dari orang lain diluar anda dan GAM serta pendukungnya. Bagaimana tidak ? anda dan CS berusaha mencari celah kelemahan dari berita itu sendiri sehingga pelaku nya dalam hal ini GAM berusaha anda tutup2pi dan menghindar dari tanggung jawab terhadaptragedi penembakan terhadap keluarga Abdullah Yusuf kades Krueng Jangko kec. Glumpang tiga Pidie. Adapun yang jadi korban adalah Herlinawati ( 25, meninggal ) , Ernita ( 2 bulan ) syaiful ( 14 tahun ) dan Hamidah istri dari Abdullah Yusuf. Sadis memang dan ini sudah diluar perikemanusiaan. Hanya manusia yang berhati binatanglah yang melakukan ini semua. Peristiwa ini dipicu oleh adanya tagihan "Pajak Nanggroe" untuk GAM yang dilakukan 2 orang berkendaraan sepeda motor ). Pajak ini biasa ditagih oleh GAM kepada seluruh kades, lurah dan semua usaha2 bisnis disana dan itu merupakan kewajiban yang dipaksakan oleh GAM untuk bagian dari perjuangan mereka melawan TNI. Pajak2 ini telah berlangsung lama dan selama itupula para kades, lurah dan pengusaha bahkan para pegawai negeri disana "terpaksa" memberikan karena kalau tidak GAM tidak segan2 langsung menculik dan membunuhnya.

Tapi sekarang berubah...rakyat aceh sudah tidak takut lagi dan sebagian mereka sudah tidak mau menyerahkan pajak Nanggroe lagi ke GAM karena disana mereka menganggap aman dimana ABRI / TNI ada yang melindunginya. Sampai akhirnya sikap beringas dan kejamnya GAM kembali terjadi dengan menembak keluarga abdullah sang kades.Menurut keterangan para saksi penembakan mereka yakin yang melakukan penembakan itu ada;lah GAM karena mereka tahu siapa mereka yakni orang2 GAM yang biasa melakukan tagihan selama ini dan sudah lama mereka kenal karena selama ini mereka pulalah yang mengancam., meneror dan tidak segan2 menembak orang yang menolak keinginan mereka, dan tidak pernah mau tahu apakah korbannya orang tua, laki, perempuan bahkan bayi sekalipun. Mereka kata saksi korban sangat bringas dan kejam kaya binatang. Lantas apa yang masih tersisa kebanggaan dari GAM ??? TIDAK ADA sama sekali yang ada adalah ketidak percayaan lagi kepada GAM yang bringas, kejam dan tidak manusiawi.

Demikian dan selamat masuk neraka bagi GAM

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------