Stockholm, 8 juni 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

NETTY MEMINTA PERS TAMPIL MENJEMBATANI PENYELESAIAN KONFLIK ACHEH SECARA NETRAL
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

NETTY SUWARTO MEMINTA PERS UNTUK TAMPIL MENJEMBATANI PENYELESAIAN KONFLIK ACHEH SECARA NETRAL

"Bapak Dharminta kan wartawan Jawa Pos - seharusnya peran Bapak banyak lho untuk membantu penyelesaian konflik Aceh ini. Karena menurut saya di milis ini banyak sekali orang yang berbeda pendapat dan semuanya mengacu pada sejarah - masalahnya dua kubu (GAM vs NKRI) bersikeras bahwa sejarah yang disampaikan adalah benar. Dari pihak Pak Ahmad Sudirman mengatakan bahwa ".... telah ada penelanan, pencaplokan perampokan, pendudukan, dan penjajahan yang dilakukan oleh pihak RI terhadap Negeri Acheh - sudah sejak zamannya Bung Karno dahulu ". Sedangkan pihak yang satu lagi mengatakan sebaliknya - sehingga jika pihak GAM meminta diadakan referendum seperti halnya Timtim, pihak yang lain bilang ga mungkin referendum karena Aceh sudah dari sononya milik NKRI - nah pusing kan? Seharusnya pihak pers mampu menjembatani permasalahan ini secara jeli dan netral ; katakan benar bila benar dan katakan salah bila salah. Tidak bermaksud membela GAM tapi saya hanya melihat permasalahan ini secara netral - kan setiap tindakan pasti ada sebab yang melatarbelakangi - dan orang2 pintar yang mengetahui banyak ttg sejarah masa lampau harusnya melakukan debat terbuka !" (Netty Suwarto, netty_suwarto@hotmail.com , Sun, 06 Jun 2004 21:43:19 +0700)

Baiklah saudari Netty Suwarto di Jakarta, Indonesia.

Setelah saya membaca email yang dikirimkan oleh saudari Netty kepada saya, dan juga kepada saudara wartawan Jawa Pos Matius Dharminta, serta kepada yang lainnya. Ternyata isinya menyerukan dan meminta kepada saudara wartawan Jawa Pos Matius Dharminta "Seharusnya pihak pers mampu menjembatani permasalahan ini secara jeli dan netral ; katakan benar bila benar dan katakan salah bila salah. (Dalam usaha) untuk membantu penyelesaian konflik Aceh".

Itu pemikiran bagus yang dilontarkan oleh saudari Netty Suwarto ini. Sekarang tinggal kesanggupan dari saudara wartawan Jawa Pos Matius Dharminta. Dimana saya melihat saudara Matius ini memang dari dulu terus saja mengekor kepada Ryacudu, Sutarto dan kepada Mbak Mega.

Karena memang saudara Matius ini tidak mempunyai pengetahuan yang mendalam tentang sejarah Negeri Acheh, dan sejarah nasional RI. Paling yang pernah dipelajarinya adalah sejarah nasional RI made ini para penerus Soekarno. Dimana didalamnya telah dicantumkan bahwa Negeri Acheh telah dijadikan bagian kerangka NKRI. Bagaimana cara masuk Negeri Acheh kedalam sangkar NKRI, tidak pernah dijelaskan dengan terperinci, secara jelas, terang dan benar.

Seharusnya jangan saudara wartawan Matius yang diminta, melainkan wartawan lainnya yang mau mempelajari secara mendalam akar masalah konflik Acheh ini. Sehingga bisa mencapai hasil yang objektif, netral dan adil.

Mengenai apa yang disarankan oleh saudari Netty: "Pers seharusnya bisa bertindak lebih banyak !!! Banyak tuh debat capres dan cawapres di TV - coba sesekali debatnya temanya eksklusif yaitu mengetengahkan masalah ini - menyodorkan ttg basis permasalahan aceh".

Jelas, menurut saya itu saran yang bagus sekali. Tetapi masalahnya sekarang mau dan beranikah Capres dan Cawapres menampilkan topik akar masalah konflik Acheh dalam debat pemilu Presiden yang sekarang sedang berlangsung?

Saya ragu dan bahkan semua Capres dan Wacapres akan menghindar untuk memperdebatkan akar masalah konflik Acheh yang berlatar belakang penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan yang dilakukan oleh pihak Soekarno.

Mengapa ?

Karena kalau akar masalah sebenarnya tentang konflik Acheh ini dibicarakan dan diperdebatkan secara terbuka, maka akan terbongkar selimut yang menutupi kebohongan dan kejahatan yang telah dilakukan oleh Soekarno terhadap Negeri Acheh. Dan tentu saja, akibatnya sangat fatal. Dimana seluruh rakyat Acheh akan serentak bangkit untuk menuntut penentuan pendapat melalui jajak pendapat dengan dua opsi, yaitu YA bebas dari RI dan opsi TIDAK bebas dari RI. Dengan disaksikan oleh badan Internasional seperti PBB.

Jadi, sampai kapanpun para penerus Soekarno ini akan menghindar dan menolak untuk memperdebatkan konflik Acheh dilihat dari sudut sejarah ketika Presiden RIS Soekarno menjalankan kebijaksanaan politik, pertahanan, keamanan, dan agresi menelan seluruh Negara-Negara Bagian RIS dan Negeri-Negeri yang berada diluar wilayah kekuasaan de-facto dan de-jure RIS, seperti Negeri Acheh, Papua, dan Maluku Selatan.

Selanjutnya saudari Netty mengatakan: "orang2 pintar yang mengetahui banyak ttg sejarah masa lampau harusnya melakukan debat terbuka !"

Jelas, itu saran saudari Netty bagus, hanya sekarang, apakah itu orang-orang pintar yang mengetahui banyak tentang sejarah masa lampau berani melakukan debat terbuka di mimbar bebas ini atau di media massa di RI ?

Saya justru melihat bahwa orang-orang pintar yang mengetahui banyak tentang sejarah masa lampau tidak akan berani tampil untuk berdebat secara terbuka, apalagi berdebat melawan Ahmad Sudirman. Mengapa ? Karena akhirnya akan terbongkar bahwa memang benar Negeri Acheh itu ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah oleh Presiden RIS Soekarno yang diteruskan oleh pihak RI sampai detik sekarang ini.

Terakhir saudara Netty menulis: "Saya juga heran kalau melihat mail Pak Ahmad Sudirman selalu ditujukan pada banyak media, tapi kok ga ada yang mengangkat issue ini menjadi isue yang penting yaaa ? Misalnya lewat KOMPAS atau TV."

Jelas, jawabannya sangat sederhana, mereka tidak berani untuk membongkar sejarah penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan yang dilakukan oleh pihak RIS, yang diteruskan oleh RI terhadap Negeri Acheh yang telah ditutupi oleh pihak Pemerintah RI sampai sekarang.

Dan tidak akan ada satu mediapun yang berani membongkar akar masalah sebenarnya konflik Acheh ini, karena akibatnya sangat fatal. Yang akhirnya akan membawa kepada jalur lepasnya Negeri Acheh kembali ketangan seluruh rakyat Acheh.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: "netty suwarto" netty_suwarto@hotmail.com
To: ahmad@dataphone.se, mr_dharminta@yahoo.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, sekred@mediaindonesia.co.id, gatra@gatra.com, red@tempo.co.id, narastati@yahoo.com, Lantak@yahoogroups.com, toto_wrks@yahoo.com, universityofwarwick@yahoo.co.uk, mitro@kpei.co.id, kompas@kompas.com, redaksi@waspada.co.id, redaksi@satunet.com, redaksi@kompas.com, redaksi@detik.com, jktpost2@cbn.net.id
Subject: RE: DHARMINTA ITU RI-TNI MEMANG TIDAK BEROBAH, TETAP MENJAJAH ACHEH
Date: Sun, 06 Jun 2004 21:43:19 +0700

Ass.wr.wb

Bapak Dharminta kan wartawan Jawa Pos - seharusnya peran Bapak banyak lho untuk membantu penyelesaian konflik Aceh ini. Karena menurut saya di milis ini banyak sekali orang yang berbeda pendapat dan semuanya mengacu pada sejarah - masalahnya dua kubu (GAM vs NKRI) bersikeras bahwa sejarah yang disampaikan adalah benar.

Dari pihak Pak Ahmad Sudirman mengatakan bahwa ".... telah ada penelanan, pencaplokan perampokan, pendudukan, dan penjajahan yang dilakukan oleh pihak RI terhadap Negeri Acheh - sudah sejak zamannya Bung Karno dahulu ".

Sedangkan pihak yang satu lagi mengatakan sebaliknya - sehingga jika pihak GAM meminta diadakan referendum seperti halnya Timtim, pihak yang lain bilang ga mungkin referendum karena Aceh sudah dari sononya milik NKRI - nah pusing kan?

Seharusnya pihak pers mampu menjembatani permasalahan ini secara jeli dan netral ; katakan benar bila benar dan katakan salah bila salah. Tidak bermaksud membela GAM tapi saya hanya melihat permasalahan ini secara netral - kan setiap tindakan pasti ada sebab yang melatarbelakangi - dan orang2 pintar yang mengetahui banyak ttg sejarah masa lampau harusnya melakukan debat terbuka !!!

Sekarang yang ada hanyalah musuh dan bukan musuh. Saya sih ga bermaksud membela GAM cuma melalui milis ini mencoba mengerti kalau GAM melakukan semua2nya itu (sepertinya) karena permasalahan yang sebenarnya hanya persepsi soal Sejarah jaman dahulu ttg Aceh.

Kemudian selain itu juga soal berita atau informasi yang sama2 akurasinya. Lihat saja mail Pak Ahmad Sudirman yang terdahulu ttg penembakan di Pidie serta komentar nya Dandim Pidie yang dimuat dalam serambi mekah. Wartawan yang satu bilang yang melakukan penembakan adalah GAM, yang satu lagi katanya manusia bertopeng (ini kan ga jelas, GAM, bukan GAM atau siapa ?) Kemudian ada brita lagi dari Bapak Reza-dalam milis ini juga (kalau ga salah) katanya pelakunya adalah TNI ..... brita2 yang seperti ini adalah brita yang memacing kesimpangsiuran - perlu ada orang yang bisa menjembatani semuanya ini - dan orang/badan itu harus netral !!

Kalau saya jelas ga mungkin - apa sih kapasitas saya ? saya kan cuma orang yang penasaran saja kenapa konflik aceh ini kok ga ada habis2 nya dan melalui beberapa mail yang saya terima sepertinya kesannya karena tidak ada titik temu dari interpretasi soal sejarah di masa lalu.

Pers seharusnya bisa bertindak lebih banyak !!! Banyak tuh debat capres dan cawapres di TV - coba sesekali debatnya temanya eksklusif yaitu mengetengahkan masalah ini - menyodorkan ttg basis permasalahan aceh - yaaaa menyoal pencaplokan (pinjam istilahnya Pak Ahmad Sudirman) dlsb itu .

Saya juga heran kalau melihat mail Pak Ahmad Sudirman selalu ditujukan pada banyak media, tapi kok ga ada yang mengangkat issue ini menjadi isue yang penting yaaa ? Misalnya lewat KOMPAS atau TV.

Kalau tidak ada yang memulai kan akibatnya permusuhan kerap terjadi, GAM vs yang terlihat memberikan ancaman thd GAM (termasuk tentara atau warga sipil lainnya ) yaaaa akibatnya berperang terus - dan akibatnya (seperti layaknya perang) banyak korban yang tidak tahu menahu akan ikut menderita - (terkena imbasnya).

Jadi tolong deh Pak Dharminta dan rekan wartawan yang lain, selesaikan konflik yang berkepanjangan ini.Semoga Allah senantiasa membantu usaha Bapak dan rekan yang lain agar dapat menempatkan pada posisi yang netral - mencari tahu permasalahan Aceh dengan jeli dan akurat - menjembatani antara ke dua kubu yang berseteru ! Dan semoga Allah selalu memberikan yang terbaik !!

Wassalam,

Netty Suwarto

netty_suwarto@hotmail.com
nettysuwarto@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------