Stockholm, 9 juni 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

KAMRASYID TIDAK TAHU BEDA SUMBER HUKUM DAN DASAR HUKUM, PANCASILA DISEBUT KONSTITUSI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JAYADI KAMRASYID HARUS BELAJAR KETATANEGARAAN DAN HARUS TAHU MEMBEDAKAN ANTARA SUMBER HUKUM DAN DASAR HUKUM, DIMANA PANCASILA ITU BUKAN KONSTITUSI

"Lihat itu definisi pak Ahmad tentang negara kafir di atas. Benar-benar ngarang. Pancasila menurut Cak Nur sepadan dengan konstitusi Madinah (zaman Rasulullah) yang menjamin kemerdekaan beragama. Dalam bahasa lain Saya mengatakan bahwa Pancasila adalah implementasi ideologik ajaran islam. Artinya Saya tidak melihat adanya butir-butir dari Pancasila itu bertentangan dengan islam. Dan adalah keliru memperbandingkan Islam dan Pancasila. Pertama, sangat tidak sejajar; dan Kedua, hanya orang tolol yang melakukan itu. AL Quran adalah kumpulan kalimat Allah SWT. Pancasila hanyalah kumpulan kalimat para pendiri republik, yang Saya sangat percaya akan ketaqwaannya kepada Allah SWT. Pancasila bisa saja berubah, tidak sakral toh. Namanya juga konstitusi. Jadi antara Islam dan Pancasila bukan soal pilihan bung. Al Quran tentu tidak pernah berubah. Dalam konteks bernegara di Indonesia yang bhineka Kita memerlukan hasil mufakat bagaimana hidup secara damai dan saling menghargai satu sama lain. Dan itulah Pancasila/UUD adalah konstitusi Madinah versi Indonesia. Tentu saja Kita tidak akan memakai pemikiran Bung Ahmad yang mengcopy konstitusi Madinah zaman Rasulullah dan memaksakannya untuk diterapkan di Indonesia. Para pendiri republik Kita yakini jauh lebih berilmu dari Bung Ahmad yang sesat ini." (Jayadi Kamrasyid, JKamrasyid@aol.com , Tue, 8 Jun 2004 02:35:13 EDT)

Baiklah saudara Jayadi Kamrasyid di New Haven, Connecticut, USA.

Saudara Jayadi Kamrasyid, saudara yang telah dibina oleh KNPI, masa tidak tahu membedakan antara sumber hukum dan dasar hukum.

Kalau saya mengatakan bahwa Negara RI yang hukum negaranya bersumberkan kepada pancasila, bukan kepada Islam, maka dilihat dari sudut hukum Islam, negara RI adalah negara kafir.

Nah, jelas, pancasila sebagai sumber hukum tidak sama dengan Islam sebagai sumber hukum. Islam adalah agama yang diturunkan Allah SWT kepada Rasul-Nya Muhammad saw. Sedangkan pancasila adalah hasil kutak-katik Soekarno. Kan, jauh berbeda. Pancasila sebagai sumber hukum Negara RI bisa diganti, dirobah, atau dibuang. Sedangkan islam sebagai sumber hukum tidak bisa diganti, dirobah, apalagi dibuang oleh kaum muslimin.

Nah, negara kafir RI yang hukum negaranya bersumberkan kepada pancasila dan dasar negaranya pancasila dengan konstitusinya UUD 1945. Sedangkan kalau dihubungkan dengan Daulah Islam Rasulullah hukum negaranya bersumberkan kepada Islam, dengan konstitusinya Undang-Undang Madinah.

Jelas, tidak sama seperti apa yang diungkapkan oleh saudara Kamrasyid: "Pancasila menurut Cak Nur sepadan dengan konstitusi Madinah (zaman Rasulullah) yang menjamin kemerdekaan beragama.".

Itu kalau benar Nurcholis Madjid menyatakan seperti yang dikutip oleh saudara Kamrasyid, jelas itu salah kaprah. Mana bisa pancasila sepadan dengan konstitusi madinah (zaman Rasulullah).

Itu, saudara Kamrasyid, pancasila itu bukan konstitusi, tetapi pancasila adalah sumber hukum negara RI dan dasar negara RI. Sedangkan Undang Undang Madinah adalah konstitusi Daulah Islam Rasulullah.

Pancasila itu hasil rumusan Soekarno, yang juga dirumuskan oleh panitia sembilan dengan hasilnya yang dinamakan Piagam Jakarta. Tetapi Piagam Jakarta ini ditolak dimasukkan kedalam Pembukaan UUD 1945.

Pancasila bukan hasil kesepakatan bersama, melainkan hasil rumusan Soekarno yang dipaksanakan oleh Soekarno sendiri. Lihat apa yang terjadi dalam Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Saya telah jelaskan, mengapa timbul Dekrit Presiden 5 Juli 1959 dalam tulisan sebelum ini.

Kemudian kalau saudara Kamrasyid mengatakan: "bahwa Pancasila adalah implementasi ideologik ajaran islam". Jelas itu adalah salah kaprah. Apakah ketika Soekarno membacakan ide-idenya pada 1 Juni 1945 disebutkan bahwa ide-ide atau rumusan pancasilanya itu merupakan implementasi ideologik ajaran Islam. Tidak sedikitpun Soekarno menyinggung rumusan pancasila itu digali dari ajaran Islam. Saudara Jayadi jangan mengarang seenak udel sendiri.

Soekarno tidak menghubungkan pancasila dengan Islam. Justru yang Soekarno lakukan adalah menggabungkan nasionalisme agama dan komunisme atau disingkat dengan nama nasakom.

Nah, yang mengutak-atik bahwa pancasila merupakan implementasi ideologik ajaran islam adalah bukan Soekarno, melainkan itu para penerus Soekarno yang membela pancasila, seperti kelompok nasionalis dan sekular, termasuk saudara Jayadi Kamrasyid. Saudara Kamrasyid hanya mengutak-atik sila-sila dalam pancasila dihubungkan dengan apa yang ada dalam Islam. Biar bisa dikatakan bahwa pancasila menjamin kemerdekaan beragama.

Saudara Kamrasyid jangan melantur kalau berdebat melawan Ahmad Sudirman. Mana pernah Soekarno mengatakan dalam pidato 1 Juni 1945 bahwa pancasila menjamin kemerdekaan beragama. Itu hanyalah bualan Jayadi Kamrasyid saja. Atau bualan Nurcholis Madjid saja, kalau memang benar apa yang dikutip oleh saudara Jayadi diatas.

Seterusnya saudara Kamrasyid menyatakan: "Dalam konteks bernegara di Indonesia yang bhineka Kita memerlukan hasil mufakat bagaimana hidup secara damai dan saling menghargai satu sama lain. Dan itulah Pancasila/UUD adalah konstitusi Madinah versi Indonesia."

Saudara Kamrasyid, jangan mencampurkan pancasila dengan UUD 1945. Pancasila adalah sumber hukum di negara RI dan dasar negara RI. Sedangkan UUD 1945 adalah dasar hukum dan konstitusi negara RI.

Nah, UUD 1945 negara RI jelas tidak sama dengan konstitusi Madinah atau Undang Undang Madinah Daulah Islam Rasulullah. Mengapa ? Karena dalam Undang-Undang Madinah atau Konstitusi Madinah dinyatakan bahwa "Apabila timbul perbedaan pendapat di antara kamu di dalam suatu soal, maka kembalikanlah penyelesaiannya pada (hukum) Tuhan dan (keputusan) Muhammad SAW. " (Pasal 23 UUM). Sedangkan dalam UUD 1945, mana ada pasal yang menyatakan demikian.

Karena itu yang benar adalah UUD 1945 dan UUM adalah sama dinamakan konstitusi, tanpa membandingkan dan melihat isi dari kedua konstitusi tersebut.

Jadi saudara Kamrasyid, jangan membawa-bawa pancasila kedalam Undang Undang Madinah. Atau menghubung-hubungkan antara pancasila dengan UUM. Tidak nyambung. Kalau juga dipaksakan dikutak-katik untuk disambungkan, maka akhirnya akan salah kaprah.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: JKamrasyid@aol.com
Date: Tue, 8 Jun 2004 10:28:13 EDT
Subject: Ahmad sesat
To: "ahmad@dataphone.se, dityaaceh_2003@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, habearifin@yahoo.com, editor@jawapos.co.id, suparmo@tjp.toshiba.co.jp, siliwangi27@hotmail.com, sea@swipnet.se, solopos@bumi.net.id, Padmanaba@uboot.com, kompas@kompas.com, webmaster@detik.com, waspada@waspada.co.id, redaksi@waspada.co.id, redaksi@satunet.com, redaksi@kompas.com, redaksi@detik.com, jktpost2@cbn.net.id, hudoyo@cbn.net.id, editor@pontianak.wasantara.net.id, redaksi@pikiran-rakyat.com, newsletter@waspada.co.id, balipost@indo.net.id
Cc: JKamrasyid@aol.com

In a message dated 6/8/2004 6:18:46 AM Eastern Standard Time, ahmad@dataphone.se writes:

"Jadi kesimpulannya, saudara Jayadi Kamrasyid. Negara RI negara kafir karena hukum negaranya bersumberkan kepada non Islam, yakni pancasila (contoh negara Islam adalah NII)." (Ahmad Sudirman, 6/8/2004 6:18:46 AM Eastern Standard Time)

Lihat itu definisi pak Ahmad tentang negara kafir di atas. Benar-benar ngarang. Pancasila menurut Cak Nur sepadan dengan konstitusi Madinah (zaman Rasulullah) yang menjamin kemerdekaan beragama. Dalam bahasa lain Saya mengatakan bahwa Pancasila adalah implementasi ideologik ajaran islam. Artinya Saya tidak melihat adanya butir-butir dari Pancasila itu bertentangan dengan islam. Dan adalah keliru memperbandingkan Islam dan Pancasila. Pertama, sangat tidak sejajar; dan Kedua, hanya orang tolol yang melakukan itu. AL Quran adalah kumpulan kalimat Allah SWT. Pancasila hanyalah kumpulan kalimat para pendiri republik, yang Saya sangat percaya akan ketaqwaannya kepada Allah SWT. Pancasila bisa saja berubah, tidak sakral toh. Namanya juga konstitusi.

Jadi antara Islam dan Pancasila bukan soal pilihan bung. Al Quran tentu tidak pernah berubah. Dalam konteks bernegara di Indonesia yang bhineka Kita memerlukan hasil mufakat bagaimana hidup secara damai dan saling menghargai satu sama lain. Dan itulah Pancasila/UUD adalah konstitusi Madinah versi Indonesia. Tentu saja Kita tidak akan memakai pemikiran Bung Ahmad yang mengcopy konstitusi Madinah zaman Rasulullah dan memaksakannya untuk diterapkan di Indonesia. Para pendiri republik Kita yakini jauh lebih berilmu dari Bung Ahmad yang sesat ini.

Wassalam,

Jayadi Kamrasyid

JKamrasyid@aol.com
New Haven, Connecticut, USA
----------