Stockholm, 10 juni 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUMITRO JANGAN BINGUNG GUNAKAN OTAK & HUTOMO PELAJARI SEJARAH RI DAN ACHEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

SUMITRO JANGAN BINGUNG PERGUNAKAN OTAK & BAMBANG HUTOMO PELAJARI SEJARAH PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN RI DAN NEGERI ACHEH JANGAN MENYANTOK TERUS APA YANG DITULIS PARA PENERUS SOEKARNO

"Kalaupun memang anda itu pemerhati sosial dan politik lantas kenapa anda tidak bela mati-matian masalah Ambon, Timor-timor, Papua, Maluku dll ? kenapa cuma Aceh yang anda bela. Makanya saya berkesimpulan bahawa disamping punya tujuan pribadi yang sementara ini masih gelap ( entah itu berhubungan dengan jabatan, harta, bisnis anda mungkin senjata , komputer dll ) juga mungkin benar apa yang Ditya Sudharsono bahwa Ahmad sudirman berjuang TIDAK punya tujuan yang berarti selain karena : marah, kesal, dan dendam kepada pemerintah Indonesia atas pencabutan kewarganegaraannya. Seandainya saudara Sudirman dulu menulis buku Dibawah Belenggu Rezim Penguasa tidak dilakukan dan disebarkan di Luar Negeri, seandainya Ahmad menuruti perintah Suharto ( dikasih waktu sampai satu tahun ) untuk mencabut tulisannya, seandainya Ahmad Sudirman mau berjuang demi keadilan dan kemakmuran rakyat Indonesia di negeri sendiri maka dendam dan marah nya saudara Ahmad mungkin tidak pernah ada. Rasulullah tidak pernah menyimpan dendam dalam dirinya bahkan bekas musuhnyapun dijadikan sebagai orang kepercayaannya, Rasulullah amat sabar, biar diludah, dicacimaki, dilempar oleh musuhnya namun Rasulullah terus sabar dan kebanyakan berjuang dengan damai. Kenapa Ahmad yang katanya mengikuti Al-Qur'an dan Rasulullah tidak mengikuti contoh Rasulullah ? bingun aku mad." (Sumitro, mitro@kpei.co.id , Thu, 10 Jun 2004 08:43:53 +0700)

"Emang lieur neh. NKRI mah nggak ada penjajahan, sesudah "independent day 17/8/45" hingga "pengembalian Irian Barat th 1962" jelas semuanya dan diakui PBB...sampeyan aja mr Dirman. Spt tukang jamu di alun-2. Perkara skrg kesejahteraan rakyat NKRI masih belum sehebat di negeri macem Belanda atawa Inggris mah itu sedang kita perjuangkan bersama, bukan rakyat Aceh aja." (Bambang Hutomo W., bambang_hw@re.rekayasa.co.id ,Thu, 10 Jun 2004 08:13:54 +0700)

Baiklah saudara Sumitro dan saudara Bambang Hutomo W di Jakarta, Indonesia.

Makin kacau dan bingung saja saudara Sumitro ini. Memang otak saudara Sumitro kosong dari ilmu pengetahuan sejarah RI dan Negeri Acheh. Sehingga ketika Ahmad Sudirman membukakan sejarah sebenarnya tentang Presiden RIS Soekarno yang mencaplok Negeri Acheh, langsung saja mati kutu, jungkir jumpalik, akhirnya bingung sambil teriak panjang: "binguuuungggggggggggggggggggggggggggg aku..................mad.

Persis saudara Sumitro seperti cacing kepanasan.

Dikala saudara Sumitro sedang bingung muncul pula pikiranya yang berisikan: "Kalaupun memang anda itu pemerhati sosial dan politik lantas kenapa anda tidak bela mati-matian masalah Ambon, Timor-timor, Papua, Maluku dll ? kenapa cuma Aceh yang anda bela. Makanya saya berkesimpulan bahawa disamping punya tujuan pribadi yang sementara ini masih gelap ( entah itu berhubungan dengan jabatan, harta, bisnis anda mungkin senjata , komputer dll ) juga mungkin benar apa yang Ditya Sudharsono bahwa Ahmad sudirman berjuang tidak punya tujuan yang berarti selain karena : marah, kesal, dan dendam kepada pemerintah Indonesia atas pencabutan kewarganegaraannya."

Saudara Sumitro, itu Ahmad Sudirman bukan hanya melihat Negeri Acheh, tetapi juga Negeri Papua dan Maluku Selatan. Sudah berapa kali saya kemukakan di mimbar bebas ini tentang Presiden RIS Soekarno disamping menelan Negeri Acheh, menelan juga Negeri Maluku Selatan. Begitu juga Presiden RI Soekarno mencaplok dan menelan Papua.

Dalam tulisan-tulisan yang lalu telah dibukakan mengenai akar masalah utama konflik Maluku Selatan:

Harus diakui dengan jujur sejarah Soekarno pakai RIS mencaplok Maluku Selatan www.dataphone.se/~ahmad/040503.htm

Melihat Soumokil dengan RMS-nya dari sudut fakta & bukti, dasar hukum & sejarah www.dataphone.se/~ahmad/040322a.htm

Kemudian mengenai akar masalah Papua:

Papua dan Aceh sama-sama dicaplok Soekarno Cs masuk kedalam RI-Jawa-Yogya www.dataphone.se/~ahmad/040127c.htm

Sampai kapanpun masalah Aceh dan Papua tidak akan selesai www.dataphone.se/~ahmad/020816.htm

Rakyat Papua disogok bagi hasil sumber daya alam 7 banding 3 selama 25 tahun www.dataphone.se/~ahmad/011226.htm

Jadi saudara Sumitro, karena Ahmad Sudirman melihat konflik Maluku Selatan dan Papua didasarkan kepada fakta dan bukti, dasar hukum, dan sejarah yang jelas, terang dan benar. Sehingga itu timbulnya konflik di Maluku Selatan dan Papua terlihat jelas oleh mata Ahmad Sudirman.

Dimana akar masalah utama yang mendasari konflik di Maluku Selatan dan Papua adalah sama juga dengan akar masalah konflik di Negeri Acheh, yaitu Presiden RIS Soekarno menelan, mencaplok Negeri Maluku Selatan dan Negeri Acheh, dan juga Presiden RI Soekarno menelan dan mencaplok Papua atau Irian Barat.

Karena itu, sampai kapanpun itu konflik berdarah di tiga Negeri tersebut tidak akan selesai, kalau pihak Pemerintah RI tetap mengotot dan tidak mau mengerti dan tidak ingin memahami bahwa sebenarnya pihak RI yang menduduki dan menjajah Negeri Acheh, Maluku Selatan, dan Papua atau Irian barat.

Selanjutnya saudara Sumitro menulis: "juga mungkin benar apa yang Ditya Sudharsono bahwa Ahmad sudirman berjuang TIDAK punya tujuan yang berarti selain karena : marah, kesal, dan dendam kepada pemerintah Indonesia atas pencabutan kewarganegaraannya".

Bagaimana saudara Sumitro ini, begitu percaya kepada apa yang diucapkan oleh Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Acheh Kolonel Laut Ditya Soedarsono, arek Suroboyo, yang sekarang sudah dipindahkan tugasnya, apakah tugasnya masih di Acheh atau sudah diasingkan ke jawa sana oleh Ryamizard Ryacudu.

Jelas, saudara Sumitro, itu Kolonel Laut Ditya Soedarsono adalah bekas corongnya Penguasa Darurat Militer Daerah Acheh. Dimana ia adalah salah seorang dari pihak PDMD yang habis-habisan menghantam GAM. Tetapi tidak berkutik menghadapi Ahmad Sudirman. Itu Kolonel Laut Ditya Soedarsono, untuk membela pendudukan dan penjajahan Negeri Acheh apapun dilakukannya. Tetapi, tidak lama, akhirnya ia terjungkir bersama Mang Endang Suwarya, yang sekarang masih tetap bercokol di Acheh, karena masih dipertahankan oleh Ryamizard Ryacudu.

Jadi, sekali lagi saya tekankan disini bahwa seperti yang telah saya tuliskan dalam tulisan sebelum ini, yaitu kalau Ahmad Sudirman membela dan membantu rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI, itu bukan karena marah, kesal, dan dendam terhadap Indonesia, melainkan karena saya melihat apa yang telah dilakukan oleh para pimpinan RI terhadap Negeri Acheh adalah suatu pelanggaran hukum Internasional dengan menjalankan penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan Negeri Acheh oleh pihak RIS yang dilanjutkan oleh RI yang menjelma menjadi NKRI.

Jadi, tujuan Ahmad Sudirman membela dan mendukung rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI adalah agar supaya Negeri Acheh yang telah ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah oleh pihak RIS yang dilanjutkan oleh pihak RI yang menjelma menjadi NKRI diserahkan kembali kepada seluruh rakyat Acheh melalui penentuan pendapat dengan cara jajak pendapat atau referendum dengan memilih dua opsi, yakni opsi YA bebas dari RI dan TIDAK bebas dari RI.

Terakhir saudara Sumitro menyatakan: "Rasulullah tidak pernah menyimpan dendam dalam dirinya bahkan bekas musuhnyapun dijadikan sebagai orang kepercayaannya, Rasulullah amat sabar, biar diludah, dicacimaki, dilempar oleh musuhnya namun Rasulullah terus sabar dan kebanyakan berjuang dengan damai. Kenapa Ahmad yang katanya mengikuti Al-Qur'an dan Rasulullah tidak mengikuti contoh Rasulullah ? bingun aku mad."

Memang benar Rasulullah saw tidak pernah menyimpan dendam dalam dirinya. Begitu juga Ahmad Sudirman, dimana tidak dendam terhadap pencabutan kewarganegaraan Indonesia dari diri Ahmad Sudirman.

Rasulullah saw amat sabar, biar diludah, dicacimaki, dilempar oleh musuhnya. Tetapi Rasulullah terus berjuang dan menegakkan Islam di Mekkah sampai hijrah ke Yatsrib. Dan sesampai di Yatsrib terus siap siap menghadapi dan melawan serangan musuk kaum kafir Quraisy dari Mekkah.

Begitu juga Ahmad Sudirman sabar, biar dicacimaki, dituduh macam-macam oleh pihak penerus Soekarno dan pembela pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh. Tetapi Ahmad Sudirman juga terus membantu rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasibnya sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Pemerintah Negara Pancasila atau NKRI. Dan terus menerangkan dan menjelaskan kepada seluruh rakyat RI dan di Negeri Acheh bahwa memang benar Negeri Acheh ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah oleh RI sampai detik sekarang ini.

Nah sekarang saya jumpai saudara Bambang Hutomo W di Jakarta.

Saudara bambang Hutomo W memang bukan orang baru di mimbar bebas ini, ia sudah hadir di mimbar bebas sejak 22 Jun 2003 04:47:32 +0700 melalui grup diskusi padhang-mbulan yahoogroups.

Tetapi, memang dari dulu itu saudara Bambang Hutomo tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang sejarah pertumbuhan dan perkembangan RI dan juga ilmu tentang Negeri Acheh. Sehingga wajar saja kali inipun ia menulis: "Emang lieur neh...". Dimana saudara Bambang menuliskan dengan memakai bahasa Sunda "Emang lieur neh" yang artinya "Memang pusing nih..".

Jelas, saudara Bambang merasa pusing, begitu juga saudara Sumitro merasa bingung. Karena keduanya tidak memiliki bekal ilmu pengetahuan yang cukup tentang sejarah RI dan Negeri Acheh.
Jadi ketika berhadapan dengan Ahmad Sudirman, baru beberapa ronde saja sudah gemetaran, kepalanya terasa pusing dan pikiriannya menjadi bingung.

Bagaimana saudara Hutomo tidak pusing kepala?. Karena dalam otaknya kosong tengtang sejarah RI. Lihat dan perhatikan apa yang ditulisnya: "NKRI mah nggak ada penjajahan, sesudah "independent day 17/8/45" hingga "pengembalian Irian Barat th 1962" jelas semuanya dan diakui PBB...sampeyan aja mr Dirman. Spt tukang jamu di alun-2. Perkara skrg kesejahteraan rakyat NKRI masih belum sehebat di negeri macem Belanda atawa Inggris mah itu sedang kita perjuangkan bersama, bukan rakyat Aceh aja".

Coba perhatikan, Ahmad Sudirman yang begitu jelas, terang, mendetil menjelaskan dan menerangkan tentang penelanan, pencaplokan, pendudukan dan penjajahan yang dilakukan oleh pihak RIS dan diteruskan oleh RI kepada seluruh rakyat di RI dan di Negeri Acheh, dianggap oleh saudara Bambang "seperti tukang jamu di alun-2."

Kan, kelihatan otak saudara Bambang Hutomo W ini kosong molongpong tidak sedikitpun melekat sejarah nasional RI dan Negeri Acheh yang sebenarnya, kecuali yang melekat adalah "NKRI mah nggak ada penjajahan, sesudah "independent day 17/8/45" hingga "pengembalian Irian Barat th 1962" jelas semuanya dan diakui PBB"

Coba sekali lagi perhatikan, itu yang melekat dalam otak saudara Bambang hasil pelajaran dibangku sekolah SD dan SMP yang diajarkan oleh guru sejarahnya yang menerangkan hanya sejarah Soekarno dan penerusnya saja. Mana diajarkan oleh guru sejarah nasional RI Negeri Acheh ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah RI. Yang diajarkan oleh guru sejarahnya adalah cerita-cerita hasil karangan para penerus Soekarno yang menyatakan bahwa NKRI mah nggak ada penjajahan, sesudah "independent day 17/8/45" hingga "pengembalian Irian Barat th 1962.

Lihat saja, Irian Barat dikatakan oleh saudara Bambang "pengembalian". Memangnya dikembalikan Irian Barat. Bukan dikembalikan, tetapi dicaplok, direbut, dirampas, diduduki, dan dijajah oleh RI. Itu Irian barat bukan milik Soekarno cs, tetapi yang dipusakai oleh nenek moyang orang Irian barat atau Papua. Baca lagi sejarah sebenarnya saudara Bambang Hutomo W. Baca tulisan Papua dan Aceh sama-sama dicaplok Soekarno Cs masuk kedalam RI-Jawa-Yogya www.dataphone.se/~ahmad/040127c.htm . Dan tulisan Sampai kapanpun masalah Aceh dan Papua tidak akan selesai www.dataphone.se/~ahmad/020816.htm .

Karena memang saudara Bambang Hutomo ini kepalanya pusing tujuh keliling, maka ketika rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasibnya sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Pemerintah Negara Pancasila atau NKRI bangkit menuntut pembebasan Negeri Acheh dari tangan RI, maka langsung saja saudara Bambang mengomel dan menggerutu: "Sejak merebaknya kembali konflik th 1989 (setelah gerombolan Hasan Tiro ditumpas 1976-1978), salah satunya diawali dengan pengusiran, perampokan dan pembunuhan warga transmigran asal Jawa sampai intimidasi semua warga pendatang di Aceh, khususnya hanya di Aceh timur, Utara, Pidi, sigli, Aceh besar dan Aceh Barat"

Nah, kan kelihatan, saudara Bambang Hutomo menonjolkan akar masalah konflik Acheh yang didasarkan pada "salah satunya diawali dengan pengusiran, perampokan dan pembunuhan warga transmigran asal Jawa sampai intimidasi semua warga pendatang di Aceh"

Saudara Bambang memang sengaja menonjolkan "pengusiran, perampokan dan pembunuhan warga transmigran asal Jawa sampai intimidasi semua warga pendatang di Aceh, khususnya hanya di Aceh timur, Utara, Pidi, sigli, Aceh besar dan Aceh Barat" dalam konflik Acheh ini, agar supaya rakyat di RI dan di Negeri Acheh tergiring kejalan yang menuju arah yang menggambarkan bahwa "sekelompok GSA yg 'sok jagoan', 'beringas', 'tidak sopan', 'kejam' dan penuh tipu muslihat."

Padahal, itu adalah akibat dari kebijaksanaan politik Soeharto yang menjalankan program penyebaran penduduk dari Jawa ke Negeri Acheh dan ke daerah-daerah lainnya diluar Jawa. Yang sekaligus juga merupakan program pendudukan Negeri Acheh dengan cara pemasukan orang-orang Jawa. Memang licik dan penuh penipuan itu kebijaksanaan politik transmigrasi Soeharto dengan TNI-nya.

Mana bisa rakyat Acheh ditipu dan dibohongi dengan program politik transmigrasi ala Soeharto dan TNI-nya. Itu sudah terbongkar semuanya.

Bagaimanapun itu orang-orang transmigrasi hasil korban kebijaksanaan politik Soeharto di Acheh memang sampai kapanpun tidak akan bisa melebur dan bersatu dengan rakyat Acheh. Soeharto kan dulu hanya memindahkan begitu saja rakyat Jawa ke luar Jawa. Pokoknya dikasih sebidang tanah hutan. Pohon-pohon kayunya disuruh tebang, hutan rusakpun tidak menjadi soal. Rakyat Acheh tidak diminta kerelaanya. Yang penting hantar saja rakyat Jawa seenak udel Soeharto cs. Akhirnya, karena konflik bedarah Acheh belum berakhir dari sejak tahun 1950, maka akibatnya menimpa pula kepada rakyat transmigrasi ala Soeharto ini. Karena memang tujuan sebenarnya Soeharto dengan transmigrasi itu adalah untuk terus memenuhi dan memadati Negeri Acheh dengan orang-orang dari Jawa. Memang licik dan penuh penipuan itu Soeharto cs bersama TNI-nya.

Kemudian, sekarang, oleh saudari Tati dan juga oleh saudara Bambang Hutomo diangkat pula masalah efek sampingan politik transmigrasi ala Soeharto di Acheh ini, dengan tujuan buat propaganda isap jempol "dengan sekelompok GSA yg 'sok jagoan', 'beringas', 'tidak sopan', 'kejam' dan penuh tipu muslihat."

Saudara Bambang, itu alasan yang saudara tampilkan adalah bukan akar masalah sebenarnya dari konflik Acheh. Saudara Bambang, saudara itu harus banyak belajar lagi tentang sejarah RI dan Acheh. Walaupun saudara telah bekerja di Pabrik Pupuk selama 7 tahun lebih sekaligus juga membagi sedikit ilmu di PT. Malikussaleh- Lhokseumawe". Tetapi karena otak saudara Bambang kosong dari ilmu sejarah RI dan sejarah Acheh, maka tetap saja apa yang saudara ungkapkan di mimbar bebas tentang akar masalah konflik Acheh yang sebenarnya ini adalah dangkal sekali.

Terakhir saudara Bambang Hutomo W menulis: "Semoga dengan penerapan "DARMIL' dan "DARSI" hingga saat ini dan tewasnya sebagian anggota GSA yg kejam tsb merupakan "balasan yg setimpal" dari Allah atas tindakan yg tidak diridloi NYA dan bagi mereka yang begitu "sangat kejam" dan mendholimi warga sipil di Aceh hingga saat ini"

Dan tentu saja saudara Bambang lupa bahwa karena kebijaksaan politik Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati dari RI mengenai pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh inilah yang menyebabkan konflik berdarah di Acheh terus belangsung sampai saat ini.

Semoga Allah SWT meridhai perjuangan rakyat Acheh yang sedang berjuang untuk membebaskan negerinya dari penjajah RI bersama TNI-nya yang kejam, tidak berperikemanusiaan yang taat setia kepada pancasila hasil kutak-katik Soekarno, dan semoga rakyat Acheh diberikan pertolongan dan kekuatan serta kesabaran oleh Allah SWT, amin.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: Sumitro mitro@kpei.co.id
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Ditya Soedarsono <dityaaceh_2003@yahoo.com>, Yuhendra <yuhe1st@yahoo.com>, Matius Dharminta <mr_dharminta@yahoo.com>, Habe Arifin <habearifin@yahoo.com>, MT Dharminta <editor@jawapos.co.id>, Suparmo <suparmo@tjp.toshiba.co.jp>, Hidajat Sjarif siliwangi27@hotmail.com
Cc: Sumitro <mitro@kpei.co.id>, ahmad@dataphone.se
Subject: RE: SUMITRO KEHABISAN ARGUMENTASI UNTUK PERTAHANKAN PENJAJAHAN AKHIRNYA MENGIBULI
Date: Thu, 10 Jun 2004 08:43:53 +0700

Saudara Ahmad..kalau memang anda tidak puas terhadap perlakukan Indonesia dalam hal ini pemerintah pusat terhadap daerah....kenapa anda memilih Aceh saja ? kalaupun anda itu pemerhati sosial politik harusnya anda juga berjuang untuk papua, ambon, timor, NTB, kalimantan, sulawesi dll . Karena harus diakui bahwa sampai sekarang tiap daereh belum merasakan adil dan merata seperti yang diamanatkan oleh Pancasila.Bukan hanya Aceh yang bekas jajahan tapi semua pulau di NKRI , jawa, sumatra, sulawesi, kalimantan, nusatenggara, irian dll juga merasakan hal yang sama...saya heran sekali kenapa ahmad sudirman begitu fokusnya hanya kepada Aceh ?

Menurut saudara ahmad: Saudara Sumitro itu Amad Sudirman bukan provokator ketika menulis "Dibawah Belenggu Rezim Penguasa", melainkan sebagai seorang yang memberikan penjelasan atas perbuatan dan kebijaksanaan politik Soeharto yang penuh dengan kekerasan senjaja dan penekanan sambil memanfaatkan pancasila sebagai alat penumpas lawan-lawan politiknya. Masa orang yang memberikan penjelasan tentang kelakuan dan kebijaksanaan politik Soeharto yang penuh dengan kekerasa dikatakan sebagai provokotor. Yang benar saja saudara Sumitro kalau mau menuliskan tentang Ahmad Sudirman."

Kalaupun memang anda itu pemerhati sosial dan politik lantas kenapa anda tidak bela mati-matian masalah ambon, timor-timor, papua, maluku dll ? kenapa cuma Aceh yang anda bela. Makanya saya berkesimpulan bahawa disamping punya tujuan pribadi yang sementara ini masih gelap( entah itu berhubungan dengan jabatan, harta, bisnis anda mungkin senjata , komputer dll ) juga mungkin benar apa yang Ditya Sudharsono bahwa Ahmad sudirman berjuang TIDAK punya tujuan yang berarti selain karena : MARAH, KESAL, DAN DENDAM kepada pemerintah Indonesia atas pencabutan kewarganegaraannya.

Seandainya saudara Sudirman dulu menulis buku Dibawah Belenggu Rezim Penguasa tidak dilakukan dan disebarkan di Luar Negeri, seandainya ahmad menuruti perintah suharto ( dikasih waktu sampai satu tahun ) untuk mencabut tulisannya, seandainya Ahmad Sudirman mau berjuang demi keadilan dan kemakmuran rakyat Indonesia di negeri sendiri maka dendam dan marah nya saudara ahmad mungkin tidak pernah ada.

Rasulullah tidak pernah menyimpan dendam dalam dirinya..bahkan bekas musuhnyapun dijadikan sebagai orang kepercayaannya, Rasulullah amat sabar, biar diludah, dicacimaki, dilempar oleh musuhnya namun Rasulullah terus sabar dan kebanyakan berjuang dengan damai. Kenapa Ahmad yang katanya mengikuti Al-Qur'an dan Rasulullah tidak mengikuti contoh Rasulullah ? binguuuungggggggggggggggggggggggggggg aku..................mad.

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------

From: "Bambang Hutomo W." bambang_hw@re.rekayasa.co.id
To: "'Ahmad Sudirman'" <ahmad@dataphone.se>, "'Ditya Soedarsono'" <dityaaceh_2003@yahoo.com>, "'Yuhendra'" <yuhe1st@yahoo.com>, "'Matius Dharminta'" <mr_dharminta@yahoo.com>, "'Habe Arifin'" <habearifin@yahoo.com>, "'MT Dharminta'" <editor@jawapos.co.id>, "'Suparmo'" <suparmo@tjp.toshiba.co.jp>, "'Hidajat Sjarif'" siliwangi27@hotmail.com
Cc: narastati@yahoo.com
Subject: RE: TATI TIDAK PAHAM KONFLIK ACHEH TIMBUL KARENA PENDUDUKAN & PENJAJAHAN
Date: Thu, 10 Jun 2004 08:13:54 +0700

Emang lieur neh....
NKRI mah nggak ada penjajahan, sesudah "independent day 17/8/45" hingga "pengembalian Irian Barat th 1962" jelas semuanya dan diakui PBB...sampeyan aja mr Dirman. Spt tukang jamu di alun-2. Perkara skrg kesejahteraan rakyat NKRI masih belum sehebat di negeri macem Belanda atawa Inggris mah itu sedang kita perjuangkan bersama, bukan rakyat Aceh aja...

Untuk mbak Tati, sabar aja, pls be cool ... saya sendiri pernah tinggal di Aceh untuk bekerja di Pabrik Pupuk selama 7 tahun lebih sekaligus juga membagi sedikit ilmu di PT. Malikussaleh- Lhokseumawe. Memang benar begitulah ulah segelintir oknum warga Aceh yg arogan yg kita kenal sebagai "GSA" atawa GAM.

Sejak merebaknya kembali konflik th 1989 (setelah gerombolan Hasan Tiro ditumpas 1976-1978), salah satunya diawali dengan pengusiran, perampokan dan pembunuhan warga transmigran asal Jawa sampai intimidasi semua warga pendatang di Aceh, khususnya hanya di Aceh timur, Utara, Pidi, sigli, Aceh besar dan Aceh Barat. Betapa bedanya tabiat warga Aceh secara umum yg sangat baik dan bisa bermasyarakat dengan berbagai suku dan masyarakat yg ada di NKRI dibandingkan dengan sekelompok GSA yg 'sok jagoan', 'beringas', 'tidak sopan', 'kejam' dan penuh tipu muslihat.
Seperti hilangnya beberapa kawan kami bahkan sebagian ditemukan dengan mayat yg sangat mengenaskan, dicincang badannya, di jerat lehernya bahkan itupun ada yg 'wanita' dan yg dilepaspun harus "rela" menyisihkan sebagian hartanya sesuai permintaan si"penculik" dan penyekap tsb.

Semoga dengan penerapan "DARMIL' dan "DARSI" hingga saat ini dan tewasnya sebagian anggota GSA yg kejam tsb merupakan "balasan yg setimpal" dari Allah atas tindakan yg tidak diridloi NYA dan bagi mereka yang begitu "sangat kejam" dan mendholimi warga sipil di Aceh hingga saat ini.... Amiinnn.
TK.

Bambang Hutomo W.

bambang_hw@re.rekayasa.co.id
Jakarta, Indonesia
----------