Stockholm, 10 juni 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUMITRO & KAMRASYID PERTAHANKAN PENJAJAHAN DI ACHEH TANPA FAKTA, BUKTI, HUKUM & SEJARAH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KELIHATAN DENGAN JELAS SUMITRO & JAYADI KAMRASYID PERTAHANKAN PENJAJAHAN DI ACHEH TANPA FAKTA, BUKTI, HUKUM & SEJARAHYANG KUAT

"Saya paling tersinggung kalau negaraku tempat aku berpijak, tempat aku lahir dan tempat kehidupanku dikatakan negara kafir. Saya lahir dinegeri ini dan makan dari sini maka aku wajib membelanya dengan nyawa sekalipun. Tidak seperti Ahmad Sudirman yang lahir dan besar disini tapi setelah besar malah menjelek-jelekan negaranya sendiri di luar negeri. Apakah itu bukan penghianat namanya? kalaupun mau merubah negara ini pakailah cara2 yang etis dan bermoral. Kenapa harus lari keluarnegeri dan menjatuhkan negara sendiri disana? takut ditangkap dan dipenjara? Loh itu konsekuensi dari perjuangan menuju ke hal yang baik ! banyak sekali khan orang2 yang seperti Ahmad ini yang dipenjara oleh rezimnya Soeharto dan sekarang setelah tumbang mereka dibebaskan dan diputihkan namanya. Nah yang seperti ini khan perjuangannya ada hasilnya tapi saudara Ahmad Sudirman.? malah bertindak seperti pengecut dan berjuang tanpa mau berkorban sedikitpun malah orang lain yang dijadikan tumbal ? Saudara wawan membela dia karena dia Moeslim yang terlihat oleh anda manis dan taat beribadah? ha ha ha rupanya anda telah tertipu oleh penampilan luar dari saudara Ahmad." (Sumitro, mitro@kpei.co.id , Thu, 10 Jun 2004 14:51:55 +0700)

"Tanggapan untuk Rokh Mawan: Yang memulai itu Ahmad Sudirman. Jadi Anda harus mentobatkan dia. Dia memaki-maki orang Jawa sebagai penjajah (Saya bukan orang Jawa), dan mengaggap orang lain kafir, RI kafir...Jadi tolong tobatkan Ahmad Sudirman ini." (Jayadi Kamrasyid, JKamrasyid@aol.com , Thu, 10 Jun 2004 00:59:02 EDT)

Baiklah saudara Sumitro di Jakarta, Indonesia dan saudara Jayadi Kamrasyid New Haven, Connecticut, USA.
Dan terimakasih kepada saudara Rokh Mawan di Indonesia.

Saudara Rokh Mawan mengirimkan email kepada saudara Jayadi Kamrasyid dan di cc-kan kepada saudara Sumitro hari ini, Kamis, 10 Juni 2004 lalu saudara Jayadi Kamrasyid melampirkan dan mengirimkannya kepada saya, yang isinya diantaranya: "Wahai saudaraku yang beragama muslim, berhati2 lah dalam berbicara dan jagalah lisanmu. Apabila anda ingin mengomentari artikel yang di buat oleh pak Ahmad Sudirman boleh-boleh saja tapi jangan asal omong tanpa bukti dan fakta yang nyata. Saya bukan orang GAM, bukan juga orang NII melainkan seorang hamba Allah yang kebetulan dilahirkan di Surakarta, Solo dan alhamdulillah, insyaallah bisa menerima kebenaran. Saudaraku, anda perlu berhati2 kalau bicara mengenai Aceh, Hasan Tiro maupun Ahmad Sudirman."

Memang betul seperti yang ditulis oleh saudara Rokh Mawan itu, "Apabila anda ingin mengomentari artikel yang di buat oleh pak Ahmad Sudirman boleh-boleh saja tapi jangan asal omong tanpa bukti dan fakta yang nyata".

Nah, kelihatan bahwa saudara Rokh Mawan ketika membaca tanggapan-tangapan yang ditulis oleh saudara Kamrasyid dan saudara Sumitro kurang ada bukti dan faktanya. Selain dari pada mengatakan "Bung Ahmad semakin keluar penyakit botol-nya, bo and tolol. Anda ngotot menuduh orang kafir. Benar-benar botol" (Jayadi Kamrasyid, JKamrasyid@aol.com , Tue, 8 Jun 2004 02:35:13 EDT). "Karena apapun penilaian saudara tentang kami tidak akan ada pengaruhnya sama sekali karena kami telah menganggap saudara CS adalah kaum terendah lebih rendah daripada komunis bahkan lebih nazis daripada kafir. " (Sumitro, mitro@kpei.co.id , Wed, 9 Jun 2004 08:21:23 +0700)

Sampai detik ini, memang saya tidak ada membaca alasan yang dijadikan argumentasi oleh saudara Kamrasyid dan saudara Sumitro untuk membantah apa yang saya telah tulis, yaitu: " Pertama saya katakan, dilihat dari sudut hukum Islam, negara yang hukum negaranya bersumberkan kepada yang non Islam dikatakan negara kafir, bukan negara Islam (misalnya NII itu negara Islam, karena hukum negaranya bersumberkan kepada Islam.). Contoh negara kafir adalah negara RI karena hukum negaranya bersumberkan kepada yang non Islam, yakni pancasila. Kedua, dilihat dari sudut aqidah rakyat, itu tidak tergantung kepada hukum negara. Misalnya ketika Rasulullah saw dan para pengikutnya masih di Mekkah, itu ummat Islam tetap akidahnya tidak berobah (tidak menjadi kafir) walaupun berada dalam daerah kekuasaan wilayah de-facto dan de-jure negara kafir kaum Quraisyi. Jadi, begitu juga dengan rakyat di Negara RI, tetap akidahnya tidak berobah walaupun berada dalam daerah kekuasaan wilayah de-facto dan de-jure negara kafir RI.

Paling yang mampu dijawab oleh saudara Sumitro adalah seperti yang dirulisnya hari ini: "Saya paling tersinggung kalau negaraku tempat aku berpijak, tempat aku lahir dan tempat kehidupanku dikatakan negara kafir. Saya lahir dinegeri ini dan makan dari sini maka aku wajib membelanya dengan nyawa sekalipun. Tidak seperti Ahmad Sudirman yang lahir dan besar disini tapi setelah besar malah menjelek-jelekan negaranya sendiri di luar negeri. Apakah itu bukan penghianat namanya?".

Padahal kalau saudara Sumitro mengikuti saran seperti yang ditulis oleh saudara Rokh Mawan, yaitu memberikan fakta dan buktinya, bukan menjawab hanya secara emosionil: "Saya paling tersinggung kalau negaraku tempat aku berpijak, tempat aku lahir dan tempat kehidupanku dikatakan negara kafir".

Tetapi, kenyataannya memang saudara Sumitro tidak sanggup memberikan tanggapan yang didasarkan pada fakta dan bukti. Karena itu makin lama saudara Sumitro berdebat tentang Negeri Acheh menghadapi Ahmad Sudirman di mimbar bebas ini, jelas akan makin lemah dan makin ngawur saja. Lihat saja bukti jawaban saudara Sumitro diatas itu.

Kemudian, kalau saya berada di luar negeri, kemudian menulis tentang Negeri Acheh yang ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah oleh RI dan disebarkan kepada seluruh rakyat di RI dan di Negeri Acheh, dengan tujuan agar seluruh rakyat di RI dan di Negeri Acheh mengetahui bahwa memang benar Acheh dijajah RI. Itu semua bukan perbuatan pengecut, atau takut ditangkap dan dipenjara. Karena setiap perjuangan itu dilakukan berdasarkan taktik dan strategi. Ahmad Sudirman melakukan taktik dan strategi perjuangannya berbeda dengan perjuangan orang lain yang sekarang ada di RI. Kalau memang pihak Pemerintah RI mau menangkap Ahmad Sudirman ya silahkan kalau mampu dan memiliki alasan kuat, ada fakta dan buktinya, ada dasar hukumnya. Sedangkan waktu di Mesirpun pihak Soeharto sudah berhasil menangkap Ahmad Sudirman, tetapi kan akhirnya Ahmad Sudirman bisa bebas, karena memang alasan fakta, bukti, dan dasar hukum yang dipakai oleh pihak Soeharto itu lemah.

Seterusnya, saudara Sumitro menulis: "banyak sekali khan orang2 yang seperti Ahmad ini yang dipenjara oleh rezimnya Soeharto dan sekarang setelah tumbang mereka dibebaskan dan diputihkan namanya. Nah yang seperti ini khan perjuangannya ada hasilnya tapi saudara Ahmad Sudirman.? malah bertindak seperti pengecut dan berjuang tanpa mau berkorban sedikitpun malah orang lain yang dijadikan tumbal ?"

Kalau ada orang-orang yang dipenjarakan Soeharto kemudian setelah Soeharto "tumbang mereka dibebaskan dan diputihkan namanya" dan dikatakan oleh saudara Sumitro : "Nah yang seperti ini khan perjuangannya ada hasilnya tapi saudara Ahmad Sudirman.?"

Jelas, perjuangan Ahmad Sudirman berbeda dengan perjuangan mereka-mereka yang sekarang sudah dibebaskan dan diputihkan namanya dan masih tetap di RI.

Nah kalau tidak percaya, sekarang Ahmad Sudirman mengajak itu orang-orang yang sudah dibebaskan dan diputihkan namanya itu bersama-sama membela dan mendukung rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasibnya sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI apakah mereka siap dan mau menggalang persatuan?.

Kemudian Ahmad Sudirman mengajak mereka yang sudah dibebaskan dan diputihkan namanya itu bersama-sama untuk membela rakyat Irian Barat atau Papua yang negerinya terus diduduki dan dijajah oleh RI, apakah mereka siap ?

Lalu Ahmad Sudirman mengajak mereka yang sudah dibebaskan dan diputihkan namanya itu bersama-sama untuk menyuarakan keadilan rakyat maluku Selatan yang Negerinya ditelan, dicaplok Presiden RIS Soekarno dan dipertahankan sampai detik ini oleh Penguasa RI Megawati, apakah mereka siap ?

Atau tidak perlulah ikut bersama Ahmad Sudirman, tetapi tampillah di mimbar bebas ini hanya untuk menyuarakan tentang Acheh ini, kalau mereka berani ?

Kembali kepada saudara Rokh Mawan. Itu saudara Rokh Mawan menulis email yang ditujukan kepada saudara Kamrasyid dan saudara Sumitro bukan bermaksud membela Ahmad Sudirman karena Ahmad seorang muslim, tetapi saudara Rokh Mawan meminta kepada saudara Sumitro dan saudara Kamrasyid kalau berdebat melawan Ahmad Sudirman harus disertakan fakta dan buktinya. Bukan hanya asal bercuap dan bercerita yang tidak ada fakta dan buktinya. Seperti yang ditulis oleh saudara Sumitri tentang pribadi Ahmad Sudirman yang banyak sekali bohongnya dan hanya menerka-nerka saja, dan yang telah dijawab dan dibantah berdasarkan fakta dan bukti oleh Ahmad Sudirman.

Jadi, saudara Sumitro kalau saudara masih juga dalam berdebat mewana Ahmad Sudirman hanya didasarkan pada emosianil dan cerita kosong saja, maka hasilnya tidak akan ada. Dan tentu saja Allah SWT akan melihat dan membuktikan siapa yang berbicara benar berdasarkan fakta dan bukti, dasar hukum, dan sejarah.

Selanjutnya saya akan bicara dengan saudara Jayadi Kamrasyid.

Sebenanrnya apa yang dituliskan oleh saudara Kamrasyid adalah hampir sama dengan yang ditulis oleh saudara Sumitro, saudara Kamrasyid menulis: "Tanggapan untuk rokh mawan: Yang memulai itu Ahmad Sudirman. Jadi Anda harus mentobatkan dia. Dia memaki-maki orang Jawa sebagai penjajah (Saya bukan orang Jawa), dan mengaggap orang lain kafir, RI kafir...Jadi tolong tobatkan Ahmad Sudirman ini."

Dimana apa yang dinyatakan oleh saudara Kamrasyid itu telah saya jawab dalam tulisan sebelum ini. Itu soal RI menjajah Negeri Acheh memang benar, ada fakta dan buktinya, ada dasar hukumnya, dan ada sejarahnya yang jelas dan benar. Kemudian, soal orang Jawa sebagai penjajah, memang juga bisa dibuktikan. Coba perhatikan secara seksama. Soekarno orang Jawa. Soeharto orang Jawa. Abdurrahman Wahid orang Jawa. Megawati orang Jawa. Kecuali BJ Habibie orang Sulawesi. Dan bukan para pimpinannya saja yang menjajah tetapi kebijaksanaan politik penjajahan ini didukung pula oleh hampir sebagian besar penduduk RI yang mayoritas 45 % adalah orang Jawa. Atau hampir setengah dari seluruh penduduk RI.

Nah, kalau memang mereka tidak mau dianggap penjajah, maka marilah bersama-sama untuk menyatakan dengan suara bulat bahwa kebijaksanaan politik, perttahanan, keamanan di Negeri Acheh harus segera dihentikan. Tarik mundur semua pasukan TNI/POLRI/RAIDER dari Negeri Acheh. Adakan jajak pendapat bagi seluruh rakyat Acheh untuk menentukan sikap dengan memilih dua opsi, yakni YA bebas dari RI dan TIDAK bebas dari RI.

Sterusnya mengenai sebutan negara kafir, itu sudah saya jelaskan diatas, ketika saya menjawab kepada saudara Sumitro.

Jadi, saudara Kamrasyid, yang harus bertobat adalah seharusnya saudara yang terus-terusan tanpa ilmu yang benar tentang Negeri Acheh dan RI dan telah secara langsung mendukung kebijaksanaan Penguasa RI bersama TNI-nya untuk terus menduduki dan menjajah Negeri Acheh dan menghancurkan rakyat Acheh.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: Sumitro <mitro@kpei.co.id>
To: "JKamrasyid@aol.com, bambang_hw@re.rekayasa.co.id, ahmad@dataphone.se, dityaaceh_2003@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, habearifin@yahoo.com, editor@jawapos.co.id, suparmo@tjp.toshiba.co.jp, siliwangi27@hotmail.com, sea@swipnet.se, solopos@bumi.net.id, Padmanaba@uboot.com, kompas@kompas.com, webmaster@detik.com, waspada@waspada.co.id, redaksi@waspada.co.id, redaksi@satunet.com, redaksi@kompas.com, redaksi@detik.com, jktpost2@cbn.net.id, hudoyo@cbn.net.id, editor@pontianak.wasantara.net.id, redaksi@pikiran-rakyat.com, newsletter@waspada.co.id, balipost@indo.net.id
Cc: ahmad@dataphone.se, rokh_mawan@yahoo.com
Subject: RE: Soal Kafir
Date: Thu, 10 Jun 2004 14:51:55 +0700

Saya paling tersinggung kalau negaraku tempat aku berpijak, tempat aku lahir dan tempat kehidupanku dikatakan negara kafir. Saya lahir dinegeri ini dan makan dari sini maka aku wajib membelanya dengan nyawa sekalipun. Tidak seperti Ahmad Sudirman yang lahir dan besar disini tapi setelah besar malah menjelek-jelekan negaranya sendiri di luar negeri. Apakah itu bukan penghianat namanya? kalaupun mau merubah negara ini pakailah cara2 yang etis dan bermoral. Kenapa harus lari keluarnegeri dan menjatuhkan negara sendiri disana? takut ditangkap dan dipenjara? Loh itu konsekuensi dari perjuangan menuju ke hal yang baik ! banyak sekali khan orang2 yang seperti Ahmad ini yang dipenjara oleh rezimnya Soeharto dan sekarang setelah tumbang mereka dibebaskan dan diputihkan namanya. Nah yang seperti ini khan perjuangannya ada hasilnya tapi saudara Ahmad Sudirman.? malah bertindak seperti pengecut dan berjuang tanpa mau berkorban sedikitpun malah orang lain yang dijadikan tumbal ?

Saudara wawan membela dia karena dia Moeslim yang terlihat oleh anda manis dan taat beribadah? ha ha ha rupanya anda telah tertipu oleh penampilan luar dari saudara Ahmad.

Allah maha tahu siapa yang pantas untuk dinilai baik dan siap yang dinilai jelek karena Allah Maha Kuasa untuk itu.

Wasallam.

Sumitro

mitro@kpei.co.id
Jakarta, Indonesia
----------

From: JKamrasyid@aol.com
Date: Thu, 10 Jun 2004 00:59:02 EDT
Subject: Soal Kafir
To: "bambang_hw@re.rekayasa.co.id, ahmad@dataphone.se, dityaaceh_2003@yahoo.com, yuhe1st@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, habearifin@yahoo.com, editor@jawapos.co.id, suparmo@tjp.toshiba.co.jp, siliwangi27@hotmail.com, sea@swipnet.se, solopos@bumi.net.id, Padmanaba@uboot.com, kompas@kompas.com, webmaster@detik.com, waspada@waspada.co.id, redaksi@waspada.co.id, redaksi@satunet.com, redaksi@kompas.com, redaksi@detik.com, jktpost2@cbn.net.id, hudoyo@cbn.net.id, editor@pontianak.wasantara.net.id, redaksi@pikiran-rakyat.com, newsletter@waspada.co.id, balipost@indo.net.id
Cc: JKamrasyid@aol.com

Tanggapan untuk rokh mawan:
Yang memulai itu Ahmad Sudirman. Jadi Anda harus mentobatkan dia. Dia memaki-maki orang Jawa sebagai penjajah (Saya bukan orang Jawa), dan mengaggap orang lain kafir, RI kafir...Jadi tolong tobatkan Ahmad Sudirman ini.

Wassalam,

Jayadi Kamrasyid

JKamrasyid@aol.com
New Haven, Connecticut, USA
----------