Stockholm, 10 juni 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

TATI MENYIMPULKAN AKAR MASALAH KONFLIK ACHEH DARI HASIL CERITA ISAP JEMPOL
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KELIHATAN TATI MENYIMPULKAN AKAR MASALAH KONFLIK ACHEH DARI HASIL CERITA ISAP JEMPOL

"Jadi kalau ditanya akar permasalahan yg sebenarnya kenapa ? kesimpulan saya dendam dan keuntungan/bisnis dari mereka-mereka yg merasa tidak dihargai, dihormati dan tidak diberi posisi/kekuasaan contohnya Hasan Tiro Cs. Kemudian dari orang-orang yg tak bersalah akibat korban kezalhiman ABRI dahulu. Satu lagi dari orang-orang munafik yg mencari keuntungan. Seperti pak Ahmad Sudirman ini. yg mati-matian mengambil berat Aceh, kalau Papua kan pembeliaan senjatanya tdk seperti Aceh jmlnya. Adapun alasan2 Pak Ahmad Cs, dg mengagung-agungkan sejarah Aceh itu semua utk mengarahkan orang2 yg tidak semuanya tahu tentang Aceh dan agar meberi pembenaran apa yg dia sampaikan dan ini memperlihatkan kedangkalan berpikir orangnya, mengada-ngada, buat mencari pembenaran utk mengeruk suatu keuntungan dan mempermulus bisnisnya." (Tati , narastati@yahoo.com , Thu, 10 Jun 2004 08:59:52 -0700 (PDT))

Baiklah saudara Tati di Jakarta, Indonesia.

Ternyata hari ini saudara Tati telah mengirimkan emailnya lagi yang isinya cukup panjang ditujukan kepada saya dan saudara Sumitro. Padahal dalam email sebelumnya, 8 Juni 2004 yang ditujukan kepada saudara Sumitro dan kepada saya saudari Tati telah menyatakan: "mulai saat ini saya sudah memutuskan utk tdk berkomentar apapun kpd pak ahmad cs." Dengan alasan karena "sia2 saja menghadapi bukan orang tapi setengah setan bin iblis, tengkar, tidak bisa dikasih tahu, sombong".

Jelas, saudari Tati, menganggap Ahmad Sudirman yang menerangkan masalah pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh berdasarkan fakta dan bukti, dasar hukum, dan sejarah yang jelas dan terang, sebagai "setengah setan bin iblis".

Alasan saudari Tati ini memang alasan yang betul-betul tidak punya dasar hukum yang kuat, dan alasan dari orang yang betul-betul sudah tidak ada lagi alasan lain yang bisa dipakai untuk mempertahankan pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh.

Nah sekarang, setelah saya membaca isi email saudari Tati yang panjang itu, terbaca kesimpulan yang diambilnya yaitu: "Jadi kalau ditanya akar permasalahan yg sebenarnya kenapa ? kesimpulan saya dendam dan keuntungan/bisnis dari mereka-mereka yg merasa tidak dihargai, dihormati dan tidak diberi posisi/kekuasaan contohnya Hasan Tiro Cs. Kemudian dari orang-orang yg tak bersalah akibat korban kezalhiman ABRI dahulu. Satu lagi dari orang-orang munafik yg mencari keuntungan. Seperti pak Ahmad Sudirman ini. yg mati-matian mengambil berat Aceh, kalau Papua kan pembeliaan senjatanya tdk seperti Aceh jmlnya. Adapun alasan2 Pak Ahmad Cs, dg mengagung-agungkan sejarah Aceh itu semua utk mengarahkan orang2 yg tidak semuanya tahu tentang Aceh dan agar meberi pembenaran apa yg dia sampaikan dan ini memperlihatkan kedangkalan berpikir orangnya, mengada-ngada, buat mencari pembenaran utk mengeruk suatu keuntungan dan mempermulus bisnisnya."

Coba perhatikan, akar masalah konflik Acheh menurut saudari Tati adalah "dendam dan keuntungan/bisnis dari mereka-mereka yg merasa tidak dihargai, dihormati dan tidak diberi posisi/kekuasaan contohnya Hasan Tiro Cs, dari orang-orang yg tak bersalah akibat korban kezalhiman ABRI dahulu, dan dari orang-orang munafik yg mencari keuntungan, seperti pak Ahmad Sudirman ini".

Coba itu akar masalah yang disimpulkan oleh saudari Tati memang mirip seperti yang dikemukakan oleh (mantan) Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Acheh Kolonel Laut Ditya Soedarsono. Yang sekarang Kolonel Laut Ditya ini sudah terjungkir dari kursi Komandan Satuan Tugas Penerangan PDMD.

Jadi, kesimpulan akar masalahn konflik Acheh yang dibuat oleh saudari Tati, jelas sangat dangkal dang keluar dari orang yang membeo pihak penerus Soekarno saja. Bagaimana tidak ? Negeri Acheh yang secara jelas dan terang dirampok, ditelan, diduduki, dan dijajah oleh Presiden RIS Soekarno dan dipertahankan sampai sekarang oleh Presiden RI Megawati. Ada fakta dan buktinya, ada dasar hukumnya, ada sejarahnya yang jelas dan benar. Dibelokkan pula ke arah akar yang dangkal, seperti dendam dan keuntungan/bisnis.

Saran saya untuk saudari Tati, coba belajar dulu mengenai sejarah Acheh yang benar dan sejarah pertumbuhan dan perkembangan RI yang benar, bukan hanya yang ditulis oleh sejarah para penerus Soekarno saja.

Saudari Tati, mana rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila atau NKRI mau percaya dengan akar masalah konflik Acheh yang dangkal yang disimpulkan oleh saudari Tati ini.

Kemudian lagi itu menyinggung asal suku Ahmad Sudirman, jelas hampir sebagian besar peserta mimbar bebas ini telah mengetahui bahwa Ahmad Sudirman asal suku Sunda, bukan Jawa. Dari Jawa Barat itu adalah asal tempat suku Sunda, bukan suku Jawa. Saudari Tati ketinggalan kereta api. Lalu itu menyinggung cerita bohong yang dibuat oleh saudara Sumitro yang dikutip oleh saudari Tati "hidup mewah karena bekerjasama juga dg mafia senjata" yang telah dibantah Ahmad Sudirman, tetapi terus saja diulang-ulang oleh saudari Tati.

Bagaimana bisa dipercaya dan diterima oleh rakyat Acheh akar masalah konflik Acheh didasarkan kepada kebohongan karena tanpa adanya fakta dan bukti yang menyangkut "mencari keuntungan pembeliaan senjata".

Saran saya untuk saudari Tati, daripada saudari mencari-cari alasan yang tanpa fakta dan bukti, dasar hukum, dan sejarah yang kuat, coba lebih baik bertanya kepada para akhli sejarah nasional RI dan sejarah Acheh, dan gali dari perpustakaan-perpustakaan, kemudian kalau sudah menemukan, kita bicarakan secara terbuka di mimbar bebas ini.

Jadi, kalau konflik Acheh ingin segera selesai, cobalah pihak pendukung pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh berlomba-lomba mencari akar masalah yang sebenarnya yang ditunjang oleh fakta dan bukti, dasar hukum, dan sejarah yang benar dan jelas. Bukan hanya cerita yang dikarang-karang model saudari Tati yang mencaplok cerita saudara Sumitro yang banyak bohongnya dan cerita karangan hasil Kolonel Laut Ditya Soedarsono yang tidak ada fakta dan buktinya.

Mengapa saya katakan itu cerita saudara Sumitro tentang Ahmad Sudirman banyak bohongnya, yang dijadikan salah satu dasar akar masalah konflik Acheh oleh saudari Tati ? Karena itu setelah saya membalas dan membantahnya, ternyata saudara Sumitro tidak berani lagi mempertahankan kebohongannya.

Jelas, Ahmad Sudirman tidak berbohong. Kalau itu cerita benar, Ahmad Sudirman akui itu benar. Tetapi kalau cerita itu bohong, jelas Ahmad Sudirman membantahnya dan meluruskannya. Mengapa harus Ahmad Sudirman sembunyikan. Itukan cerita tentang Ahmad Sudirman diambil dari homepage-nya ASNLF atau GAM. Siapapun bisa membacanya. Tetapi isinya telah dipelintir oleh saudara Sumitro. Makanya menjadi salah kaprah. Tetapi, sayang itu saudari Tati termakan pula oleh cerita saudara Sumitro itu.

Saudari Tati menulis: "Kalau memang anda mau berjuang yg sesungguhnya dan pengamat sosial, politik yg baik gih sono ke PBB ngomong soal Palestina terus gempur itu Israel (ini jelas2 kafir) gitu. Bicarakan juga Iraq maki-maki Amerika Atau buka milis agar masyarakat dunia bisa berkomentar. Nah lebih jelas perjuanggannya Kenapa anda tidak ambil bagian kesana? Atau krn peluang bagi anda untuk menjual senjata gak ada. sebab pedagangnya sudah hebat2 disana."

Coba perhatikan lagi. Masalah Acheh adalah masalah penjajahan yang dilakukan oleh RI yang perlu diselesaikan terlebih dahulu, mau dialihkan pula ke masalah Palestina. Masalah konflik Acheh hampir sama tuanya dengan masalah konflik Palestina.

Jadi, saudari Tati janganlah mengalihkan persoalan pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh oleh pihak RI kepada masalah pesoalan Palestina.

Kemudian lagi, saudari Tati jangan hanya mencaplok ceritra yang tidak benar, seperti Ahmad Sudirman dengan penjualan senjata, hasil cerita karangan saudara Sumitro yang penuh kebohongan. Itu cerita bikin tertawaan saja. Pihak ASNLF atau GAM dan TNA menjadi tertawa membaca cerita tanpa fakta dan bukti ini. Atau pihak Pemerintah Kerajaan Swedia ikut-ikutan jadi tertawa.

Selanjutnya, jelas kalau ingin mengetahui perjuangan ASNLF atau GAM harus membaca dari para tokoh pendiri ASNLF atau GAM, bukan karangan para sejarawan penerus Soekarno. Itu soal isi dan bobot adalah tergantung kepada benar tidaknya fakta dan bukti, dasar hukum, dan sejarah yang diungkapkannya.

Percuma saja membaca buku tentang perjuangan rakyat Acheh yang dikarang oleh para penulis sejarah nasional RI, tetapi isinya banyak penyimpangannya. Telah beberapa orang penulis sejarah Acheh yang telah saya luruskan, seperti penulis Neta S Pane yang menulis buku berjudul Sejarah dan Kekuatan Gerakan Aceh Merdeka: Solusi, Harapan, dan Impian, yang diterbitkan oleh Grasindo, Jakarta, tahun 2001. Dimana Neta S Pane ini adalah sebagai Ketua Presidium Gamatpol (Lembaga Pengamat Polri). Begitu juga opini yang ditulis oleh Mayor Purnawirawan TNI HM Nur El-Ibrahimy tinggal di Jakarta, yang dipublikasikan oleh Serambi Indonesia, dalam indomedia.com/serambi/2004/05/030504opini.htm .

Coba saudari Tati cari buku-buku sejarah tentang Acheh dan baca, kemudian ungkapkan di mimbar bebas ini, biar Ahmad Sudirman menganalisa dan menelitinya, apakah memang benar atau salah fakta dan datanya tentang perjuangan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh Negara Pancasila atau NKRI ini. Jangan hanya menelan cerita model yang dikarang-karang oleh saudara Sumitro. Itu cerita model begitu tidak akan laku dan tidak akan dibaca oleh rakyat Acheh.

Seterusnya saudari Tati menulis: "Sekali lagi buat Bp, Mas, Bang, yg ikut dimilis ini sy rasa sudah cukup buat kita untuk mengomentari karena sia2 saja. Karena orang yg kita ajak berbicara bukan manusia yg punya hati. Kebenaran hanya dari diri-nya sendiri. Ahmad Cs itu sendiri ngomong cuap2 sementara dia sendiri tidak pernah hadir di medan konflik. Coba kalau keluarganya yg kena bunuh, diculik, diteror oleh GAM mungkin bicaranya lain lagi."

Saudari Tati, saudari menyerukan kepada para peserta mimbar bebas ini untuk tidak mengomentari tulisan Ahmad Sudirman, tetapi saudari Tati sendiri tidak tahan untuk memberikan komentar, padahal sudah berjanji tidak akan memberikan komentar. Jadi saudari Tati, tidak perlulah ikut-ikutan memberikan saran, kalau saudari pandainya hanya menjiplak cerita-cerita yang tidak benar saja.

Itu kalau Ahmad Sudirman menulis tentang sejarah Acheh yang diduduki dan dijajah RI bukanlah suatu provokasi, melainkan suatu kebenaran yang harus diketahui oleh seluruh rakyat di RI dan di Negeri Acheh.

Dan itu yang ditulis oleh saudari Tati: "anda membuka sekolah Alqur'an pasti anda membacanya tapi kenapa anda tdk amalkan dalam kehidupan sehari-hari anda. Adakah satu ayat yg menyatakan Membunuh muslim itu halal dan memerangi orang yg tidak memerangi Agama Allah halal? jg cuma mengupas isi Al-Qur'an itu semau Anda, mana yg anda rasa cocok dg keinginan anda. Pihak Hasan Tiro/GAM diperangi krn mereka yg memulai pemberontakan jadi demi menjaga keamanan suatu negara. Dalam agama juga dikatakan pengacau memang harus ditumpas!! Tapi kalau anda mengait-ngaitkan ke Islam terkutuklah perbuatan Anda ini."

Jelas saya setiap hari membaca Al Quran satu sampai dua ruku. Dan itu yang membunuh rakyat Acheh yang muslim adalah TNI yang diperintahkan oleh Presiden Megawati, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Ryamizard Ryacudu. Yang pertama mendeklarasikan perang adalah pihak RI dengan TNI-nya. Yang pertama menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh adalah pihak RIS dan RI. Pihak rakyat Acheh tampil menuntut pembebasan Negerinya, karena memang Negeri Acheh telah diduduki dan dijajah oleh RI.

Jadi, saudari Tati, janganlah memutar balik fakta dan bukti, dasar hukum, dan sejarah. Sudah terang dan jelas itu Presiden RIS Soekarno yang menduduki dan menjajah Negeri Acheh, dibelokkan pula kepada rakyat Acheh yang memberontak.

Karena itulah, saudari Tati coba baca lagi sejarah pertumbuhan dan perkemabangan RI yang sebenarnya. Bukan hanya membaca buku sejarah yang diajarkan oleh guru di sekolah dasar dan di sekolah menengah pertama saja hasil karangan para penerus Soekarno saja.

Kemudian itu yang dinyatakan saudari Tati: "Sadar atau tidak sesungguhnya Bp. sudah mendapat teguran dari Allah contohnya saja Bp. Sudah terbuang dari tanah air Tercinta! Batin bapak juga terguncang kelihatan dari tulisan2 yg tertera yg ada hanya amarah tidak ada penyejukkan. "

Sebenarnya yang mendapat teguran dari Allah SWT adalah itu Soeharto yang perbuatannya telah diluruskan dan dipatahkan oleh Ahmad Sudirman. Karena Soeharto tidak tahan, maka dengan seenaknya dicabutnya kewargaan negara Indonesia dari Ahmad Sudirman. Lihat saja, apa hasil Jenderal Soeharto itu ?. Ahmad Sudirman masih sehat walafiat, rokhani dan jasmani. Soal kewargaannegaraan Indonesia itu hanya soal formalitas saja. Itu soal kecil. Tidak memberikan pengaruh apapun terhadap diri Ahmad Sudirman.

Itu yang tertulis dalam tulsan-tulisan Ahmad Sudirman, bukan amarah. Itukan hanya hasil pemikiran, kalau ada sedikit suara keras, itu biasa, anggap saja bunga-bunga tulisan. Mengapa pula dimasukkan kedalam hati. Masuk saja telinga kanan, keluar telinga kiri.

Contohlah Ahmad Sudirman, dibanting, diputar balik, dijungkir balik, Ahmad Sudirman tenang saja. Tetapi tentu saja sambil mematahkan pikiran dan tulisan yang tidak benar, yang tidak didasarkan oleh fakta dan bukti, dasar hukum, dan sejarah. Seperti cerita saudari Tati sekarang, itu cerita saudari kan banyak bohongnya. Mana ada fakta dan buktinya, dasar hukum, dan sejarahnya yang benar dan jelas yang dipakai oleh saudari Tati untuk mengambil kesimpulan akar masalah konflik Acheh.

Terakhir saudari Tati menulis: "menuliskan nama Allah sehingga orang mudah terhipnotis, larut, terkesima, terakhir menjadi pujaan, agama dijadikan utk ajang pembenaran dan menutupi kejahatan diri sesungguhnya."

Saudari Tati, itu bagi seorang muslim, sebelum melakukan sesuatu harus dimulai dengan membaca nama Allah Yang Pengasih dan Penyayang, Bismillahirrahmaniirahim.

Jadi, dengan membaca Bismillahirrahmanirrahim, itu bukan untuk menghipnotis, untuk melarutkan, untuk dipuja, untuk menjadikan agama sebagai ajang pembenaran, untuk menutupi kejahatan diri, melainkan mengawali perbuatan dengan membaca Bismillahirrahmanirrahim adalah tandanya sebagai seorang muslim yang tetap teguh dan yakin akan Allah SWT Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dan semua perbuatan harus dimulai dengan atas nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Thu, 10 Jun 2004 08:59:52 -0700 (PDT)
From: tati - <narastati@yahoo.com>
Subject: tobatlah pak ahmad
To: Sumitro <mitro@kpei.co.id>, ahmad@dataphone.se

Pak Ahmad....
Semakin hari anda mulai terdesak dalam menjawab milis duh ....kacian banget deh ..... Dan anda tidak bisa menyangkal ternyata apa yang dituliskan oleh peserta milis ternyata benar bahwa; ANDA SEBENARNYA ORANG JAWA, MENULIS TENTANG KEJELEKAN INDONESIA, YG KEWARGANEGARAAN DICABUT PEMERINTAH INDONESIA (krn usil sih..), BERGABUNG DG ISLAM RADIKAL DI MESIR, TERUS NGUNGSI KE SWEDIA DAN EKERJA DG PERUSAHAAN DIBIDANG TEKHNOLOGI KOMPUTER SERTA HIDUP MEWAH KARENA BEKERJASAMA DG MAFIA SENJATA....BUKA SEKOLAH ALQUR'AN....

FANTASTIK..!!!! berarti ini semua bukan karangan yg dikutip Bapak Sumitro, pasti hasil investigasi dari inteligen yg jitu. Tadinya saya sangka hanya canda pak Sumitro yg mengutip tulisan salah seorang milis...ternyata... fakta berbicara anda mengakui apa yg di tuliskan itu bahwa benar anda yg menulis kejelekan2 pemerintah RI di luar negri (disini anda merasa betul melakukan itu), dan benar anda bergabung dg salah satu organisasi Islam di Mesir (hanya bantah kalau itu bukan Islam radikal), benar setelah itu ke Swedia dan menetap disana dan bekerja di IBM (ini jujur anda akui, cuma bantah dikit ini bukan berkedok) dan hidup mewah karena bekerjasama juga dg mafia senjata (ini dibantah keras). Terus tentang sekolah ilmu Alqur'an (anda bantah ini bukan kedok)

Sayangnya Ahmad kalem ketika disinggung keturunannya yg dari Jawa and NO..COMMENT!! (malu ya... menepuk air didulang)

Kesimpulannya:Apa yg dijabarkan oleh Bp. Aditya yg dikutip pak Sumitro benar adanya walaupun anda membantah tapi mengakui dg jujur keberadaan anda yg sebenarnya. Disini ada benang merah yg menguatkan bahwa anda sebenarnya bukan sangat tertarik masalah rakyat aceh, dan konflik yg berjalan. tapi RASA SAKIT HATI KARENA ANDA TIDAK DIAKUI LAGI JADI WARGA NEGARA INDONESIA. DAN DENDAMLAH YG BERSEMAYAM DIHATI ANDA. Jadi apapun kebenaran yg disampaikan tidak akan pernah anda terima.

Dan benar, dengan adanya konflik Aceh ini anda diuntungkan karena bisnis senjata anda jadi lancar. Alasan kenapa anda tidak berfokus kedaerah konflik lainnya karena Aceh kaya akan hasil buminya, ini merupakan nilai jual kepada pihak luar negri bila anda bisa menjadikan aceh pisah dari NKRI dan Anda Cs pemimpinnya anda akan memudahkan mereka utk ber-invest. Pasti yg anda bayangkan DOLLAR. Belum lagi Hak khusus Penguasaan, Pengelolaan ladang Ganja(HPG) dimana anda bisa leluasa menanam dan menjualnya kembali, tanpa ada yg menghalangi dan ini juga menaikkan pamor anda dalam hirarki ke-Mafia-an. Dan lagipula pejuang-pejuang GPK daerah lain tidak ada melakukan penggalangan pengumpulan dana seperti yg Hasan Tiro instruksikan kepada anggota GAM dg melakukan; PEMAKSAAN, PENINDASAN, MENCAPLOK, MERAMPOK (istilah anda) harta orang lain kemudian hasilnya bisa Anda Cs nikmati (enak ya makan dari harta orang kafir?! ). Jadi benar apa yg dikatakan Bp. Rizal pidie msalah aceh ada unsur "BISNIS-NYA" krn siapa yg berkuasa dia yg menguasai.

Satu lagi bila Aceh keluar dari NKRI anda dari organisasi BSH (Barisan Sakit Hati) setelah memegang tampuk pimpinan, segera menyiapkan Kapling, Plus Posisi and Kursi (katanya kursi di Indonesia terkenal empuk2. sekali duduk malas berdiri..) utk jangka waktu lama. selanjutnya unjuk gigi kepemerintah RI, bahwa Anda sekarang jadi warga negara Aceh bukan warga negara nomor 2 seperti sekarang di Swedia (eh..katanya jadi warga negara kls II itu gak enak ya.. batin tersiksa, mana mo balik ke Indonesia gak bisa krn dah dipecat jadi WNI, terus di uber. Kalau ditanya warga negara mana....?? susah mo jawab! ID card Swedia, wajah ama kulit..ih bikin orang bingung. apalagi mo nyebutin silsilah keluarga..ih..malu...sst..sst ternyata aslinya dari JAWA juga ya..berarti kafir!! juga ya..munafik dong...!!!).

Terus kalau Aceh keluar dari NKRI si Ahmad Cs jadi lebih mudah mem-provokasi GPK daerah lainnya, disamping itu transportasi sudah dekat dg daerah konflik. nah kalau daerah sudah bergelolak, Ahmad kalem! Senjatanya pasti laku keras. tapi kalau perlawanan hampir lumpuh, mulai Ahmad buka milis baru lagi dg Judul : Mr_Ahmad@dataphening.sedeng (ditambahi dikit)
Pak ahmad... bangun jg bermimpi...kami rakyat Indonesia khusunya masyarakat aceh sekarang ini sudah sadar, matapun sudah terbuka.. anda tidak usah lagi menanamkan isu agama, ras utk kepentingan pribadi anda, Anda sama dg penjual obat yg kehilangan peminat krn penonton sudah bosan dg aksi akrobat yg itu-itu saja, monoton.

Kalau memang anda mau berjuang yg sesungguhnya dan pengamat sosial, politik yg baik gih...sono ke PBB ngomong soal Palestina terus gempur itu Israel (ini jelas2 kafir) gitu. Bicarakan juga Iraq maki-maki Amerika Atau buka milis ...agar masyarakat dunia bisa berkomentar. Nah lebih jelas perjuanggannya Kenapa anda tidak ambil bagian kesana...? Atau krn peluang bagi anda untuk menjual senjata gak ada. sebab pedagangnya sudah hebat2 disana.

Andakan dagangin senjata secara ketengan. habis bukan dana pribadi, nunggu uang rampokan dari aceh ditambah jual Ganja baru beli Senjata.Nah sekarang setoran dah nyusut krn banyak yg keluar dari Aceh, makanya anda jujur bilangin, kalau sekarang hidup anda tidak semewah dulu . Kaya sih tetap..! (dg penyampaian sanggahan tapi makna tersirat spt itu)

Jadi jg lagi anda katakan akar permasalahan krn...soekarno mencaplok, merampok, menjajah...dst. BOSAN and BORING..!!!! jg katakan lagi sy tidak membaca sejarah Aceh, anda aja yg kege-eran spt asli orang aceh padahal cuma dpt informasi satu buku itupun karangan Hasan Tiro makanya setiap nulis dimilis tulisannya itu-itu aja karena tidak punya sumber yg lengkap, bobotnya tidak ada. orang tanya A yg diterangkan Z itu mah namanya merangkum (tinggal catat doang gak perlu analisa lagi).

Lainkali cari narasumber-jg satu coba pula baca buku dari kubu yg menentang Hasan Tiro nah nanti kan ketemu benang merahnya baru bisa kita pahami. ngakunya tamatan "Lua..r...r..r..Negri" tapi cara berpikir dan ber-argumen sama dg tamatan UNIVERSITAS TANPA NAMA, Status ; BARU DIRENCANAKAN (kalau begini kita maklum karena dosennya Dosen Terbang hasilnya ya..Ngilang).

Sekali lagi buat Bp, Mas, Bang, yg ikut dimilis ini sy rasa sudah cukup buat kita untuk mengomentari karena sia2 saja. Karena orang yg kita ajak berbicara bukan manusia yg punya hati. Kebenaran hanya dari diri-nya sendiri. Ahmad Cs itu sendiri ngomong cuap2 sementara dia sendiri tidak pernah hadir di medan konflik. Coba kalau keluarganya yg kena bunuh, diculik, diteror oleh GAM mungkin bicaranya lain lagi.

Memang masih ada pemuda2 dan masyarakat aceh yg pro GAM, ini semua gara2 adanya dendam amarah kepada pihak ABRI dulu, sewaktu DOM diberlakukan. Karena adanya overacting dari oknum-oknum ABRI pada masa itu untuk membasmi pihak saparatis GAM. rakyat yg tidak tahu apa2 jadi sasaran. Memang ini tidak bisa kita pungkiri. Dan bukti-bukti nyatanya juga ada, tanpa penyelidikan yg jelas dari pihak ABRI pada masa itu, setiap orang Aceh kena cap GAM dan berdekatan dg anggota GAM langsung dibunuh karena dianggap penghianat bangsa. Bayangkan didepan mata kepala mereka orangtua, anak, saudara di dor tanpa alasan yg jelas. Disitulah piha k GAM bermain dg memasukkan doktrin2 kerasnya, membuka kembali sejarah Aceh ditambahi pengelu-eluan terhadap perjuangan Daud Beurureh terakhir menganggap perjuangan GAM itu adalah suci menegakkan kebenaran dg mengangkat isu Negara Islam. Sekarang mereka balas dendam malah lebih sadis lagi.. dari apa yg dilakukan ABRI dulu. Bisa jadi dikarenakan amarah mereka ketika menyaksikan kematian keluarganya ditambah lagi doktrin kafir dan halal membunuhnya secara hina... sadis...!!

Sekarang TNI/Polri yg diturunkan tidak lagi seangker yg dulu. Karena sekarang mereka sudah banyak membenahi diri malah melakukan komunikasi yg baik dg masyarakat. walaupun sifat aji mumpung daerah konflik seperti yg dikatakan saudara rizal pidie benar, masalah mencari keuntungan itu juga masih berlaku disegala daerah oleh oknum2 TNI/Polri. memang susah sih memberantasnya. kelihatan antara mereka bermain dg GAM kalau dalam bidang bisnis/keuntungan sy percaya itu. mana ada yg 100% jujur dalam menjalankan fungsinya kalau sudah bicara utk kekenyangan perut.

Masyarakat aceh sendiri sudah tumbuh kesadarannya. Perang..hanya menyengsarakan, sehingga membikin panik pihak GAM, bukan saja suku pendatang yg diteror masyarakat aceh sendiri juga diteror dan diculik. GAM sekarang tidak ada artinya bagi masyarakat aceh. Makanya Ahmad Cs, bikin milis utk membakar semangat orang2 diluar aceh..cari simpati atau simpatisan. dg meneriak-neriakan Aceh merdeka

Jadi kalau ditanya akar permasalahan yg sebenarnya kenapa ? kesimpulan saya DENDAM.... dan KEUNTUNGAN/BISNIS dari mereka-mereka yg merasa tidak dihargai, dihormati dan tidak diberi posisi/kekuasaan contohnya Hasan Tiro Cs. Kemudian dari orang-orang yg tak bersalah akibat korban kezalhiman ABRI dahulu. Satu lagi dari orang-orang munafik yg mencari keuntungan. Seperti pak Ahmad Sudirman ini. yg mati-matian mengambil berat aceh, kalau Papua kan pembeliaan senjatanya tdk seperti aceh jmlnya.

Adapun alasan2 Pak Ahmad Cs, dg mengagung-agungkan sejarah Aceh itu semua utk mengarahkan orang2 yg tidak semuanya tahu tentang aceh dan agar meberi pembenaran apa yg dia sampaikan dan ini memperlihatkan kedangkalan berpikir orangnya, mengada-ngada, buat mencari pembenaran utk mengeruk suatu keuntungan dan mempermulus bisnisnya.

Bagi Teman2 saudara-saudaraku masyarakat Aceh marilah kita renungkan kembali tulisan2 Bp.Ahmad Sudirman Cs, dg segala sumpah serapahnya. sy rasa teman2 sudah punya kesimpulan sendiri siapa orang dibalik layar ini yg mencetuskan perang dg mengorbankan beribu jiwa malah tidak menghargai nyawa manusia.

Kalau mereka memprovokasi Insya Allah kitalah lagi meluruskan atau menenangkan. Agama kita juga mengajarkan utk berbuat kebaikan menghindari segala permusuhan. Kita hancur-hancuran malah mereka yg bernyanyi lucunya kalau ambisi mereka tercapai malah mereka pula yg menikmati sementara kita hanya jadi penonton dalam kesengsaraan. Sy tidak bisa bayangkan bagaimana kalau mereka yg jadi pemimpin. Sementara kita bisa baca jiwa mereka sebenarnya "SAKIT"

Ahmad Cs, mau mendirikan negara Islam sementara nilai2 Islam itu sendiri tdk diamalkannya malah keluar JAUH....HH sekali sepertinya sy berhadapan dg orang Yahudi yg selalu menghujat dan menghina satu suku, merasa diri benar sehingga kejahatan yg dilakukannya syah! Walaupun seluruh dunia mengutuk termasuk warga nya sendiri tapi Yahudi Israel tetap ngotot menyatakan apa yg dilakukan itu adalah benar.

Sama dg Ahmad Cs, menyuruh membunuh seluruh suku jawa yg ada di aceh dg menyatakan mereka kafir,penjajah dan halal membunuhnya padahal mereka sendiri lahir dan besar diaceh kebanyakan beragama Islam sedangkan kampung jawa-nya pun sudah lama tidak mereka tempuh lagi. Tidak samakah apa yg anda lakukan dg Yahudi lakukan menghapus satu Etnis yg mayoritas Muslim? Dibenarkan agama kah hal seperti ini???? Apakah anda mengadopsi ajaran2 Yahudi selama di Swedia krn banyak warga yahudi disana, jg2 anda bekerjasama dg kelompok yahudi keras. Pantasan sekolah2 pun dibakar. Buat sensasi.

Bp. Ahmad berhentilah menjadi orang perusak dan memanas-manasi memprovokasi. Apapun yg anda lakukan walaupun anda berulang menyebut nama Allah sy yakin anda bukan muslim yg diridhoi olehNYA, anda membuka sekolah Alqur'an pasti anda membacanya tapi kenapa anda tdk amalkan dalam kehidupan sehari-hari anda. Adakah satu ayat yg menyatakan Membunuh muslim itu halal dan memerangi orang yg tidak memerangi Agama Allah halal? jg cuma mengupas isi Al-Qur'an itu semau Anda, mana yg anda rasa cocok dg keinginan anda. Pihak Hasan Tiro/GAM diperangi krn mereka yg memulai pemberontakan jadi demi menjaga keamanan suatu negara. Dalam agama juga dikatakan pengacau memang harus ditumpas!! Tapi kalau anda mengait-ngaitkan ke Islam terkutuklah perbuatan Anda ini.

Sadar atau tidak sesungguhnya Bp. sudah mendapat teguran dari Allah contohnya saja Bp. Sudah terbuang dari tanah air Tercinta! Batin bapak juga terguncang kelihatan dari tulisan2 yg tertera yg ada hanya amarah tidak ada penyejukkan.

Perbanyaklah berzikir pak...Hilangkanlah radikalisme walaupun dg lambang Islam. Nabi saja hadir dg kesejukan mana ada dimulai dengan berperang KECUALI...saat orang kafir memeranginya duluan yakni memerangi Agama Allah, tapi terhadap orang yg tidak termasuk dlm berperang mereka tdk ikut terancam.

Sekali-kali pergilah ke aceh jg cuma dengar informasi, lihat wajah2 masyarakat aceh yg keletihan dan kepanikan begitupula wajah pendatang yg ketakutan dan porak porandanya negri Aceh serambi mekah itu. Trauma psikis yg anda lahirkan. berapa banyak generasi Aceh mengalami derita seperti ini. Sementara daerah lain anak-anaknya bisa bergembira, berjalan tanpa rasa ketakutan, tegur sapa yg menyejukkan.

Akibat dari provokasi Anda, mereka dinegri sendiri tidak aman mencari selamat dinegri lain juga tidak aman krn mereka juga dicurigai krn susah membedakan anggota GAM dg yg tdk GAM, ini akibat kepengecutan GAM bersembunyi sebagai penduduk biasa dan ikut juga lari mengungsi. Habis mencontoh pimpinannya yg pengecut jadi pelarian minta perlindungan kenegara lain.
Sekali lagi terimakasih ya pak Ahmad Cs. anda telah membuka mata sy dan sekarang sy tidak ragu lagi ternyata TNI/Polri tidak selalu salah. Andalah yg jadi biangnya. memang banyak orang utk mencari simpati dg mengangkat isu agama baik Islam, agama lain juga begitu, makanya pak ahmad cs, dalam menjawab email menuliskan nama Allah sehingga orang mudah terhipnotis, larut, terkesima, terakhir menjadi pujaan, agama dijadikan utk ajang pembenaran dan menutupi kejahatan diri sesungguhnya.

Buat Pak Wawan anda yg orang jawa sementara sy bukan orang jawa saja tdk bisa membenarkan ucapan dan tindakan Ahmad cs yg dilakukan anggota Gam-nya dg men-intimidasi suku anda sendiri,membunuh dg sadis bukan kaum laki2 saja tapi wanita juga. dan sekarang bukan suku jawa saja tapi merambah kesetiap orang yg berjiwa yg mereka rasa bisa buat membikin ketakutan dan kepanikan malah anda membenarkan perlakuan ahmad Cs, coba anda buka milis-nya pak ahmad lihat, dan baca perlahan-lahan semua tulisan dari rekan-rekannya yg lain dan kenapa timbul emosi komentator lain dan kenapa sy jadi ikut-ikutan karena apa yg dituliskan pas sesuai dg sy alami di aceh doktrin sesat yg mereka sebarkan inilah ternyata yg sulit terhentinya konflik di Aceh.

Wassalam

Tati

narastati@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------