Stockholm, 12 juni 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

TATI BERBICARA TETAPI OTAK KOSONG DARI PENGETAHUAN SEJARAH ACHEH DAN RI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS KELIHATAN TATI BERBICARA TETAPI OTAK KOSONG DARI PENGETAHUAN SEJARAH ACHEH DAN RI

"Kalau begitu sy tanya ke Anda sebelum muncul pergelokan di Aceh yg dipimpin bp. Daud Beureueh atau sesudah pernyataan Proklamasi dibacakan dan satu tahun pemerintahan dibentuk apakah Tentara RI dikirim ke Aceh utk berperang melawan orang Aceh? Tolong buktikan, fakta, sejarah, dasar hukum and segala macam! saksi juga. Dan saya jadi maklum memang faktor sakit hati/dendam andalah yg melahirkan amarah lihat aja tulisan dimilis atau cuap2 anda diluar sana dg mengatakan berdasarkan bukti, fakta, dasar hukum dan sejarah yg jelas dan terang (coba masukkan literaturnya dan saksi-saksi hidup sejarah itu biar sy datangi)" (Tati, narastati@yahoo.com ,11 juni 2004 13:12:57)

Baiklah Saudari Tati di Jakarta, Indonesia.

Itu yang namanya Jawa ada dua arti, satu nama Pulau Jawa, dan satu lagi nama suku Jawa. Di Pulau Jawa itu terdiri dari berbagai suku, salah satunya suku Sunda, suku Madura, suku Jawa.
Nah kalau dikatakan Ahmad Sudirman dari suku Sunda yang tingggal di daerah Jawa Barat. Itu baru betul.

GAM memang melihat bahwa mayoritas suku Jawa mendukung kebijaksanaan politik, pertahanan, keamanan, dan pendudukan di Negeri Acheh yang dijalankan dari sejak Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, dan sekarang Megawati, yang semuanya orang suku Jawa, kecuali BJ Habibie.

Ahmad Sudirman telah menyatakan bahwa itu cerita tidak betul yang ditulis oleh saudara Sumitro yang menghubungkan Ahmad Sudirman dengan jual beli senjata, pedagang, perantara atau apa namanya.

Itu fakta dan bukti, dasar hukum, dan sejarah penelanan, dan pencaplokan, negeri Acheh oleh Presiden Soekarno sudah jelas. Baca itu Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Serikat No.21 Tahun 1950 Tentang Tentang Pembentukan Daerah Propinsi yang ditetapkan pada tanggal 14 Agustus 1950. Kemudian baca Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.5 tahun 1950 tentang pembentukan Propinsi Sumatera-Utara.

Karena memang saudari Tati, tidak paham dan tidak mengerti sejarah pertumbuhan dan perkembangan RI, saya ulang sedikit fakta, bukti, dasar hukum, dan sejarah mengapa itu Soekarno menelan dan mencaplok Acheh.

Presiden RIS Soekarno merampas Negeri Aceh menggunakan RIS dengan memakai PP RIS No.21/1950 dan PERPPU No.5/1950.

Negara RI secara de facto ketika menjadi Negara Bagian RIS pada tanggal 14 Desember 1949 hanyalah sekitar wilayah Yogyakarta menurut perjanjian Renville 17 Januari 1948. Pada tanggal 27 Desember 1949 RIS diakui kedaulatannya oleh Kerajaan Belanda. Pada tanggal yang sama kedaulatan RI diserahkan kepada RIS. Dimana anggota Negara-Negara Bagian RIS itu adalah Negara Republik Indonesia menurut perjanjian Renville 17 Januari 1948, Daerah Istimewa Kalimantan Barat, Negara Indonesia Timur, Negara Madura, Daerah Banjar, Bangka, Belitung, Dayak Besar, Jawa Tengah, Negara Jawa Timur, Kalimantan Tenggara, Kalimantan Timur, Negara Pasundan, Riau, Negara Sumatra Selatan, dan Negara Sumatra Timur. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986, hal.243-244).

Kelihatan disini itu Negeri Aceh tidak termasuk Negara bagian RIS.

Undang-Undang Darurat No 11 tahun 1950 tentang Tata Cara Perubahan Susunan Kenegaraan RIS ditetapkan pada tanggal 8 Maret 1950. Dan pada tanggal 14 Agustus 1950 Parlemen dan Senat RIS mensahkan Rancangan Undang-Undang Dasar Sementara Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi Undang-Undang Dasar Sementara Negara Kesatuan Republik Indonesia. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1950-1964, Sekretariat Negara RI, 1986, hal. 42).

Sekarang perhatikan, itu Presiden RIS Soekarno dengan dasar hukum Undang-Undang Darurat No 11 tahun 1950 tentang Tata Cara Perubahan Susunan Kenegaraan RIS telah melebur anggota Negara-Negara Bagian RIS kedalam tubuh RI. Kemudian pada tanggal 15 Agustus 1950 menjelma itu RI yang telah gemuk menjadi NKRI.

Disini Soekarno menyisipkan kelicikannya, yaitu, pada tanggal 14 Agustus 1950, satu hari sebelum RI menjelma menjadi NKRI, ditelannya itu Negeri Acheh dengan PP RIS No.21/1950. Padahal itu Negeri Acheh secara de-facto dan de-jure berada diluar wilayah kekuasaan RI menurut perjanjian Renville 17 Januari 1948, dan juga berada diluar wilayah kekuasaan secara de-facto dan de-jure Republik Indonesia Serikat yang diakui kedaulatannya oleh Belanda.

Inilah yang dikatakan sebagai akar masalah utama konflik Acheh.

Nah, bagi orang-orang model Tati yang tidak mau belajar sejarah sebenarnya mengenai RI, itu kelicikan Soekarno tidak akan terlihat, apalagi terbongkar. Tetapi, oleh Ahmad Sudirman itu kelicikan Soekarno terbongkar.

Karena itulah para akhli sejarah nasional RI, tidak berani mendebat dan mematahkan argumentasi Ahmad Sudirman ini. Silahkan tanya kepada seluruh akhli sejarah nasional RI. Ahmad Sudirman siap berdebat dengan mereka secara terbuka.

Jadi, apa yang selalu dikemukakan oleh Ahmad Sudirman mengenai fakta, bukti, dasar hukum, dan sejarah memang benar adanya. Bukan karena faktor sakit hati atau dendam atau apalah namanya.

Kalau sekarang ada orang yang mengatakan, seperti saudari Tati, akar masalah konflik Acheh adalah karena "dendam dan keuntungan/bisnis dari mereka-mereka yg merasa tidak dihargai, dihormati dan tidak diberi posisi/kekuasaan contohnya Hasan Tiro Cs, dari orang-orang yg tak bersalah akibat korban kezalhiman ABRI dahulu, dan dari orang-orang munafik yg mencari keuntungan, seperti pak Ahmad Sudirman ini". Jelas, itu alasan yang dangkal dan sudah keluar dari inti akar permasalahan yang sebenarnya, yaitu pendudukan, dan penjajahan di Negeri Acheh.

Kemudian tampil GAM dan TNA, jelas karena mereka berjuang untuk membebaskan Negeri Acheh dari pendudukan dan penjajahan pihak RI. Coba kalau Negeri Acheh dikembalikan lagi kepada seluruh rakyat Acheh, jelas GAM dan TNA akan berhenti. Selama pihak RI terus menduduki dan menjajah Acheh, selama itu rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila akan terus bangkit.

Jelas, karena Negeri Acheh itu diduduki dan dijajah RI, itulah akar masalah utamanya. Jadi kalau Ahmad Sudirman selalu mengulang-ulang: "Negeri Acheh yang secara jelas dan terang dirampok, ditelan, diduduki, dan dijajah oleh Presiden RIS Soekarno dan dipertahankan sampai sekarang oleh Presiden RI Megawati. Ada fakta dan buktinya, ada dasar hukumnya, ada sejarahnya yang jelas dan benar."

Tulisan itu tidak berbelit-belit, melainkan suatu penegasan, bahwa itulah akar utama konflik Acheh, bukan yang lainnya.

Bagi orang yang tidak mau belajar sejarah RI yang benar dan Negeri Acheh yang benar, hanya menerima dan membaca cerita sepintas saja, mana mengerti dan paham itu Negeri Acheh diduduki dan dijajah RI.

Sehingga tidak heran kalau saudari Tati ngawur kalau menulis tentang Negeri Acheh ini, perhatikan apa yang ditulisnya: "Memang benar dari masa pemerintahan RIS Soekarno, Soeharto, Habibie, Gusdur sampai Mega Aceh masih miliknya NKRI dan betul dong fakta dan buktinya, dasar hukumnya, sejarahnya, dan memang belum ada dipimpin pemerintahan GAM"

Perhatikan juga apa yang ditulisnya: "Anda sendiri selalu menamakan Negeri Aceh bukan Negara Aceh kalau Negeri itu bagian dari suatu negara mana mungkin dijajah, dicaplok, dirampok...dst.."

Kan mengartikan negeri dan negara saja tidak tahu. Padahal itu Negeri artinya sama dengan Negara. Contohnya Negeri Belanda. Negara Belanda. Lihat itu Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Kemudian kalau yang namanya kedaulatan Negara RI itu bukan rakyat yang mengakuinya, melainkan pemerintah Negara lain. Misalnya Pemerintah Kerajaan Belanda mengakui kedaulatan RIS pada tanggal 27 Desember 1949. Kedaulatan RI diserahkan kepada RIS.

Jadi, kalau saudari Tati mengatakan: "ini jelas sejarahnya, fakta, bukti, dasar hukum bahwa masyarakat Aceh itu sendiri mengakui kedaulatan RI dan merupakan wilayah". Itu bukan dasar hukum pengakuan kedaulatan Negara RI yang sah secara hukum ketatanegaraan. Tetapi kalau Pemerintah Negeri Acheh mengakui kedaulatan Negara RI, baru itu namanya sah, secara hukum.

Kemudian itu soal yang ditanyakan: "sebelum muncul pergelokan di Aceh yg dipimpin bp. Daud Beureueh atau sesudah pernyataan Proklamasi dibacakan dan satu tahun pemerintahan dibentuk apakah Tentara RI dikirim ke Aceh utk berperang melawan orang Aceh? Tolong buktikan, fakta, sejarah, dasar hukum and segala macam! saksi juga."

Disini perlu dijelaskan kedudukan Negeri Acheh dengan Negara RI. Kita lihat dasar hukumnya dan sejarahnya. Berdasarkan dasar hukum Perjanjian Linggajati pada tanggal 25 Maret 1947 yang ditandatangani di Istana Rijswijk, sekarang Istana Merdeka, Jakarta. Secara de pacto RI dengan wilayah kekuasaan yang meliputi Sumatra, Jawa, dan Madura. RI dan Belanda akan bekerja sama dalam membentuk Negara Indonesia Serikat, dengan nama RIS, yang salah satu negara bagiannya adalah RI. RIS dan Belanda akan membentuk Uni Indonesia-Belanda dengan Ratu Belanda selaku ketuanya. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986, hal.119,138)

Kemudian kita lihat dasar hukum Perjanjian Renville pada 17 Januari 1948 yang hasilnya ditandatangani oleh Perdana Mentri Mr. Amir Sjarifuddin dari Kabinet Amir Sjarifuddin, yang disaksikan oleh H.A. Salim, Dr.Leimena, Mr. Ali Sastroamidjojo pada tanggal 17 Januari 1948. Dimana sebagian isi perjanjian tersebut menyangkut gencatan senjata disepanjang garis Van Mook dan pembentukan daerah-daerah kosong militer. Sehingga terlihat secara de-jure dan de-facto kekuasaan RI hanya sekitar daerah Yogyakarta saja. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986, hal.155,163).

Kita lihat sekarang, itu Negara RI secara de-facto dan de-jure sampai pada tanggal 17 januari 1948 daerah wilayah kekuasaannya hanya sekitar daerah Yogyakarta.

Sejak Perjanjian Renville ditandatangani, Soekarno mengetahui secara pasti, bahwa itu Negeri Acheh berada diluar wilayah kekuasaan de-facto Negara RI.

Jadi, Soekarno tidak mengirimkan pasukan TNI ke Negeri Acheh untuk menduduki Negeri Acheh, tetapi Soekarno menelan dan mencaplok Negeri Acheh menggunakan jalur pembuatan PP RIS dan PERPPU yang sepihak. Caranya seperti yang telah saya jelaskan diatas.

Itu perang di Acheh bukan bisnis ASNLF atau GAM dan TNA, melainkan yang melakukan bisnis melalui perang itu TNI. Baca saja itu isi Keppres No.28/2003. Darimana dana untuk membiayai penghancuran rakyat Acheh itu, kalau bukan dari APBN Pusat dan dari APBN Daerah Acheh. Mana Ahmad Sudirman menjadikan perang Acheh sebagai lahan bisnis, mengarang-ngarang cerita saja. Yang jelas itu Ryacudu dan Sutarto yang berbuat bisnis dengan perang di Acheh itu. Rakyat Acheh memang terus dibodohi dan ditipu TNI saja. Sudahlah Negeri Acheh diduduki dan dijajah RI, TNI pula yang berbuat bisnis dengan perang di Acheh.

Kalau Ahmad Sudirman mengatakan: "Pemerintah Kerajaan Swedia tertawa membacanya" Itu artinya, pihak Pemerintah Swedia itu mengetahui apa kerja Ahmad Sudirman, berapa kekayaan Ahmad Sudirman. Apa saja yang dimiliki oleh Ahmad Sudirman. Berapa besar pajak yang dibayar oleh Ahmad Sudirman. Nah, kalau Ahmad Sudirman bisnis jual beli senjata, jelas terdaftar di Departemen perpajakan Swedia. Kelihatannya saudari Tati menganggap gampang jualbeli senjata, seperti jual kacang goreng.

Begitu juga dengan cerita model begini: "Jadi benar kan dugaan sy ? bahwa anda saat ini berkumpul dg masyarakat Yahudi Swedia sehingga cara-cara pembunuhan dan penghapusan ETNIS dilakukan sama persis seperti Zionis Israel Lakukan terhdp Palestina."

Dipikir saudari Tati, Ahmad Sudirman sama seperti Abdurrahman Wahid yang cinta dan senang kepada zionist Yahudi Simon Peres. Sehingga tidak malu-malu menulis: "bahwa anda saat ini berkumpul dg masyarakat Yahudi Swedia sehingga cara-cara pembunuhan dan penghapusan ETNIS dilakukan sama persis seperti Zionis Israel Lakukan terhdp Palestina."

Kalau model Abdurrahman Wahid jelas, itu zionist Yahudi Simon Peres kawan akrabnya, sehingga tidak segan-segan akan membuka hubungan diplomatik dan perdagangan. Tidak peduli rakyat Palestina dihancur leburkan, yang penting bisa meloby di Congress dan di Senat Amerika.
Jelas, Ahmad Sudirman bukan model Abdurrahman Wahid yang cinta zionist Yahudi.

Itu yang mau menghapuskan Islam di Indonesia bukan Ahmad Sudirman, melainkan itu kaum yang pura-pura Islam. Kaum nasionalis, kaum sekular, model-model Abdurrahman Wahid, sampai pancasila hasil kutak-katik Soekarno diagung-agungkan. Bagaimana Islam tidak redup di Indonesia, kelihatan banyak tapi seperti buih saja. Atau yang tidak mau syariat Islam tegak di Indonesia, itu setumpuk, para politisi karbitan di RI yang menolak syariat Islam segudang. Makanya RI itu terpuruk terus.

Makanya Ahmad Sudirman mendukung dan membela rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila adalah memang bagus. Pertama, Ahmad Sudirman telah mengetahui bahwa memang benar Soekarno menelan dan menjajah Acheh. Kedua, memang tidak ada gunanya terus menerus bergabung dengan RI yang kebanyakan para pemimpinnya itu tidak senang dan tidak suka syariat Islam tegak. Persis seperti banyaknya seperti buih saja.

Kemudian Ahmad Sudirman tidak kesal dalam berdebat dan berdiskusi di mimbar bebas ini. Silahkan siapapun tampil di mimbar bebas ini. Silahkan mau membongkar dan membicarakan apa saja yang ada hubungannya dengan Acheh. Mau bercerita tentang Ahmad Sudirman, silahkan. Kan akhirnya nanti bisa diluruskan dan dibenarkan oleh Ahmad Sudirman kalau tidak ada fakta dan buktinya, dasar hukum, dan sejarahnya.

Kemudian itu kalau saudari Tati berulang-ulang menuliskan bahwa Ahmad Sudirman munafik, itu hak saudari. Tetapi yang jelas itu Ahmad Sudirman tidak bisa dipatahkan argumentasinya, dan rakyat Acheh tidak bisa dobohongi lagi oleh penjajah RI. Mereka sudah mengetahui secara jelas dan terang bahwa Negeri Acheh diduduki dan dijajah oleh RI.

Dan jelas sudah diterangkan berpuluh kali, kalau Ahmad Sudirman menerangkan dan menjelaskan kepada seluruh rakyat dinegeri Acheh dan di RI bahwa akar masalah utama konflik Acheh adalah pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh yang dilakukan oleh RI, itu namanya bukan provokasi. Mengapa ? Karena memang jelas ada hukumnya, ada faktanya, ada buktinya, dan ada sejarahnya.

Kemudian rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila bangkit melawan pihak RI dan TNI-nya, itu adalah suatu hal yang wajar. Karena itu siapa saja yang mendukung pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh, dianggap penjajah oleh rakyat Acheh.

Jadi, kalau tidak mau dianggap penjajah oleh rakyat Acheh, coba galang persatuan menentang pendudukan dan penjajahan di negeri Acheh, tarik semua pasukan TNI dari Acheh. Berikan kebebasan untuk menentukan pendapat bagi seluruh rakyat Acheh melalui cara jajak pendapat atau referendum.

Itu saya sudah berpuluh kali menyatakan di mimbar bebas ini bahwa yang mengobarkan perang bukan rakyat Acheh, tetapi pihak RI, pihak Soekarno, pihak Soeharto, pihak Abdurrahman Wahid, dan pihak Megawati bersama TNI-nya.

Kemudian Ahmad Sudirman telah berulang kali menyatakan bahwa Negara RI sama seperti Kerajaan Swedia yang hukum negaranya bersumberkan kepada non Islam. RI bersumberkan hukumnya kepada pancasila, sedangkan Kerajaan Swedia bersumberkan kepada non Islam. Jadi kedua-duanya dinamakan negara kafir. Ahmad Sudirman tidak munafik. Kerajaan Swedia negara kafir, Negara RI juga negara kafir. Sama. Dan kedua-duanya bumi Allah.

Yang membesar-besarkan suku itu bukan GAM, melainkan itu sukunya Soekarno dan para penerusnya. Mereka merasa hebat karena jumlahnya hampir setengah dari seluruh penduduk RI. Perhatikan saja, itu negara RI yang sekecil Yogyakarta, mencaplok 15 Negara Bagian RIS, termasuk negeri Acheh, Maluku Selatan, dan Papua yang berada diluar RIS. Sehingga akibatnya terasa sampai detik ini, di Acheh konflik, di Maluku Selatan konflik, di Papua konflik. Itu semua hasil kerja Soekarno Cs.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

From: tati - narastati@yahoo.com
Date: 11 juni 2004 13:12:57
Till: Ahmad Sudirman <ahmad_sudirman@hotmail.com>, dityaaceh_2003@yahoo.com, Mr_dharminta@yahoo.com, netty_suwarto@yahoo.com, rpidie@yahoo.com, rokh_wawan@yahoo.com, mitro@kpi.co.id
Subject: Re: TATI MENYIMPULKAN AKAR MASALAH KONFLIK ACHEH DARI HASIL CERITA ISAP JEMPOL

BAIKLAH PAK AHMAD di negara Swedia. Jauh ya.. tp dekat dijari :

Iya sih,sebenarnya saya sdh tidak ingin ikut komen tapi ketika sy baca anda tanggapi email dari pak sumitro tentang otobiografi anda dan perjalanan2 hidup anda secara garis besar, TERNYATA ANDA itu BENAR ADANYA anda mengakui apa yg disebutkan pak Aditya, bahwa anda lahir di Riau, asli Jawa(tapi jawa barat kan jawa juga walaupun tersendiri suku "sunda" tapi dunia secara umum menyebutnya JAVA or JAWA.

GAM sendiri diaceh gak membedakan oh ini Sunda bukan Jawa tetap dikatakan JAWA and DOR...!. Gak kasihan tuh ama suku sendiri dihabisi. Anda sangka suku Sunda gak ada diAceh?? Banyak tuh yg bekerja dan menetap di Aceh.dan dihabisi GAM), Anda Tinggal di Cairo-Mesir bikin cerita jelek, kena tegur pemeintah RI dst...and so on...Bantahan anda kan ketika anda dikatakan hidup mewah dan mafia senjata, utk menunjukkan anda itu bukan orang jahat
tapi muslim yg baik. Ok, kalau anda tidak mau dikatakan pedagangnya ya..jadi perantaranya.. ya nggak?

Dan saya jadi maklum memang faktor SAKIT HATI/DENDAM andalah yg melahirkan amarah lihat aja tulisan dimilis atau cuap2 anda diluar sana dg mengatakan berdasarkan bukti, fakta, dasar hukum dan sejarah yg jelas dan terang (coba masukkan literaturnya dan saksi-saksi hidup sejarah itu biar sy datangi)

"Coba perhatikan, akar masalah konflik Acheh menurut saudari Tati adalah "dendam dan keuntungan/bisnis dari mereka-mereka yg merasa tidak dihargai,dihormati dan tidak diberi
posisi/kekuasaan contohnya Hasan Tiro Cs, dari orang-orang yg tak bersalah akibat korban kezalhiman ABRI dahulu, dan dari orang-orang munafik yg mencari keuntungan, seperti pak Ahmad Sudirman ini".(Ahmad Sudirman)

SAYA JAWAB BETUL!! Anda jg asal ber-apriori lagi! Mencari-cari persamaan seenak perut anda, saya Independent! karena masyarakat Aceh bagi saya saudara dan sy bukan mem-BEO pihak penerus Soekarno.sy mengambil kesimpulan ini berdasarkan fakta dilapangan khususnya didaerah konflik, perbincangan sy dg teman2 aceh yg melarikan diri (sehingga utk saat ini mereka tidak berani membuka diri, mereka sendiri sebenarnya tidak tahu kepada siapa mereka berpihak yg
mereka ketahui keluarga mereka mati. Dan mereka gabung dg GAM ikut berperang secara sukarela sementara dendam yg dilampiaskan tidak memberikan ketenangan. Mau berterus terang dg pihak NKRI takut diuber-uber GAM atau malah mati juga ditangan TNI/Polri,tapi yang paling mereka takutkan adalah GAM karena GAM terdiri dari orang-orang Aceh dan mereka ada pertalian darah.

Jadi membelot sama dengan menyiapkan keluarga utk dihabisi. Sedangkan kalau lari dan dikatakan keluarga telah mati ditembak TNI/Polri lebih selamat, karena akses TNI/Polri tidak sampai kelini terkecil krn yg lebih tahu Orang-aceh itu sendiri. orang GAM munafik jugalah yg memberi informasi ke pihak TNI/Polri dg mengatakan si anu..si polan..anggota GAM sehingga orang2 tak bersalah yg korban.

Nah sekarang mereka bisa hidup tenang bermasyarakat, bekerja apa saja kebanyakan dagang. Malah mereka tidak takut kalau berpapasan dg TNI/Polri krn tidak mengenal mereka sementara bertemu dg anggota GAM-lah mereka gemetar).

Dan kesimpulan sy ini juga berdasarkan tulisan2 anda dan rekan-rekan. yg tidak manusiawi dlm pelaksanaan doktrin-nya, ditambah dg otobiografi anda orang yg SAKIT HATI.

" Negeri Acheh yang secara jelas dan terang dirampok, ditelan, diduduki, dan dijajah oleh Presiden RIS Soekarno dan dipertahankan sampai sekarang oleh Presiden RI Megawati. Ada fakta dan buktinya, ada dasar hukumnya, ada sejarahnya yang jelas dan benar. Saran saya untuk saudari Tati, coba belajar dulu mengenai sejarah Acheh Yang benar dan sejarah pertumbuhan dan perkembangan RI yang benar, bukan hanya yang ditulis oleh sejarah para penerus Soekarno saja." (Ahmad Sudirman)

INILAH TULISAN ANDA YG BERBELIT-BELIT dan berulang-ulang seperti bahasa iklan dan bikin orang penasaran untuk membacanya atau anda pengarang sekalian penerbit,distributor buku, habis setoran dari Aceh sdh kurang. terakhir jalan satu-satunya dagangin buku. Otak bisnis anda memang hebat!

Lagian buat apa sy membaca sejarah aceh dari karangan anda dan rekan-rekan yg diliputi DENDAM AMARAH pasti menyampaikan nya juga berapi-api apalagi yg dikarang oleh Tokoh ASNLF atau GAM orang mereka PEMBERONTAK, tentu menulisnya juga sesuai dg keinginan-nya agar dibenarkan perjuangan mereka. Paling-paling kalimatnya seperti yg ditulis Anda Cs
dimilis ini..ngaco ah.

Memang benar dari masa pemerintahan RIS Soekarno, Soeharto, Habibie, Gusdur sampai Mega Aceh masih miliknya NKRI dan betul dong fakta dan buktinya,dasar hukumnya,sejarahnya,dan memang belum ada dipimpin pemerintahan GAM, Anda sendiri selalu menamakan NEGRI ACEH bukan NEGARA ACEH kalau NEGRI itu BAGIAN DARI SUATU NEGARA mana mungkin dijajah,dicaplok,dirampok...dst.. Tapi diduduki oleh masyarakatnya betul! ini jelas sejarahnya, fakta, bukti, dasar hukum bahwa masyarakat Aceh itu sendiri mengakui kedaulatan RI dan merupakan wilayah. Sementara dg perjalanan waktu timbul ekses, rasa ketidaksenangan beberapa orang yg kritis cara berpikirnya krn pusat mengabaikan daerah dan kebijakan Soekarno yg banyak salahnya sehingga muncullah pergolakan2 disetiap daerah untuk keluar dari kerangka NKRI.
ketidak merataan pembangunan dan janji pusat yg tak pernah ter-ealisasi.

Kalau begitu sy tanya ke Anda sebelum muncul pergelokan di Aceh yg dipimpin bp. Daud Beureueh atau sesudah pernyataan Proklamasi dibacakan dan satu tahun pemerintahan dibentuk apakah Tentara RI dikirim ke Aceh utk berperang melawan orang Aceh...? Tolong buktikan, fakta, sejarah, dasar hukum and segala macam!! saksi juga.

Sekali lagi, kami orang muda sekarang tidak mudah percaya begitu saja informasi2. Apalagi dari dua pihak yg konflik. Dan provokasi sesat sangat kami hindari itu hanya akan menghancurkan bangsa. Walaupun anda membantah benang merah nya tetap menyatakan kehidupan anda sesungguhnya bukan krn sy termakan tulisan pak Sumitro dan pak Aditya. Orang2 milis inipun satupun tdk sy kenal, sy sangka ini tadi ajang debat saja, sementara orang2nya
entah siapa dan saling tdk mengenal ternyata memang jelas identitasnya. Dan anda juga membenarkan perjalanan anda yg disebutkan.

Survey membuktikan disetiap daerah konflik pasti ada orang2 yg mencari keuntungan. Saat ini perang merupakan lahan bisnis dari orang2 munafik seperti Anda Cs, sementara orang2 yg terjun
dipertempuran merupakan ksatria yg bekerja mengikuti perintah. Karena mereka tdk punya pilihan utk membantah. Kalau anda tanya bukti, fakta, dasar hukum panjang sy harus menjabarkannya.
Anda katakan Kerajaan Swedia ikut-ikutan tertawa membacanya.. Nah lho.. kenapa..? sepertinya anda sudah BERGEINING dg pihak Swedia sehingga mereka menyokong perjuangan anda ini.

APA YANG ANDA JANJIKAN ke KERAJAAN SWEDIA? Hasil Bumi Aceh? ber-Investasi dg kemudahan2 atau ladang Ganja yg menggiurkan...? Jadi benar kan dugaan sy ? bahwa anda saat ini berkumpul dg masyarakat Yahudi Swedia sehingga cara-cara pembunuhan dan penghapusan ETNIS dilakukan sama persis seperti Zionis Israel Lakukan terhdp Palestina.

Pantasan aja anda anteng2 disana, karena perjuangan anda didukung kaum Yahudi.barangkali otak Anda dan Rekan-rekan juga sudah dicuci dg doktrin mereka HAPUSKAN ISLAM.. BIKIN KONFLIK disetiap negara yang penduduknya lebih 50% Islam. dg Isu Islam juga. Tahukah anda kalau kita umat sudah diadu domba???

Saya sdh baca sejarah Aceh begitu pula dari orang2 Aceh. Tapi buat apa diungkapkan dimimbar bebas ini kpd anda paling2 anda akan menyampaikan kebenaran dari anda Cs. Kemudian bikin revisi sendiri sama ketika anda menyalah-nyalahi tulisan Bp. Pane sehingga anda Cs dan pentolan GAM lainnya bikin buku, laku buat di jual terus hasilnya bisa nambah tabungan anda Cs utk hidup di Swedia. Kalau anda sungguh2 memperjuangkan GAM dan menaikkan pamor coba usahakan dana buat anggota GAM dilapangan, jadi mereka gak NODONG!! Atau nodongkan senjata ke masyarakat, melainkan bagi-bagikan sumbangan, jadi perhatiannya khusus ke TNI/Polri
bikin perang terbuka, rakyat tak berdosa juga selamat.

Pak Ahmad sepertinya sy tertantang!! Dan sy melihat anda mulai kesal ketika sy ungkapkan kesimpulan sy bahwa apa yg dicurigai milis lain tentang kepentingan anda dlm konflik aceh mulaiterkuak. Dan sy rasa kesimpulan banyak orang akan sama. Anda punya kepentingan Bisnis didalamnya. Agama merupakan kedok semata, sehingga anda hanya akan mengatakan menjiplak cerita sianu..si panu..Apalagi atas komentar bung Wawan dan menyalahkan komentar2
dari milis yg masuk. dan mengatakan bertobat. Padahal yg perlu ditobatkan itu anda. krn dia melihat anda muslim yg memahami agama padahal anda manusia munafik dimata saya.

Astaqhfirullah....jadi tulisan provokasi inipun hasil dari pemikiran anda Cs,terus suara2 keras doktrin untuk MEMBUNUH SUKU...dianggap hal biasa yg tak perlu dimasukkan kehati dan bunga2 tulisan..begitu juga yg terekam dipikiran anggota GAM, MEMBUNUH orang-orang tak bersalah itu biasa..anggap saja bunga2 peperangan. Enak sekali anda berkelit.

Islamkah anda..muslim yg baikkah...anda??? sementara anda membiarkan suku anda sendiri dihabisi secara sadis!! Diusir tdk manusiawi ditanah kelahirannya. Sementara Sunda/Jawa hanya kampung halaman nenek/kakek mereka, kemudian anda seenaknya saja mengatakan yg membunuh orang muslim itu tentara NKRI, itulah fitnah yg selalu anda lakukan. Dan anda memberi pembenaran dg mengacu kepada sejarah aceh..dst untk pengesahan perbuatan pemberontakan Cs-Cs anda.

Dan begitu nyenyaknya tidur anda ketika banyaknya mayat2 bergelimpangan yg dicampakkan begitu saja.. ditengah jalan. anehnya wanita juga ikut dibantai..! padahal sepele krn mereka berkenalan dg anggota TNI/Polri begitu irinya anggota GAM. Tahukah Anda raungan seperti apa yg mereka lenguhkan saat keluarga mereka mati menggenaskan?? Tetapi anda tetap menyangkal
tetap memberikan pembenaran. Dengan cara seperti inikah anda akan membangun Islam dan UU Madinah?? Dan harus dibayar dg darah.. dg cara perang saudara..? Anda mencaci-caci negara RI kafir! sementara dinegara ke 2 anda juga didominasi kafir yg jelas dikatakan dalam Islam. Munafikkan anda..!!!

Kalau anda ingin konflik ini terselesaikan, dg pemikiran Islam anda, Anda tdk usah berkoar-koar di luar sana dan dimilis ini dan memaksakan orang membenarkan pemberontakan tsb. Dg membawa2 sejarah Aceh seperti ini...dst..ini semua terjadi.. karena dijajah..dst.. sesuai versi anda. Pasti ini bisa terselesaikan. Yg membesar-besarkan akar masalah ya..Anda Cs dan Pentolan GAM yg meng-agung-agungkan kehebatan Suku,mengenang Jasa. Anggota GAM-nya yg terdiri dari masyarakat kelas bawah dan kebanyakan tidak berpendidikan yg berada dilapangan sih.. tidak seheboh anda. Mereka hanya tahu menjalankan doktrin anda dg janji kalau Aceh Merdeka mereka bisa Jadi Jenderal.

Kemudian dendam gara2 keluarga mereka dibantai ABRI dulu.!! TNI/Polri kalau semua ditarik ya ..tidak mungkin.disetiap Wilayah pasti ada TNI/Polri-nya. Siapa pula yg akan mengamankan daerah Aceh ntar maling berkeliaran dong..!tapi dikurangi jumlahnya itu bisa.

Terus sampai kapan sih anda mau berperang seperti ini?? Atau anda mencontoh negri Taiwan ya..
tapi mereka diakui dunialho.. terus gak pake perang lagi malah produktif masyarakatnya, liat aja produk yg dihasilkan MADE IN TAIWAN. Sementara anda yg heboh and ribet gak ada tuh
kreasi yg bisa dibanggakan dg mencantumkan lebel..MADE IN GAM, Lagian Pentolan GAM pelarian semua sih.. pikirannya juga lari2. . . kacian. . pengikutnya kecapean!

Maaf ya pak,mas,bung, kepanjangan sy menulisnya, habis jadi mencontoh gaya Ahmad Cs, kalau menjawab milis. Haqul Yaqin..pikirannya tidak akan sy tiru Na'uzubillahi min zhaliq.........

Pak Ahmad Cs, maaf ya tulisan anda sy ketusin. Anggap aja Masuk telinga kanan keluar telinga kanan kan MEMBAL!! Gak ada yg kesimpan/tertinggal

Wasslam

Tati

narastati@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------