Stockholm, 13 juni 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

TATI HANYA MENGEKOR DAN ASAL CUAP SAJA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KELIHATAN JELAS ITU TATI HANYA MENGEKOR DAN ASAL CUAP SAJA

"Kenapa sy katakan pak Ahmad itu berkawan dg orang Yahudi ? Karena cara-cara doktrin-nya utk menghabisi satu suku/etnis sama yg dilakukan Israel dg Palestina begitu juga dg pengusiran yg dilakukannya sama persis !. Dan kenapa sy simpulkan kalau dia memiliki dendam dan mengambil keuntungan bisnis atas perang Aceh ? Yakni karena dia diusir/dicopot WNI-nya oleh pemerintah RI. Jadi dia ingin juga orang mengalami hal yg sama seperti yg dia alami diusir terasing dinegara orang. Dan Adanya keuntungan karena dia Kerjasamanya dg mafia senjata. Sebab dia sendiri bukan asli Aceh melainkan suku yg terusir di Aceh. Walaupun dia tidak terima dikatakan Jawa karena dia Sunda (yg dijelaskannya pjng lebar) tapi secara umum orang akan menyebut Jawa atau Jawa Barat. Dand kenapa mati-matian membela GAM. Kalau bukan karena ada kepentingan ?! Kalau dia hanya pengamat politik, sosial spt yg disebutkannya, masih banyak negara Islam yg harus dia bela kenapa fokusnya Aceh. Dan masih banyak dibelahan dunia ini terjadi konflik. Toh sekarang kan dia bukan lagi warga negara Indonesia tapi Swedia kenapa tidak dinegaranya itu ditegakkannya hukum syariat Islam dan UU Madinah padahal yg sepemikiran dg dia kan banyak berkumpul disana. Kenapa ? Karena di Indonesia ini dia banyak melihat peluang! Peluang utk menjadi provokasi. Terutama umat Islam, karena Indonesia dg Islamnya terbesar menjadi momok bagi kaum Yahudi. Selain itu Yg Paling diimpikan Ahmad. S adalah pulang ke Indonesia, mencium tanah airnya dahulu." (Tati, narastati@yahoo.com ,11 juni 2004 13:12:57)

Baiklah Saudari Tati di Jakarta, Indonesia.

Makin kelihatan saja, saudari Tati kalau menulis hanya asal keluar dari mulutnya saja atau hanya sekedar main ketik saja. Mengapa ?.

Coba perhatikan apa yang ditulisnya: "Kenapa sy katakan pak Ahmad itu berkawan dg orang Yahudi ?"

Nah dari apa yang dia simpulkan sudah melantur saja. Mengapa ? Karena tidak ada fakta dan buktinya. Sejak kapan Ahmad Sudirman berkawan dengan orang yahudi ?. Padahal kalau Ahmad Sudirman menuliskan sesuatu pasti disebutkan fakta dan buktinya. Tetapi, kalau saya perhatikan apa yang dikatakan saudari Tati tersebut asal tulis saja atau asal ketik saja. Kalau berdebat dengan hanya sekedar mengatakan Ahmad Sudirman berkawan dengan yahudi. Ahmad Sudirman berkawan dengan si anu, dsb. Jelas itu gampang saja. Tetapi ketika ditanya kapan, dimana, dan siapa orang yahudi tersebut. Pasti saudari Tati tidak akan mampu menjawabanya.

Saudari Tati, kalau berdebat melawan Ahmad Sudirman janganlah berbohong. Sudahlah saudari mengambil kesimpulan dari sesuatu yang tidak ada dasarnya, tidak ada fakta dan buktinya. Kemudian membangun pula di atas dasar kebohongan itu cerita yang macam-macam seperti: "Karena cara-cara doktrin-nya utk menghabisi satu suku/etnis sama yg dilakukan Israel dg Palestina begitu juga dg pengusiran yg dilakukannya sama persis !."

Nah, kelihatan disini. Dari hasil dasar pemikiran yang tanpa ditunjang oleh fakta dan bukti, langsung mengambil persamaan dengan apa yang dilakukan Israel dg Palestina yang melakukan pengusiran". Kalau apa yang menimpa para transmigrasi di Acheh itu harus dilihat dari sebab dan akibat dari konflik Acheh ini. Yang memulai perang adalah pihak RI. Yang memulai menelan dan menduduki Negeri Acheh adalah RI. Yang menjalankan kebijaksanaan transmigrasi adalah pihak RI. Kemudian ketika timbul konflik Acheh afeknya menimpa para transmigran itu adalah akibat dari kebijaksaan politik, pertahanan, dan keamanan di Acheh yang dijalankan oleh pihak Pemerintah RI. Berapa ribu rakyat sipil Acheh yang menjadi korban kekejaman TNI ?. Apakah itu mau dilewatkan dan dilupakan begitu saja ?.

Selanjutnya, kebohongan yang terus dituliskan oleh saudari Tati adalah: "Dan kenapa sy simpulkan kalau dia memiliki dendam dan mengambil keuntungan bisnis atas perang Aceh ? Yakni karena dia diusir/dicopot WNI-nya oleh pemerintah RI. Jadi dia ingin juga orang mengalami hal yg sama seperti yg dia alami diusir terasing dinegara orang. Dan Adanya keuntungan karena dia Kerjasamanya dg mafia senjata."

Coba perhatikan lagi. Konflik di Acheh karena Ahmad Sudirman memiliki dendam.
Saudari Tati, saya sudah berpuluh kali menyatakan di mimbar bebas ini, bahwa saya membantu, menyokong, membela perjuangan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila karena memang benar Negeri Acheh ditelan, diduduki, dan dijajah oleh pihak RI. Bukan karena Ahmad Sudirman dendam karena WNI dicabut Jenderal Soeharto. Itu kewarganegaraan Indonesia adalah kecil bagi Ahmad Sudirman. Itu WNI hanyalah formalitas saja. Tidak berpengaruh apapun terhadap status dan jiwa Ahmad Sudirman.

Kemudian lagi itu Ahmad Sudirman membantu, menyokong, membela rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila bukan karena "mengambil keuntungan bisnis atas perang Aceh". Satu sen-pun Ahmad Sudirman tidak mengambil keuntungan dari rakyat Acheh. Justru Ahmad Sudirman ingin melihat rakyat Acheh mendapatkan kembali Negerinya yang telah diambil, ditelan dan diduduki oleh pihak RI. Ahmad Sudirman merasa bersyukur dan bahagia apabila rakyat Acheh mendapatkan kembali Negerinya yang telah diduduki oleh pihak RI. Tidak perlu Ahmad Sudirman dibalas oleh rakyat Acheh. Cukup bagi Ahmad Sudirman apabila seluruh rakyat Acheh mendapatkan kembali Negeri Acheh yang telah diduduki, dan dijajah RI.

Itu Ahmad Sudirman dicopot WNI oleh Pemerintah RI itu tidak begitu penting bagi Ahmad Sudirman. Dicopot WNI copotlah situ. Dan Ahmad Sudirman tidak menginginkan orang lain mengalami hal yang sama. Pencopotan WNI Ahmad Sudirman itu karena memang kebodohan Jenderal Soeharto cs, termasuk itu Ferdy Salim dan Noer Hassan Wirajudha saja.

Seterusnya, saya berada di Swedia tidak merasa terasing. Saya telah menjadi Warga negara Swedia itu tandanya Ahmad Sudirman tidak merasa terasing, bahkan diterima dengan baik. Darimana saudari Tati mengetahui Ahmad Sudirman merasa terasing di Swedia ?. Jangan asal mengarang saja.

Kemudian lagi soal "Dan Adanya keuntungan karena dia kerjasamanya dg mafia senjata". Saya sudah tekankan dan jelas beberapa kali di mimbar bebas ini, bahwa Ahmad Sudirman tidak ada hubungannya dengan mafia senjata. Darimana saudari terus ngotot menyatakan Ahmad Sudirman kerjasama dengan mafia senjata ?. Saudari Tati, kalau saudari tidak punya fakta dan bukti, jangan terus menerus menyatakannya berulang-ulang. Saya mengetahui dengan pasti bahwa saudari Tati tidak punya dasar alasan yang benar atas tuduhan terhadap Ahmad Sudirman kerjasama dengan mafia senjata.

Selanjutnya itu soal Ahmad Sudirman bukan asli Acheh melainkan suku yang terusir di Acheh. Itu bukan satu hal yang dijadikan persoalan besar. Kalau memang orang dari suku Sunda atau lainnya mendukung kebijaksanaan pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh, jelas itu dianggap musuh oleh rakyat Acheh. Jadi, apa hubungannya dengan Ahmad Sudirman. Ahmad Sudirman memang orang asal suku Sunda. Itu Jawa Barat bukan nama suku, itu nama daerah, wilayah, tempat.

Sekali lagi Ahmad Sudirman menyatakan bahwa membela Rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila bukan karena ada kepentingan, melainkan karena Ahmad Sudirman tidak ingin terus-terusan pihak RI menduduki dan menjajah Negeri Acheh. Mengapa ? Karena Ahmad Sudirman memiliki fakta dan bukti, dasar hukum, dan sejarah yang menyatakan memang benar pihak RI menduduki dan menjajah Negeri Acheh. Oleh karena itu sebaiknya, dan sesuai dengan hukum internasional itu Negeri Acheh harus segera dikembalikan kepada seluruh rakyat Acheh.

Seterusnya itu Ahmad Sudirman bukan pemerhati atau pengamat politik dan sosial. Itu istilah pengamat politik dan sosial adalah istilah yang dipakai oleh saudara Sumitro dalam emailnya yang dikirimkan pada saya pada tanggal 10 Juni 2004. Ahmad Sudirman adalah seorang muslim yang mukmin yang menulis tentang pendudukan dan penjajahan Negeri Acheh oleh pihak RI.

Mengapa Ahmad Sudirman memfokuskan kepada Acheh ?. Karena itu konflik Acheh telah berlangsung lebih dari setengah abad. Dan belum bisa diselesaikan. Oleh karena itu Ahmad Sudirman membukakan akar masalah konflik yang sebenarnya, yakni penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan Negeri Acheh oleh pihak RI. Jadi, selama itu akar utama masalah konflik Acheh tidak mau diakui dan tidak mau diterima oleh pihak RI, maka selama itu konflik Acheh akan terus berlangsung.

Soal Ahmad Sudirman sudah menjadi warga negara Swedia, itu bukan halangan untuk membantu dan membela rakyat Acheh. Itu dijamin oleh hukum internasional Pernyataan Umum Tentang Hak Hak Asasi Manusia.

Jelas, Ahmad Sudirman berusaha juga di Swedia untuk menegakkan Islam. Dimanapun hidup sebagai seorang muslim yang mukmin, disitulah Islam harus ditegakkan.

Kemudian, soal Ahmad Sudirman memberikan penjelasan kepada seluruh rakyat di RI dan di Negeri Acheh tentang penjajahan di Negeri Acheh oleh pihak RI, itu bukan suatu provokasi. Melainkan itu suatu kenyataan fakta dan bukti, dasar hukum, dan sejarah yang benar dan jelas.
Bukan juga untuk memprovokasi ummat Islam di Indonesia. Lalu mengapa Ahmad Sudirman memberikan penjelasan tentang penjajahan di Negeri Acheh oleh pihak RI dianggap oleh saudari Tati ada hubungan dengan kaum Yahudi yang melihat ummat Islam terbesar di RI menjadi momok bagi kaum Yahudi ?. Jelas, disini Ahmad Sudirman melihat saudari Tati dalam menaggapi tulisan Ahmad Sudirman hanya asal cuap dan nulis saja, tanpa dipikirkan lebih lanjut dan lebih dalam.

Seterusnya, Ahmad Sudirman tidak memimpikan pulang ke Indonesia, mencium tanah Indonesia. Untuk apa Ahmad Sudirman mencium tanah Indonesia ?. Tanah Indonesia tidak perlu dicium.

Lalu itu kalau Ahmad Sudirman mengatakan Negara RI kafir karena dilihat dari sudut hukum negara RI yang bersumberkan kepada yang non Islam, yakni kepada pancasila. Kalau tidak mau dinamakan negara RI kafir, cobalah tukar sumber hukumnya, dari pancasila kepada Islam. Kan selesai.

Ahmad Sudirman sendiri tidak menghujat, tidak mencaci-maki orang dan suku. Yang dikritik oleh Ahmad Sudirman adalah kebijaksanaan politik, pertahanan, keamanan, dan agresi pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh yang dijalankan oleh Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Megawati yang didukung oleh sebagian besar rakyat di RI, yang terdiri dari suku Jawa, Sunda, Madura, dan suku-suku lainnya.

Selanjutnya, itu soal Ahmad Sudirman melihat kepada apa yang dituliskan oleh saudara Warwick adalah berdasarkan kacamata rakyat Acheh yang Negerinya diduduki dan dijajah oleh RI. Karena pihak RI dan semua para pendukungnya terus menjalankan kebijaksanaan politik pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh, maka jelas saudara Warwick menganggap pihak RI dan para pendukungnya sebagai musuh yang memerangi rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila.

Nah apa yang dikatakan oleh saudara Warwick kepada pihak musuk RI dan para pendukungnya itu hak saudara Warwick. Dia bebas mengatakan apa yang dia anggap baik menurut dia. Dan itu dijamin oleh hukum internasional Pernyataan Umum tentang Hak Hak Asasi Manusia.

Nah, kalau ada yang merasa terpukul atau tersinggung oleh kata-kata saudara Warwick cobalah bantah dan patahkan.

Itu soal menegakkan syariat Islam adalah kewajiban bagi setiap muslim dimanapun hidup dan tinggal, bukan hanya di Negeri Acheh, melainkan dimanapun ia tinggal dan hidup.

Soal negeri Acheh, adalah karena pihak RI yang menduduki dan menjajah Negeri Acheh. Inilah persoalannya. Coba lepaskan Negri Acheh, berilah kebebasan kepada seluruh rakyat Acheh untuk menentukan sikap dan pendapatnya guna menyatakan hak suaranya dan hak penentuan nasib sendiri. Bukan terus dikurung dan ditekan dengan berbagai Keppres dan Inspres.

Ahmad Sudirman tidak menghujat dan mencaci maki RI, melainkan yang dikritik oleh Ahmad Sudirman, sekali lagi, adalah para pimpinannya yang terus saja menjalankan kebijaksanaan politik pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh. Itulah yang Ahmad Sudirman kritik.

Itu soal yang disebut-sebut doktrin harus menghabisi orang Jawa oleh saudari Tati, itu bukan doktrin. Itu karena adanya sikap permusuhan dan deklarasi perang dari pihak RI terhadap rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila. Karena kebijaksanaan politik pendjajahan yang dijalankan oleh pihak Pemerintah didukung penuh oleh seluruh suku Jawa, Sunda, Madura dan lainnya, maka jelas rakyat Acheh menganggap musuk kepada mereka yang mendukung kebijaksanaan politik penjajahan di Negeri Acheh.

Kemudian itu soal tuduhan yang dilontarkan saudari Tati tentang setoran dana yang diminta secara paksa oleh GAM kepada masyarakat?. Itu dana apa ? Apakah pajak, sumbangan, iuran, atau apa ? Kalau soal dana organisasi, itu semua organisasi, partai kan ada iuran anggotanya dan sumbangan dari anggota. Tanpa iuran dan sumbangan anggota mana bisa organisasi, partai itu jalan. Bagi semua anggota suatu organisasi atau partai jelas haus membayar iuaran atau memberikan sumbangan kepada organisasi atau partainya. Mengapa pula harus diributkan.

Selanjutnya itu masalah tuduhan bus-bus Medan-Acheh dihentikan ditengah jalan kemudian penumpang diculik untuk diminta tebusan ?. Kapan itu penumpang bus-bus yang diculik GAM. Dan siapa yang diculik GAM itu. Apakah yang diculik itu TNI, anggota keluarga TNI, mereka yang mendukung TNI, atau siapa ? Jelas kalau memang benar GAM ada menculik dan menahan, jelas itu ada sebab dan alasannya, mengapa orang itu diculik atau ditahan GAM ?.

Masyarakat mana yang diuber-uber GAM karena tidak mau bergabung dengan GAM ?. Masyarakat transmigrasi, atau masyarakat Acheh ? atau mereka yang menjajdi kaki tangan TNI ?. Yang jelas kalau menuliskan cerita itu, ada fakta dan buktinya. Jangan hanya sekedar menulis seenaknya saja.

Kemudian itu tuduhan saudari Tati: "kenapa harus mencampakkan mayat ditengah jalan?". Nah, itu mayat siapa, orang Acheh, atau kaki tangan TNI ?. Di Acheh itu, saudari Tati sedang berlangsung perang, itu bulan Juli 2002 ketika saudari ke Acheh, itu sedang diberlakukan dasar hukum Inspres No.1 tahun 2002. Itu adalah merupakan deklarasi perang yang dinyatakan oleh pihak Megawati melawan rakyat Acheh yang telah sadar untuk meentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila. Berapa banyak mayat-mayat rakyat Acheh karena dibunuh secara sadis oleh TNI.

Jadi, itu konflik yang terjadi dengan segala akibatnya adalah disebabkan oleh adanya kebijaksanaan politik, pertahanan, keamanan, pendudukan, dan penjajahan di Negeri Acheh oleh pihak Pemerintah RI.

Itu soal penegakkan syariat Islam tidak ada hubungannya dengan deklarasi perang yang dikumandangkan oleh pihak RI dengan Inspres dan Keppers-nya.

Sekali lagi, penegakkan syariat Islam adalah kewajiban bagi setiap muslim dimanapun berada, bukan hanya di Acheh saja, melainkan disetiap tempat, dimana muslim itu hidup dan tinggal, disanalah Islam harus tegak.

Sekali lagi saya tekankan disini, itu kalau ada dari pihak rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila di mimbar bebas ini menyatakan sikapnya yang keras menentang penjajah RI dan para pendukungnya, termasuk dari suku Jawa, suku Sunda, suku Madura dan suku-suku lainnya. Itu adalah hak setiap orang. Mengapa harus dihalangi. Justru yang harus dipikirkan adalah mengapa pihak RI dan para pendukungnya terus saja menjalankan kebijaksanaan politik pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh ?.
Itu kebijaksanaan politik pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh harus segera dihentikan.

Jadi, saudari Tati, kalau ada peserta mimbar bebas melontarkan sikap keras kepada pihak RI dan pendukungnya, janganlah dihubungkan dengan "kepribadian islamkah cara seperti itu ?".
Apakah sikap TNI yang membunuh pihak rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila memiliki kepribadian Islam-kah ?

Seterusnya, Ahmad Sudirman memaparkan sejarah Acheh kepada seluruh rakyat di RI dan di Negeri Acheh tidak dengan paksaan. Siapa yang ingin membaca dan memahaminya, alhamdulillah. Kalau juga ada yang tidak mau membaca dan tidak ingin memahami dan menerimanya, ya, silahkan. Karena memang tidak ada paksaan.

Hanya, bagai mereka yang menanggapi argumentasi Ahmad Sudirman dengan tanggapan yang tidak memiliki dasar fakta dan bukti, dasar hukum, dan sejarah yang lemah dan tidak kuat, maka Ahmad Sudirman akan membantahnya.

Jadi adanya bantahan dari Ahmad Sudirman terhadapa tanggapan yang tidak berdasarkan alasan dan dasar yang kuat, bukan berarti Ahmad Sudirman memaksanakan argumentasi Ahmad Sudirman untuk diterima oleh orang lain.

Ahmad Sudirman tidak memaki-maki. Kalau Ahmad Sudirman mengatakan kepada Soekarno penipu licik, memang ada fakta dan buktinya, dasar hukum, dan sejarahnya. Ahmad Sudirman tidak sembarangan mengatakan kepada perbuatan sesorang tanpa didasarkan kepada alasan fakta dan bukti, dasar hukum, dan sejarah yang kuat dan benar.

Kalau Ahmad Sudirman menjelaskan fakta dan bukti, dasar hukum, dan sejarah pendudukan dan penjajahan bahwa memang benar Negeri Acheh dijajah oleh pihak RI, itu bukan usaha membuat makar. Mengapa ? Karena memang benar pihak RI menduduki dan menjajah Negeri Acheh. Justru sebenarnya pihak Pemerintah RI yang harus mau menerima dan memahami bahwa memang benar Negeri Acheh diduduki dan dijajah oleh RI.

Selanjutnya, kalau ada orang yang mendukung kebijaksanaan politik pendudukan, penjajahan di Negeri Acheh, maka jelas itu disamakan dengan orang yang membeo kepada pihak Pemerintah RI.

Kemudian lagi, Ahmad Sudirman melihat konflik di Acheh asal mulanya karena pihak Presiden RIS menelan dan menduduki Negeri Acheh. Inilah alasan utama dan akar masalah utama yang menimbulkan konflik Acheh. Jadi, kalau pihak GAM dan TNA melakukan perlawanan terhadap pihak TNI, karena pihak Pemerintah RI telah menyatakan perang melawan GAM dan TNA:

Ahmad Sudirman dalam menuliskan sejarah pendudukan dan penjajahan Negeri Acheh jelas sumbernya diambil dari sejarah yang terjadi di wilayah RI dan diwilayah Negeri Acheh. Hanya ada masalah-masalah sejarah yang berusaha dihilangkan dari atas permukaan. Contohnya seperti sejarah RIS, peleburan RIS menjadi RI. Lalu RI menjelma menjadi NKRI. Acheh ditelan RIS. Sejarah itu semuanya mana dijelaskan dan diajarkan di sekolah-sekolah.

Itu rakyat Acheh walaupun tidak bersekolah tinggi, tetapi jiwanya sudah menyadari bahwa Negerinya telah diduduki dan dijajah oleh pihak RI. Dengan melalui TNI/POLRI-nya pihak Pemerintah RI terus melakukan penekanan, pembunuhan, penghancuran terhadap rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila.

Mereka, rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila tidak bisa dibodohi dan ditipu lagi oleh pihak RI . Karena rakyat Acheh telah mengetahui bahwa pihak RI hanyalah menjalankan kebijaksanaan politik penjajahan dan terus menghancurkan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila.

Kesadisan GAM itu tidak ada artinya dibandingkan dengan kesadisan dan keganasan TNI. Berapa ribu rakyat Acheh yang telah dibunuh oleh pihak TNI ?. Dengan alasan rakyat Acheh memberontak, membuat makar, melakukan gerakan separatis. Padahal sebenarnya pihak RI itulah yang melakukan pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh dengan mengerahkan ribuan pasukan TNI untuk menghancurkan rakyat Acheh.

Jelas, Ahmad Sudirman akan terus menyampaikan penjelasan dan keterangan kepada seluruh rakyat di Negeri Acheh dan di RI tentang pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh oleh pihak RI.

Ahmad Sudirman tidak memakai Agama sebagai kedok. Mengapa saudari Tati menuduh Ahmad Sudirman mempergunakan Agama sebagai kedok ?. Ahmad Sudirman menjelaskan sejarah sebenarnya tentang penjajahan di Negeri Acheh oleh pihak RI. Dan memang kewajiban bagi setiap muslim untuk menegakkan Islam dimanapun berada.

Itu masalah sejarah ASNLF atau GAM jelas telah ditulis dasar dan tujuan pendiriannya. Kemudian apa yang dijelaskan oleh Ahmad Sudirman itu semuanya adalah sejarah yang terjadi di RI dan di negeri Acheh. Hanya ada sebagian sejarah yang tidak dijelaskan dan diajarkan kepada seluruh rakyat di Negeri Acheh dan di RI. Nah sejarah yang tidak diajarkan itulah yang dijelaskan oleh Ahmad Sudirman ini. Memang Ahmad Sudirman mempergunakan bahan referensi dari sejarah yang dituliskan oleh pihak RI, khususnya dari pihak Sekretariat RI. Jadi dasar fakta dan bukti, dasar hukum, dan sejarah yang dituliskan oleh Ahmad Sudirman juga diketahui oleh pihak RI. Tetapi, kenyataannya pihak RI tidak mau mengakui kebenaran bahwa Negeri Acheh diduduki dan dijajah oleh RI.

Terakhir, kalau masih banyak orang Acheh yang berpengetahuan membantah apa yang ditulis Ahmad Sudirman, seperti yang dikatakan oleh saudari Tati, maka dipersilahkan untuk berdebat secara terbuka di mimbar bebas ini.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Sat, 12 Jun 2004 09:39:16 -0700 (PDT)
From: tati - <narastati@yahoo.com>
Subject: Re: kehancuran umat....
To: rohma wawan <rokh_mawan@yahoo.com>, ahmad@dataphone.se, abu_farhan@yahoo.com, rpidie@yahoo.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, seuramoe_aceh@yahoo.com.uk

Terima kasih pak Wawan, atas email yg anda tujukan kepada sy. Dan terima kasih kembali atas penilaian Bp terhadap sy dg mengatakan bahwa sy anti Islam kaffah, sy tdk tahu berdasarkan apa bp. menilai. Apakah karena sy mengomentari tulisan Bp. Ahmad Cs sehingga sy dikatakan tidak setuju dg hukum syariat Islam ?

Pak Wawan, sy bukan tidak tahu cara berbicara yg sopan tapi kalau lawan bicara sy sendiri bicaranya tidak sopan berarti sy simpulkan dia sendiri tidak ingin diajak bicara sopan. Coba bp. perhatikan baik-baik tulisan2 sy yg ditujukan kepada pak Ahmad Cs, dan bapak bandingkan pula tulisan-tulisan Ahmad Cs, di milis ini apakah kalimat yg disampaikannya SANGAT SOPAN??? Menghujat, mencaci2 orang, suku, sampai mengatakan KAFIR... semua yg ada di negara RI.

Apakah ini orang harus kita junjung dan sanjung ? terutama "WARWICK" yg memaki2 suku jawa dan menyuruh bunuh seluruh suku jawa ?! malah pak Ahmad terang2an membenarkan dalam tulisan-tulisan lanjutan. Alasannya; klasik karena negri aceh dijajah, dicaplok, dirampok, diduduki oleh Pemerintah RIS Soekarno, Jawa ? kenapa komentator milis lainnya, juga mengeluarkan kata-kata pedas ?! karena tulisan pak Ahmad Cs(dkk) ini.

Pak Wawan anda sy akui dalam pendalaman Agama lebih tinggi dari sy. Tapi sy sebagaimana yg diajarkan orang tua sy dalm memperkenalkan Tauhid kepada Allah tetap sy pegang, sy diajarkan utk tdk memuja/meng-kultuskan seseorang walaupun pengetahuan agamanya hebat dan kehidupan Illahiyah-nya cukup mantap. Yg perlu saya ambil adalah ilmu/ajaran agama Islamnya karena pengetahuannya lebih dari sy cukup itu, karena dia tetap manusia yg memiliki dua sisi; yaitu SISI BAIK dan SISI BURUK Nabi Muhammad sendiri tidak ingin dikultuskan.

Tapi kalau bapak menanyakan manusia mana yg paling saya kagumi di dunia ini pasti sy jawab; NABI MUHAMMAD! Bagi sy Islam bukan berupa simbol2, dg banyaknya mesjid, organisasi-organisasi yg berbau Islam dan mengeluarkan statemen2 pembenaran. Sementara pembentukan bagaimana pribadi muslim yg sesungguhnya terabaikan.

Jadi dg Ilmu agama bapak yg tinggi janganlah suka menyimpulkan seseorang ANTI ISLAM...atau KAFIR... seperti yg dilakukan kelompok Ahmad Cs, bagi sy yg dangkal ilmu agama ini, dalam menunjukkan bahwa sy muslim adalah bagaimana sy berlaku dalm keseharian dg menyeimbangkan dunia dan akhirat sy dan membatasi mana yg boleh sy lakukan dan mana yg tidak boleh sy lakukan sesuai dg ajaran yg disampaikan Nabi Muhammad saw. Dan mengutamakan hubungan kemanusia/sosial.

Sekarang sy bertanya kepada Bp. Apakah Pak Ahmad Cs, benar-benar ingin menegakkan Syariat Islam ? ; KENAPA MESTI DIKHUSUSKAN DI ACEH ? KENAPA DG CARA MENGHUJAT, MENCACI-MAKI NEGARANYA SENDIRI ? DAN KENAPA KELUAR DOKTRIN HARUS MENGHABISI SELURUH ORANG JAWA YG BERADA DI ACEH ? (Dan sekarang suku lain asal pendatang, juga ikut dibunuh). DAN KENAPA ADA SETORAN DANA YG DIMINTA SECARA PAKSA OLEH GAM KEPADA MASYARAKAT ? KENAPA BUS-BUS MEDAN-ACEH DIHENTIKAN DITENGAH JALAN KEMUDIAN PENUMPANG DICULIK UNTUK DIMINTA TEBUSAN ? KENAPA MASYARAKAT YG TIDAK INGIN BERGABUNG DG GAM DIUBER-UBER DAN DIBUNUH SEPERTI BINATANG ? KENAPA HARUS MENCAMPAKKAN MAYAT DITENGAH JALAN ? MANUSIAWIKAH INI??? APAKAH DG MENEGAKKAN SYARIAT ISLAM ITU HARUS MENGHANCURKAN TATANAN KEHIDUPAN SOSIAL SATU MASYARAKAT ? APAKAH INI ISLAMI ? DG CARA SEPERTI INIKAH SYARIAT ISLAM DITEGAKKAN ?

Sekarang saya tanya juga ke Bp; KENAPA BP. TIDAK MENEGUR AHMAD Cs, MENGELUARKAN KATA-KATA CACIAN, HUJATAN, MALAH MENYURUH PEMBUNUHAN DG MENGANGKAT RENCONG YG DITUJUKAN KEPADA SELURUH SUKU JAWA DALAM MILIS INI ?! KEPRIBADIAN ISLAMKAH CARA SEPERTI INI ?

Apakah karena Bp.terlalu meng-Agungkannya ? Karena dialah orangnya dalam penulisan Syariat Islam dan UU Madinah ? Saya saja yg bukan orang jawa terenyuh, menangis karena terbayang semua kejadian yg saya alami ketika sy datang berkunjung ke Aceh untuk pertama kali. Sedangkan bapak. suku jawa (maaf kalau sy tidak salah) tidak merasa tersinggung dg cacian, hujatan Ahmad Cs, dimana rasa kemanusiaan dan nasionalis bapak.? Malah bapak menyalahkan komentar milis saat mereka terpancing bertutur pedas terhadp pak Ahmad, kenapa bukan pak Ahmad yg diingatkan dan diberi penyejukkan ?!

Ok! Kalau Ahmad Cs, mau memaparkan sejarah Aceh secara benar, tulis saja apa adanya, kenapa memaksakan pola pikirnya untuk doktrinnya diterima orang dg menghujat, memaki-maki orang yg dia tidak senangi sementara yg disebutkan juga sudah meninggal. Kalau dia mau berdebat Fair, ketika mengomentari milis yg lain coba tidak memaksakan pola kerangka pikirnya yg harus dibenarkan. Dianya dong yg harus meredam emosi, tapi krn niatnya provokasi jadi paparannya juga berapi-api.

Malah kalau kesimpulan komentar para-milis mirip, dia langsung apriori mengatakan mem-Beolah, termakan propaganda pusat-lah...dst.. , dan dia kan sudah jelas2 Makar. Dalam hukum Islam juga dikatakan orang yg berkhianat itu DIBUNUH ! Jadi ya..gak masalahkan kalau dia dilecehkan orang krn perbuatannya.

Bapak karena tidak pernah hadir disana, dan menyaksikan langsung bagaimana kesadisan yg dilakukan GAM yg sekarang menyerang masyarakat Aceh sendiri. Dan bp. bisa lihat ditempat pengungsian ada nenek2 jompo, dia sendiri juga dulunya tidak lahir di Aceh tp kenapa dia juga ikut terusir Apakah bp. setujui hal seperti ini ? KETAKUTAN, KEPANIKAN, KETIDAK PASTIAN DAN KETIDAK TENANGAN ? yg melanda kaum muslim pada umumnya.

Sekali lagi saya nyatakan, sy ketemu milis ini secara tidak sengaja, karena di-infokan teman kalau mau tahu banyak soal islam buka situs swaramuslim.net karena sy buka semua sampailah ke milis-nya pak ahmad ini, sy baca semua tulisannya dan komentar milis lain, disitulah sy jadi yakin 100% bahwa apa yg berlaku di Aceh yg sy saksikan memang merupakan doktrin mereka2 yg dijalankan oleh anggota GAM, tadinya sy menyangka ini adalah permainan pemerintah dan yg berbuat TNI/Polri agar yg disalahkan adalah GAM. Tapi inilah jawabannya ternyata TNI/Polri tidak selalu salah. Berarti memang benarlah air mata yg tergenang dari salah seorang tentara yg sy saksikan jam 8.00 pagi tsb, ketika dia akan mengangkut beberapa mayat yg digeletakkan ditengah jalan dan mereka juga mengucapkan Istighfar dan Inna...berarti tentara itu muslimkan ?

Ketika saya sampaikan pengalaman sy diAceh lagi2 Ahmad Cs, menyalah-nyalahkan TNI yg melakukan dan beralasan akibat dari Pemerintah RIS Soekarno yg men..... dst Lucunya dia selalu membenarkan apa yg dilakukan GAM. Dan menganggap sebagai balasan atas kesalahan kebijaksanaan presiden soekarno..spi presiden sekarang, yg mentransmigrasi atau mengirim orang-orang jawa keseluruh Indonesia terutama ke Aceh, menjajah Aceh...dan anehnya untuk pembenaran pemberontakan yg dilakukan, dibikinlah sejarah Aceh menurut versi mereka walupun dicuplik dari sejarah yg ada.

Persis sama yg dilakukan umat kristian jika berdebat tentang Islam-Kristen, diambilnya ayat Al-qur'an dan hadis tapi mereka belok-belokkan utuk pembenaran mereka.

Kenapa sy katakan pak Ahmad itu berkawan dg orang Yahudi ? Karena cara-cara doktrin-nya utk menghabisi satu suku/etnis sama yg dilakukan Israel dg Palestina begitu juga dg pengusiran yg dilakukannya sama persis !. Dan kenapa sy simpulkan kalau dia memiliki DENDAM dan Mengambil KEUNTUNGAN BISNIS atas perang Aceh ? Yakni KARENA DIA DIUSIR/DICOPOT WNI-nya oleh pemerintah RI.

Jadi dia ingin juga orang mengalami hal yg sama seperti yg dia alami diusir terasing dinegara orang. Dan Adanya keuntungan karena dia Kerjasamanya dg MAFIA SENJATA. Sebab dia sendiri BUKAN ASLI ORANG ACEH melainkan suku yg terusir di aceh. Walaupun dia tidak terima dikatakan JAWA karena dia Sunda (yg dijelaskannya pjng lebar) tapi secara umum orang akan menyebut Jawa atau JAWA BARAT. DAN KENAPA MATI-MATIAN MEMBELA GAM. KALAU BUKAN KARENA ADA KEPENTINGAN ?!

Kalau dia hanya pengamat politik, sosial spt yg disebutkannya, masih banyak negara Islam yg harus dia bela kenapa fokusnya Aceh. Dan masih banyak dibelahan dunia ini terjadi konflik. Toh sekarang kan dia bukan lagi warga negara Indonesia tapi Swedia kenapa tidak dinegaranya itu ditegakkannya HUKUM SYARIAT ISLAM DAN UU MADINAH padahal yg sepemikiran dg dia kan banyak berkumpul disana.

KENAPA ? Karena di Indonesia ini dia banyak melihat peluang! Peluang utk menjadi provokasi. Terutama UMAT ISLAM, karena Indonesia dg Islamnya terbesar menjadi momok bagi kaum Yahudi. Selain itu Yg Paling diimpikan Ahmad. S adalah pulang ke Indonesia, mencium tanah airnya dahulu.

Bp. Wawan Masyarakat Aceh itu sendiri tidak tahu utk apa itu perang. Karena kebanyakan penduduknya tidak bersekolah tinggi. Yg mereka ketahui ketika pemberontakan meletus dan tentara diturunkan, banyak peluru nyasar ke keluarga mereka ditambah lagi berlakunya DOM. Mereka tidak mau tahu sejarah Aceh yg dikeluarkan oleh pentolan GAM Hasan Tiro. Yg penting mereka mempertahankan daerahnya dan masyarakatnya dari Aparat.

Bagi yg fanatik dan sungguh2 menjadi anggota GAM di bai'at. kebanyakan mereka tidak berpendidikan, mereka sangat yakini cerita heroik pendahulu-pendahulu mereka dalam memperjuangkan aceh dari jajahan belanda. Dan yg selalu digembar-gemborkan oleh pihak GAM, yakni adalanya sumbangan Aceh membeli pesawat yg dipersembahkan ke NKRI, sementara sekarang hasil bumi Aceh banyak dikuasai pihak asing kafir dan kalau Aceh MERDEKA selalu digaung-gaungkan masyarakatnya KAYA dan MAKMUR. Itulah yg selalu Informasikan disampaikan dari mulut ke mulut. Utk membangkitkan semangat heroik mereka.

Bapak tuliskan; Saudari Tati apakah anda tahu mengapa di Indonesia ini terjadi banyak kerusuhan, banyak teroris, dan tidak mendapat pertolongan Ghobiyah dari Allah SWT ?

Siapa bilang kita tidak mendapat pertolongan Allah, satu persatu kedok yg menggunakan Islam itu sudah terbongkar, GAM yg dulunya menyalahi-nyalahi TNI/Polri sekarang sudah terdesak dan tidak mendapat simpati lagi dari masyarakat Aceh. Karena sekarang ketahuan kalau mereka lah yg lebih sadis. Kalau dulu orang aceh percaya kalau yg sadis itu Tentara, ternyata GAM jauh lebih sadis. Kerusuhan Ambon/maluku dulu, yg dituduh umat Islam ternyata pihak Gereja yg terlibat. Orang-orang yg melambangkan dirinya Islam dg melakukan teror akhirnya tertangkap. Pemurtadan terhadap kaum muslimin disegala penjuru daerah terbongkar!! Malah Allah dg izinnya menurunkan orang2 yg tadinya Kristen Fanatik/Penginjil memluk Islam, malah ada biarawati sekarang jadi pendakwah. Dan yg paling terkenal; Irena Handoyo.

Jadi jg sekali2 bp. menyatakan kita tidak mendapat pertolongan Ghobiyah dari Allah. Sy orang muslim sangat Yakin!! Pasti ada! hanya waktunya saja kita harus menunggu krn itulah disuruh bersabar.

Terakhir pak, sy sampaikan kita janganlah terpengaruh dg orang2 yg sedikit-sedikit bicara mengatas namakan Islam sebelum kita mengetahui secara dekat, sy sendiri dg adanya informasi dan masukkan melalui media cukup berhati-hati karena saat ini banyak cara2 Yahudi/kristen untuk menghancurkan Islam, dan biasanya mereka melakukannya dg memilih orang-orang Islam juga . apalagi kita bisa lihat keterangan Irene Handoko

Menurut sy sebagusnya Ahmad cs, berhenti membuka konfrontasi di Milis, tapi bicara soal agama Islam. Bagaimana menjadi Muslim yg ihsan, santun dan menjadi contoh bagi orang lain dg men-Tauladani perilaku Rasulullah serta menyatukan ummat secara damai sehingga Islam di pandang sebagai Agama yg sejuk, penuh ketauladanan.dan pemecah segala permasalahan. Termasuk juga dalam perekonomian agar ummat Islam yg memegang peranan didunia ini. Jg Islam dijadikan kedok, sementara perbuatan dilapangan sama sekali tidak mencerminkan Islami dan jg pula mentang2 ilmu agama kita lebih langsung menyudutkan orang-orang yg masih Ummi dg cap KAFIR...

Kalau kita muslim yg kaffah pasti bisa menyimpulkan dari tulisan2 Ahmad Cs, orang seperti apa yg kita hadapi. Bukan seperti Ahmad cs, yg selalu mengatakan karena pengaruh .... Ini...propaganda itu...SEMUA NONSEN ! Karena sekarang rakyat Indonesia dalam zaman reformasi ini mana mau lagi percaya begitu saja dg apa yg di informasikan pemerintah, sebelum melalui bukti dan surpe dilapangan. Saya aja tanpa mempengaruhi rekan2 yg tergabung dalam pertumbuhan ekonomi syari'ah cukup dg mengkopy email2 Ahmad Cs, dan melihat reaksi mereka 100% menganggap Ahmad cs, dilanda PENYAKIT HATI/DENDAM.

Sementara kenapa ASLNF/GAM berdiri ? dibikinlah alasan adanya akar masalah krn... bla...bla.. yg kelihatan sekali sejarahnya diambil dari buku sejarahnya Indonesia kemudian dibelokkan dg versi mereka. Untuk membenarkan pemberontakkan yg mereka lakukan. Apalagi banyak tokoh-tokoh Aceh yg sudah wafat.jadi semakin membuat mereka bebas menulisnya. Tapi kebenaran tetap muncul.

Masih banyak orang aceh yg berpengetahuan membantah apa yg ditulis Ahmad walaupun dia selalu katakan secara bukti...fakta...dasar hukum..dst.

Sebelumnya sy minta maaf kalau ada kata-kata dalam tulisan sy ini menyinggung perasaan Bp. saya hanya ingin meluruskan dari apa yg salah dlm pandangan sy karena sy muslim dan rakyat Indonesia tdk bisa menerima apa yg sy saksikan. Apalagi itu merupakan di doktrin-kan oleh Pentolan GAM dan Ahmad cs ini.

Wassalam

Tati

narastati@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------