Stockholm, 14 juni 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

JANJI AMIEN RAIS PADA RAKYAT ACHEH ADALAH JANJI POLITIK GOMBAL
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS ITU JANJI AMIEN RAIS PADA RAKYAT ACHEH ADALAH JANJI POLITIK GOMBAL

"Bapak Ahmad Sudirman yang terhormat, berikut ini saya kirimkan berita tentang "Janji Salah Seorang Calon Presiden NKRI Pada Rakyat Acheh". (Bahtiar, bahtiar@gmail.com , Sun, 13 Jun 2004 15:47:46 +0700)

Terimakasih Saudara Bahtiar Rifai di Yogyakarta, Indonesia atas kiriman berita tentang "Janji Salah Seorang Calon Presiden NKRI Pada Rakyat Acheh" yang ditulis oleh saudara wartawan Detikcom Djo dari Detikcom atas laporan dari saudara wartawan Detikcom Anton Aliabbas.

Setelah saya baca hasil laporan yang ditulis oleh saudara wartawan Detikcom Anton Aliabbas tentang tentang "Janji Salah Seorang Calon Presiden NKRI Pada Rakyat Acheh", ternyata kalau diteliti, dipelajari, didalami, hanyalah merupakan janji politik gombal. Atau istilah lainnya janji politik yang kosong atau palsu.

Bagaimana tidak ? Apakah Amien Rais selaku Ketua Umum MPR mampu menyelesaikan konflik Acheh dengan cara jujur, adil, dan bijaksana ?. Jawabannya, Amien Rais tidak mampu menyelesaikan konflik Acheh dengan cara jujur, adil, dan bijaksana. Yang dilakukan oleh Amien Rais dalam menyelesaikan konflik Acheh adalah sama dengan pihak Megawati dan TNI/POLRI-nya.

Karena itu, apa yang bisa dijadikan dasar pemecahan dan penyelesaian konflik Acheh oleh Amien Rais kalau bukan menggunakan TNI/PLRI-nya lagi. Artinya, Amien Rais akan tetap mempergunakan TNI/POLRI untuk menjalankan kebijaksanaan politik, pertahanan, dan keamanan di Negeri Acheh.

Amien Rais memang sudah kelihatan tetap tidak akan mengakui dan tidak akan menerima penyelesaian konflik Acheh melalui jalan penentuan pendapat dengan cara jajak pendapat atau referendum bagi seluruh rakyat Acheh untuk memilih dua opsi, opsi YA bebas dari RI, dan opsi TIDAK bebas dari RI.

Amien Rais tidak memiliki agenda penyelesaian Acheh yang berbeda dari cara penyelesaian para pendahulunya.

Bukan hanya Amien Rais yang tidak mempunyai agenda yang jelas untuk menyelesaikan konflik Acheh, melainkan juga Calon-calon presiden lainnya. Seperti Capres Wiranto,Capres Megawati, Capres Hamzah Haz, dan Capres Susilo Bambang Yudhoyono.

Karena memang Amien Rais tidak punya agenda yang jelas tentang bagaimana menyelesaikan konflik Acheh, maka jalan yang akan ditempuhnya adalah sama seperti yang telah dan sedang ditempuh oleh Presiden Megawati sekarang ini, yakni menggunakaan TNI/POLRI/RAIDER dengan kekerasan senjata-nya.

Para Capres ini, melihat konflik Acheh dan pemecahannya dengan memakai kacamata kerangka NKRI, yang mengklaim Negeri Acheh telah menjadi bagian didalamnya.

Jelas, Amien Rais juga melihat penyelesaian konflik Acheh dilihat dari sudut kerangka NKRI. NKRI sudah final. Artinya, Amine Rais tidak mengakui dan tetap tidak mau menerima bahwa Negeri Acheh ditelan, diduduki, dan dijajah Presiden RIS Soekarno yang diteruskan oleh RI yang menjelma sejak 15 Agustus 1950 sampai detik sekarang ini.

Karena itu Amien Rais dengan alasan NKRI sudah final adalah menunjukkan kelemahan dia dalam memberikan argumentasi untuk tetap mempertahankan Negeri Acheh. Amien Rais memang tidak mampu memberikan argumentasi berdasarkan fakta dan bukti, dasar hukum, dan sejarah yang menunjukkan bahwa Negeri Acheh adalah merupakan bagian dari RI. Mengapa ? Karena kalau Amien Rais memahami, mempelajari, mendalami, mengenai sejarah pertumbuhan dan perkembangan RI yang sebenarnya dihubungkan dengan Negeri Acheh, maka Amien Rais akan menemui jalur sejarah yang menyatakan dengan jelas bahwa Soekarno sebagai Presiden RIS telah menjalankan kebijaksanaan politik, pertahananan, keamanan, penelanan, pendudukan, dan penjajahan Negeri Acheh.

Jadi, apapun yang dijanjikan Amien Rais kepada rakyat Acheh dalam rangka kampanye Pemilu Capres 5 Juli 2004 adalah tidak lebih dan tidak kurang merupakan janji politik gombal.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Sun, 13 Jun 2004 15:47:46 +0700
From: Bahtiar <bahtiar@gmail.com>
To: ahmad@dataphone.se, bahtiar@gmail.com
Subject: Janji-janji Calon Presiden NKRI pada Rakyat Acheh

Yogyakarta, 13 Juni 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

Bapak Ahmad Sudirman yang terhormat, berikut ini saya kirimkan berita tentang "Janji Salah Seorang Calon Presiden NKRI Pada Rakyat Acheh".
Demikian semoga bermanfaat.

Bahtiar Rifai

bahtiar@gmail.com
Yogyakarta, Indonesia
----------

Lampiran:
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2004/bulan/06/tgl/12/time/121110/idnews/162480/idkanal/10

Jika Jadi Presiden, Amien Janji Nginap di Aceh 10 Hari
Reporter: Anton Aliabbas

detikcom - Aceh, Pasangan Amien Rais dan Siswono Yudo Husodo berkampanye di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Jika terpilih sebagai presiden, Amien berjanji menginap di Aceh 10 hari.

"Saya tidak akan berkunjung 1 atau 2 jam saja. Tapi saya akan khususkan selama 10 hari untuk berkelilinag ke Pidie, Meulaboh dan lainnya. Ini saya lakukan untuk mengetahui aspirasi masyarakat Aceh. Pak Sis akan saya tugaskan ke Papua," kata Amien.

Hal itu dingkapkan Capres Partai Amanat Nasional (PAN) ini saat menyampaikan pidato kebudayaannya di Universitas Muhammadiyah Leung Bata, Aceh, Sabtu (12/6/2004).

Amien selanjutnya memberikan bantuan Rp 100 juta. Amien berharap dana ini bisa membantu pembangunan dan meningkatkan mutu pendidikan Universitas Muhamaddiyah Leung Bata.

Di Aceh, pasangan Amien dan Siswono mendapat pengawalan yang cukup ketat. Sejak mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda, aparat keamanan nampak sibuk mengawal keduanya. Dua buah kendaraan taktis (Rantis) digunakan dalam pengawalan.

Rencananya Amien juga akan berkunjung ke Pasar Banda Aceh. Di tempat ini, Amien akan menyempatkan diri makan siang bersama para tukang becak. Selanjutnya Amien akan melakukan kampanye terbuka di Stadion Harapan Bangsa. Amien adalah Capres pertama yang berkunjung ke Aceh.(djo)
----------