Stockholm, 14 juni 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

HUTOMO ANGGAP HEBAT DITYA & NUGROHO MENGERTI NEGARA RI KAFIR
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

ITU BAMBANG HUTOMO MENGANGGAP HEBAT DITYA SOEDARSONO DAN ENDANG SUWARYA & NUGROHO DWI PRIYOHADI TELAH MEMAHAMI APA ITU NEGARA RI KAFIR

"Ngomong-ngomong masalah negara Islam atau negara kafir, mungkin saja sebuah negara yg berpenduduk Islam tapi sistem kenegaraannya sebenarnya adalah Darul Kuffur, ya termasuk Swedia ini juga negara kafir, meskipun banyak juga muslim bermukim di sini. Ini kalao kita sepakat bahwa sistem kenegaraan hanya ada 2 sistem saja, yakni Darul Islam, dan Darul Kuffur. Bagi muslim, tanah air orang Muslim adalah tempat dimana syariat Islam diberlakukan, jadi bisa di Indonesia, Iran, Irak, asalkan ada jaminan syariat diberlakukan. Tapi saat ini kayaknya belum ada yg 100% syariat Islam, meski usaha ke sana senantiasa terus dilakukan" (Nugroho Dwi Priyohadi, s05029wmuse@yahoo.com.sg ,Sat, 12 Jun 2004 19:54:16 +0800 (CST))

"Yaa mr "Bule" ini , emangnye kami warga NKRI bodoh dengan opini ini, lha ngapain orang-2 hebat seperti mereka harus ada di Aceh terus menerus? Terjungkir? Ha ha. Sepertinya sampeyan ini nggak tahu orang kerja, lha kalau orang terjungkir itu kan misalkan "turun pangkat", dipecat, dstnya Lha mereka itu happy-2 aja bahkan naik pangkat maupun dapet penghargaaan kok Mr. 'Bule". Asal tahu aja, banyak kami di NKRI ini mempunyai putra-putri tangguh yg siap mengamankan Nusantara yang besar ini tidak hanya Aceh, tenaga Beliau-beliau itu sangat bermanfaat di NKRI, jadi tentunya tugas mereka tidak hanya di Aceh, melainkan yg lebih bagus lagi di Persada Nusantara ini tahu." (Bambang Hutomo W., bambang_hw@re.rekayasa.co.id , Fri, 11 Jun 2004 09:35:48 +0700)

Baiklah saudara Nugroho Dwi Priyohadi di Malmo, Swedia dan saudara Bambang Hutomo W. di Jakarta, Indonesia.

Terimakasih saudara Nugroho atas saran dan masukannya.

Sebenarnya, dari pihak Ahmad Sudirman, ini bukan bertengkar, melainkan diskusi dan berdebat tentang Negeri Acheh, pendudukan dan penjajahan yang dilakukan pihak RI, dan tentang masalah lainnya yang terjadi di Nusantara.

Kemudian kalau ada disinggung masalah negara RI kafir dan ada yang tersinggung, ya cobalah untuk bersikap dan berkepala dingin.

Karena memang seperti yang dikatakan oleh saudara Nugroho: "masalah negara Islam atau negara kafir, mungkin saja sebuah negara yg berpenduduk Islam tapi sistem kenegaraannya sebenarnya adalah Darul Kuffur, ya termasuk Swedia ini juga negara kafir, meskipun banyak juga muslim bermukim di sini. Ini kalao kita sepakat bahwa sistem kenegaraan hanya ada 2 sistem saja, yakni Darul Islam, dan Darul Kuffur. Bagi muslim, tanah air orang Muslim adalah tempat dimana syariat Islam diberlakukan, jadi bisa di Indonesia, Iran, Irak, asalkan ada jaminan syariat diberlakukan. Tapi saat ini kayaknya belum ada yg 100% syariat Islam, meski usaha ke sana senantiasa terus dilakukan"

Nah, kan jelas, kalau saja saudara Sumitro mempergunakan pikirannya dan mau menggali apa itu negara kafir dan negara Islam, jelas akan muncul hasil pemikiran seperti yang diungkapkan oleh saudara Nugroho diatas.

Tetapi, karena saudara Sumitro memang sempit pengetahuannya tentang ketatanegaraan, apalagi ketatanegaraan negara Islam, maka ketika disodorkan masalah negara RI kafir, langsung saja sewot tidak menentu. Kan jadi ribut dibuatnya.

Jadi, saran saya untuk saudara Sumitro, coba belajar dan gali itu ilmu ketatanegaraan RI dan sedikit baca tentang negara Islam. Jangan asal cuap saja kalau berdebat melawan Ahmad Sudirman.

Kemudian itu saudara Bambang Hutomo W yang pikirannya masih terus saja diselimuti oleh anggapan bahwa Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mayjen TNI Endang Suwarya adalah "orang-2 hebat".

Baca saja apa itu hasil kehebatan Kolonel Laut Ditya Soedarsono ketika menulis di mimbar bebas ini. Kerja dan hasilnya adalah kalau berbicara banyak berbohong dan pengetahuan tentang Negeri Acheh minim begitu juga tentang pengatahuan sejarah nasional RI yang dibelanya juga gersang. Jadi mana mampu itu Kolonel Laut Ditya Soedarsono berdebat tentang Negeri Acheh melawan Ahmad Sudirman.

Jadi, wajar saja dia sekarang terjungkel dari kursi mantan Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD. Dimana jabatan Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD sudah hilang lenyap dari bumi Acheh digantikan dengan bagian penerangan dari Penguasa Darurat Sipil Daerah Acheh dibawah Gubernur Abdullah Puteh.

Ah, mana itu mantan Komandan Satuan Tugas Penerangan (Dansatgaspen) PDMD Kolonel Laut Ditya Soedarsono dinaikkan pangkatnya, paling dipindahkan atau dimutasikan berputer-puter disekitar-kitar situ saja. Mang Endang saja sebentar lagi akan dipindahkan, entah ketempat mana lagi. Itu hanya Ryamizard Ryacudu yang tahu dan yang akan menentukan karier Mang Endang ini. Tugas di Acheh sudah tamat bagi Kolonel Laut Ditya Soedarsono dan Mang Endang yang suka goreng tempe dan oncom garing.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Sat, 12 Jun 2004 19:54:16 +0800 (CST)
From: Nugroho Dwi Priyohadi s05029wmuse@yahoo.com.sg
Subject: RE: Soal Kafir
To: Sumitro <mitro@kpei.co.id>, ahmad@dataphone.se

Assalamu'alaikum..

Ini bapak-bapak saya kok malah bertengkar sendiri..., malu dilihat anak kecil .... malu dilihat saya atuh....

Kalau capek bertengkar ya jangan saling memaki..., apalagi kalo semuanya muslim..., aduh..., entar kalau kita semua meninggalkan dunia yg sering merisaukan ini...., jadinya nyesel karena semuanya berdosa karena sesungguhnya semua muslim itu kan bersaudara...

Ngomong-ngomong masalah negara Islam atau negara kafir, mungkin saja sebuah negara yg berpenduduk Islam tapi sistem kenegaraannya sebenarnya adalah Darul Kuffur..., ya termasuk Swedia ini juga negara kafir, meskipun banyak juga muslim bermukim di sini...ini kalao kita sepakat bahwa sistem kenegaraan hanya ada 2 sistem saja, yakni Darul Islam, dan Darul Kuffur...,

Bagi muslim, tanah air orang Muslim adalah tempat dimana syariat Islam diberlakukan..., jadi bisa di Indonesia, Iran, Irak...., asalkan ada jaminan syariat diberlakukan. Tapi saat ini kayaknya belum ada yg 100% syariat Islam..., meski usaha ke sana senantiasa terus dilakukan...

Berdebat sajalah yg enak, gitu..., wong ya tidak pake biaya..... Kalau bapak-bapak ini mengaku muslim, ya jangan saling menghantam dan menjelek-jelekkkan begitu ah....,
Fastabighul khairat.

Wassalam

Nugroho Dwi Priyohadi

s05029wmuse@yahoo.com.sg
anak cucu Adam a.s.,
pengikut setia Rasulullah Muhammad SAW.
Malmo, Swedia
----------

From: "Bambang Hutomo W." bambang_hw@re.rekayasa.co.id
To: "'Ahmad Sudirman'" <ahmad@dataphone.se>, "'Ditya Soedarsono'" <dityaaceh_2003@yahoo.com>, "'Yuhendra'" <yuhe1st@yahoo.com>, "'Matius Dharminta'" <mr_dharminta@yahoo.com>, "'Habe Arifin'" <habearifin@yahoo.com>, "'MT Dharminta'" <editor@jawapos.co.id>, "'Suparmo'" <suparmo@tjp.toshiba.co.jp>, "'Hidajat Sjarif'" siliwangi27@hotmail.com
Cc: toto_wrks@yahoo.com
Subject: Mr. Sudirman coba terus membuat OPINI "GILA"
Date: Fri, 11 Jun 2004 09:35:48 +0700

"Itu Kolonel Laut Ditya Soedarsono, untuk membela pendudukan dan penjajahan Negeri Acheh apapun dilakukannya. Tetapi, tidak lama, akhirnya ia terjungkir bersama Mang Endang Suwarya, yang sekarang masih tetap bercokol di Acheh, karena masih dipertahankan oleh Ryamizard Ryacudu." (Ahmad Sudirman, 10 Juni 2004)

Yaa.. mr "Bule"... ini , emangnye kami warga NKRI bodoh dengan opini ini, lha ngapain orang-2 hebat seperti mereka harus ada di Aceh terus menerus? Terjungkir??? ... ha.. ha.. sepertinya sampeyan ini nggak tahu orang kerja, lha kalau orang terjungkir itu kan misalkan "turun pangkat", dipecat, dstnya ... lha mereka itu happy-2 aja bahkan naik pangkat maupun dapet penghargaaan kok... Mr. 'Bule"... Asal tahu aja, banyak kami di NKRI ini mempunyai putra-putri tangguh yg siap mengamankan Nusantara yang besar ini tidak hanya Aceh, tenaga Beliau-beliau itu sangat bermanfaat di NKRI, jadi tentunya tugas mereka tidak hanya di Aceh, melainkan yg lebih bagus lagi di Persada Nusantara ini tahuuu...
Tk.

Bambang Hutomo W.

bambang_hw@re.rekayasa.co.id
Jakarta, Indonesia
----------