Stockholm, 14 juni 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

TATI MEMANG TERJERAT KERANGKA NKRI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS ITU TATI SUDAH TERJERAT DAN BERADA DALAM SANGKAR NKRI

""Kang"Ahmad, anda katakan: "Dan sekarang saudari Netty telah mampu melihat dari sudut ASNLF atau GAM dengan menyatakan: "adanya GAM kan karena ada sesuatu di masa lampau yang belum bisa dituntaskan sampai sekarang antara lain soal pemindahan hasil bumi Aceh dsb ke pusat - soal pelanggaran HAM pada saat diberlakukannya DOM". Nah, terbuktikan tulisan sy, dan tidak jauh dari perkiraan sy bahwa "Akang" mengakuinya, munculnya ekses seperti ini adanya pergelokan mulai pada masa Daud Beurureh, karena kesalahan KEBIJAKSANAAN pemerintah dimulai presiden Soekarno spi soeharto,dalam pemerataan pembangunan dan perlakuan terhadap daerah yg senjang, dimana putra-putra daerah tdk dioptimalkan dlm membangun daerahnya sendiri.dan daerah tidak menikmati dari hasil kekayaan daerah itu sendiri.ditambah lagi adanya pemberlakuan DOM yg menyengsarakan masyarakat (ini sy jelaskan dlm email2 sy ke"akang sebelumnya). Disini "akang" mengakui dari pokok permasalahannya yaitu; adanya pemindahan hasil bumi aceh ke pusat dan pelanggaran HAM pada masa diberlakukan DOM. Berarti ada rasa ketidak puasan dan rasa kekecewaan dg kebijaksanaan pemerintah RI. Kita juga menerima perjuangan yg dilakukan GAM adalah ekses dari kesalahan kebijaksanaan pemerintah RI sendiri dlm ketidak merataan pembangunan." (Tati, narastati@yahoo.com , 14 Jun 2004 02:48:53 -0700 (PDT))

Baiklah Saudari Tati di Jakarta, Indonesia.

Saudari Tati, saudara ini, sudahlah tidak mau belajar sejarah Acheh yang sebenarnya, dan sejarah nasioanl RI yang benar, ditambah lagi kalau berbicara asal cuap saja tanpa dipikir, diteliti, ditelaah, dipelajari, dihayai, dianalisa, disimpulkan.

Dalam tulisan sebelum ini, saya katakan kapada saudari Tati: "Coba tanya pada saudari Netty yang sekarang saya melihat bahwa dia sudah hampir bisa melihat akar utama masalah konflik Acheh."

Saya katakan, itu saudari Netty kalau saya lihat sekarang, dibanding dengan sebelum-sebelumnya, sudah ada kemajuan, sehingga "hampir bisa melihat akar utama masalah konflik Acheh"

Dimana kemajuan-kemajuan cara berpikir saudari Netty itu ditunjukkan dalam hasil pikirannya, seperti yang saudari Tati kutip diatas itu.

Itu tidak berarti bahwa apa yang dikatakan oleh saudari Tati adalah merupakan akar utama konflik Acheh, melainkan hampir menuju arah kejurusan yang menggambarkan akar utama konflik Acheh, yaitu penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan di Negeri Acheh yang dilakukan oleh Presiden RIS Soekarno yang diteruskan kedalam tubuh RI yang menjelma menjadi NKRI sampai detik sekarang ini.

Jadi, akar utama masalah konflik Acheh yang dikemukakan oleh Ahmad Sudirman itulah yang menjadi akar utama konflik. Adapun yang dikemukakan oleh saudari Netty seperti "soal pemindahan hasil bumi Aceh dsb ke pusat - soal pelanggaran HAM pada saat diberlakukannya DOM" itu merupakan kelanjutan dari akibat akar utama konflik Acheh yang Ahmad Sudirman kemukakan.

Nah, dengan mampunya saudari Netty melihat kepada masalah pelanggaran HAM dan pemindahan hasil bumi Acheh ke pusat itu sudah merupakan arah jalan yang menuju kearah yang menggambarkan akar utama konflik Acheh.

Karena itulah Ahmad Sudirman mengatakan: "sekarang saya melihat bahwa dia (saudari Netty) sudah hampir bisa melihat akar utama masalah konflik Acheh". Mengapa saya tidak mengatakan: "sekarang saya melihat bahwa ia (saudari Netty) telah menemukan akar utama konflik Acheh?". Mengapa saya tidak mengatakan hal demikian ? Karena saudari Netty masih belum mencapai kepada akar utama konflik Acheh, yakni penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan dinegeri Acheh oleh pihak RIS yang diteruskan oleh pihak RI.

Jadi, saudari Tati, kalau saudari membaca tulisan saya, bacalah, pelajari, renungkan, teliti, hayati, pahamkan, simpulkan, jangan hanya sekedar dibaca sekilas, lalu langsung menanggapinya tanpa dipikirkan dan dibaca lebih dalam.

Ahmad Sudirman tidak mengajak orang lain untuk membeo dengan apa yang dikemukakan di mimbar bebas ini. Melainkan memberikan penjelasan, penerangan, keterangan yang jelas dan terang tentang penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan di Negeri Acheh oleh pihak RI berdasarkan fakta dan bukti, dasar hukum, dan sejarah yang jelas dan benar. Itu soal ada orang yang mau mengerti dan membenarkan, jelas itu hak setiap individu. Begitu juga kalau ada orang yang menolak dan tidak membenarkan itu juga hak masing-masing individu. Ahmad Sudirman tidak memaksakan apa yang diterangkan dan dijelaskan itu untuk diterima dan diikuti. Melainkan untuk dipelajari, dihayati, digali, direnungkan, dibandingkan, disimpulkan.

Itu menyinggung soal rekonsiliasi secara nasional, bisa saja dilakukan. Tentu saja, setelah pihak RI mau mengakui dan menerima bahwa apa yang telah dijalankan oleh pihak Presiden RIS Soekarno dengan cara menelan, mencaplok, menduduki, dan menjajah Negeri Acheh adalah suatu pelanggaran hukum internasional dan hukum nasional. Dan Negeri Acheh harus dikembalikan kepada seluruh rakyat Acheh.

Kemudian kalau hal itu sudah diterima pihak RI, soal Ahmad Sudirman tidak dilibatkan dalam rekonsiliasi itu, bukan suatu persoalan besar bagi Ahmad Sudirman. Ya, silahkan jalankan dengan seluruh rakyat Acheh.

Itu soal Ahmad Sudirman menampilkan Islam, jelas, karena masyarakat Acheh 100 persen muslim. Masyarakat di RI sebagian besar muslim. Jadi, kalau Ahmad Sudirman mengatakan mengapa itu masyarakat mayoritas muslim di RI tidak sepakat untuk merobah sumber hukum pancasila dengan Islam. Sehingga Ahmad Sudirman tidak lagi mengatakan Negara RI kafir karena sumber hukumnya telah diganti dari pancasila menjadi Islam.

Itu kan dengan mengatakan demikian, bukan Ahmad Sudirman membawa-bawa isu Islam dan merupakan kedok saja. Tetapi itu hal yang nyata, ada terlihat fakta dan buktinya. Mengapa dikatakan oleh saudari Tati Ahmad Sudirman menjadikan Islam sebagai kedok ?. Tidak perlu Ahmad Sudirman menjadikan Islam sebagai kedok. Justru Ahmad Sudirman menjelaskan permasalahan dilihat dari sudut Islam dan juga dilihat dari sudut pancasila.

Mengapa Ahmad Sudirman dianggap oleh saudari Tati "menghina-hina negara muslim terbesar ini."?. Itu kan fakta dan bukti yang Ahmad Sudirman katakan. Apakah Ahmad Sudirman harus menggantikan dalam penjelasan dan keterangan tentang negara RI yang bersumberkan hukumnya pada pancasila lalu Ahmad Sudirman katakan walaupun sumber hukumnya pancasila, tetapi negaranya negara pancasila yang Islami.

Kalau Ahmad Sudirman mengatakan hal yang demikian, jelas sudah menyimpang. Masa sumber hukum negara RI pancasila kemudian oleh Ahmad Sudirman akan dikatakan negara RI menjadi negara pancasila yang Islami. Itu kan salah kaprah.

Pancasilanya saja bukan digali dari Islam. Baca itu bagaimana pancasila dikutak-atik Soekarno. Soekarno sendiri tidak mengutak-atik pancasila dari Islam. Lalu mau ditafsirkan, pancasila jadi Islami.

Saudari Tati, yang akan dihukum dan dilaknat Allah SWT adalah apabila para penguasa dan rakyat di satu negara tetap membandel tidak mau menjadikan Islam sebagai sumber hukum dan cara hidup. Lihat saja. Di Negara RI. Cara hidup adalah model pancasila. Sumber hukum adalah pancasila. Dasar negara adalah pancasila. Semuanya pancasila. Sampai disumpahkan harus taat dan setia pada pancasila. Ah, itu sudah keterlauan, saudari Tati. Sudah menyimpang jauh sekali kalau dilihat dari sudut Islam.

Terakhir, itu kalau ada pemuda Acheh yang masuk menjadi anggota GAM dan TNA bukan berarti GAM dan TNA merecruitnya, melainkan itu adalah sudah menjadi kewajiban bagi para pemuda Acheh untuk mempertahankan Negeri Acheh dari pendudukan dan penjajahan yang dijalankan oleh pihak Pemerintah RI.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Mon, 14 Jun 2004 02:48:53 -0700 (PDT)
From: tati - narastati@yahoo.com
Subject: Re: TATI COBA BELAJAR PADA NETTY UNTUK MENCAPAI AKAR UTAMA KONFLIK ACHEH
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, netty_suwarto@hotmail.com, mitro@kpei.co.id

"Kang"Ahmad, anda katakan:
Dan sekarang saudari Netty telah mampu melihat dari sudut ASNLF atau GAM dengan menyatakan: "adanya GAM kan karena ada sesuatu di masa lampau yang belum bisa dituntaskan sampai sekarang antara lain soal pemindahan hasil bumi Aceh dsb ke pusat - soal pelanggaran HAM pada saat diberlakukannya DOM"

Nah, terbuktikan tulisan sy, dan tidak jauh dari perkiraan sy bahwa "Akang" mengakuinya, munculnya ekses seperti ini adanya pergelokan mulai pada masa Daud Beurureh, karena kesalahan KEBIJAKSANAAN pemerintah dimulai presiden Soekarno spi soeharto,dalam pemerataan pembangunan dan perlakuan terhadap daerah yg senjang, dimana putra-putra daerah tdk dioptimalkan dlm membangun daerahnya sendiri.dan daerah tidak menikmati dari hasil kekayaan daerah itu sendiri.ditambah lagi adanya pemberlakuan DOM yg menyengsarakan masyarakat (ini sy jelaskan dlm email2 sy ke"akang sebelumnya)

Disini "akang" mengakui dari pokok permasalahannya yaitu; adanya pemindahan hasil bumi aceh ke pusat dan pelanggaran HAM pada masa diberlakukan DOM. Berarti ada rasa ketidak puasan dan rasa kekecewaan dg kebijaksanaan pemerintah RI. Kita juga menerima perjuangan yg dilakukan GAM adalah ekses dari kesalahan kebijaksanaan pemerintah RI sendiri dlm ketidak merataan pembangunan.

Tapi akang dlm milis ini berkelit dg mengatakan Aceh dijajah..dicaplok..dirampok..dst.. sehingga "akang'lebih menguatkan suatu pernyataan pembenaran kepada negara lain khususnya PBB dan masyarakat lainnya, bahwa Aceh adalah suatu negara dan bukan bagian negara RI.dan selama ini terjajah dan ingin Merdeka dg mengacu kepada hukum Internasional. Dan pembenaran juga apa yg dilakukan ASNLF/GAM itu adalah benar/sah. Dan bukan pemberontakan.

"Kang"Ahmad, kelihatan kalau "akang"lah yg mengajak orang utk menjadi BEO dg Statement "Akang" agar menjadikan suatu pembenaran pemberontakan yg dilakukan Cs-cs "akang",

kalau yg dimaksud Pak Netty tsb, bahwa "karena ada sesuatu dimasa lampau yg blum bisa dituntaskan sampai sekarang antaralain...dst... itu Akang artikan sempit, mengacu kepada pengertian Akang Cs, saja, yaitu karena aceh dijajah...dicaplok..dirampok akang salah besar!! Bisa jadi itu merupakan kekecewaan yg dlm atas janji2 pusat untuk membagi hasil kekayaan aceh kedaerahnya sendiri

Saya tidak pungkiri pengalaman dari pak Netty bahwa adanya pungli yg dilakukan oleh oknum TNI/Polri. memang sudah menjadi kebiasaan bukan diaceh saja hampir, merata ditanah air. Apalagi daerah konflik itu sangat dimanfaatkan. sehingga ada istilah "konflik aceh juga lahan bisnis bagi militer". Tapi sekali lagi "akang"jangan men-klaim bahwa ini akibat dari kesalahan Pancasila &UUD'45 tapi ini merupakan kepribadian seseorang. Dinegara muslim sekalipun dg hukum syari'at islam yg kuat tetap ada orang-orang spt ini. Sy tidak tahu kenapa rasa malu sudah tidak ada lagi. Akang sendiri seperti itu juga kan, mencari keuntungan dlm konflik ini.

Saya setuju jika diadakan rekonsiliasi secara nasional utk mencari solusi terbaik.tapi dalam suatu persepsi bahwa kita tetap dlm kerangka NKRI, saling menumbuhkan kepercayaan dan menutup luka dg keikhlasan. Dg catatan "orang2"macam akang cs,dan bukan warga Negara Indonesia dan tidak ada hub. lagi dg negara Indonesia tidak boleh terlibat disini, biarlah ini persoalan Negara kami.

Jadi janganlah angan2 Hasan Tiro,akang cs, yg dijadikan patokan. Karena sudah jelas sekali dari jabaran akang bahwa yg diinginkan adalah Aceh pisah dari NKRI.sedangkan membawa2 isu islam itu merupakan kedok dan ambisi. Ingat! ambisi yg kuat akan menimbulkan suatu gejolak emosi yg tak terkendali tanpa memikirkan baik buruknya dari apa yg diinginkan.

Sudahlah kang, kasih tahu dg Hasan Tiro, hentikanlah ambisi.kasihan masyarakat aceh yg jadi korban,kapan lagi beramal kenapa mesti mengobar-ngobarkan peperangan. Cuma akang cs, yg mengatakan negara kami kafir..! sementara dunia mengakui Indonesia dg Islam terkuatnya menjadi ancaman negara non Islam termasuk negara akang sekarang ini.

Akang menghina-hina negara muslim terbesar ini. Dan Allah akan melaknat akang cs, nanti. Sama- sama kita lihat pasti nanti "akang" akan mendapatkan akibat dari fitnahan dan perbuatan akang terhadap bangsa kami.

Oh..ya kang lupa ..bp.yg berinisial "M"yg sy sebutkan itu kenapa dia yakin anaknya diambil GAM krn ketika dia bergabung dg GAM tsb,dia hampir temukan anaknya,tapi penghubung yg menjajikan akan mempertemukan dia dg anaknya itu malah mengatakan" sudah anakmu aman disini"coba 'akang bayangkan bagaimana perasaan bp. tsb krn tidak bisa bertemu anaknya. Kang, jujur saja recruitment seperti ini memang adakan..??? mengambil anak muda Aceh..utk dididik/dilatih menjadi anggota GAM..?!!

Wassalam

Tati

narastati@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------