Stockholm, 16 juni 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SAYED FADHIL ITU TEUNGKU HASAN DI TIRO TETAP BEBAS DAN TATI PELAJARI SEJARAH ACHEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

TEUNGKU HASAN DI TIRO TIDAK DITAHAN, BEBAS, SEHAT WALAFIAT, DAN TERUS MEMIMPIN PERJUANGAN PEMBEBASAN NEGERI ACHEH.

"Assalamu'alikum wr.wb. Kamoe di Nangroe Indon Jawa peureule that haba nyang baroe, peukaran di theun Wali Nangroe le Jaksa Swedia." (Sayed Fadhil, sayed_aceh@yahoo.com , Tue, 15 Jun 2004 18:52:24 -0700 (PDT))

"Kang, para cendekiawan dan ahli sejarah Indonesia, dan angkatan muda Indonesia yg memiliki visi ke depan dalam kerangka Islami, malas berdebat apalagi melayani omongan Akang yg ngelantur. Kalo mo adu argument kita liat dulu orangnya siapa, sehat jiwanya apa tidak. terus kalo cuma mo ngotot doang, buat apa juga dibentangkan bukti..fakta..ntar dia nambah ilmu, terus ngarang lagi berdasarkan bukti ini...fakta... padahal cuma mencuplik. biarlah kang yg percaya itu dunia internasional, yg mereka sendiri juga tahu sejarah Aceh juga dari buku karangan akang. Tapi kebenaran Allah bagi sy lebih penting." (Tati, narastati@yahoo.com , Wed, 16 Jun 2004 08:48:59 -0700 (PDT))

Terimakasih Sayed Fadhil di Nanggroe Indon dan saudari Tati di Jakarta, Indonesia.

Tentang keadaan Teungku Hasan Muhammad di Tiro memang saat sekarang dalam keadaan sehat walafiat. Beliau tidak ditangkap dan tidak ditahan, tetap memimpin rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila.

Rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila tetap tidak mundur dan tetap tegar memperjuangkan pembebasan Negeri Acheh yang sedang diduduki dan dijajah oleh pihak RI dibawah Megawati cs dibantu oleh Menko Polkam Hari Sabarno dan didukung oleh TNI dibawah Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Ryamizard Ryacudu.

Masalah yang sedang timbul sekarang di Stockholm, Swedia yang menyangkut tuduhan pihak RI terhadap Petinggi ASNLF atau GAM di Stockholm, itu merupakan usaha pihak RI yang memang sudah tidak mampu mempertahankan penjajahan Acheh dilihat dari sudut fakta dan bukti, dasar hukum dan sejarah yang menggambarkan bahwa Negeri Acheh itu memang ditelan, diduduki, dan dijajah oleh pihak RIS diteruskan oleh pihak RI sampai sekarang ini.

Karena ketidak mampuan dan ketidak inginan mengakui kesalahan dan pelanggaran hukum internasional yang telah dijalankan oleh Soekarno yang telah menelan dan menduduki Negeri Acheh itulah yang mendorong pihak RI untuk mengalihkan persoalan dari persoalan pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh kepada masalah terorisme.

Karena itu mengapa pihak RI justru menyodorkan tuduhan dan bukti-bukti yang hanya menyangkut masalah peledakan bom di Bursa Efek Jakarta tanggal 13 September 2000, Mall Atrium tanggal 23 September 2001, Bina Graha Cijantung Mall tanggal 1 Juli 2002, Balai Kota Medan tanggal 31 Maret 2003, dan di Jalan Belawan Deli Medan tanggal 1 April 2003, 2 kasus pembunuhan, salah satunya kasus pembunuhan rektor Universitas Syiah Kuala, Prof.Dr.Dayan Dawod, 6 kasus pembakaran sekolah dan 243 kasus penculikan.

Tuduhan yang berisi kasus-kasus tersebut adalah jelas menggambarkan pihak RI yang memang sudah tidak berdaya menghadapi perjuangan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila.

Pengalihan dari masalah penjajahan kepada masalah separatis dan teroris adalah bukti bagaimana lemahnya pihak RI dalam mempertahankan Negeri Acheh sebagai negeri yang diduduki dan dijajah oleh Presiden RIS Soekarno sejak 14 Agustus 1950 dan diteruskan oleh RI sejak 15 Agustus 1950.

Hanya tentu saja, sejauh mana kekuatan bukti yang disodorkan kehadapan tim Kejaksaan di Stockholm untuk dijadikan bahan dasar untuk menjatuhkan hukuman kepada pihak petinggi ASNLF atau GAM di Stockholm.

Jelas, yang baru bisa dijadikan sebagai alasan penahanan dari pihak Kejaksaan terhadap pihak petinggi ASNLF atau GAM adalah pelanggaran hukum internasional. Artinya, berdasarkan bukti yang disodorkan pihak RI bahwa seorang atau beberapa warga negara asing terlibat dalam peledakan bom di wilayah kekuasaan de-facto RI.

Jadi, pihak RI dengan kelicikannya memang ingin menjerat pihak petinggi GAM dengan cara yang cukup rendah dan tidak jantan. Pejuang Acheh yang sedang berjuang untuk menentukan nasib mereka sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila telah dialihkan dan digiring kearah masalah kriminil seperti tuduhan terlibat peledakan bom.

Mengapa pihak RI mengalihkan persoalan dari persoalan pendudukan dan penjajahan ke arah tindakan teroris ?. Karena memang pihak RI secara ngotot dan keras kepala tidak mau dan tidak ingin mengakui bahwa Presiden RIS Soekarno telah melakukan pelanggaran berat hukum Internasional dengan menduduki dan menjajah Negeri Acheh.

Dimana alasan picik dan dangkal dari pihak RI adalah hanya seuntai kata-kata, yakni NKRI sudah final.

Dengan melambungkan untaian kata NKRI telah final jelas menggambarkan bagaimana kedangkalan dan kemunafikan, serta kebijaksanaan politik, pertahanan, keamanan, tentang Negeri Acheh yang dijalankan oleh pihak RI untuk terus menduduki dan menjajah Negeri Acheh.

Jalur sejarah yang menggambarkan pencaplokan dan penelanan Negeri Acheh sekuat tenaga mau dihapuskan oleh pihak RI. Tetapi, suatu hal yang tidak mungkin jalur sejarah yang begitu penting dalam pertumbuhan dan perkembangan sejarah RI dihapuskan. Dimana jalur peting itu adalah jalur yang berisikan proses penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan Negeri-Negeri yang berada dilaur wilayah daerah kekuasaan de-facto dan de-jure RIS dan diluar wilayah kekuasaan daerah de-facto dan de-jure RI. Jalur RIS inilah yang dasar hukum pembentukannya adalah Resolusi PBB no.67(1949) tanggal 28 Januari 1949 yang menyatakan bahwa hasil Perjanjian Linggajati 25 Maret 1947 dan Perjanjian Renville 17 Januari 1948 adalah merupakan dasar untuk membentuk Negara Indonesia Serikat yang berbentuk federasi yang akan diakui kedaulatannya oleh Belanda paling lambat tanggal 1 Januari 1950. Ini adalah bukti dasar hukum, dan sejarah yang jelas dan benar.

Tetapi, jalur penting RIS inilah yang disumpah serapah habis-habisan oleh pihak penerus Soekarno karena dianggap sebagai alat untuk memecah belah bangsa Indonesia. Padahal alasan dan anggapan yang dilontarkan oleh Soekarno dan para penerusnya tersebut hanyalah dipakai untuk menguasai seluruh wilayah daerah di Nusantara. Lihat saja buktinya, 15 Negara-Negara Bagian RIS dilalap oleh Negara RI, termasuk Negeri Acheh dan Negeri Maluku Selatan. Negeri Papua ditelan belakangan.

Nah, sejarah inilah yang kalau bisa dihapuskan dari sejarah nasional pertumbuhan dan perkembangan RI. Tetapi, makin mau dibuang, makin terbongkarlah kelicikan dan kemunafikan Soekarno dan para penerusnya dalam mempertahankan pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh.

Karena itu, mengapa pihak RI berusaha sekuat tenaga mengalihkan persoalan dari persoalan pendudukan, penjajahan kearah tindakan teroris. Memang begitu picik dan dangkalnya pihak Penguasa RI ini.

Sekarang kita singgung apa yang dituliskan oleh saudari Tati: "Kang, para cendekiawan dan ahli sejarah Indonesia, dan angkatan muda Indonesia yg memiliki visi ke depan dalam kerangka Islami, malas berdebat apalagi melayani omongan Akang yg ngelantur. Kalo mo adu argument kita liat dulu orangnya siapa, sehat jiwanya apa tidak"

Itu apa yang dikatakan oleh saudari Tati adalah alasan yang tidak punya dasar. Mengapa ? Karena pertama, jiwa Kang Ahmad sehat tidak kekurangan sesuatu apa. Apalagi Kang Ahmad adalah juga pernah memepalajari ilmu-ilmu psikologi, sehingga telah menadapat diplom dalam bidang psikologi. Jadi, tidak masuk akal kalau kang Ahmad yang telah menguasai ilmu psikologi dianggap jiwanya kurang sehat. Kedua, jelas bahwa kang Ahmad kalau menulis tidak melantur. Sudah berpuluh tahun kang Ahmad menulis, bukan hanya satu atau dua tahun. Tulisan kang Ahmad didokumentasikan dengan rapi dan teratur. Ketiga, kang Ahmad kalau menulis menilhat dari beberapa sudut termasuk dari sudut Islam. Keempat, kang Ahmad memiliki visi dan misi, yakni visi untuk membangun persatuan dengan berlandaskan keadilan, amanah dan perdamaian yang bertujuan untuk beribadah, bertaqwa dan mengharap ridha Allah SWT.

Coba dari segi apa kekurangan kang Ahmad. Justru kalau menurut kang Ahmad, merekalah yang oleh saudari Tati dinamakan para cendekiawan, yang tidak berani dan tidak siap menghadapi debat melawan Ahmad Sudirman tentang penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan di Negeri Acheh oleh pihak RI.

Selanjutnya, saudari Tati mengatakan: "terus ngarang lagi berdasarkan bukti ini, fakta, padahal cuma mencuplik".

Itu apa yang ditulis oleh kang Ahmad adalah berdasarkan fakta, bukti, dasar hukum dan sejarah yang jelas yang telah dibuat oleh pihak Sekretariat RI dan yang telah ditetapkan oleh pihak Soekarno sendiri. Tetapi, karena fakta itu ternyata setelah diteliti dengan seksama merupakan senjata makan tuan, maka akhirnya kalau bisa fakta dan bukti itu dihapuskan dari permukaan sejarah pertumbuhan dan perkembangan Negara RI.

Jadi tidak ada alasan bahwa kang Ahmad mengarang-ngarang sendiri itu sejarah, melainkan itu sejarah menang sudah ada. Tetapi karena mereka tidak menyadari bahwa justru dengan melakukan sejarah itulah yang akhirnya senjata makan tuan.

Kemudian kang Ahmad bukan seorang yang ngotot. Masalahnya adalah, bagaimana kang Ahmad bisa menerima apabila alasan dan argumentasi yang dikemukakan kehadapan kang Ahmad adalah dasar hukum, fakta, bukti, dan sejarahnya lemah. Coba kalau argumentasi itu memiliki dasar argumen yang kuat yang mengandung fakta, bukti, hukum, dan sejarahnya yang jelas dan benar. Dan setelah dibandingkan dengan argumentasi kang Ahmad ternyata lebih unggul. Tetapi, sampai detik ini, ternyata setelah kang Ahmad pelajari dasar argumen yang diajukan kehadapan kang Ahmad lemah semuanya. Bagaimana kang Ahmad tidak terus bertahan dengan argumen kang Ahmad.

Sedangkan Allah SWT dalam Al Qur'an berpuluh kali dan berulang-ulang untuk mempergunakan akal pikiran, janga hanya taklid buta saja. Mengekor saja. Coba gunakan akal yang telah dikaruniakan oleh Allah SWT. Gali itu sejarah RI dan sejarah Negeri Acheh yang benar. Ubrak abrik itu perpustakaan. Hukum-hukum yang dipakai sejak masa Soekarno. Jangan malas, dan membeo saja kerja itu.

Kemudian, itu kang Ahmad tidak gemetaran. Apa pula harus gemetaran. Memangnya kang Ahmad berbuat salah. Yang gemetaran adalah pihak RI yang tidak mungkin untuk menyekap Teungku Hasan Muhammad di Tiro digembol ke RI sana. Begitu juga pihak RI tidak mungkin menggembol Dr. Zaini Abdullah dan Teungku Malik Mahmud. Mereka itu akan tetap di Swedia. Yang gigit jari, jelas itu Mbak Mega, Mas Hari Sabarno, Mas Sutarto, Bung Ryacudu orang Palembang itu, Tuan Amien Rais dan Bung Akbar Tandjung.

Jelas, soal tidur, kang Ahmad tidak masalah. Sebelum tidur shalat dulu Isya, mengaji baru tidur. Apa pula tidur akang Ahmad terganggu.

Saudari Tati, mandi dulu sana ke belakang, biar badan segar dan otak jernih. Kemudian ngaji setelah ngaji baca itu sejarah Acheh dan sejarah RI yang betul, kalau tidak punya bukunya pergi ke perpustakaan atau pinjam sama orang akhli sejarah yang terkenal di Jakarta. Bukan ngarang seenaknya saja.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Tue, 15 Jun 2004 18:52:24 -0700 (PDT)
From: sayed fadhil <sayed_aceh@yahoo.com>
Subject: haba dari stickhoml?
To: ahmad@dataphone.se

Assalamu'alikum wr.wb

Kamoe di Nangroe Indon Jawa peureule that haba nyang baroe, peukaran di theun Wali Nangroe le Jaksa Swedia.

Wassalam

Sayed Fadhil

sayed_aceh@yahoo.com
Indonesia
----------

Date: Wed, 16 Jun 2004 08:48:59 -0700 (PDT)
From: tati - <narastati@yahoo.com>
Subject: Re: TEUNGKU HASAN DI TIRO MAU DIJEGAL OLEH HARI SABARNO DAN MEGA TETAPI GAGAL
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, mitro@kpei.co.id, dityaaceh_2003@yahoo.com, rokh_wawan@yahoo.com, JKamrasyid@aol.com

Assalamu'alaikum Kang Ahmad,

koq tulisannya mulai kelihatan gemetaran, ber-api2 gitu, tenang saja gak usah panik, masing2 dapat giliran koq..sy percaya akang pasti didukung dg pengacara handal dari Swedia apalagi sekarang sudah ditemani pengacara handal utk pentolan GAM-nya. tapi ngomong2 kalau bukan orang kaya emang bisa pake pengacara handal ya... itu uangnya dari mana ya.. koq gak minta pembelaan dari Allah swt????

Utk jadi saksi di pengadilan wah ..siapa takut ya kang, orang udah bertahun-tahun menyiapkan strategi "MENJAWAB DAN MEMBANTAH" disertai argument pembenaran yg udah mateng, ditambah lagi dg kekuatan teman2 YAHUDI, plus mafia senjata dg wajah dinginnya. Terus dipengadilan disumpah nya pake Agama ape ya kang, yg megang Al-qur'an kita siapa ya kang????

Kang...para cendekiawan dan ahli sejarah Indonesia, dan angkatan muda Indonesia yg memiliki visi ke depan dalam kerangka Islami, malas berdebat apalagi melayani omongan Akang yg ngelantur. Kalo mo adu argument kita liat dulu orangnya siapa, sehat jiwanya apa tidak. terus kalo cuma mo ngotot doang, buat apa juga dibentangkan bukti..fakta..ntar dia nambah ilmu, terus ngarang lagi berdasarkan bukti ini...fakta... padahal cuma mencuplik. biarlah kang yg percaya itu dunia internasional, yg mereka sendiri juga tahu sejarah Aceh juga dari buku karangan akang. Tapi kebenaran Allah bagi sy lebih penting.

Sy percaya mulai hari ini dan seterusnya tidur Akang mulai terganggu, bila saja kebenaran yg akang ikuti pasti akang tidak menginginkan hal seperti ini berlaku, tapi sudahlah pintu hati akang juga sudah dibutakan Allah. siap2lah menghitung hari...buat diinterogasi...

Wassalam

Tati

narastati@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------