Stockholm, 18 juni 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

DHARMINTA ITU NKRI HASIL JELMAAN DARI RI YANG DIPAKSAKAN
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS KELIHATAN MATIUS DHARMINTA ITU NKRI HASIL JELMAAN DARI RI YANG DIPAKSAKAN

"Soal berbagai perjanjian yang dipaksakan oleh pihak penjajah (Belanda) dan kenapa RI harus setuju dan menandatangani berbagai perjanjian, itu semata hanya merupakan strategi perang. Walau demikian toh tidak mengurangi/mengendorkah semangat para pahlawan/patriot bangsa untuk tetap bersatu padu untuk mempertahankan NKRI yang udah di proklamasikan kemerdekaannya. Kalau masih ada sekelompok orang yang mengutif sejarah kelam untuk dijadikan pegangan itu berarti untuk tujuan yang kelam pula. Dan perlu dipertayakan kondisi kesehatanya."(Matius Dharminta, mr_dharminta@yahoo.com , 17 juni 2004 07:48:42)

Baiklah saudara wartawan Jawa Pos Matius Dharminta di Surabaya, Indonesia.

Kelihatan memang saudara Matius Dharminta mau bertahan dalam posisi penjaga gawang, tetapi kaki sudah pincang. Mengapa kaki pincang ?

Coba perhatikan, apa yang dikatakan saudara Matius: "Soal berbagai perjanjian yang dipaksakan oleh pihak penjajah (Belanda) dan kenapa RI harus setuju dan menandatangani berbagai perjanjian, itu semata hanya merupakan strategi perang."

Apa pula perjanjian yang dipaksakan. Tidak ada satu dokumen-pun yang mengatakan perjanjian Linggajati 25 Maret 1947 dan Perjanjian Renville 17 januari 1948 merupakan perjanjian yang dipaksanakan oleh pihak Belanda.

Coba bongkar lagi itu sejarah nasional pertumbuhan dan perkembangan negara RI. Apa ada itu dokumen yang menyatakan perjanjian Linggajati 25 Maret 1947 dan Perjanjian Renville 17 januari 1948 merupakan perjanjian yang dipaksakan oleh pihak Belanda ?

Saudara Dharminta kalau berdebat melawan Ahmad Sudirman jangan asal cuap saja. Apakah ketika dilakukan perjanjian-perjanjian tersebut kepala-kepala juru runding dari pihak RI ditodong dengan moncong senjata untuk dipaksa menandatangani perjanjian-perjanjian itu ?.

Itu pihak juru runding dari RI terpepet karena memang kebodohan, kekurangan dan kelemahan dari pihak RI, saudara Dharminta, jangan mengarang-ngarang.

Lihat saja perundingan antara RI dan GAM. Itu pihak juru runding RI memang bodoh. Lihat saja itu Duta Besar S. Wiryono Ketua Juru runding dari pihak RI?. Makanya, itu ketua juru runding RI S Wiryono dilibas oleh pihak GAM.

Saudara Matius, setelah ditandatangani perjanjian Linggajati 25 Maret 1947, itu istilah "semangat para pahlawan/patriot bangsa untuk tetap bersatu padu untuk mempertahankan NKRI yang udah di proklamasikan kemerdekaannya". Sebenarnya salah kaprah dan tidak ada.

Lihat saja, itu NKRI, muncul belakangan, pada tanggal 15 Agustus 1950. Itu pun hasil jelmaan dari RI yang telah kegemukan karena telah menelan dan mencaplok 15 Negara-Negara Bagian RIS.

Saudara Dharminta, kalau yang namanya menelan dan mencaplok Negara-Negara bagian RIS, itu bukan adanya "semangat para pahlawan/patriot bangsa untuk tetap bersatu padu untuk mempertahankan NKRI", melainkan adanya pemaksaan dari pihak RI Soekarno terhadap para pimpinan Negara-Negara bagian RIS.

Jadi saudara Matius, jangan mencoba memutar balikkan fakta dan bukti, dasar hukum, dan sejarah.

Sekali lagi saudara Dharminta, itu yang saudara katakan: "Kalau masih ada sekelompok orang yang mengutif sejarah kelam untuk dijadikan pegangan itu berarti untuk tujuan yang kelam pula. Dan perlu dipertayakan kondisi kesehatanya"

Alasan saudara Dharminta mengatakan hal tersebut diatas, karena memang saudara tidak mampu memberikan dasar argumentasi yang jelas dan terang. Mengapa itu Soekarno dengan RI-nya begitu ambisi untuk menelan, menguasai seluruh Negara-Negara Bagian RIS ?.

Karena ada sekelompok orang yang menyatakan bahwa Negara RI Soekarno yang menelan Negara-Negara bagian RIS dan Negeri-Negeri yang berada diluar RIS seperti Acheh dan Maluku Selatan, kemudian dikatakan oleh saudara Matius sebagai "sekelompok orang yang mengutif sejarah kelam untuk dijadikan pegangan".

Itu sejarah terbentuknya RI dan penelanan Negara-Negara Bagian RIS oleh Negara RI Soekarno bukan sejarah kelam atau sejarah yang gelap gulita, melainkan itu adalah sejarah yang menggambarkan bagaimana sebenarnya proses Negara RI itu terbentuk, tumbuh dan berkembang sampai seperti keadaan sekarang ini.

Nah, bagi orang yang ingin mengetahui dan mau menerima secara jujur dengan hati terbuka, itu dengan membaca kembali dan menggali kembali proses sejarah pertumbuhan dan perkembangan Negara RI ketika melalui proses melalui jalur RIS dan penelanan dan pencaplokan Negara-Negara Bagian RIS dan Negeri-Negeri yang berada diluar RIS seperti Acheh dan maluku Selatan, akan mengerti dan akan menyadari bahwa sebenarnya akar masalah konflik yang terjadi di Negeri Acheh, Maluku Selatan dan juga di Papua atau Irian Barat adalah akibat dari kebijaksanaan Soekarno yang menjalankan politik agresi untuk menguasai seluruh Negara-Negara dan Negeri-Negeri yang masih berada diluar wilayah kekuasaan de-facto dan de-jure RI.

Nah, jelas orang yang dengan penuh kesadaran mau dan ingin membaca, menggali kembali sejarah proses pertumbuhan dan perkembangan negara RI, orang tersebut adalah orang yang bijaksana dan ingin menerima apa yang tertulis dalam sejarah, bukan orang yang "perlu dipertayakan kondisi kesehatanya," seperti yang dituliskan oleh saudara Dharminta.

Gali dan baca kembali sejarah nasional RI yang benar saudara Matius.

Selanjutnya saudara Matius menyatakan: "Oleh sebab itu dari pihak manapun, baik dari dalam atau luar negara RI, jangan coba-coba merong-rong wilayah NKRI, karena rakyat RI akan mempertahankannya sampai dengan titik darah terakhir."

Saudara Dharminta, rakyat RI yang mana ?. Itu kalau rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila bangkit untuk menentut kemerdekaan atas tanah tumpah Negerinya, bukan dinamakan merong-rong wilayah NKRI. Melainkan itu adalah hak rakyat Acheh untuk mendapatkan kembali Negerinya yang telah ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah oleh pihak RI.

Jangan salah kaprah saudara Matius.

Kemudian, itu kalau rakyat RI mempertahankan Negeri Acheh dan menganggap sebagai milik RI, maka jelas itu rakyat RI hanyalah ikut-ikutan mendukung apa yang dijalankan oleh pihak Soekarno dan para penerusnya. Pihak Penguasa RI mengatakan NKRI telah final, serentak rakyat mengatakan NKRI telah final. Tetapi ketika dipertanyakan apanya yang final, coba buktikan fakta dan buktinya, dasar hukum dan sejarahnya, mereka akan bungkam. Paling menjawab, itu Negeri Acheh sudah dari sononya ada dalam tubuh NKRI.

Itulah yang saya katakan, rakyat di RI dibodohi dan ditipu oleh Soekarno dan para penerusnya tentang Negeri Acheh.

Masa Negeri Acheh yang ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah oleh pihak RI mau dipertahankan sampai dengan titik darah terakhir. Ah, betapa bodohnya kalau cara berpikir demikian. Masa barang curian mau dipertahankan sampai titik darah penghabisan. Berpikir yang betul saudara Matius Dharminta.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------
From: matius dharminta mr_dharminta@yahoo.com
Date: 17 juni 2004 07:48:42
To: Ahmad Sudirman ahmad_sudirman@hotmail.com
Cc: PPDI@yahoogroups.com
Subject: Re: DHARMINTA ITU NKRI MAKIN LEMAH DAN TIDAK MAMPU MEMPERTAHANKAN ACHEH

Aku udah menduga akan dikanter dengan pandangan basi dan culun macam ini. Pandangan macam ini menurut aku tiba sebaliknya, sesuai fakta suasana di aceh makin tertif aman dan kondusif, kalau ada yang bilang nkri tidak mampu mempertahankan aceh, itu merupakan pandangan yang ngawur. perlu diketahui, soal pertahanan bukan cuma didaratan aceh aja tapi seluruh wilayah indonesia yakni dari sabang sapai meraoke telah menjadi zsona pertahanan NKRI.

Oleh sebab itu dari pihak manapun, baik dari dalam atau luar negara RI, jangan coba-coba merong-rong wilayah NKRI, karena rakyat RI akan mempertahankannya sampai dengan titik darah terakhir.

Soal berbagai perjanjian yang dipaksakan oleh pihak penjajah (Belanda) dan kenapa RI harus setuju dan menandatangani berbagai perjanjian, itu semata hanya merupakan setrategi perang. Walau demikian toh tidak mengurangi/mengendorkah semangat para pahlawan/patriot bangsa untuk tetap bersatu padu untuk mempertahankan NKRI yang udah di proklamasikan kemerdekaannya.

Kalau masih ada sekelompok orang yang mengutif sejarah kelam untuk dijadikan pegangan itu berarti untuk tujuan yang kelam pula. Dan perlu dipertayakan kondisi kesehatanya.

Matius Dharminta

mr_dharminta@yahoo.com
Surabaya, Indonesia
----------