Stockholm, 18 juni 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

PETINGGI GAM DIBEBASKAN, MEGA, HARI SABARNO, SUTARTO & RYACUDU GIGIT JARI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS HARI INI ITU PETINGGI GAM DIBEBASKAN, MEGA, HARI SABARNO, SUTARTO & RYACUDU GIGIT JARI

Hari ini, Jumat 18 Juni 2004, Petinggi ASNLF atau GAM Dr.Zaini Abdullah, Teungku Malik Mahmud telah dibebaskan oleh pihak Kejaksaan di Stockholm, setelah beberapa jam diadakan pembicaran dihadapan tim Hakim di Pengadilan Huddinge, diluar kota Stockholm.

Ternyata setelah dibicarakan secara mendetil tentang tuduhan-tuduhan melakukan makar dan teroris yang diajukan oleh pihak Pemerintah Indonesia terhadap petinggi GAM, khususnya kepada Teungku Hasan Muhammad di Tiro, Dr. Zaini Abdullah dan Teungku Malik Mahmud, ternyata hari ini semua tuduhan Pemerintah Indonesia tidak memiliki alasan dasar yang kuat, sehingga dinyatakan bahwa para Petinggi GAM bebas dan tidak dianggap bersalah melakukan tindakan terorisme, makar, pembakaran dan penculikan, sebagaimana dituduhkan oleh pihak Megawati, Ryacudu, Sutarto dan Hari Sabarno.

Dengan rasa berat Ketua Kejaksaan Stockholm, Tomas Lindstrand menarik kembali semua tuduhan yang telah diajukan kehadapan tim Hakim di Pengadilan Huddinge.

Setelah Dr. Zaini Abdullah yang pertama dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan dari semua tuduhan terorisme, makar, pembakaran, dan penculikan oleh Tim Hakim, maka tuduhan selanjutnya terhadap Teungku Malik Mahmud ditarik kembali oleh Ketua Kejaksaan Tomas Lindstrand.

Sebagaimana yang telah saya nyatakan sebelum ini bahwa karena pihak Pemerintah Indonesia yang memang tidak memiliki kemampuan untuk mempertahankan argumentasi penelanan, pencaplokan, pendudukan, dan penjajahan di Negeri Acheh, maka untuk menutupi kelemahan tersebut, dibuatlah satu jaringan yang sangat rapuh yaitu dengan cara memainkan jaringan terorisme, makar, penculikan, pembakaran yang kesemuanya mengalihkan dari masalah akar utama konflik Acheh yakni pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh ke masalah dangkal terorisme, dan makar.

Jelas, dari saat ini pihak Pemerintah Indonesia mau tidak mau harus menerima suatu kenyataan bahwa perjuangan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh Negara Pancasila tidak bisa dinyatakan sebagai suatu gerakan separatis, makar, pemberontak, teroris, melainkan suatu perjuangan untuk menuntut kembali tanah tumpah rakyat Acheh yang telah ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah oleh pihak RIS yang diteruskan oleh RI yang menjelma menjadi NKRI.

Dan tentu saja yang paling menggigit jari adalah Presiden Megawati, Menko Polkam ad interim Hari Sabarno, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Ryamizard Ryacudu yang orang Palembang satu itu.

Dan tentu saja bagi seluruh rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila terus akan tampil, tidak mundur dalam usaha mencapai kemerdekaan bagi tanah Acheh dan rakyat Acheh yang sedang diduduki dan dijajah oleh pihak RI dengan TNI-nya.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

http://svt.se/svt/jsp/Crosslink.jsp?d=1804&a=223258
Misstänkta GAM-ledare frisläppta
[Publicerad 18 juni 13:55]

De tva ledarna för den indonesiska separatiströrelsen GAM som har begärts häktade i Sverige för folkrättsbrott släpptes i dag fria.

Efter flera timmars förhandling sade Huddinge tingsrätt att Zaini Abdullah inte är skäligen misstänkt för folkrättsbrott. Chefsaklagare Tomas Lindstrand valde da att aterkalla begäran om häktning mot Malik Mahmud.

GAM-rörelsen för en väpnad kamp för att göra provinsen Aceh självständigt fran Indonesien.Totalt tre av GAMrörelsens ledare i Sverige misstänks för brott. Tva hade begärts häktade.
----------