Stockholm, 18 juni 2004

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

TATI ITU KARENA KEBODOHAN RI, DENGAN MUDAH DIPUKUL DIMEJA PENGADILAN HUDDINGE, SWEDIA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

JELAS KELIHATAN TATI ITU KARENA KEBODOHAN RI, DENGAN MUDAH DIPUKUL DIMEJA PENGADILAN HUDDINGE, SWEDIA

"Pagi, Kang Ahmad ngeyel. Sudah lah Kang, GAM jelmaan dari ASNLF Hasan Tiro gak usah dipaksakanlah! jg harap ada referendum minta opsi! karena Aceh bukan utk dijadikan option/pilihan. Sebab Aceh jelas adalah wilayah Republik Indonesia. Lagian bila referundum dilakukan berarti pemerintah RI, dan kami rakyat Indonesia pada umumnya mengakui kalau selama ini Aceh bukan bagian negara kami dan ASNLF/GAM adalah benar bukan pemberontak seperti yang Akang Cs, inginkan. Dan kejahatan yg GAM lakukan adalah sah karena itu merupakan Tentara Negara Anda." (Tati, narastati@yahoo.com , Thu, 17 Jun 2004 20:10:23 -0700 (PDT))

Baiklah saudari Tati di Jakarta, Indonesia.

Siapa yang memaksakan ?. Masalahnya, tidak ada seorangpun dari pihak RI yang tampil dengan dasar argumentasi yang kuat yang menyatakan bahwa Negeri Acheh itu tidak ditelan, tidak dicaplok, tidak diduduki, dan tidak dijajah oleh RIS yang diteruskan oleh RI sampai sekarang.

Setelah sekian lama mimbar bebas ini dibuka, dan setelah sekian lama Ahmad Sudirman menganalisa satu persatu tanggapan, pemikiran, bantahan terhadap dasar argumentasi yang diajukan oleh Ahmad Sudirman. Ternyata sampai detik ini, memang pihak RI adalah tetap tidak mampu memberikan jawaban yang kuat yang ditinjau dari sudut fakta dan bukti, dasar hukum, dan sejarah tentang Negeri Acheh berada dalam tubuh RI.

Karena itu, daripada membuka tanggapan secara terbuka, pihak Pemerintah RI menutup mulut dan membiarkan dirinya terus berlalu begitu saja. Sampai akhirnya terbukti ketika melakukan cara penipuan yang licik ketika melakukan tuduhan terhadap pihak Petinggi ASNLF atau GAM di Swedia dengan tuduhan melakukan peledakan bom di Bursa Efek Jakarta tanggal 13 September 2000, Mall Atrium tanggal 23 September 2001, Bina Graha Cijantung Mall tanggal 1 Juli 2002, Balai Kota Medan tanggal 31 Maret 2003, dan di Jalan Belawan Deli Medan tanggal 1 April 2003, 2 kasus pembunuhan, salah satunya kasus pembunuhan rektor Universitas Syiah Kuala, Prof.Dr.Dayan Dawod, 6 kasus pembakaran sekolah dan 243 kasus penculikan.

Dimana cara yang penuh kelicikan ini bertujuan untuk menjerat Teungku Hasan di Tiro yang sedang memimpin perjuangan rakyat Acheh untuk membebaskan Negeri Acheh dari penjajahan RI agar supaya Pimpinan ASNLF atau GAM dengan para pejuangnya baik yang ada di Negeri Acheh atau di Luar Negeri Acheh terputus hubungannya dan melemah perjuangannya.

Tetapi, ternyata tuduhan yang pada pokoknya mengarah kepada tuduhan perbuatan makar, terorisme, pembakaran, dan penculikan, telah secara sepakat di tolak secara mentah oleh tim Hakim di Pengadilan Huddinge di luar kota Stockholm, hari ini Jumat, 18 Juni 2004. Dengan motivasi bahwa tuduhan pihak RI tersebut tidak memiliki alasan fakta dan bukti yang kuat. Dan dengan segera dibebaskan Teungku Zaini Abdullah dan Teungku Malik dari semua tuduhan yang ditujukan kepada diri mereka. Adapun Teungku Hasan Muhammad di Tiro memang dari sejak awal tidak ditahan.

Disini kelihatan bahwa bagaimana pihak Pemerintah RI dengan cara yang licik dan penuh tipu muslihat membelokkan arah perjuangan rakyat Acheh yang menuntut penentuan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara Pancasila kepada arah yang menjurus tindak pidana teroris, penculikan, pembakaran, dan makar.

Jelas, kalau yang dijadikan dasar tujuan oleh pihak RI bahwa perjuangan rakyat Acheh mengarah kepada tindak pidana teroris, penculikan, pembakaran, dan makar itu memang sangat mudah untuk dijatuhkan. Sebabnya adalah, karena memang secara jelas berdasarkan fakta dan bukti hukum di Negeri Acheh telah berlangsung perang baik secara terbuka seperti yang dijalankan sejak Mei 2003 yang lalu, ataupun perang secara tertutup, yakni secara gerilya.

Dan tujuan dari perjuangan rakyat Acheh adalah menentut kemerdekaan bagi Negeri Acheh yang telah ditelan, dicaplok, diduduki, dan dijajah oleh RI.

Jadi, saudari Tati, saudari tidak perlu mencari-cari alasan tentang arti GAM dengan berbagai macam untaian kata yang tidak ada dasar fakta dan buktinya, dasar hukum dan sejarahnya. Karena memang semuanya tidak akan menjadi satu kekuatan dasar hukum yang bisa menjatuhkan dasar argumentasi Ahmad Sudirman.

Dari sejak hari ini, karena memang kebodohan dari pihak Pemerintah RI dalam menjalankan politiknya menghadapi pihak ASNLF atau GAM, maka kekuatan ASNLF atau GAM makin kuat dan secara hukum GAM tidak dianggap sebagai satu organisasi teroris sebagaimana yang digembar-gemborkan oleh pihak RI.

Terimalah pelajaran pahit akibat kebodohan pihak Pemerintah RI dan para pendukungnya yang terus-menerus mempertahankan pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
ahmad.swaramuslim.net
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Thu, 17 Jun 2004 20:10:23 -0700 (PDT)
From: tati - <narastati@yahoo.com>
Subject: Re: DHARMINTA ITU NKRI HASIL JELMAAN DARI RI YANG DIPAKSAKAN
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, mr_dharminta@yahoo.com, nettysuwarto@yahoo.com, mitro@kpei.co.id, rpidie@yahoo.com
Cc: bang_iyan@eudoramail.com, teuku_mirza2000@yahoo.com, rokh_mawan@yahoo.com

Pagi, Kang Ahmad NGEYEL. Sudah lah Kang, GAM jelmaan dari ASNLF Hasan Tiro gak usah dipaksakanlah! jg harap ada referendum minta opsi! karena Aceh bukan utk dijadikan OBTION/pilihan.

Sebab Aceh jelas adalah wilayah REPUBLIK INDONESIA. Lagian bila referundum dilakukan berarti pemerintah RI, dan kami rakyat Indonesia pada umumnya mengakui kalau selama ini Aceh bukan bagian negara kami dan ASNLF/GAM adalah benar bukan PEMBERONTAK seperti yang Akang Cs, inginkan. Dan kejahatan yg GAM lakukan adalah sah karena itu merupakan Tentara Negara Anda.

Iddeh h h sorry La Yau NEVER! NEVER! and FOREVER ! OK !
Enak banget GAM (Gerakan Aksi Menjajah), mo merebut bagian negara kami tercinta. Kalo GAM sih jelas berdasarkan bukti, fakta tanpa dasar hukum internasional/nasional:
MENJAJAH: dg persenjataan lengkap berada diwilayah aceh,dan memerangi seluruh masyarakat yg berada di Aceh
MENCAPLOK: rumah,tanah yg ditinggalkan penduduk yg ketakutan
MERAMPOK: harta masyarakat aceh, ada yg di culik minta tebusan, ada yg didatangi secara paksa minta dana setoran
MENDUDUKI : secara paksa telah menduduki wilayah aceh dan bertindak semena-mena terhdp penduduk setempat.

Ketahuankan sekarang, siapa yg menjajah, siapa yg terjajah, dan siapa yg harus memberantasnya ya TNI/Polri kan! Atau begini saja kalau Akang Cs, mo ngotot juga ASNLF atau GAM-nya diakui, dan memiliki NEGARA yg jelas. Itu ada pulau dekat SELAT KRA. Nah nengo deh disana dg negara2 tetangga, barangkali aja itu mo dijual, yah.

GAM keluar dana dikit lah, masak mo bangun negara maunya GRATIS! memang begini kalo orang gak punya negara jelas, maksain banget! biar dibilangin kalo dulu punya negara.. Jadi minta pengakuan.

Wassalam,

Tati

narastati@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------